
Hermione dan Dimas berjalan dikoridor kampus bersama, banyak mahasiswa/mahasiswi melihat mereka berdua tapi mereka berdua cuek saja.
"Kekota a yuk liat restoran" ajak Dimas.
"Sekalian manasin Bram" bisik Dimas.
"Dengan senang hati" balas Hermione.
"Kita tinggal dirumah aku yang ada disana aja" ucap Hermione.
"Kamu punya rumah disana?" tanya Dimas.
"Punyalah" jawab Hermione.
"Ok kita tinggal disana aja" Dimas lalu merangkul pinggang Hermione.
"Disekitar rumah aku ada mata-mata Bram" ucap Hermione.
"Gak ada kerjaan banget sih tu orang" ucap Dimas.
"Ntar kita dipergok sama warga sana gimana karena tinggal serumah?" tanya Dimas.
"Masalah itu tenang aja" Hermione tersenyum miring.
"Ada rencana apa sih bilang lah?" tanya Dimas.
"Ntar juga kamu tau" jawab Hermione.
"Eh kapan perginya?" tanya Hermione.
"Besok gimana" usul Dimas.
"Boleh aja sih" ucap Hermione.
"Ok besok kita pergi" ucap Dimas tersenyum.
***
Hermione dan Dimas menjemput Andre dan Reno kesekolah mereka. Setelah sampai mereka turun dari mobil, Hermione dan Dimas menggunakan kacamata hitam rambut yang bergoyang terkena angin membuat mereka semakin mempesona. Hermione dan Dimas menunggu sambil bersandar dipintu mobil milik Dimas.
"Gila panas banget" ucap Dimas menyimpan kacamata diatas kepalanya.
"Lebih panas dineraka" ucap Hermione pelan.
"Ohh iya ya lupa" ucap Dimas.
"Berarti nanti kalau aku meninggal masuk neraka ya kan dosa aku banyak banget" ucap Dimas, Hermione refleks melihat kearah Dimas dia lalu membuka kacamata dan menyimpan diatas kepalanya.
"Aku gak akan biarin itu terjadi, walaupun dosa kamu banyak aku akan berusaha supaya kamu gak masuk kedalam neraka" ucap Hermione.
"Kenapa? Kita kan bisa ketemu disana nanti" ucap Dimas.
"Manusia berdosa jika masuk kedalam neraka akan disiksa selama-lamanya, aku gak akan biarin itu terjadi" ucap Hermione.
"Gak apa-apa anggap aja aku menanggung semua dosa yang pernah aku lakukan didunia dengan disiksa disana" ucap Dimas.
"Siksaan dineraka gak seindah yang kamu bayangkan" ucap Hermione.
"Iya aku tau namanya juga disiksa pasti gak indah, aku gak apa-apa disiksa disana pasti nanti dineraka kita bakal ketemu terus" ucap Dimas.
"Walaupun kita bertemunya beda derajat seperti sekarang aku manusia berdosa dan kamu iblis tapi aku gak masalah, aku tetap cinta sama kamu" ucap Dimas lagi.
"Kamu cinta sama aku, gak boleh Dimas kalau sampai kamu jatuh cinta sama iblis apalagi sama aku hidup kamu gak akan tenang para musuh aku pasti akan mengincar kamu" ucap Hermione.
"Iya aku cinta sama kamu, aku tau mungkin kamu gak akan balas perasaan aku, aku ngerti kok tenang aja" Dimas tersenyum melihat Hermione.
"Maafin aku Mas karena gak bisa balas perasaan kamu tapi aku janji akan selalu disamping kamu dan jagain kamu bagaimanapun caranya walaupun nyawa aku jadi taruhannya aku gak masalah" ucap Hermione menggenggam tangan Dimas.
"Gak perlu segitunya kali, nyawa kamu lebih berharga dari pada aku" ucap Dimas.
"Kamu berharga banget Dimas, selama ini gak ada yang cinta sama aku setulus kamu. Mereka hanya cinta dengan penampilan aku tubuh aku dan harta yang aku kasih kemereka, makasih udah mau cinta sama aku dan maaf karena aku gak bisa balas cinta kamu. Iblis dilarang besar untuk jatuh cinta dengan manusia" ucap Hermione.
"Iya aku ngerti kok kamu tenang aja aku emang gak berharap banyak kamu balas perasaan aku" Dimas mengusap pipi Hermione.
"Mau kamu balas perasaan aku atau gak tetap aja kamu istri aku" ucap Dimas tersenyum.
"Ohh iya aku sampai lupa kalau kamu suami manusia aku" ucap Hermione.
"Iblis kayak kamj bisa lupa ya kirain gak hahaha" ucap Dimas.
__ADS_1
"Mau gimana pun aku pernah jadi manusia kali dan ini wujud manusia aku dulu" ucap Hermione.
"Ohhh jadi wujud kamu yang asli Dara bukan Hera" ucap Dimas.
"Iya maaf ya aku bohong, semua mantan suami manusia aku yang dulu taunya Hera bukan Dara, cuman kamu yang tau ini" ucap Hermione.
"Berarti aku spesial dong" ucap Dimas.
"Spesial banget" ucap Hermione. Dimas langsung memeluk Hermione erat dan Hermione membalasnya.
"Makasih ya Mas aku janji bakal jaga kamu terus" ucap Hermione.
"Gak perlu makasih kali, aku juga janji bakal jaga kamu" ucap Dimas.
"Aku cuman minta kamu janji sama aku gak bakal tinggalin aku sampai kapanpun" ucap Dimas melepas pelukannya lalu menunjukkan jari kelingking kanannya.
"Iya aku janji sama kamu, aku gak bakal tinggalin kamu sampai kamu yang tinggalin aku" ucap Hermione mengaitkan jari kelingkingnya.
"Aku gak bakal mau tinggalin kamu, janji sama aku kamu akan selalu temuin aku dineraka nanti" ucap Dimas.
"Iya aku janji, malah aku maunya kamu gak akan masuk neraka aku mau kamu masuk surga supaya gak disiksa" ucap Hermione.
"Manusia berdosa kayak aku gak akan masuk surga sayang" ucap Dimas. Hermione langsung memeluk Dimas, dan Dimas dengan sigap membalas pelukan Hermione.
"Maaf aku buat kamu jadi masuk neraka" ucap Hermione.
"Gak perlu minta maaf sayang, ini udah jadi kemauan aku, sebelum aku nikah sama kamu juga aku memang manusia berdosa" ucap Dimas.
"Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu sayang" ucap Dimas.
"Kamu gak ada salah sama aku, aku yang banyak salah sama kamu" ucap Hermione.
"I love you" ucap Dimas.
"I love you too" balas Hermione. Dimas mempererat pelukannya.
"I love you, i love you aja terus adiknya yang baru pulang aja gak tau" ucap Andre yang berjalan kearah mereka bersama Fadil, Reno, Ariel dkk dan Sarah dkk.
Hermione dan Dimas melepaskan pelukannya lalu melihat mereka semua yang sedang melangkah kearah mereka. Terlihat ekspresi Reno dan Ariel yang berubah kecewa, sedih, cemburu dan lain-lain campur aduk menjadi satu itulah Indonesia (ehh kok begitu udahlah lanjut)
"Idih ada hubungan apa sih ini, pacaran ya atau calon" ucap Fadil.
"Apasih Dil aneh banget" ucap Dimas.
"Stres lo" ucap Hermione.
"Udahkan ayo pulang Dre" ucap Hermione.
"Belum kak masih mau liat orang romantis didepan umum dulu" ucap Andre datar, Hermione menjitak kepala Andre.
"Gue tinggal lo" ucap Hermione.
"Jangan dong percuma datang kesini kalau akunya tetep ditinggalin" ucap Andre.
"Eh dasar anj1ng gak ada akhlak lo, gue gampar lo ya kalau berani meluk kakak gue lagi" ucap Andre menatap Dimas.
"Kalau cuman meluk gue gampar kalau tidurin gak masalah karena kakak gue butuh energi manusia untuk diserap" ucap Andre berbisik tepat ditelinga Dimas.
"Siap masalah itu gampang" ucap Dimas.
"Nah kalau itu gue suka sip dah gue setuju" ucap Andre memberikan acungan jempol.
"Pulang" Hermione menarik telinga Andre sambil melangkah pergi kearah mobilnya.
"Awh awh kak sakit ih Dimas marahin" ucap Andre bercanda.
"Gak ikut-ikutan deh kalau itu, makasih" ucap Dimas.
"Terusin aja Ra biar kapok tu orang" ucap Dimas.
"Aaa sialan lo, aduh kak lepas malu diliatin orang" ucap Andre yang telinganya terus ditarik.
"Biarin" ucap Hermione memasukkan Andre kedalam mobil dan menutup pintu mobil kasar.
"Besok jadikan?" tanya Dimas.
"Jadi, gue duluan ya" ucap Hermione berjalan kearah pintu kemudi.
"Iya hati-hati" ucap Dimas, Hermione memberikan acungan jempol lalu masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya.
__ADS_1
"Ini 2 pada kenapa sih mukanya digituin banget" ucap Dani melihat Reno dan Ariel.
"Gak" jawab Reno dan Ariel kompak.
"Pasti mereka cemburu karena tadi" batin Dimas.
"Eh besok abang sama kak Dara mau apa jadi jadi kayak gitu?" tanya Fadil.
"Anak kecil diem" ucap Dimas.
"Udah besar kayak gini" ucap Fadil.
"Urusan kerjaan diluar kota, puas" ucap Dimas.
"Abang sama kak Dara mau pergi keluar kota?" tanya Reno.
"Iya" jawab Dimas.
"Berdua" ucap Ariel seperti bertanya.
"Pergi dari sininya berdua tapi pas udah disananya ramai" ucap Dimas.
"Ramai karena pelayan dan koki sih pas udah dirumahnya berdua" batin Dimas.
"Masalah itu ntar, masalah sekarang jadi gak liburan?" tanya Sani.
"Seperti yang dibilang kalau nilai kalian bagus boleh ikut kalau jelek ditinggalin" jawab Dimas.
"Wah itu beneran gak bohongan?" tanya Dani.
"Yaiyalah bener" jawab Dimas.
"Kita ikut ya" ucap Wawa. Reno, Fadil dan Ariel dkk refleks melihat Dimas.
"Boleh, kan ada Dara, Ana, Mona, dan Dela juga yang ikut" ucap Dimas.
"Yes, kapan?" tanya Santi.
"Liburan semester 1" jawab Sani.
"Ok kita harus siap-siap" ucap Sarah.
"Bener tuh" ucap Wawa.
"Perasaan masih beberapa bulan lagi" ucap Dani.
"Kalau udah disiapin enak tinggal berangkat" ucap Santi.
"Udahlah No ayo pulang abang masih ada jam pelajaran" ucap Dimas.
"Wah berarti abang bolos" ucap Fadil.
"Tau aja" ucap Dimas.
"Duluan ya" ucap Reno.
"Pulang langsung kerumah jangan diem ditempat orang dulu" ucap Dimas.
"Iya" jawab mereka. Dimas dan Reno masuk kedalam mobil, Dimas langsung menjalankan mobilnya.
"Gue juga mau pulang" ucap Ariel langsung pergi.
"Aneh tu orang" ucap Dani.
"Iya" jawab Sani.
"Udah pulang bubar cepet" ucap Fadil.
"Lah lo ngusir" ucap Sani.
"Gak ngusir tapi kalau kalian masih mau disini gak masalah gue pulang dulu" Fadil langsung pergi.
"Mall gak nih?" tanya Santi.
"Mall lah masa gak" jawab Sarah dan Wawa lalu mereka bertiga pergi.
"Kita ditinggal" ucap Sani.
"Udah ayo balik" ucap Dani pergi.
__ADS_1
"Huh" Sani menyusul Dani.
Bersambung...