
Xiao Ziya merasa sangat puas melihat wajah panik dari Selir Mue Zu, Ziya berjalan mendekat ke arah Selir Mue Zu kemudian mengambil sebuah botol kaca kecil dari saku baju sang selir. Semua orang melihat dengan jelas apa yang sedang dilakukan oleh Xiao Ziya dan mereka bertanya tanya apa yang ada di dalam botol kaca kecil itu.
"Ini adalah racun yang sama, racun yang telah membuat Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu menjadi seperti sekarang." ucap Xiao Ziya dengan seringai menyeramkan miliknya.
Mendengar perkataan Xiao Ziya membuat semua orang yang ada di ruang makan menatap ke arah Selir Mue Zu, bagaimana bisa sang selir melakukan hal ini pada kedua anaknya sendiri? ataukah perkataan Xiao Ziya yang sebelumnya adalah sebuah kebenaran?. Raja Yongling Zu menatap dengan sorot mata menyeramkan seperti ia sedang meminta penjelasan pada Selir Mue Zu mengenai botol racun yang ada saku bajunya.
"Saya tak mungkin melukai kedua anak saya sendiri. " ucap Selir Mue Zu dengan panik.
"Anda mengincar nyawa saya dan Ratu Junyi Zu dan Anda perlu tau bahwa saya yang menukar minuman saya dan Ratu Junyi Zu dengan minuman kedua anak anda. Sebelumnya saya sudah mengatakan siapapun yang ingin mencelakainya saya maka saya akan membalas berkali kali lipat." jawab Xiao Ziya dengan raut wajah datar, dia mengungkap kebenaran bahwa ialah yang sudah menukar minuman itu. Wajah Xiao Ziya menunjukkan bahwa ia tak merasa bersalah meski telah meracuni Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu.
"Jadi kau yang menukarnya!! sialan saya yakin tak akan salah meletakkan minuman beracun itu." triak Selir Mue Zu yang tak terima karna kedua anaknya yang harus dalam kondisi sekarat seperti sekarang.
"Apa maksud perkataan mu itu Selir Mue Zu?." tanya Ratu Junyi Zu, ia mengepalkan tangan dengan erat.
Sang selir semakin kelabakan, karna kemarahannya yang tak terbendung ia malah mengungkap kejahatannya sendiri. Semua orang akhirnya mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya adalah kebenaran dari kejadian hari ini.
Bugh.. suara hantaman keras yang mengejutkan semua orang. Putra Mahkota Yunzo Zu memukul perut Selir Mue Zu dengan sangat kencang, ia begitu marah dengan tindakan sang selir yang ingin meracuni ibunya. Apa yang akan terjadi jika adik tirinya tak mengetahui rencana busuk wanita itu dan segera menukar minuman saat memiliki kesempatan. Karna kemarahannya yang masih meluap luap sang Putra Mahkota terus memukuli Selir Mue Zu hingga babak belur, Selir Mue Zu tak bisa melakukan perawatan karna perbedaan kekuatan diantara keduanya sangatlah besar.
"Cukup hentikan." bentak Xiao Ziya yang langsung menarik tangan Putra Mahkota Yunzo Zu agar menjauh dari sang selir.
"Mengapa kau menghentikan ku!!." balas Putra Mahkota Yunzo Zu yang tak terima saat aksinya dihentikan oleh Xiao Ziya.
"Saya yang akan membalas perbuatan wanita ini dengan tangan saya sendiri, saya lebih berhak dari siapapun karna sayalah yang menyadari perbuatannya wanita ini. Lagipula bagaimana bisa Selir Mue Zu keluar malam malam tanpa ada prajurit yang mengetahuinya, Istana ini memiliki banyak sekali celah." ucap Xiao Ziya yang langsung mengarahkan pandangannya pada Raja Yongling Zu, ia kecewa karna sang raja sudah ceroboh beberapa kali dalam menjaga ibu kandungnya.
"Kami tak memiliki banyak waktu untuk mengawasi pergerakan dari Selir Mue Zu, saya harap Nona Xiao Ziya memaafkan kecerobohan kami ini." ucap Raja Yongling Zu dengan raut wajah bersalah.
"Jika kalian tak memiliki banyak waktu untuk mengawasi pergerakan musuh, setidaknya kalian memiliki sekutu yang akan melaporkan pergerakan musuh tanpa kalian minta." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin, Kerajaan Bintang Timur akan sangat mudah dimasuki penyusup jika memiliki Raja yang tak punya banyak sekutu dari luar.
"Jangan bilang pemilik Paviliun Obat Langit yang memberitahu mu tentang hal ini!!." triak Selir Mue Zu, ia sangat marah dan tak terima karna dihianati oleh Tuan Jiangnan.
__ADS_1
"Pikir sendiri dengan otak kecil anda itu." jawab Xiao Ziya, Ziya menarik tubuh Selir Mue Zu hingga jatuh tersungkur dari tempat duduknya kemudian gadis itu berjongkok dihadapan sang selir. Xiao Ziya menatap ke arah Selir Mue Zu, ia tersenyum dengan senyuman yang menyeramkan.
"Pergilah jangan dekat dekat dengan saya." ucap Selir Mue Zu yang merasa takut saat ditatap oleh Xiao Ziya seperti itu.
"Saya bisa membunuhmu hari ini namun saya ingin melihatmu hancur sampai hari kematian mu datang." ucap Xiao Ziya bersama dengan suara tawa yang cukup keras hingga membuat Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu merinding.
Saat Xiao Ziya ingin memukul Selir Mue Zu dengan tangannya sendiri ada sebuah perisai pelindung yang melindungi sang selir dari pukulan itu. Xiao Ziya menoleh kebelakang dan melihat seorang wanita tua dengan aura membunuh yang mengelilingi tubuhnya, wanita tua itu yang melindungi Selir Mue Zu. Wanita tua itu masuk ke dalam ruang makan istana utama dan menatap tajam ke arah semua orang, ia adalah Ibu Suri Yanhua Zu ibu dari Raja Yongling Zu.
"Siapa gadis liar yang sedang memukuli istrimu itu, dan mengapa kau hanya diam saja." ucap Ibu Suri Yanhua Zu dengan kesal pada Raja Yongling Zu. Ibu Suri Yanhua Zu baru saja kembali dari kerajaan tetangga setelah mencoba membangun relasi yang bagus di sana, namun saat pulang ia disambut oleh kejadian yang sangat mengejutkan.
"Selir Mue Zu ingin meracuni Ratu Junyi Zu dan gadis itu, saya tak membelanya sebagai bentuk keadilan atas tindakan sang selir sendiri." ucap Raja Yongling Zu dengan tegas pada ibunya.
"Meski kau sangat menyayangi Ratu mu itu, saat ini dia tak bisa melakukan apapun untuk Kerajaan Bintang Timur, lepas saja jabatannya dan berikan pada Selir Mue Zu." ucap Ibu Suri Yanhua Zu dengan menatap hina ke arah Ratu Junyi Zu.
Raja Yongling Zu hanya diam tak menjawab perkataan dari ibunya, di sisi lain Xiao Ziya sangat marah mendengar ucapan wanita tua sialan itu. Xiao Ziya memperkuat kepalan tangannya dan memecahkan sihir pelindung itu hanya menggunakan kekuatan fisik yang ia miliki, Xiao Ziya melayangkan pukulan yang sangat keras hingga mematahkan beberapa tulang rusuk Selir Mue Zu. Semua orang menatap kembali ke arah Xiao Ziya dengan raut wajah yang sulit diartikan begitupun dengan Ibu Suri Yanhua Zu amarahnya tak bisa ia bendung.
Xiao Ziya berdiri kemudian menatap lurus ke arah wanita tua menyebalkan itu, mata Xiao Ziya berubah menjadi merah darah dan gadis itu tak membiarkan wanita tua itu memalingkan matanya ke arah lain.
"Siapapun anda, apapun kedudukan anda di Kerajaan Bintang Timur ini jika anda memiliki niatan jahat pada saya ataupun pada Ratu Junyi Zu maka saya akan membalasnya berkali kali lipat. Ini bukanlah sebuah ancaman karna saya akan benar benar melakukannya, APAKAH ANDA MENGERTI !!!." triak Xiao Ziya menggunakan aura penguasanya hingga membuat beberapa orang terpental menatap ke dinding, Ibu Suri Yanhua Zu tak tau darimana gadis itu berasal dan mengapa ia sangat membela Ratu Junyi Zu.
"Siapa kau dan mengapa kau sangat membela wanita tak berguna itu?." tanya Ibu Suri Yanhua Zu yang ingin tau asal usul Xiao Ziya dengan jelas.
Sebelum menjawab pertanyaan dari wanita tua itu Xiao Ziya memberikan isyarat pada Putri Beiling Zu untuk membawa Ratu Junyi Zu keluar dari ruang makan dan kembali ke kamarnya, tak baik membuat sang ratu mengingat masa lalunya dengan terburu buru seperti ini karna akan berakibat fatal bagi sang ratu. Setelah Ratu Junyi Zu dan Putri Beiling Zu keluar dari ruang makan istana utama barulah Xiao Ziya menjelaskan siapa dirinya.
"Anda pasti mengenal siapa saya, saya adalah anak yang anda pisahkan dari ibu kandungnya dan saya datang untuk melihat bagaimana cara Anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur memperlakukan ibu saya. Jika Anda ingin menantang saya maka saya siap untuk berperang dengan Kerajaan Bintang Timur kemudian menghancurkannya hingga tak ada lagi orang yang mengingat nama kerajaan ini." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam, perlahan lahan aura membunuh milik Ibu Suri Yanhua Zu diserap oleh gadis itu.
"Omong kosong apa yang sedang dikatakan oleh gadis rendahan sepertimu." ucap Ibu Suri Yanhua Zu dengan ekspresi tenang, ia tak takut sama sekali dengan Xiao Ziya.
Melihat keberanian dari ibunya membuat Raja Yongling Zu dan beberapa pengeran merasa cemas, bagaimana jika peperangan antara Kerajaan Bulan dan Kerajaan Bintang Timur benar benar terjadi? Bagaimana jika semua sekutu gadis itu akan turun langsung ke medan perang?. Perkataan Xiao Ziya yang akan membuat seluruh dunia melupakan keberadaan Kerajaan Bintang Timur akan menjadi kenyataan jika gadis itu ingin melakukannya.
__ADS_1
Ledakan beberapa aura dari tubuh Xiao Ziya terjadi begitu saja, aura membunuh, aura penguasa, aura bunga mawar api dan mawar es menyatu dan menimbulkan tekanan yang sangat besar. Raja Yongling Zu, Putra Mahkota Yunzo Zu, Pangeran Jongsu Zu, Pangerang Honzi Zu, dan Ibu Suri Yanhua Zu tak bisa bernafas saat merasakan tekanan yang sangat besar dari Xiao Ziya.
"Jangan anggap remeh perkataan saya, jika anda memperlakukan ibu saya dengan buruk maka saya akan meminta seribu malaikat maut untuk datang mencabut nyawa kalian semua." diakhiri perkataan Xiao Ziya muncul bayangan hitam berbentuk sabit besar yang ada di belakang Xiao Ziya, Ibu Suri Yanhua Zu merinding hingga jatuh tersungkur ke lantai. Setelah meluapkan amarahnya Xiao Ziya pergi begitu saja dari ruang makan Istana Utama tanpa mengucapkan apapun pada Raja Yongling Zu maupun saudara tirinya yang lain.
"Siapa gadis itu, mengapa dia memiliki kekuatan yang sangat mengerikan." ucap Ibu Suri Yanhua Zu dengan nafas tersengal sengal.
"Dia adalah gadis yang berhasil meruntuhkan kekuasaan Raja Anling Zee dalam waktu singkat dan kini ia memimpin Kerajaan Bulan. Saya harap untuk kedepannya ibu lebih berhati hati saat berbicara dengan anak tiri saya itu, dia tak akan marah jika kita semua memperlakukan ibunya dengan baik." ucap Raja Yongling Zu yang meminta pada Ibu Suri Yanhua Zu untuk memperlakukan Ratu Junyi Zu dan Xiao Ziya dengan baik.
"Nanti malam saat kakek mu tiba di Istana Kerajaan Bintang Timur ia pasti mengalahkan gadis sialan itu." ucap Ibu Suri Yanhua Zu yang tak ingin mendengar permintaan putranya dan malah pergi membawa Selir Mue Zu ke ruang kesehatan.
Raja Yongling Zu dan ketiga putranya merasa bingung, mereka harus menemukan cara untuk menjauhkan Ibu Suri Yanhua Zu dari Xiao Ziya agar tak ada bencana yang menimpa Kerajaan Bintang Timur. Ayah dan ketiga anaknya itu pergi dari ruang makan utama menuju Istana Pangeran, keempatnya akan merenungkan cara terbaik menjauhkan Ibu Suri dari Xiao Ziya. Di sisi lain saat ini Xiao Ziya berada di halaman belakang Istana Kerajaan Bintang Timur untuk menenangkan diri, jika gadis itu terus larut dalam kemarahan maka Kerajaan Bintang Timur akan hancur karna ledakan kekuatan penuhnya.
"Tenangkan dirimu nona muda." ucap Kenzo yang merasakan kemarahan tak terbendung dari nona mudanya itu.
"Saya sedang mencoba untuk menenangkan diri." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis, gadis itu menarik dan membuang nafas beberapa kali.
"Wanita yang baru saja kau temui sangat menyukai permata, berikan saja permata hitam yang anda dapatkan dari dunia bawah maka ia akan merasa senang. Selir Mue Zu mendapatkan pembelaan darinya karna selalu memberikan permata jenis terbaru." ucap Kenzo yang sedang memberikan saran pada Xiao Ziya untuk mendapatkan hati Ibu Suri Yanhua Zu.
"Saya lebih memilih membunuhnya dengan tangan saya sendiri daripada memberikan sesuatu padanya." ucap Xiao Ziya yang masih merasa kesal, permata permata miliknya jauh lebih berharga dari nyawa wanita tua gila itu.
"Tenanglah nona, anda perlu bermain dengan cantik untuk menang dalam permainan kali ini." ucap Kenzo yang sedang menasehati Xiao Ziya, baru kali ini Kenzo merasakan ledakan aura sebesar itu saat ia sudah bersama dengan Xiao Ziya.
"Biarkan saya sendirian untuk sementara waktu, saya perlu berfikir dengan jernih." ucap Xiao Ziya yang meminta Kenzo untuk diam dan tak mengatakan apapun terlebih dahulu padanya. Kenzo dengan senang hati menuruti permintaan nona mudanya itu dan langsung tidur kembali di dalam dantian Xiao Ziya.
"Untuk saja Paman Lee Brian tak tiba tiba datang karna merasakan luapan amarah saya." ucap Xiao Ziya dengan menghela nafas lega, ia tak bisa membayangkan bagaimana jika pamannya itu juga marah sepertinya.
Tanpa Xiao Ziya sadari setelah ucapannya untuk meminta seribu malaikat maut datang dan mencabut nyawa Ibu Suri Yanhua Zu, saat itu juga seribu malaikat maut sedang menatap apa yang terjadi dari tempat mereka. Mungkin lebih dari seribu malaikat maut yang ingin turun dan menghampiri Xiao Ziya, untung saja Lee Brian menahan mereka semua dengan segala usaha.
Hai semuanya maaf author dalam kondisi mood yang ga bagus dan lagi pms hari pertama, ditambah maag kambuh, parahnya lagi kemaren ada yang buat author marah banget jadi hari ini up seadanya dulu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1