
Xiao Ziya meminta Putri Jifana dan Zoe untuk tetap berada di area yang sudah dilapisi dengan formasi sihir, Xiao Ziya akan berkeliling di sekitar hutan untuk memburu para pembunuh bayaran yang ingin mengambil nyawa sang putri dan adik laki lakinya.
"Kalian tetaplah di sini, jangan keluar apapun yang terjadi." ucap Xiao Ziya dengan serius.
"Bukankah lebih baik saya ikut dengan anda?." tanya Putri Jifana, ia ingin membantu Xiao Ziya melawan para pembunuh bayaran. Bagaimana jika jumlah pembunuh bayaran yang tersebar di dalam hutan sangatlah banyak? hal itu akan sangat berbahaya bagi Xiao Ziya, itulah yang sedang di fikirkan oleh Putri Jifana.
"Mohon maaf putri, anda tak akan membantu apapun jika ikut dengan saya. Lebih baik anda di sini dan merawat para prajurit yang terluka." ucap Xiao Ziya dengan jujur, gadis itu meletakkan beberapa obat obatan agar sang putri bisa mengobati para prajurit.
Putri Jifana tak mengelak dari perkataan Xiao Ziya karna ia sadar dengan kekuatannya saat ini ia hanya akan menjadi beban, Xiao Ziya melesat pergi mencari para pembunuh bayaran yang masih menunggu di beberapa titik.
Di lain sisi saat ini Raja Artur sedang mempersiapkan semua hal yang perlu ia bawa ke Dunia Manusia Abadi, ia akan pergi dengan beberapa Jenderal Neraka. Mungkin saja saat mengawasi Xiao Ziya di Dunia Manusia Abadi akan terjadi hal hal buruk di Kerajaan Neraka, untuk mengantisipasi semua itu Raja Artur harus kembali dan membiarkan para jenderalnya tetap mengawasi Xiao Ziya. Setelah semua persiapan selesai Raja Artur dan beberapa Jenderal Neraka pergi ke aula utama Kerajaan Neraka, mereka membuka sebuah gerbang teleportasi menggunakan sihir tingkat tinggi agar segera sampai di Dunia Manusia Abadi. Raja Artur dan para jenderal neraka masuk kedalam gerbang teleportasi itu, saat ini mereka sedang melalui perjalanan dimensi ruang dan waktu.
"Apakah junjungan muda juga menggunakan teleportasi untuk sampai di sana?." tanya salah seorang Jenderal Neraka, mantra teleportasi tingkat tinggi memakan energi qi dalam jumlah yang banyak ia hanya khawatir jika junjungan mudanya kehabisan energi.
"Untuk pergi ke dunia manusia abadi kita memang perlu menggunakan teleportasi, tak mungkin gadis itu terbang meski ia memiliki sayap." jawab Raja Artur.
Setelah perjalanan melewati dimensi ruang dan waktu yang cukup panjang akhirnya mereka semua tiba di gerbang masuk Dunia Manusia Abadi, seperti biasa para penjaga gerbang mengamati penampilan Raja Artur dan beberapa orang yang ada di belakangnya.
"Tolong tunjukan izin anda sebelum masuk ke dalam." ucap salah seorang penjaga gerbang masuk, ia menatap curiga ke arah Raja Artur karna pria itu memancarkan aura seorang pemimpin. Mungkinkah raja dari dunia lain datang ke Dunia Manusia Abadi untuk berperang?.
Raja Artur menunjukkan token identitas milik Ratu Min Xunzi, para penjaga gerbang saling berpandangan satu sama lain.
"Anda mengenal pemilik token ini?" tanya seorang penjaga gerbang.
"Dia teman baik saya." jawab Raja Artur dengan singkat padat dan jelas.
Akhirnya Raja Artur dan beberapa Jenderal Neraka diizinkan untuk masuk kedalam, suasana di dunia Manusia Abadi tak jauh berbeda dengan alam neraka ataupun lapisan dunia yang lain.
"Kemana kita akan mencari junjungan muda?." tanya salah seorang Jenderal Neraka, wilayah di Dunia Manusia Abadi sangatlah luas dan mereka belum mengetahui keberadaan Xiao Ziya.
"Sebaiknya kita berpencar untuk mencari gadis itu, jika salah satu dari kalian menemukannya segera hubungi saya dengan telepati." ucap Raja Artur, ia meminta para jenderal untuk berpencar karna akan membutuhkan waktu yang lama jika mereka mencari bersama sama.
"Baik kami akan mencari junjungan muda." ucap para Jenderal Neraka dengan serempak kemudian mereka berpencar ke berbagai penjuru.
Raja Artur berjalan ke arah barat, ia mampir ke sebuah restoran untuk makan sebentar karna merasa lapar. Restoran itu masih sangat ramai meski sudah sangat larut, terlihat beberapa pria dan wanita sedang bermesraan di beberapa tempat pelanggan.
"Ada yang bisa saya bantu?." tanya seorang wanita muda dengan senyuman genitnya, Raja Artur menatap wanita itu dengan tatapan tak bersahabat.
"Saya ingin menu makanan terbaik yang kalian miliki." ucap Raja Artur dengan tenang
"Tolong tunggu beberapa saat, kami akan segera menyiapkan pesanan anda." ucap wanita muda itu kemudian pergi meninggalkan Raja Artur.
Raja Artur melihat kesekeliling, ia mendengarkan semua pembicaraan para pelanggan yang ada di sana namun tak ada informasi mengenai Xiao Ziya ataupun adik laki laki dari gadis itu. Raja Artur sedang berfikir jika ia menjadi Xiao Ziya ke tempat mana ia akan pergi untuk pertama kali? gadis itu tak akan gegabah menyerang orang yang sudah menculik adiknya, semua butuh rencana yang matang. Mungkin saja Xiao Ziya akan pergi menuju tempat orang yang ia kenal, namun siapa orang yang gadis itu kenal? sungguh permasalahan yang sulit untuk dipecahkan.
Saat Raja Artur sedang berfikir keras ia mendengar pembicaraan sepasang pelanggan yang menarik perhatiannya.
"Apakah kau sudah mendengar kabar bahwa Raja Anling Zee sangat marah." ucap salah seorang pelanggan di restoran itu.
"Dia gagal menangkap putrinya?." tanya pelanggan lain yang merasa penasaran.
"Kabarnya semua pembunuh bayaran yang ia kirim untuk menangkap Putri Jifana dan tawanannya belum kembali hingga sekarang." ucap pelanggan itu dengan raut wajah serius, ia tak mengira bahwa Putri Jifana akan membawa kultivator kuat untuk melindungi mereka berdua.
__ADS_1
"Mungkin para pembunuh bayaran itu belum menemukan tempat persembunyian sang putri." ucap pengunjung lain yang masih berfikir positif, menemukan Putri Jifana yang kabur bukanlah perkara mudah karna gadis itu sangat pintar dalam bersembunyi.
"Kabarnya batu kehidupan para pembunuh bayaran telah padam, artinya mereka sudah mati sebelum menyelesaikan tugas." ucap sang pengunjung, ia memberi penjelasan lebih detail agar temannya itu mengerti.
"Ya siapa suruh raja tua bangka itu menahan anak orang lain." jawab pengunjung lain dengan singkat, padat, dan jelas.
Raja Artur tersenyum tipis, membunuh orang orang dari dunia manusia abadi adalah hal yang sangat sulit. Mungkin diperlukan luka tusukan sebanyak ribuan kali untuk membunuh mereka, satu satunya orang yang tau kelemahan mereka adalah Xiao Ziya. Gadis itu melakukan banyak percobaan dan mencari kelemahan mereka saat bertarung di dunia semesta tingkat rendah.
"Gadis nakal itu berada di sekitar sini." ucap Raja Artur dengan raut wajah senang.
Tak lama setelahnya pesanan milik Raja Artur datang, pria itu memakan semua makanan yang di sajikan dengan lahap ia sedikit lapar karna belum makan apapun sejak pagi tadi. Beberapa wanita yang ada di restoran itu melihat ke arah Raja Artur, mereka berjalan mendekat dan mulai menggoda pria itu.
"Pria setampan dirimu makan sendirian?." ucap salah seorang wanita muda yang duduk di sebelah Raja Artur.
"Saya masih punya dua tangan jadi saya bisa makan sendiri." jawab Raja Artur dengan nada dingin, wanita muda itu merasa kesal mendapat jawaban tak memuaskan sedangkan teman temannya yang lain menertawakan wanita itu.
"Anda ingin bermain dengan saya tuan?." tanya wanita muda itu, ia tak menyerah menggoda pria yang ada di sampingnya itu.
"Apa kau masih anak anak hingga ingin bermain dengan saya?." ucap Raja Artur dengan raut wajah datar, para wanita dari Dunia Manusia Abadi memiliki kebiasaan yang sangat aneh. Karna tak betah dengan para wanita itu akhirnya Raja Artur memilih untuk keluar dari restoran.
Wanita muda yang sedari tadi mendapat penolakan dari Raja Artur merasa sangat kesal, ia menggenggam tangan dengan erat kemudian memukul meja yang ada di hadapannya.
"Dasar pria sialan, jika bertemu denganmu lagi akan ku buat kau bertekuk lutut di kakiku." ucap wanita muda itu yang masih belum melepas Raja Artur.
Di tempat lain saat ini Xiao Ziya sudah kembali ke sisi Xiao Zoe dan Putri Jifana, kondisi Yie Laingfu mulai membaik setelah meminum pil penawar racun yang di berikan oleh Xiao Ziya. Gadis itu tak menyangka bahwa Raja Anling Zee sangat tega memburu anak perempuannya sendiri, ia mendengar dari pembunuh bayaran yang ada di ujung hutan bahwa sang raja ingin mereka membawa Putri Jifana dalam kondisi tak bernyawa lagi.
"Anda sudah kembali nona, bagaimana kondisi di hutan ini?." tanya Putri Jifana, ia masih khawatir jika para pembunuh bayaran masih berkeliaran.
"Itu ide yang bagus, para prajurit dan pelayan yang ikut denganku juga sudah sembuh. Namun paman ini masih belum sadar dari pingsannya." ucap Putri Jifana sembari menunjuk ke arah Yie Laingfu.
Xiao Ziya menatap pamannya yang sedang terbaring di tanah, meski racunnya sudah di netralisir kesadaran pria itu belum kembali. Kemungkinan besar Yie Laingfu sedang tertidur karna efek obat yang ia minum tadi, tanpa basa basi Xiao Ziya mengangkat pria yang lebih besar darinya seperti sebuah kapuk.
"Mari kita pergi sekarang." ucap Xiao Ziya yang berjalan terlebih dahulu.
Putri Jifana dan para prajurit yang berjalan di belakang Xiao Ziya hanya bisa menatap gadis itu dengan terkejut, mereka tak pernah melihat hal seperti itu sebelumnya. Apakah orang orang dari dunia lain memiliki kekuatan fisik yang begitu besar hingga sanggup mengangkat beban berat.
Perjalanan mereka menuju Klan Yuang Yie cukup panjang, sebenarnya Xiao Ziya bisa mempersingkat waktu menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya namun para prajurit yang sedang terluka itu tak akan sanggup mengikuti setiap langkah Xiao Ziya. Pagi pun tiba Xiao Ziya dan yang lain akhirnya sampai di Klan Yuang Yie, para penjaga gerbang masuk Klan menyambut kedatangan Xiao Ziya dengan baik karna mereka sudah mengetahui identitas gadis itu.
Baru saja Xiao Ziya menginjakkan kakinya di dalam Klan Yuang Yie, sudah ada beberapa anggota klan yang menunggu kedatangan gadis itu di halaman depan. Yie Junghwa, Yie Cinling, dan Yie Munha terkejut saat melihat ayah mereka sedang di gendong oleh Xiao Ziya, dengan segera mereka menghampiri gadis itu.
"Apa yang terjadi pada ayah?." tanya Yie Junghwa dengan khawatir, ia tak akan rela jika sang ayah mati demi menyelamatkan nyawanya.
"Paman sedang tertidur, sebelumnya ia terkena racun dan saya memberikan obat penawar." jawab Xiao Ziya dengan jujur tanpa melebih lebihkan .
"Mengapa kau yang membawa ayah pulang?." ucap Yie Munha dengan tatapan sinis, ia masih tak suka melihat Xiao Ziya dekat dengan anggota Klan Yuang Yie yang lain.
"Apakah saya harus meninggalkan paman di dalam hutan agar di makan binatang buas?." jawab Xiao Ziya dengan ketus, anak perempuan dari pamannya itu sangat menyebalkan dan tak memiliki otak untuk berfikir jernih.
"Sudahlah, seharusnya kau berterimakasih pada adik Ziya karna telah menolong dan membawa ayah pulang." ucap Yie Junghwa yang menengahi perdebatan mereka berdua.
Yie Junghwa dan Yie Cinling membawa ayah mereka masuk kedalam kastil, sedangkan Yie Munha masih menatap Xiao Ziya dengan tajam. Ia tak akan Sudi berterimakasih pada gadis sombong yang ada di hadapannya itu, ayahnya terluka pasti karna gadis itu juga jadi wajar jika ia harus menyembuhkan sang ayah.
__ADS_1
"Saya bisa saja mencongkel mata anda sekarang." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam, ia mendekat ke arah Yie Munha. Yie Munha ketakutan dan lari ke dalam kastil.
Putri Jifana dan yang lain hanya tertawa melihat tingkat Yie Munha, tadinya gadis itu menantang Ziya namun ia malah lari karna merasa ketakutan.
"Mari masuk ke dalam, saya akan meminta kakek menyiapkan ruang istirahat untuk kalian." ucap Xiao Ziya yang mengajak rombongan Putri Jifana masuk ke dalam, tak lupa ia menggendong Zoe karna anak itu terlihat sangat mengantuk.
Xiao Ziya mengajak rombongan Putri Jifana untuk masuk ke ruang kerja kakeknya, gadis itu mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam. Yie Gu mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam ruang kerjanya, ia sedikit bingung saat melihat Xiao Ziya bersama dengan beberapa orang prajurit Kerajaan Bulan.
"Salam hormat saya pada kakek." ucap Xiao Ziya sambil menundukkan kepalanya.
"Salam hormat kami pada Ketua Klan Yuang Yie." ucap Putri Jifana bersama dengan para pelayan dan prajurit yang ada di belakangnya.
"Salam semuanya, mengapa tuan putri ada di sini? apakah ada titah Raja Anling Zee yang ingin anda sampaikan ??." tanya Yie Gu dengan tatapan bingung, bukankah peperangan antara Kerajaan Bulan dan Kerajaan Bintang Timur belum di mulai?.
"Saya datang bersama dengan nona Ziya." hanya itu jawaban yang di berikan oleh Putri Jifana karna ia tak tau harus mengatakan apa lagi.
Akhirnya Xiao Ziya angkat bicara menjelaskan semua yang terjadi pada Putri Jifana dan juga adik laki lakinya, Xiao Ziya meminta tolong pada sang kakek untuk menampung sang putri sementara waktu di Klan Yuang Yie hingga situasi aman. Yie Gu tampak bingung, ia tak tau harus menolak ataukah memberi izin atas permintaan cucu kesayangannya itu. Jika ia menerima Putri Jifana dan para prajurit dari Kerajaan Bulan, besar kemungkinan Raja Anling Zee akan menyatakan perang dengan Klan Yuang Yie, namun jika ia menolak permintaan dari Xiao Ziya gadis itu akan membencinya.
"Kakek bingung harus mengatakan apa, klan kita bukanlah sekutu yang tak akan dicurigai oleh Raja Anling Zee." ucap Yie Gu dengan perasaan bersalah.
"Jika tuan tak bisa menerima kami, kami bisa memahami hal itu. Terimakasih atas kebaikan nona Ziya, saya harus pergi karna tak ingin membuat orang lain celaka." ucap Putri Jifana dengan lapang dada, kondisinya saat ini sangat tak memungkinkan. Kemanapun ia dan rombongannya pergi tak ada tempat yang akan menerima mereka.
Xiao Ziya terdiam sebentar, gadis itu sedang memikirkan sebuah cara untuk membantu Putri Jifana dan yang lain. Bagaimanapun sang putri telah mempertaruhkan nyawa dan jabatannya hanya untuk menolong Zoe, Xiao Ziya tak akan melupakan kebaikan Putri Jifana.
"Ada satu tempat yang cocok untuk kalian bersembunyi, namun saya tak yakin kalian akan menyukai tempat ini." ucap Xiao Ziya dengan ragu ragu.
"Benarkah?." ucap Putri Jifana dengan ekspresi senang.
"Kalian bisa tinggal di dalam cincin ini untuk sementara waktu, di dalam sana ada beberapa hewan pengikut saya dan para prajurit yang bisa membantu kalian beradaptasi. Cincin ini bisa menyimpan makhluk hidup karenanya saya menanam banyak tumbuhan di dalam, namun kalian jangan mengambil apapun tanpa seizin kelima jenderal yang ada di dalam misalnya emas ataupun tanaman langka yang sudah saya rawat sejak lama. Untuk persediaan makanan kalian bisa mengambil buah buahan dan sayuran sepuasnya." ucap Xiao Ziya yang memberi sedikit rincian mengenai kondisi di dalam cincin semesta miliknya.
Putri Jifana, Yie Gu, dan yang lain hanya melongo. Seorang gadis dari dunia bawah memiliki cincin ruang yang dapat menyimpan makhluk hidup? bukankah itu hal yang sangat luar biasa, di dunia manusia abadi tak ada yang memiliki benda seperti itu.
"Baiklah kami akan menyetujui semua syarat syarat nona, kami tak akan mengambil barang barang berharga milik anda." ucap Putri Jifana, ia merasa senang karna memiliki tempat untuk tinggal sementara waktu meski hanya di dalam cincin saja.
"Masuklah." ucap Xiao Ziya.
Putri Jifana dan semua prajurit serta pelayan yang mengikuti sang putri terhisap masuk ke dalam cincin semesta, kini Xiao Ziya bisa bernafas laga karna berhasil mencarikan sebuah tempat untuk sang putri.
"Maaf karna kakek tak bisa mengambil resiko yang besar." ucap Yie Gu dengan tatapan sedih.
"Kakek adalah pemimpin Klan Yuang Yie tentu kakek memiliki tanggung jawab untuk melindungi semua anggota klan, saya mengerti kakek hanya tak ingin membuat suasana menjadi keruh." Jawab Xiao Ziya dengan senyuman tulusnya.
"Terimakasih karna telah mengerti kondisi kakek, apakah anak laki laki yang ada di gendongan mu itu adalah adik yang kau cari cari?." tanya Yie Gu sembari menatap ke arah Xiao Zoe. Anak laki laki yang ada di gendongan cucunya sangatlah lucu dan menggemaskan pantas saja Xiao Ziya sangat menyayangi anak laki lak itu.
"Iya, dia adik laki laki yang saya cari selama ini. Saya pamit pergi ke kamar karna sangat mengantuk, sampai jumpa lagi kakek." ucap Xiao Ziya yang keluar dari ruang kerja Yie Gu, gadis itu berjalan menuju kamarnya.
Yie Gu menatap kepergian Xiao Ziya, pria tua itu tersenyum melihat tingkah dewasa dari seorang gadis berusia tiga belas tahun yang belum pernah bertemu dengan ibu kandungnya itu.
"Lihatlah putriku, anakmu sangatlah hebat." ucap Yie Gu dengan senyuman getir, ia tak bisa membayangkan bagaimana Xiao Ziya melewati masa kecilnya. Untunglah menantu laku lakinya merawat gadis itu dengan baik.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian, love you guys.
__ADS_1