RATU IBLIS

RATU IBLIS
106


__ADS_3

Dimas dan Hermione berada dimobil mereka duduk dikursi belakang. Dimas membersihkan pakaian Hermione.


"Ada orang lain yang bersihin terima aja ya didepan aku lagi" sindir Dimas.


"Ohh berarti kalau gak didepan kamu boleh, ok nanti ya" ucap Hermione, Dimas langsung menatap mata Hermione.


"Tetap aja gak boleh sayang" ucap Dimas.


"Aaa kamu mah gitu" ucap Dimas cemberut lalu mengalihkan pandangannya.


"Apasih" ucap Hermione.


"Gak tau males" balas Dimas.


"Dimas kamu kenapa?" tanya Hermione memegang pipi Dimas tapi langsung ditepis oleh Dimas.


"Ohh kamu cemburu" ucap Hermione.


"Dikira aku gak cemburu kali ya liat dia bareng Desi" batin Hermione.


"Eh jangan cemburu dong, diakan bantuin aku bersihin baju aku" ucap Hermione mengusap pipi Dimas.


"Tapikan aku gak suka dia sentuh kamu" ucap Dimas masih cemberut.


"Huh, kalau ada orang yang sentuh aku, nanti aku bakal tolak" ucap Hermione.


"Bener ya" ucap Dimas melihat Hermione.


"Bener" jawab Hermione.


"Janji" Dimas menyodorkan jari kelingkingnya.


"Janji" balas Hermione mengaitkan jarinya kelingkingnya.


"Udah cepet jalankan mobilnya" ucap Hermione langsung pindah kedepan.


"Ihh sabar" Dimas ikut pindah juga. Dia lalu menjalankan mobilnya.


***


Hermione pergi keneraka, dia dipanggil oleh Lucifer ntah apa alasannya. Hermione menunduk hormat saat sudah dihadapan Lucifer.

__ADS_1


"Ada keperluan apa memanggil hamba suamiku Lucifer?" tanya Hermione.


"Kenapa kau tidak mencari pengikut lagi?Kenapa cuman Dimas yang menjadi pengikutmu? Dan kau sudah lama tidak membawa manusia berdosa keneraka" tanya Lucifer tegas.


"Ma maaf suamiku" ucap Hermione menunduk.


"Aku tidak butuh maafmu, aku butuh manusia berdosa!!!" ucap Lucifer tegas.


"I iya, ha hamba akan membawa manusia berdosa keneraka" ucap Hermione masih menunduk.


"Karena Dimas kau menjadi seperti ini, menjadi jarang membawa manusia berdosa keneraka. Apa aku harus membawa Dimas keneraka supaya kau bisa fokus membawa para manusia berdosa keneraka?!" ucap Lucifer.


"Ja jangan" ucap Hermione.


"Lalu kau mau apa hah!? Pilihan pertama membawa Dimas keneraka, kedua membawa Reno keneraka, dan yang ketiga mencari pengikutmu seperti biasa yang kau lakukan?" tanya Lucifer.


"Sa saya pilih yang ketiga" jawab Hermione.


"Pilihan yang bagus, tapi ingat mau bagaimanapun kau menjaga Dimas tetap saja dia akan masuk keneraka untuk disiksa, dan Reno akan disiksa selama 5 tahun, lalu dijadikan iblis seperti kita" ucap Lucifer.


"I iya ha hamba tau" balas Hermione.


"Sekarang pergi dan cari pengikutmu!" perintah Lucifer.


Hermione muncul ditaman alam gaib yang dia buat sendiri, dia berdiri didepan danau yang sangat besar. Disana banyak sekali bunga berwarna warni tapi yang lebih dominan warna hitam dari bunga mawar hitam yang dia tanam.


"AKHHHHHH" teriak Hermione.


Byur...


Hermione menjatuhkan dirinya kedalam danau, dia tidak berenang dia diam saja membiarkan tubuhnya semakin kedasar danau yang sangat dalam.


"Benar kata Lucifer sekuat apapun aku menjaga Dimas dan Reno mereka akan masuk kedalam neraka" batin Hermione.


"Aku harus gimana supaya mereka tidak masuk keneraka?" batin Hermione bertanya kepada dirinya sendiri.


"Aku harus memperlambat waktu supaya mereka semakin lama masuk keneraka, aku harus mencari pengikut lagi" batin Hermione.


"Maafkan aku Dimas" batin Hermione lalu menghilang dari dasar danau dan muncul disuatu tempat yang biasanya dipakai oleh para manusia berdosa. Disana ada seorang pemuda yang sedang menyimpan sajen didepan pohon beringin yang terkenal angker. Jam menunjukkan jam 12 malam tepat, angin kencang tiba-tiba datang membuat suasana disana semakin mencekap.


"Wahai penunggu pohon beringin, aku datang kesini meminta supaya aku bisa kaya dan berwajah tampan" ucap pemuda itu.

__ADS_1


"Mudah saja, kau bawakan 1 manusia kesini dan bunuh dia disini tepat jam 12 malam setelah itu tinggalkan mayatnya aku menginginkannya setiap hari dan setiap harinya setelah kau membawa 1 manusia itu lemarimu akan selalu dipenuhi uang dan emas" ucap Hermione tanpa menunjukkan wujudnya.


"Jika kau mau tampan, minum darah manusia yang kau bunuh maka wajahmu akan tampan" ucap Hermione lagi, pemuda itu gemetar mendengar suara Hermione.


"Ba baik nona hmm" ucap pemuda itu tak menyelesaikan kalimatnya karena tidak tau nama Hermione.


"Andromeda" ucap Hermione, pemuda itu terkejut mendengar nama Andromeda karena selama sejarah nama itu adalah penguasa para pria bisa dibilang nyai pelet dan jika ada para pengikutnya terlambat memberi tumbal maka pengikutnya akan habis dimakan.


"Baik nona Andromeda" ucap pemuda itu.


"Jika 1 hari saja kau tidak membawa manusia maka hidupmu tidak akan tenang" ancam Hermione.


"Iya nona Andromeda saya akan membawa manusia setiap hari kesini" ucap pemudanya.


"Sekarang kau boleh pergi, besok kau harus mambawa manusia kesini dan membunuhnya" ucap Hermione.


"Iya nona saya permisi" ucap pemudanya lalu pergi dengan perasaan nano-nano.


Hermione memakan sajennya disana dia melamun memikirkan Dimas dan Reno. Tiba-tiba dia mendengar ada orang yang membaca mantra pernikahan gaib. Dia langsung menghilang dari sana menuju tempat asal suara tersebut. Banyak makhluk halus dan iblis lain disana berebut menjadi istri gaib manusia yang membaca mantra.


"Dia milikku" ucap Hermione dingin, seketika mereka semua berhenti berdebat lalu melihat kearah suara, mereka terkejut melihat Hermione disana.


"Pergi" ucap Hermione.


"Ba baik ratu" ucap mereka semua lalu pergi menghilang.


Angin disana semakin kencang saat Hermione berjalan menghampiri pemuda yang membaca mantra pernikahan gaib itu. Hermione tidak menunjukkan wujudnya, dia mendorong tubuh pemuda tersebut keranjang membuat pemuda itu takut, heran, terkejut semuanya campur aduk.


Pemuda itu merasa ada yang sedang mengusap pipinya, dia diam mematung karena takut. Hermione mencium leher pemuda tersebut membuat pemuda itu menggeliat geli.


"Kau milikku" bisik Hermione, seketika pemuda itu merinding mendengarnya.


"Maafkan aku Dimas aku melanggar janji kita, ini demi menyelamatkan dirimu" batin Hermione. Hermione memulai permainannya dengan pemuda tersebut.


Disisi lain Dimas tidak bisa tidur entah apa yang dia pikirkan, perasaannya tidak karuan saat ini.


"Aku kenapa?" tanya Dimas kepada dirinya sendiri.


"Kenapa aku sangat gelisah seperti ini?" tanya Dimas lagi walaupun tak mendapat jawaban.


"Aku merasa ada orang yang menyebut namaku, dan itu membuat perasaan aku tidak enak, apa itu cuman halusinasiku saja?" ucap Dimas.

__ADS_1


"Astaga Dimas cukup halusinasinya sebaiknya kau tidur" ucap Dimas mencoba tidur tapi tetap tidak bisa karena perasaannya tidak mendukung saat ini. Dimas akhirnya tertidur saat jam menunjukkan pukul 3 subuh.


Bersambung...


__ADS_2