
Para budak yang baru saja dibeli oleh Xiao Ziya menatapnya dengan tatapan tak bersahabat mungkin mereka mengira akan terjadi hal buruk nantinya saat sampai di rumah gadis itu.
"Baiklah semua perkenalkan saya Xiao Ziya, saya yang akan menjadi nona kalian sekarang, jadi saya harap kalian bisa diajak untuk bekerjasama karna saya tak akan sungkan membunuh kalian jika ada yang membangkang perintah saya. Apa kalian semua mengerti?." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan aura emas yang ada di dalam tubuhnya, Yang Lu yang masih ada di samping Xiao Ziya juga merasakan tekanan yang sangat hebat.
"Baik kami mengerti nona." ucap dua ratus budak itu secara serempak.
Setelah mendapatkan dua ratus budak Xiao Ziya mengajak mereka ke sebuah hutan di dekat perbatasan wilayah Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya memasuki hutan itu diikuti budak budak yang lain yang terus saja bertanya tanya kemana mereka akan dibawa pergi.
Setelah sampai ke sebuah tempat yang tak ada pepohonannya Xiao Ziya mulai membaca sebuah sihir untuk membangun sebuah benteng dan ratusan rumah di dalamnya menggunakan api hitam dan api merah.
Penampilan Xiao Ziya berubah drastis matanya yang merah serta rambutnya yang berwarna hitam pekat namun ada api api di ujungnya membuat Xiao Ziya nampak menakutkan dimata budak budak yang baru saja ia beli. Kobaran api merah yang menari nari di atas langit membuat para budak itu semakin ketakutan.
"Mungkinkah kita akan digunakan sebagai tumbal ritual?." tanya salah seorang budak bernama Sen Linju yang takut dirinya akan dijadikan tumbal oleh Xiao Ziya.
Walaupun mereka hanyalah seorang budak yang hak hidupnya dimiliki oleh orang lain, namun mereka juga memiliki kemauan untuk hidup lebih lama lagi. Mereka semua sedang menatap Xiao Ziya dengan tatapan ketakutan.
Setelah satu jam berlalu benteng tinggi sudah berhasil dibuat di dalamnya ada ratusan bangunan yang siap untuk ditinggali, para budak yang melihat apa yang dilakukan oleh Xiao Ziya tentu saja merasa takjub. Mereka yang tadinya berpuruk sangka akan dijadikan tumbal ritual merasa tak enak pada gadis itu.
"Baiklah semuanya dengarkan saya, saya menebus kalian semua dari pasar budak karna saya akan membuat pasukan khusus, saya akan melatih kalian untuk menjadi prajurit tangguh. Kalian tenang saja sebagai nona kalian tentu saja saya akan menjamin kesejahteraan kalian semua." ucap Xiao Ziya yang faham bahwa para budak yang baru saja ia beli pasti sedang meragukannya namun perlahan lahan mereka akan percaya dengan niat baik yang Xiao Ziya lakukan.
"Apa kami akan mendapatkan bayaran?." tanya seorang budak yang ingin memastikan apakah mereka akan mendapatkan koin koin perak yang dapat dugunakan untuk membeli baju baru dan juga makanan.
"Kalian akan mendapatkan upah lima puluh keping emas perbulannya, jadi kalian harus berusaha dengan keras dan jangan mengecewakan saya. Saya bukanlah orang baik yang akan berbelas kasih." ucap Xiao Ziya yang mengingatkan mereka agar mau berusaha keras untuk meningkatkan kekuatan mereka masing masing.
Xiao Ziya mengajak para budak itu untuk masuk kedalam benteng yang baru saja ia buat. Tempat itu nampak seperti sebuah kota kecil yang sangat mewah. Rumah rumah tersusun dengan rapi, sebuah paviliun tinggi yang berisi berbagai macam buku dan juga senjata yang bisa mereka gunakan untuk berlatih. Jangan lupakan lapangan latihan yang sangat luas. Semua budak itu menatap takjub kearah bangunan bangunan yang ada di sana. Mereka merasa beruntung karna bisa bertemu dengan nona muda yang sangat baik, mungkin Xiao Ziya mengatakan dirinya bukanlah orang baik namun dimata dua ratus budak yang baru saja ia beli dialah gadis bangsawan terbaik yang pernah mereka temui.
"Kami akan tinggal di sini nona?." tanya Yin Jung yang ingin memastikan bahwa apa yang ia lihat sekarang ini bukanlah hayalan belaka.
"Kalian bisa menempati rumah rumah yang telah saya siapkan, satu rumah bisa diisi hingga sepuluh orang karna saya sudah membuat banyak kamar." ucap Xiao Ziya yang meminta mereka untuk segera memilih di rumah mana mereka akan tinggal.
Dengan antusias para budak itu membentuk beberapa kelompok masing masing kelompok berisi sepuluh orang, lalu mereka berunding rumah mana yang akan mereka tempati. Setelah selesai mereka pergi ke rumah itu dan masuk kedalamnya untuk memilih kamar.
Melihat itu Xiao Ziya tersenyum, ia mengeluarkan lima jenderal iblis yang ada di cincin semestanya.
"Hormat kami pada junjungan." ucap kelima jenderal itu yang langsung berlutut di hadapan Xiao Ziya. Mereka merasa senang akhirnya junjungan mereka memberikan perintah baru.
"Saya telah membeli dua ratus budak manusia biasa saya harap kalian bisa melatih mereka dengan baik." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada kelima jenderal iblisnya agar bisa melatih orang orang itu menjadi pasukan yang tangguh.
"Untuk apa nona membuat pasukan yang baru?." ucap lima jenderal itu yang merasa heran dan mereka tak ingin posisi mereka sebagai pasukan utama Xiao Ziya tergantikan oleh pasukan yang lainnya.
__ADS_1
"Saya membuat pasukan baru karna saya akan pergi ke dunia atas, kalian para pasukan iblis akan ikut bersama dengan saya sehingga saya perlu pasukan baru yang dapat menjaga dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang menceritakan rencananya yang akan pergi kedunia atas. Mendengar apa yang dikatakan oleh junjungan mereka membuat lima jenderal iblis itu merasa lega karna posisi mereka tak akan tergantikan.
Para budak yang sudah mendapatkan kamar mulai berdatangan ke lapangan latihan karna nona mereka memanggil. Saat sampai di lapangan mereka melihat lima pria dengan zirah berwarna hitam yang sangat menakutkan.
"Perkenalkan ini adalah kelima jenderal terbaikku, kalian akan dilatih oleh mereka." ucap Xiao Ziya yang memberi tau bahwa kelima orang yang ada di hadapan mereka itu bukanlah musuh.
Dua ratus budak itu mengangguk secara bersamaan yang artinya mereka mengerti dengan apa yang dimaksut oleh nona mereka.
"Kami akan berlatih dengan giat dan tak akan mengecewakan nona muda." ucap mereka yang sudah membulatkan tekat untuk terus berada di samping Xiao Ziya dan akan menjadi pasukan yang hebat.
"Bagus kalian harus semangat saat berlatih, di sini juga terdapat banyak fasilitas yang dapat kalian gunakan." ucap Xiao Ziya yang memberitaukan fasilitas apa yang ia buat itu.
Setelah selesai menjelaskan Xiao Ziya memberikan lima puluh koin emas pada masing masing budak miliknya. Mereka menerima koin emas itu penuh dengan rasa bahagia. Setelah menyelesaikan semuanya Xiao Ziya berpamitan untuk kembali ke akademi.
"Jadi nona ini adalah master dari Akademi Kekaisaran Qiyu?" tanya Wei Rou salah satu budak yang dibeli oleh Xiao Ziya.
Siapa yang akan menyangka jika gadis itu adalah seorang master muda yang sangat berbakat, wajar saja ia memiliki harta yang sangat berlimpah.
"Kalau begitu kalian beristirahatlah terlebih dahulu karna besok kalian akan mulai berlatih. Ambillah token pengenal ini agar kalian bisa masuk ke wilayah kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya yang membagikan dua ratus token identitas dengan lambang baru yaitu lambang yinyang.
Xiao Ziya kini sedang berjalan menuju gerbang masuk Kekaisaran Qiyu, para penjaga gerbang menundukkan kepala mereka dan mengucapkan salam pada Xiao Ziya.
"Nantinya jika ada orang orang yang akan masuk ke kekaisaran menggunakan token identitas yinyang kalian langsung persilahkan masuk karna mereka adalah orang orangku." ucap Xiao Ziya pada para prajurit penjaga gerbang agar memberikan jalan pada orang orang Xiao Ziya. Semua prajurit mengangguk dengan faham.
Ada beberapa orang murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang sedang diserang oleh beberapa pria tak dikenal. Sebagai Master Akademi Kekaisaran Qiyu tentu saja Xiao Ziya tak tinggal dian dan menolong murid murid itu. Xiao Ziya melayangkan beberapa pukulan yang membuat pria pria aneh itu terpental cukup jauh.
"Apa yang kalian berlima lakukan diwilayahku." ucap Xiao Ziya yang menatap mereka dengan tajam. Wajah mereka berlima yang begitu asing membuat Xiao Ziya semakin curiga.
"Kami hanya sedang mencari seorang anak laki laki berambut putih." ucap salah satu dari mereka.
Xiao Ziya menyeringitkan alisnya, mengapa kelima pria tak dikenal ini mencari Ling Zungze apa hubungan diantara mereka dengan murid baru itu. Apakah Ling Zungze adalah salah satu pangeran dari dunia atas yang sedang melarikan diri? atau dia adalah buronan karna telah melakukan kejahatan?.
"Apa urusan kalian dengan pria berambut putih itu." tanya Xiao Ziya yang ingin memastikan apalah kelima orang yang ada di hadapannya itu memiliki niat buruk pada Ling Zungze ataukah tidak.
"Kami akan menghabisi pemuda sialan itu." ucap mereka penuh dengan amarah.
Xiao Ziya yang mendengar perkataan kelima pria itu langsung mengerti jika Ling Zungze sudah melakukan sesuatu yang membuat mereka marah, namun Xiao Ziya tak peduli karna itu bukanlah urusannya. Namun sekarang Ling Sungze sudah menjadi murid Akademi Kekaisaran Qiyu artinya ia juga harus melindungi pemuda itu.
"Jika kalian ingin menyakitinya maka lawan saya terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya.
__ADS_1
Kelima pria itu hanya tertawa saat mendengar perkataan dari gadis yang ada di hadapan mereka. Bagaimana bisa pria terhormat seperti mereka melawan seorang gadis kecil bukankah itu hal yang sangat memalukan.
"Kau hanyalah seorang gadis kecil jadi menyingkirlah." ucap salah satu dari kelima pria itu yang neminta Xiao Ziya untuk pergi karna mereka tak memikiki urusan dengan Xiao Ziya.
"Sebagai master dari akademi ini tentu saja saya tak akan tinggal diam." ucap Xiao Ziya dengan tegas dan membuat mereka sedikit bergetar saat ditatap oleh gadis itu.
"Baiklah kau yang memaksa kami melakukan hal itu." ucap mereka berlima yang tersenyun dengan jahat.
Kelima pria itu mulai menyerang Xiao Ziya secara bergantian, mereka kira gadis itu hanya membual saja. Siapa yang akan menyangka jika gadis yang sedang mereka hadapi itu begitu kuat dan juga tangguh.
"Sialan bagaimana bisa kau sekuat ini." ucap salah satu dari kelima pria itu yang tak percaya dengan apa yang baru saja ia alami.
"Ilmu apa yang kau lakukan untuk meningkatkan kekuatan semengerikan itu." ucap yang lainnya, sepertinya mereka tertarik dengan teknik kultivasi yang dimiliki oleh Xiao Ziya namun tentu saja gadis itu tak akan memberitaukannya pada kelima pria aneh itu.
"Kita kalah dengan seorang gadis kecil, sebaiknya kita melapor pada tuan." ucap mereka yang kemudian menghilang begitu saja entah kemana.
Murid murid yang tadinya menjadi sasaran dari kemarahan kelima pria itu mengucapkan trimakasih pada Xiao Ziya karna bersedia membantu mereka. Xiao Ziya segera bergegas menunu ruang kerja kepala akademi bagaimana bisa pria itu tak tau bahwa murid muridnya sedang dalam bahaya.
Kali ini Xiao Ziya tak mengetuk pintu terlebih dahulu karna ia sedang merasa kesal. Saat masuk kedalam ruang kerja kepala akademi yang ia lihat adalah seorang pria yang sedang tertidur di depan berkas berkas yang menggunung.
"Kepala akademi Ling An, bangunlah." ucap Xiao Ziya yang membangunkan Ling An yang sedang tertidur dengan lelap.
Karna tak kunjung bangun juga Xiao Ziya meneriaki Ling An dengan sangat keras sehingga pria itu terkejut dan langsung membuka matanya dengan lebar.
"Ada apa Master Ziya datang menemui saya?" tanya Ling An yang masih dalam kondisi setengah sadar.
"Bagaimana kau bisa tidur dengan tenang seperti ini disaat akademi dimasuki pria pria misterius yang melukai para murid." ucap Xiao Ziya yang menatap Ling An dengan tajam.
Mendengar perkataan dari gadis yang ada dihadapannya itu tentu saja membuat Ling An terkejut, karna biasanya jika ada orang yang berusaha masuk kedalam akademi secara paksa maka akan ada bunyi alaram peringatan sehingga para petinggi akademi akan segera datang dan menyelesaikan masalah itu.
"Tak ada bunyi alaram yang terdengar jadi bagaimana bisa ada penyusup?." tanya Ling An yang kehernanan dengan apa yang sedang terjadi.
"Nyatanya memang begitu dan saya yang baru melawan mereka." ucap Xiao Ziya yang masih menatap tajam kearah Ling An.
"Saya akan mengadakan tapat petinggi akademi jika begitu." ucap Ling An yang langsung pergi dari ruang kerjanya ia memanggil petinggi akademi yang lain untuk berkumpul.
Xiao Ziya yang malas memilih untuk kembali ke paviliunnya yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang sangat nyaman. Ia ingin merehatkan tubuhnya sejenak sebelum kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
Sedangkan saat ini Ling Zungze yang tinggal di sebelah paviliun Xiao Ziya merasakan kehadiran Xiao Ziya yang artinya gadis itu telah kembali. Entah apa yang dilakukan gadis itu seharian ia sudah mencari gadis itu kemana mana namun sangat sulit untuk menemukan Xiao Ziya.
__ADS_1
Ling Zungze ingin menemui Xiao Ziya karna ia ingin bertanya apakah gadis itu bisa menghilangkan sihir kutukan yang selama ini membuatnya tersiksa, jika Xiao Ziya bisa melakukannya Ling Zungze akan melayani gadis itu seumur hidupnya.
Hai hai semua aku update lagi jangan lupa ya follow aku yang belum follow, vote juga okey guys, gift hadiah apapun mawar pun oke, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips yang punya koin.