RATU IBLIS

RATU IBLIS
Keputusan Putra Mahkota Yuan Konju


__ADS_3

Xiao Ziya melintasi dimensi ruang dan waktu dengan kecepatan maksimal hingga ia tiba tiba muncul di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Yuan Liong, beberapa prajurit penjaga gerbang menatap ke arah gadis itu dengan tatapan heran. Kapan gadis itu datang? mengapa mereka tak melihat sebelumnya? dan bukankah gadis itu juga yang telah membunuh Raja Yuan Monzi. Beberapa prajurit menghentikan langkah Xiao Ziya yang ingin masuk ke dalam istana, mereka khawatir gadis itu akan membuat kekacauan lagi atau yang lebih parah membunuh salah satu anggota Keluarga Kerajaan Yuan Liong.


"Maaf Nona Xiao Ziya, Anda dilarang untuk masuk ke dalam. Kami mohon agar Anda tak mengacau lagi di dalam Istana Kerajaan Yuan Liong." ucap beberapa prajurit dengan berani, ini semua mereka lakukan untuk Kediaman Istana Kerajaan Yuan Liong.


"Mengacau? ahahaha apakah kalian sedang bercanda. Baiklah jika saya tak diizinkan untuk masuk, saya pastikan ketiga pangeran dan ketiga putri dari Kerajaan Yuan Liong yang saat ini sedang menyerang Kerajaan Bulan akan mati dengan mengenaskan." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi datar dan senyuman miring.


Para prajurit penjaga gerbang saling bertatapan satu sama lain, apa maksud dari gadis itu? apakah anak anak dari Permaisuri dan juga kedua selir sedang menyerang wilayah Kerajaan Bulan!. Apa mereka sudah gila hingga melakukan hal itu? apakah permaisuri dan kedua selir sudah mengetahui hal itu. Dengan sangat terpaksa para prajurit penjaga gerbang mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk ke dalam, mungkin kedatangan gadis itu untuk memberitahukan hal tersebut pada Permaisuri Yuan Bianze, Selir Yuan Celing, dan Selir Yuan Zeina mengenai apa yang sedang dilakukan oleh anak anak mereka.


Xiao Ziya masuk ke dalam istana itu tanpa ragu ragu, gadis itu membuka pintu utama Istana Kerajaan Yuan Liong dan membuatnya beberapa pelayan yang sedang melakukan tugas mereka menatap terkejut ke arah Xiao Ziya. Gadis itu mengabaikan tatapan tak suka dari para pelayan karna ia tak memiliki urusan dengan mereka semua, Xiao Ziya berjalan hingga ia berada di depan pintu masuk ruang kerja Putra Mahkota Yuan Konju yang sebentar lagi akan diangkat menjadi raja setelah kematian ayahnya.


Tok tok tok.


Suara pintu ruang kerja Putra Mahkota Yuan Konju yang sedang diketuk oleh Xiao Ziya, saat itu Sang Putra Mahkota sedang mengerjakan beberapa tugas baru, ia mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam karna pintu dalam kondisi tak dikunci. Xiao Ziya masuk sesuai dengan perintah sang Putra Mahkota namun setelah melihat siapa yang datang Putra Mahkota Yuan Konju langsung membelalakkan matanya.


"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya, ada kepentingan apa hingga Anda jauh jauh datang kesini?." tanya Putra Mahkota Yuan Konju dengan tubuh gemetaran, ia tak akan berani menyinggung gadis buas di hadapannya itu.


"Apakah Anda tau apa yang sedang dilakukan oleh adik adik tiri Anda?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata tajam.


"Saya tak tau apapun mengenai hal yang sedang mereka lakukan namun saat sarapan mereka semua tidak datang." jawab Putra Mahkota Yuan Konju dengan jujur pada Xiao Ziya. Ia berharap semoga adik adik tirinya itu tak menyinggung perasaan Xiao Ziya dengan membuat masalah.


"Mereka sedang menyebrang gerbang perbatasan Kerajaan Bulan bersama dengan Yie Gu. Bagaimana jika saya memenggal kepala mereka semua kemudian menggantungnya di pusat kota wilayah Kerajaan Bulan?." tanya Xiao Ziya dengan mata yang berubah menjadi merah. Meskipun Putra Mahkota Yuan Konju tak mengetahui hal itu seharusnya ia menyadari kejanggalan yang terjadi di istananya sendiri.


Putra Mahkota Yuan Konju diam mematung, ia tak bisa mengatakan apapun atau berfikir dengan jernih. Jika situasinya seperti ini maka Kerajaan Yuan Liong akan hancur di tangan Xiao Ziya, apa yang sedang difikirkan oleh saudara dan saudari tirinya itu sehingga dengan berani maju melawan wilayah Kerajaan Bulan?!. Putra Mahkota Yuan Konju berusaha untuk menenangkan diri, ia harus menemukan jalan keluar setidaknya untuk melindungi penduduk Kerajaan Yuan Liong dari amukan gadis yang ada di hadapannya.


"Biar saya memberitahukan hal ini pada ibu mereka." ucap Putra Mahkota Yuan Konju.


"Mengapa saya harus menunggu hal hal tak berguna seperti itu? jika para pangeran dan putri berani menyerang wilayah Kerajaan Bulan tanpa perintah dari Anda itu artinya mereka tidak mengakui Anda sebagai calon raja selanjutnya. Lagipula ibu mereka telah gagal memberi pendidik etika dan sopan santun pada anak anaknya." jawab Xiao Ziya dengan tegas.

__ADS_1


"Jadi untuk apa Anda datang ke sini?." tanya Putra Mahkota Yuan Konju, ia tak mengerti isi kepala dari Xiao Ziya. Untuk apa gadis itu jauh jauh datang ke Istana Kerajaan Yuan Liong jika ia hanya ingin memberitahukan hal seperti itu tanpa memberi kesempatan pihak Kerajaan Yuan Liong menebus kesalahan mereka?.


"Kompensasi apa yang bisa pihak Kerajaan Yuan Liong berikan untuk menebus nyawa mereka berenam? ataukah Anda juga menginginkan peperangan antara Kerajaan Yuan Liong dan Kerajaan Bulan terjadi?." tanya Xiao Ziya sembari duduk di kursi yang ada di ruangan itu, dia sendiri sudah cukup untuk menghancurkan Kerajaan Yuan Liong sekarang juga.


Di sisi lain saat ini enam ribu prajurit Kerajaan Yuan Liong kesulitan mengalahkan sepuluh ribu pasukan mayat hidup. Yie Gu berdecak kesal karna rencananya hari ini juga gagal, kemana lagi ia mencari sekutu untuk mengalahkannya pihak Kerajaan Bulan? Yie Gu tak yakin jika Kerajaan Bintang Timur bersedia untuk membantunya.


"Ratu Min Xunzi, bolehkah saya membalaskan rasa dendam yang selama ini saya simpan untuk kakek Yie Gu?. Pengorbanan saya selama ini dan kematian ibu saya harus ia bayar dengan mahal." ucap Yie Munha dengan tatapan penuh kebencian, aura milik Xiao Ziya yang tertanam di dalam tubuhnya perlahan lahan mulai keluar.


"Lakukanlah, jangan biarkan dirimu mati di tangannya Nona Yie Munha." ucap Ratu Min Xunzi yang memberikan izin pada Yie Munha untuk membalaskan dendamnya pada Yie Gu.


Setelah mendapatkan izin dari Ratu Min Xunzi, Yie Munha langsung melompat turun dari atas tembok gerbang perbatasan dan mendarat tepat di hadapan ratusan prajurit Kerajaan Yuan Liong. Yie Munha mengeluarkan sebuah pedang pemberian dari Xiao Ziya untuk melawan para prajurit itu, kedua tuan muda yaitu Min Xome dan Min Wungi juga ikut turun ke bawah untuk membantu Yie Munha sedangkan yang lain masih berada di atas untuk memantau keadaan. Yie Gu yang tadinya sedang sibuk membunuh ratusan pasukan mayat hidup kini matanya beralih pada Yie Munha yang dengan berani turun langsung dalam pertarungan, ini saat yang tepat untuk memberikan pelajaran pada cucu pembangkang nya itu. Yie Gu juga berfikir jika ia bisa menyandra Yie Munha kemungkinan besar istrinya akan kembali sebagai pertukaran sandra.


"Seharusnya kau tetap berada di atas sana dan bersembunyi di balik punggung orang orang dari Kerajaan Bulan, apakah kau fikir kemampuan yang kau miliki mampu menandingi kakek mu ini? ahahaha jangan membuat lelucon yang memuakkan seperti itu." ucap Yie Gu, ia menatap rendah ke arah cucu perempuannya sendiri. Yie Junghwa dan Yie Cinling ingin turun ke bawah untuk membantu adik perempuan mereka mengalahkan kakek tua bau tanah itu namun dilarang oleh Ratu Min Xunzi.


"Biarkan adik kalian menyelesaikan dendamnya dengan tangannya sendiri, saat ia memilih untuk memihak pada Xiao Ziya maka ia sudah mendapatkan banyak pelatihan untuk mencapai keinginannya itu. Percayalah Yie Munha akan baik baik saja, bila terjadi sesuatu maka saya yang akan turun langsung ke bawah." ucap Ratu Min Xunzi yang sedang memberikan peringatan pada kedua kakak laki laki Yie Munha.


"Baiklah kami mengerti Ratu Min Xunzi." jawab Yie Junghwa dan Yie Cinling secara bersamaan.


"Saya merasa menjadi cucu paling sial yang ada di dunia ini karna saya harus menjadi keturunan pria tak bermoral seperti Anda, sudah cukup penderita yang saya rasakan selama ini. Nona Muda Xiao Ziya yang sedari awal selalu berselisih faham dengan saya adalah orang yang mati matian mempertaruhkan segalanya untuk membantu sampah seperti saya ini. Ingat ini baik baik Tuan Yie Gu, mulai hari ini saya Yie Munha memutuskan hubungan keluarga dengan Anda dan juga istri Anda. Hari ini biarkan saya melampiaskan kemarahan dan kekecewaan yang saya rasakan." ucap Yie Munha dengan suara keras dan lantang.


Simbol bunga mawar merah yang tersembunyi di kening Yie Munha akhirnya muncul, mata gadis itu kini berubah warna menjadi merah dengan pancaran kekuatan mawar api milik Xiao Ziya. Ledakan energi yang sangat kuat terjadi pada tubuh gadis itu, tatapan mata dari Yie Munha dapat membuat Yie Gu gemetaran. Pria tua itu tak tau sekuat apa cucu perempuannya sekarang ini, ia juga tak menyangka jika Xiao Ziya memberikan sedikit energi miliknya pada Yie Munha.


"Pantas saja kau begitu percaya diri untuk mengalahkan kakek mu ini, rupanya kau telah mendapatkan banyak bantuan dati Xiao Ziya. Namun apakah kau tak pernah berfikir untuk menghianati gadis itu? kembalilah ke sisi kakek maka kakek akan membantumu naik tahta Kerajaan Bulan." ucap Yie Gu yang memberikan penawaran menarik pada Yie Munha, pria tua itu sangat yakin bahwa cucu perempuannya masih harus akan kekuasaan seperti dulu.


Yie Munha mengayunkan pedangnya kedepan hingga terjadi rentetan api yang menjalar hingga ke tempat Yie Gu berdiri saat itu. Yie Gu melompat dengan cukup tinggi untuk menghindari serangan dari cucunya namun ia masih terkena serangan tersebut. Yie Gu membelalakkan matanya karna serangan dari Yie Munha memiliki efek yang cukup besar.


"Jangan munafik cucuku, bukankah sedari dulu kau selalu ingin lebih unggul dari yang lainnya? kakek bisa membantumu untuk mencapai kedudukan tertinggal." ucap Yie Gu dengan bualan yang membuat telinga Yie Munha terasa panas.

__ADS_1


"Apakah Anda tuli Tuan Yie Gu, Yie Munha yang Anda kenal sebagai gadis bodoh yang bisa Anda peralat telah mati. Apa yang Anda berikan selama saya menjadi cucu yang patuh dan penurut? Anda bahkan tak peduli saat saya sedang terbuka." jawab Yie Munha dengan tatapan penuh kebencian, ia sangat menyesal karna mendengar semua perintah dari kakeknya itu.


"Ahahaha dasar gadis sialan." ucap Yie Gu, pria tua itu mengeluarkan sebuah pedang yang terbentuk dari qi miliknya.


Yie Gu melesat ke arah Yie Munha dengan kecepatan tinggi, ia memberikan serangan bertubi-tubi pada cucu perempuannya itu namun setiap serangan dari Yie Gu dapat ditangkis dengan mudah oleh Yie Munha. Perkembangan yang terjadi pada Yie Munha sangatlah cepat, mungkin ia memang mampu untuk mengalahkan pria tua bangka itu.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sedang bertatapan tatapan tajam dengan Putra Mahkota Yuan Konju, sepertinya sang Putra Mahkota tak dapat memberikan kompensasi apapun untum menyelamatkan nyawa saudara dan saudari tirinya.


"Saya mohon agar Anda membiarkan saudara dan saudari tiri saya untuk kembali dengan selamat." ucap Putra Mahkota Yuan Konju yang terus memohon pengampunan pada Xiao Ziya untuk saudara saudari tirinya yang bodoh itu.


"Saya hanya memberikan Anda dua pilihan Putra Mahkota. Pilihan pertama serahkan setengah wilayah kekuasaan Kerajaan Yuan Liong pada Kerajaan Bulan jika Anda ingin keenam anak bodoh itu kembali dengan selamat, dengan catatan jika Anda menipu saya maka saya siap untuk meratakan satu kerajaan ini. Pilihan yang ke dua saya akan membawa permaisuri dan kedua selir untuk mendapatkan hukuman atas kelalaian mereka selain itu saya jamin keenam anak bodoh itu akan mati dengan kondisi yang mengenaskan. Cepatlah buat keputusan karna saya tak butuh menunggu lama di tempat ini." ucap Xiao Ziya dengan aura membunuh yang mulai keluar dari dalam tubuhnya.


Putra Mahkota Yuan Konju tak dapat berfikir dengan baik, kedua pilihan itu sama sama merugikan untuk Kerajaan Yuan Liong. Di sisi lain Ratu Yuan Mingi dan kedua putranya yang lain merasakan aura membunuh dari arah ruang kerja Putra Mahkota Yuan Konju, karna khawatir dengan apa yang terjadi akhirnya mereka bertiga menerobos masuk ke dalam. Sorot mata tajam berwarna merah darah menyambut kedatangan ketiganya, Ratu Yuan Mingi sampai terjatuh kebelakang karna ia ketakutan dengan aura yang keluar dari tubuh Xiao Ziya.


"Jangan menganggu pembicaraan kami berdua, apakah kalian mengerti!." ucap Xiao Ziya dengan tegas dan tatapan serius.


"Maaf karna kami telah lancang masuk ke dalam." ucap Pangeran Yuan Anzu yang langsung membungkukkan badannya di hadapan Xiao Ziya, jika sang ayah saja kalah dari gadis itu bagaimana dengannya yang masih sangat lemah.


"Apa yang sedang Anda lakukan di kerajaan kami, saya mohon agar Anda tak membuat masalah di sini. Kami masih berduka atas kepergian Yang Mulia Raja Yuan Monzi." ucap Ratu Yuan Mingi, wanita itu memberanikan diri untuk menatap secara langsung mata merah darah milik Xiao Ziya. Beberapa detik setelahnya jantung Ratu Yuan Mingi terasa dihentikan secata paksa oleh energi besar yang memancar dari tubuh Xiao Ziya.


Putra Mahkota Yuan Konju dan kedua pangeran langsung menghampiri ibu mereka yang sedang kesulitan bernafas itu.


"Apa yang telah Anda lakukan pada ibu saya!." bentak Putra Mahkota Yuan Konju yang merasa sangat marah dengan perlakuan Xiao Ziya pada ibunya.


"Saya tak melakukan apapun pada Ratu Yuan Mingi, aturan pertama yang harus kalian ketahui jangan menatap mata saya secara langsung jika mental kalian lemah. Semua itu terjadi karna kesalahan Ratu Yuan Mingi sendiri." jawab Xiao Ziya dengan tatapan polos karena ia memang tak melakukan apapun pada wanita itu.


"Argh sialan, saya tak akan memilih kedua pilihan yang Anda berikan. Jangan harap Anda bisa keluar dengan mudah dari Istana Kerajaan Yuan Liong ini!!!." ucap Putra Mahkota Yuan Konju yang saat ini sedang dikuasai oleh amarahnya, Xiao Ziya tersenyum setelah mendapatkan jawaban dari sang Putra Mahkota. Kini gadis itu bisa menghancurkan Istana Kerajaan Yuan Liong sesuai dengan keinginannya.

__ADS_1


"Baiklah, jangan pernah berfikir untuk menarik kata kata Anda kembali Yang Mulia Putra Mahkota Yuan Konju." ucap Xiao Ziya yang langsung mengeluarkan pedang hitam miliknya, kini setengah aura kematian milik gadis itu telah meluap dari tubuhnya hingga membuatnya para prajurit dan pelayan yang berada di area Istana tak dapat bernafas seperti biasanya.


Hai hai semua maaf karna author Hiatus selama beberapa hari, jadi author lagi kurang enak badan dan otak author lagi ngelag parah buat lanjutin novel ini. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys, jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2