
Mereka berempat bergegas pergi menuju Kastil Klan Yie, beberapa penduduk klan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Ada beberapa penduduk yang melihat dengan ekspresi senang ada juga yang menatap dengan sinis, Xiao Ziya mengabaikan itu semua karna tak begitu penting untuknya. Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya, Yie Munha, Yie Junghwa, dan Yie Cinling sampai di depan gerbang masuk Kastil Klan Yie.
Beberapa prajurit penjaga gerbang saling berpandangan satu sama lain, sepertinya mereka sedang kebingungan. Saat ini para ketua Klan Yie sedang mengadakan rapat darurat setelah mengetahui kematian Yie Gu sebagai pemimpin klan mereka, tujuan dari rapat kali ini adalah membahas siapa orang yang layak menempatkan posisi pemimpin klan.
"Buka gerbangnya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar, ia tak ingin membuang buang waktu karna keadaan di Dunia Bawah cukup kacau dan membutuhkan bantuannya.
"Mohon maaf Nona Muda Xiao Ziya, saat itu para ketua klan sedang mengadakan rapat. Sebaiknya Anda dan yang lain datang lain waktu." jawab salah seorang prajurit penjaga gerbang dengan tatapan tajam, mungkin dia salah satu anggota Klan Yie yang berada di pihak Yie Gu dan sekutunya.
"Siapa Anda hingga memiliki hak untuk melarang saya masuk ke dalam? apakah Anda memiliki posisi yang sangat penting di Klan Yie. Baiklah, jika masalah ini tidak biasa diselesaikan secara baik baik maka saya akan menggunakan kekerasan." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengeluarkan pedang hitam dari cincin semesta miliknya. Aura yang sangat kuat terpancar dari pedang itu hingga membuat para prajurit penjaga gerbang masuk Kastil Klan Yie tumbang dengan sendirinya.
Setelah semua orang yang menghalangi jalannya sudah menyingkir kini Xiao Ziya mengajak Yie Munha dan kedua kakak laki lakinya untuk masuk ke dalam. Mereka berempat bergegas pergi menuju aula utama Klan Yie untuk melihat jalannya rapat yang sedang berlangsung.
Duaar...
Suara pintu aula Klan Yie yang ditendang dengan sangat kencang oleh Xiao Ziya hingga hancur. Para ketua Klan Yie tampak panik karna mereka tak tau siapa yang datang dan apa tujuan orang itu. Setelah debu dari reruntuhan pintu aula utama menghilang, nampak lah Xiao Ziya dengan ekspresi kesal, gadis itu merasa kesal karna para pemimpin Klan Yie mengadakan rapat tanpa menunggu kehadiran seluruh anggota utama klan tersebut.
"Siapa orang yang kalian tunjuk untuk menggantikan tua bangka itu?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan sinis, mata gadis itu melihat ke seluruh ruangan hingga terhenti pada seorang pria yang sedang tersenyum tipis padannya.
"Kami memiliki dua calon untuk menempati posisi Klan Yie yaitu Yie Laingfu sebagai putra pertama dari Yie Gu dan Yie Weinje serta Yie Angli putra kedua mereka." jawab Yie Jungso dengan ekspresi yang kurang puas. Kedua calon pemimpin Klan Yie itu memiliki masalah yang cukup rumit, entah akan jadi seperti apa Klan Yie di masa depan.
"Saya tidak setuju dengan dua calon pemimpin yang telah kalian pilih!." ucap Xiao Ziya secara spontan, gadis itu akan ikut campur karna ini bersangkutan dengan masa depan Klan Yie yang sedari awal milik neneknya.
Yie Laingfu menunjukkan ekspresi yang biasa biasa saja setelah mendengar ucapan dari Xiao Ziya, sedari awal pria itu tak ingin menjadi pemimpin Klan Yie karna sangat merepotkan sedangkan Yie Angli menunjukkan ekspresi penuh kebencian pada Xiao Ziya. Yie Angli sedari awal menunggu kehancuran ayah dan ibunya di tangan Xiao Ziya, setelah mereka berdua musnah dari dunia ini maka ia bisa menempati posisi sebagai ketua Klan Yie.
"Mengapa kami harus mendengarkan ucapan gadis asing seperti mu? meskipun kau juga memiliki ikatan darah dengan pemimpin sebelumnya namun kau bukanlah bagian dari Klan Yie." ucap Yie Guonze anak pertama dari Yie Angli, pemuda itu secara terang terangan menunjukkan sikap tak sukanya pada Xiao Ziya.
"Bukan bagian dari Klan Yie? ahahaha apakah Anda sedang bercanda dengan saya Tuan Muda Yie Guonze. Jika dilihat dari silsilah berdirinya Klan Yie maka Andalah yang tak memiliki hubungan apapun dengan Klan Yie." jawab Xiao Ziya dengan senyuman miring yang membuat beberapa ketua klan merinding saat melihatnya.
"Apa maksud Nona Xiao Ziya berkata demikian, dia adalah putra saya tentu memiliki hubungan dengan Klan Yie sedangkan Anda adalah orang luar." bantah Yie Angli, pria itu sedang membela putranya yang sedang direndahkan oleh Xiao Ziya.
"Yie Gu bukanlah keturunan dari pemimpin Klan Yie yang sebelumnya begitupun dengan Yie Weinje, Anda dan paman Yie Laingfu adalah anak mereka berdua bukankah begitu kenyataannya?. Lalu dari mana darah leluhur Klan Yie mengalir? apakah kalian memasukkan darah itu kedalam tubuh kalian secara paksa." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata berwarna merah darah.
__ADS_1
Para Ketua Klan Yie hanya bisa diam dan mendengarkan semua yang diucapkan oleh Xiao Ziya, mereka tak bisa membantah perkataan gadis itu karna kenyataanya memang demikian. Xiao Ziya adalah salah satu cucu dari Yie Linyia artinya gadis itu memiliki garis darah dari pendiri Klan Yie, merunut peraturan klan yang sudah berlangsung selama ratusan tahun Xiao Ziya berhak menduduki kursi pemimpin klan ataupun memilih seorang calon pemimpin klan yang sesuai dengan kriterianya.
"Lancang sekali kau!!." bentak Yie Angli. Pria itu melepaskan energi pedang yang cukup kuat ke arah Xiao Ziya namun sangat disayangkan energi pedang itu dihancurkan oleh Yie Munha menggunakan jurus yang diajarkan Xiao Ziya padanya.
"Jika Anda berani menyentuh sehelai rambut Nona Xiao Ziya, maka akan saya pastikan seluruh anggota keluarga Anda mati dengan kondisi mengenaskan." ancam Yie Munha dengan tatapan serius, saat ini gadis itu sudah cukup kuat untuk melindungi Xiao Ziya dari semut semut kecil seperti Yie Angli.
"Lihatlah gadis tak tau malu itu ayah, dulu dia sering membuat kekacauan di Klan Yie hingga membuat seluruh orang membencinya dan sekarang dia membela orang asing daripada keluarganya sendiri." kritik Yie Mungi, seorang gadis yang lumpuh karna ulah Yie Munha di masa lalu.
"Nona Muda Xiao Ziya yang telah menyelamatkan saya dan membantu saya untuk menjadi seorang gadis yang lebih baik dari sebelumnya, disaat kalian semua hanya bisa mengalahkan saya tanpa mau mencari siapa dalang dibalik itu semua. Jika Nona Xiao Ziya berfikiran sempit seperti kalian maka saya sudah tak ada di dunia ini, apa salahnya jika saya melindungi orang yang sangat berharga dalam hidup saya? jika kalian kalah maka salahkan diri kalian sendiri karna terlalu lemah." jawab Yie Munha tanpa rasa takut sedikitpun di dalam hatinya. Xiao Ziya tersenyum saat mendengar jawaban dari gadis yang ini telah menjadi salah satu orang kepercayaannya.
Yie Guonze mengepalkan tangannya dengan kencang, pemuda itu merasa terhina dengan perkataan yang terlontar dari mulut Yie Munha. Yie Guonze membentuk sebuah pedang dari kobaran api berwarna merah kemudian ia melesat menyerang Yie Munha, dengan sigap gadis itu menangkis serangan dari Yie Guonze menggunakan pedang memberitahukan Xiao Ziya.
"Langkah pertama jurus kemarahan Dewa Agni." ucap Yie Guonze yang mengeluarkan salah satu jurus andalannya untuk melawan Yie Munha.
Kobaran api berwarna merah mengelilingi seluruh tubuh pemuda itu, ia menggerakkan api tersebut untuk membakar tubuh Yie Munha. Kobaran api itu menyambar dengan cepat dan hampir melukai tubuh Yie Munha, untuk melindungi diri Yie Munha langsung membuat sebuah formasi pelindung sederhana yang ia pelajari dari Xiao Ziya. Untunglah formasi pelindung itu dapat bertahan dari serangan api Yie Guonze.
"Sejak kapan putri Anda sekuat itu?." tanya Yie Jinxie pada Yie Laingfu yang saat itu sedang menatap ke arah Yie Munha dengan tatapan tak percaya. Berapa banyak perubahan yang telah terjadi pada Yie Munha setelah gadis itu memiliki menjadi pengikut Xiao Ziya?.
"Argh ilmu hitam macam apa yang telah kau pelajari hingga bisa sekuat ini dalam waktu singkat!!." bentak Yie Guonze yang merasa tak terima karna jurus terkuatnya tak mampu melukai Yie Munha. Dulu Yie Munha hanyalah gadis lemah yang berlindung di balik punggung kakek dan neneknya namun sekarang ia bisa berdiri dengan kakinya sendiri, sungguh sebuah perubahan yang sangat besar.
"Nona Yie Munha bisa membunuh pemuda itu jika Anda menginginkannya." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi serius, ia tak perlu mempertahankan orang orang yang berkemungkinan menjadi pemberontak di masa depan.
"Apakah Nona Besar serius? saya diizinkan untuk membunuh semut kecil ini dihadapan semua orang." ucap Yie Munha yang ingin memastikannya sekali lagi.
"Lakukanlah sesuai dengan keinginan mu, kita datang untuk menghentikan pemilihan calon pemimpin baru yang tidak sah ini namun Tuan Yie Angli dan kedua anaknya membuat masalah ini semakin besar. Anda bisa memotong tubuh mereka menjadi dua bagian ataupun menjadi kepingan kecil." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi santai karna hal seperti itu sudah sering ia lakukan.
Yie Angli dan kedua anaknya gemetaran saat mendengar ucapan dari Xiao Ziya, sepertinya mereka melakukan kesalahan besar hingga membuat sosok iblis yang ada di dalam gadis itu bergejolak.
"Apa yang saya dan anak saya katakan adalah sebuah kebenaran. Anda tak berhak untuk ikut campur dalam rapat pemilihan pemimpin Klan Yie yang baru, bukankah Anda berasal dari sebuah klan yang berada di dunia bawah? lalu untuk apa Anda ikut campur dalam urusan Klan Yie." ucap Yie Angli yang terus menerus mencari kesalahan Xiao Ziya agar gadis itu segera pergi dari kastil Klan Yie karna merasa malu.
"Saya adalah cucu dari Yie Linyia, saya anak dari Xiao Cunyu dengan Yie Junyi. Apakah kalian tak mengetahui siapa Yie Linyia? dia adalah istri pertama dari Yie Gu dan anak dari pemimpin Klan Yie yang sebelumnya. Jadi siapa yang tak memiliki hubungan dengan Klan Yie? apakah itu saya atau kalian." ucap Xiao Ziya yang membuat Yie Angli dan kedua anaknya langsung terdiam membisu. Nama Yie Linyia memang tak asing untuk mereka, seharusnya wanita itulah yang menjadi pemimpin Klan Yie bukan Yie Gu.
__ADS_1
"Wanita itu telah mati dan kepemimpinan Klan Yie diambil alih oleh kakek karna ia adalah suami dari Yie Linyia." ucap Yie Mungi, bagaimanapun juga sang ayah harus menjadi pemimpin Klan Yie meski mereka harus menggunakan cara licik.
"Ya ucapan Anda memang benar, Yie Gu adalah suami dari Yie Linyia namun kematian Yie Linyia diakibatkan oleh suaminya sendiri. Sedari awal Yie Linyia tak pernah menyerahkan kursi kepemimpinan Klan Yie pada suaminya yang tak tau diri itu, bisa dikatakan Yie Gu adalah seorang pemberontak. Jadi Tuan Yie Laingfu ataupun Tuan Yie Angli tidak berhak memperebutkan kuris kepemimpinan ini." ucap Xiao Ziya.
"Lalu siapa yang akan menjadi pemimpin Klan Yie? bukankah Nona Xiao Ziya akan kembali ke dunia bawah suatu saat nanti. Klan Yie memerlukan seorang pemimpin untuk menjaga kestabilan pemerintah yang berlangsung." ucap Yie Jungmin.
Xiao Ziya mengambil sebuah gulungan surat yang ia dapatkan setelah berhasil menemukan pecahan jiwa dari neneknya, Ziya memberikan gulungan surat itu pada Yie Jungmin untuk dibaca agar para pemimpin Klan Yie mengerti.
Yie Jungmin membaca dengan teliti setiap kalimat yang ada di dalam gulungan surat itu, matanya membelalak lebar saat terdapat cap asli dari leluhur Klan Yie yang telah menghilang selama puluhan tahun semenjak kematian Yie Linyia. Dengan surat wasiat itu Yie Linyia menyerahkan otoritas secara penuh pada cucu kandungnya yang berhasil menemukan pecahan jiwa wanita itu.
"Dengan surat ini pemimpin terdahulu menyerahkan segala otoritasnya pada Xiao Ziya, artinya hanya Nona Xiao Ziya yang dapat menduduki kursi pemimpin ataupun memilih seseorang yang akan duduk di kuris pemimpin." ucap Yie Jungmin yang membuat pemimpin Klan Yie yang lain merasa tenang.
"Apakah Anda sudah memiliki seorang calon pemimpin untuk Klan Yie?." tanya Yie Bixen dengan ekspresi penasaran.
"Dengan segala otoritas yang saya miliki, secara resmi saya menunjuk Nona Yie Munha sebagai pemimpin Klan Yie yang baru. Jika diantara kalian ada yang merasa keberatan tolong sampaikan secara langsung beserta alasannya." ucap Xiao Ziya dengan tegas, gadis itu menggunakan energi qi miliknya agar semua penduduk Klan Yie yang berada di luar kastil dapat mendengar keputusannya itu. Para penduduk hanya diam dan menunggu apakah gadis bernama Xiao Ziya itu memiliki alasan tersendiri hingga memilih Yie Munha menjadi pemimpin Klan Yie.
"Mengapa harus gadis berandal itu? apakah tak ada kandidat lain yang lebih layak." ucap Yie Mungi yang merasa keberatan dengan keputusan Xiao Ziya.
"Lalu apakah saya harus memilih gadis arogan seperti Anda Nona Yie Mungi?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan tajam, aura membunuh dari gadis itu terpancar dengan kuat hingga membuat Yie Mungi mimisan.
"Kami mengetahui karakter dari Yie Munha, sangat jelas gadis itu tidak layak untuk duduk di kursi pemimpin karna ia sangat sombong dan juga jahat." ucap Yie Guonze dengan tatapan sinis.
"Yang kalian ketahui hanyalah keburukan dari Nona Yie Munha, tak ada yang mengetahui fakta bahwa semua keburukan yang ia lakukan adalah rencana yang disusun oleh kakek dan neneknya. Saat Nona Yie Munha memilih untuk tinggal di Kerajaan Bulan dan belajar menjadi seorang gadis dengan kepribadian yang lebih baik, kakek dan neneknya terus berusaha menyusup kedalam Istana Kerajaan Bulan untuk membunuhnya. Saya bisa membedakan seseorang yang masih memiliki sedikit cahaya terang dalam hatinya yang gelap dengan seseorang yang memang terlahir untuk menjadi seorang penjahat." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi puas, kini seluruh penduduk Klan Yie mengetahui alasan mengapa selama ini Yie Munha selalu menunjukkan sifat buruknya.
"Walaupun begitu apa keuntungan yang akan didapat oleh Klan Yie jika menjadikan Yie Munha sebagai pemimpin klan?." tanya Yie Angli, sepertinya pria itu belum lelah mencari sebuah celah untuk menjatuhkan nilai Yie Munha dihadapan semua orang.
"Memangnya hal apa yang bisa Anda berikan pada Klan Yie jika menjadikan seorang pemimpin?." ucap Xiao Ziya yang bertanya balik pada Yie Angli.
"Saya akan menjadi pemimpin yang baik untuk seluruh penduduk Klan Yie, saya akan bekerja dengan keras agar mereka semua mendapatkan kesejahteraan yang rata serta merasa damai saat berada di Klan Yie." jawab Yie Angli dengan ekspresi bangga.
"Bagaimana jika saya meminta pada Kerajaan Bulan, Kerajaan Bintang Timur, serta sebuah kerajaan yang baru saya buat untuk menyerang Klan Yie? jika Yie Munha tak bisa mendapatkan posisi pemimpin klan secara baik baik maka saya akan memulai peperangan untuk menyerahkan posisi itu pada Yie Munha." ucap Xiao Ziya. Semua ketua klan merinding saat mendengar kalimat itu, kehancuran semengerikan apa yang akan terjadi bila peperangan antara Klan Yie dan beberapa kerajaan benar benar berlangsung.
__ADS_1
"Cih, mengapa Anda bersikeras memberikan Klan Yie pada gadis rendahan itu." ucap Yie Mungi yang semakin tak suka dengan sepupunya itu.
"Mengapa kalian tak memiliki seseorang yang berpengaruh untuk membantu kalian? jangan menyalahkan Yie Munha atas ketidakmampuan kalian sendiri. Sedari pertama kali saya datang ke tempat ini, saya sudah mencari tau rencana yang sedang kalian jalankan. Jangan pernah merasa menjadi orang yang paling tersakiti diantara yang lain, karna kalian juga pelakunya." ucap Xiao Ziya dengan ledakan energi membunuh yang terjadi pada tubuhnya, Xiao Ziya sudah tidak sabar untuk mengakhiri drama yang sangat membosankan ini.