RATU IBLIS

RATU IBLIS
Musnahnya Para Bandit


__ADS_3

Xiao Ziya sempat terdiam beberapa saat jika bukan Raja Artur yang membantunya lalu siapa? karna tak kunjung menemukan orang lain di sana kecuali para kelompok bandit yang masih menatap ke arah Xiao Ziya dengan tajam seketika Xiao Ziya teringat bahwa ia masih memiliki urusan dengan para bandit bandit menyebalkan itu. Xiao Ziya melepaskan pelukan Xiao Xun lalu ia menghancurkan dindin pembatas yang telah ia buat. Puluhan ribu senjata Xiao Ziya yang ia gunakan untuk menghabisi para pengikut Dewi Rubah sudah kembali dan memenuhi langit Kekaisaran Binzo.


"Kalian masuklah." ucap Xiao Ziya yang memasukkan kembali seluruh senjata spiritualnya kedalam cincin semestanya, kecuali sebuah pedang hitam yang biasa gadis itu gunakan.


"Bukankah saat ini gadis itu sudah sangat lemah karna mengeluarkan energi qi dalam jumlah besar." ucap Okuzo ketua bandit siluman yang tersenyum penuh arti kelompkok bandit yang lain mengerti isyarat yang diberikan.


"Gege mundurlah beberapa langkah." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Xiao Xun untuk mundur beberapa langkah kebelakang.


"Bukankah aku harus membantumu melawan mereka?." ucap Xiao Xun yang merasa bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk melindungi adik yang ia sayangi.


"Tolong jangan membantah gege." ucap Xiao Ziya yang meminta pada kakak laki lakinya itu untuk menuruti apa yang ia katakan. Akhirnya Xiao Xun hanya bisa pasrah dan mundur beberapa langkah karna tak ingin menghalangi apapun yang akan dilakukan oleh Xiao Ziya.


"Sekarang mari kita serang gadis itu secara bersamaan." ucap ketua kelompok bandit tombak api yang sudah bersiap untuk menyerang Xiao Ziya. Raja Artur menatap ke arah Xiao Ziya seperti menanyakan apakah ia boleh membantu atau tidak, dengan cepat Xiao Ziya tersenyum kemudian menggeleng pelan.


"Hah gadis itu ingin menghabisi mereka sendirian, padahal saya sangat ingin bertarung." ucap Raja Artur yang menghela nafas panjang, sudah lama ia tak teribat dengan pertarungan sehingga ia sangat ingin membantu Xiao Ziya membunuh bandit bandit itu.


Akhirnya para bandit mulai menyerang Xiao Ziya secara bersamaan, anggota bandit tengkorang menghidupkan beberapa arwah jahat yang ada di sekitar wilayah Kekaisaran Binzo. Saat ini Xiao Ziya masih mentap mereka dari tempatnya berdiri dengan cepat mata dan penampilan gadis itu berubah menjadi lima puluh persen iblis, setelah siap gadis itu tersenyum miring dan melesat dengan cepat. Pedang hitam yang Xiao Ziya pegang ia ayunkn dengan sangat cepat tak ada satu anggota banditpun yang dapat melihat pergerakan Xiao Ziya.


Satu persatu kepala kelompok bandit tombah api berjatuhan ketanah, setelah menghabisi kelompok bandit yang ada di barisan depan Xiao Ziya lanjut menyerang kali ini yang menjadi lawannya adalah kelompok bandit utara.


"Gadis itu terlalu cepat, kita harus memikirkan sebuah cara." ucap Wu Anzu yang sedang memikirkan cara untuk mengecoh Xiao Ziya.


"Ini akan sulit ketua karna gadis itu terlalu cepat, aura membunuh yang ia pancarkan saja membuat kami lemah." ucap salah satu anggota bandit utara yang merasa bahwa Xiao Ziya bukanlah lawan yang bisa mereka kalahkan.


"Ambil posisi melingkar, melesat secara acak agar gadis itu kesusahan membunuh kita." ucap Wu Anzu yang memberikan perintah pada kelompok banditnya. Semua anggota bandit utara membuat formasi melingkat kemudian mereka melesat kesana kemari secara cepat.


Melihat apa yang dilakukan oleh kelompok bandit utara membuat Xiao Ziya tersenyum geli bagaimana bisa mereka mengecohnya dengan taktik tingkat rendah seperti itu. Jika mereka melesat secara cepat namun masih dalam lingkup lingkaran maka hal itu akan memudahkan Xiao Ziya untuk menghabisi para anggot bandit utara. Xiao Ziya loncat dari tempatnya menuju titik tengah dimana para bandit utara sedang melesat secara zigzag, gadis itu mengangkat pedang hitamnya dengan tinggi. Ia mendengar suara jeritan dari anggota bandit utara karna tubuhnya terbelah menjadi dua.


"Hentikan semuanya." ucap Wu Anzu yang menghentikan anggotanya agar mereka tak melesat secara acak lagi karna tanpa ia duga Xiao Ziya mengetahui kelemahan dari formasi itu.


"Mengapa kalian berhenti bukankah ini sangat menyenangkan?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi seramnya.


"Dasar gadis tak waras bagaimana kau bisa membunuh orang lain tanpa merasa bersalah!!!." ucap Wu Anzu yang tak suka dengan sikap Xiao Ziya, gadis itu terlalu banyak ikut campur dengan urusan para bandit. Selain itu gadis yang ada di hadapannya lebih mirip dengan seorang iblis daripada manusia.


"Apa itu rasa menyesal yang saya tau hanya balas dendam." ucap Xiao Ziya dengan senyuman seramnya kemudian gadis itu mendekat ke arah Wu Anzu dengan langkah yang cepat dengan satu tebasan tubuh ketua anggota bandit utara terbelah menjadi dua. Anggota bandit utara yang lain berusaha pergi dari tempat itu namun saat mereka menginjak sesuatu tiba tiba tubuh mereka meledak dan hancur berkeping keping.


"Ah saya lupa mengatakan bahwa di sekitar sini ada ranjau mematikan." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi bersalah yang dibuat buat.

__ADS_1


"Serang gadis itu jika kalian berhasil membunuhnya maka saya akan membebaskan jiwa kalian." ucap Yang Denzo ketua kelompok bandit tengkorak yang memerintahkan arwah arwah penuh dendam yang ia panggil itu menyerang dan membunuh Xiao Ziya.


Xiao Ziya melihat ke arah arwah arwah penuh dendam itu, ia sedikit penasaran mengapa di Kekaisaran Binzo sangat banyak arwah jahat apkah ada pembantaian yang dilakukan oleh pihak kekaisaran. Sebagai junjungan muda dari wilayah neraka tentu Xiao Ziya tak akan tinggal diam ia harus mengurus para arwah penuh dendam itu.


Para arwah jahat itu mulai mendekat ke arah Xiao Ziya dan ingin menyerangnya, seketika Xiao Ziya meminta mereka untuk berhenti. Anehnya para arwah jahat itu mendengarkan perintah dari Xiao Ziya.


"Ekem bukankah pria yang ada di sana membuat kesepakatan dengan kalian jika kalian bisa membunuhku maka jiwa kalian akan ia bebaskan. Namun coba kalian fikirkan secara baik baik pria lemah sepertinya apakah sanggup melakukan hal itu." ucap Xiao Ziya yang sedang memprovokasi para arwah jahat, akhirnya para arwah jahat itu merasa ragu untuk mengikuti perintah dari Yang Denzo.


"Gadis sialan berani beraninya kau mempengtuhi pasukan arwah jahatku, tentu aku bisa membebaskan jiwa mereka." ucap Yang Denzo yang sangat marah pada Xiao Ziya karna gadis itu berhasil membuat para arwah jahat yang ia kumpulkan tak mematuhi perintahnya.


"Bagaimana jika kalian membuat kesepakatan dengan saja saja." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan hangat.


Meski para arwah yang ada di hadapannya ini masuk dalam kelompom arwah jahat karna bisa menyerang manusia namun mereka melakukan hal ini karna mati secara tidak adil. Jika Xiao Ziya tak salah menebak mereka mati karna ulah bangsawan Kekaisaran Binzo sehingga jiwa mereka tak tenang dan dipenuhi dengan rasa dendam. Pria bernama Yang Denzo itu jelas jelas tak bisa membebaskan para arwah agar bisa naik ke atas langit ia hanya bisa memanggil dan membangkitkan mereka saja.


"Kesepakatan apa yang akan kau tawarkan pada kami?." tanya salah satu dari arwah jahat itu yang sepertinya tertarik untuk mendengar kesepakatan apa yang gadis hebat itu tawarkan.


"Makanlah semua jiwa anggota bandit tengkorak maka saya akan membebaskan jiwa kalian dari sini dan mengusut apa yang menjadi penyebab kematia kalian lalu membalasnya." ucap Xiao Ziya yang memberikan penawaran yang lebih menarik dari ketua bandit tengkorak.


"Jangan dengarkan gadis itu karna ia hanya membual saja." ucap Yang Denzo, ia tak ingin para arwah jahat itu ada di pihak Xiao Ziy karna itu akan menyulitkan mereka.


Xiao Ziya memasukkan pedang hitamnya kedalam cincin semesta karna gadis itu melihat sabit kematian miliknya melesat dari atas langit menuju kebawah. Benar saja sabit itu jatuh tepat dihadapan Xiao Ziya dengan segera Xiao Ziya mengambil sabit kematian miliknya. Para arwah jahat gemetaran merasakan aura kematian yang kental dari sabit itu mereka yakin bahwa Xiao Ziya bukanlah gadis sembarangan.


Suara jeritan yang terdengar sangat memilukan ditambah dengan suasana malam yang sunyi dan mencekam membuat wilayah Kekaisaran Binzo seperti wiayah yang berhantu. Para penduduk yang tinggal di dekat altar dewi rubah tak berani keluar dari kamar mereka, karna mereka yakin bahwa triakan triakan itu berasal dari para bandit yang sedang disiksa oleh Xiao Ziya.


Kini anggota bandit tengkorak hanya bisa berteriak kesakitan ketika jiwa mereka sedang dimkan oleh para arwah jahat. Setelah itu Xiao Ziya menatap ke arah empat kelompok bandit yang masih tersisa.


"Ternyata tinggal kalian berempat saja." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinisnya. Karna tak ingin menghabiskan waktunya terlalu lama Xiao Ziya dengan cepat membunuh keempat kelompok bandit yang tersisa kini tinggal satu orang dari kelompok bandit mawar hitam yang masih hidup.


Orang itu adalah Yuzume wakil dari bandit mawar hitam yang terkena racun mematikan milik kalajeking iblis, besok adalah hari terakhir wanita itu bisa melihat dunia karna besok adalah hari ketiga Yuzume terkena racun. Kini tugas Xiao Ziya untuk memusnahkan seluruh bandit yang menguasai wilayah Kekaisaran Binzo telah selesai. Xiao Ziya melihat ke arah kakak laki lakinya yaitu Xiao Xun yang menatap kearahnya dengan tatapan terkejut sedangkan Raja Artur masih memperhatikan sabit kematian yang ada di tangan Xiao Ziya.


"Masuklah." ucap Xiao Ziya yang memasukkan sabit kematiannya kedalam cincin penguasa mutlah.


Gadis itu berjalan mendekat ke arah Xiao Xun yang sepertinya mengalami syok berat, gadis itu menepuk pundak kakak laki lakinya pelan hingga Xiao Xun tersadar dari lamunanya.


"Ayo kita pergi gege, kita cari teman teman gege terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang mengajak Xiao Xun untuk pergi dari altar dewi rubah itu.


"Dan trimakasih karna Yang Mulia Raja Artur sudah mengkhawatirkan saya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ke arah Raja Artur.

__ADS_1


"Itu sudah kewajibanku, kalau begitu saya pergi dulu." ucap Raja Artur yang langsung melesat ke atas langit dan kembali ke Istana Kerajaan Neraka.


Xiao Ziya dan Xiao Xun turun dari atas altar dewi rubah dan berjalan menjauh. Sebelum itu Xiao Ziya membakar altar itu dengan api hitam miliknya karna kemungkinan besar jika altar itu dibiarkan akan muncul sekte atau aliansi aliran sesat yang akan menggunakannya.


Setelah berjalan cukup jauh Xiao Ziya melihat beberapa pemuda, mereka adalah teman teman Xiao Xun.


"Untunglah kau selamat temanku." ucap Ling Fuen yang langsung memeluk Xiao Xun dengan erat. Diantara ketiga temannya Ling Fuenlah yang paling dekat dengan Xiao Xun, mereka sudah lama kenal bahkan sebelum masuk ke Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Sebaiknya kita cari tempat untuk menginap dan kalian berempat perlu menjelaskan mengapa kalian ada di sini." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya hari ini ia hampir kehilangan kakak laki laki yang ia sayangi, meski Xiao Xun adalah kakak tirinya namun Xiao Ziya sangat menyayangi Xiao Xun sama seperti ia menyayangi Xiao Yan.


"Baikah saya sudah menemukan penginapan yang tak jauh dari sini." ucap Ruo Lihe, saat Xiao Ziya sedang sibuk dengan para bandit itu ketiga teman Xiao Xun sibuk mengevakuasi penduduk sekitar dan meminta agar mereka berdiam diri di dalam rumah masing masing sampai pagi tiba.


Akhirnya kelima orang itu pergi menuju penginapan terdekat, untunglah saat sampai di penginapan itu masih ada beberapa kamar yang tersisa. Xiao Ziya menyewa sebuah ruang vip yang ada di penginapan itu, sebelum mereka semua tidur dan memulihkan tenaga tentu Xiao Ziya harus mengetahui kronologinya dengan baik. Setelah masuk kedalam ruangan vip itu mereka menempati tempat duduk masing masing.


"Jadi jelaskan mengapa dan untuk apa kalian ada di sini? bukankah kalian berempat tau wilayah Kekaisaran Binzo sedang dalam kondisi yang tak stabil?." ucap Xiao Ziya yang langsung menanyakan beberapa pertanyaan.


"Kami berempat datang kesini untuk menyelesaikan misi akhir agar bisa lulus dari Akademi Kekaisaran Qiyu. Kami mendapatkan misi untuk menghabisi paling tidak dua kelompok bandit." ucap Yu Azof yang menjelaskan untuk apa mereka datang ke Kekaisaran Binzo.


"Apakah Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu yang memberikan misi ini?." tanya Xiao Ziya lagi.


"Benar kepala akademi yang memberikan misi ini, ia sudah membuat sebuah rencana agar kami lebih mudah menyelesaikan misi. Namun rencana yang kepala akademi buat sepertinya gagal." ucap Ling Fuen yang menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya.


"Rencana apa yang orang sinting itu berikan?." ucap Xiao Ziya, ia tak habis fikir kepala akademi akan memberikan misi yang sulit pada kelompok kakak laki lakinya itu.


"Seharusnya kami menjalankan misi ini bersama dengan dua kelompok murid dari Akademi Kekaisaran Binzo. Namun saat kami datang kesana mereka menolak dan membatalkan rencana utama jadi mau tidak mau kami harus menjalankan misi ini sendiri." ucap Ling Fuen yang memberi penjelasan lagi pada Xiao Ziya. Gadis itu semakin mengerti apa yang sedang terjadi.


"Pihak Kekaisaran Binzo juga terlibat?." tanya Xiao Ziya lagi.


"Iya." ucap Xiao Xun dengan singkat, ia tau bahwa saat ini adik perempuannya sedang sangat marah.


"Dengar perkataanku baik baik kalian tidurlah sekarang dan pulihkan energi kalian, besok pagi kembali ke akademi. Kalian mengerti!." ucap Xiao Ziya dengan tegas.


"Kami akan di sini bersama nona." ucap Ling Fuen bersama kedua teman Xiao Ziya yang lain.


"Ini perintah saya sebagai master kalian." ucap Xiao Ziya yang terpaksa menggunakan kuasanya sebagai master Akademi Kekaisaran Qiyu agar perintahnya tak dilanggar oleh mereka berempat.


"Baik master." ucap merek berempat dengan terpaksa.

__ADS_1


"Kalian boleh pergi sekarang." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Xiao Xun dan teman temannya yang lain untuk kembali ke kamar mereka masing masing.


Hai hai semuanya akhirnya author update nih gimana kabar kalian. Jangan lupa follow ya buat yang belum, vote ya guys wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima.


__ADS_2