
Xiao Ziya mengerjap kerjapkan matanya pelan dan mulai membiasakan lensa matanya pada cahaya matahari yang menerobos masuk. Gadis itu terduduk dan meregangkan badannya yang sedikit kaku.
"Hoaam, sepertinya aku bangun kesingan." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri Xiao Ziya memilih menggunakan gaun berwarna biru muda dengan hiasan rambut kecil berbentuk kupu kupu yang menghiasi rambutnya. Setelah itu Xiao Ziya pergi menuju penjara Kekaisaran Qiyu.
"Hormat kami pada nona besar." ucap para prajurit yang bertugas menjaga penjara.
"Salam kalian kuterima." ucap Xiao Ziya yang langsung mulai mengechek sel penjara satu persatu. Saat ia melihat kesebuah sel pandangannya tertuju pada seorang gadis yang sedang meringkuk ketakutan.
"Mengapa kau hanya sendirian? dimana saudara perempuanmu." tanya Xiao Ziya pada Putri Xi Anhi yang tinggal sendirian di dalam sel penjara.
"Dia sudah melarikan diri." ucap Putri Xi Anhi dengan suara gemetaran.
Gadis itu terlihat sangat ketakutan, wajahnya terlihat pucat pasi. Entah mengapa melihat Xiao Ziya membuat gadis itu sedikit tenang padahal kemarin dia menyaksikan gadis itu sudah membantai seluruh keluarganya tanpa ampun.
"Kau tak ikut kabur dengan adikmu itu?." tanya Xiao Ziya yang merasa penasaran mengapa putri itu hanya berdiam diri di dalam penjara dan tidak ikut adiknya melarikan diri.
"Di dalam sel penjara maupun di dalam sama saja, aku tetap akan mati." ucap Putri Xi Anhi dengan nada pasrah.
Xiao Ziya menatap Putri Xi Anhi dengan sungguh sungguh, gadis itu terlihat sudah pasrah dengan takdirnya.
"Kau ingin tetap hidup?." tanya Xiao Ziya pada Putri Xi Anhi tiba tiba. Entah apa yang difikirkan gadis itu namun sepertinya Xiao Ziya ingin memberikan kesempatan kedua pada Putri Xi Anhi.
Putri Xi Anhi mendongakkan kepalanya dan melihat kearah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, mengapa tiba tiba gadis itu bertanya sesuatu yang jawabannya sudah pasti. Siapa orang di dunia ini yang tak ingin menjalani hidupnya dengan baik.
"Iya aku ingin tetap hidup, jika bisa aku ingin meminta maaf pada ayahku." ucap Putri Xi Anhi yang merasa sangat menyesal atas apa yang telah ia lakukan pada ayahnya.
Entah mengapa dia begitu bodoh sehingga ia lebih memilih ikut dengan Selir Xi Jinhu untuk menghianati ayahnya. Putri Xi Anhi adalah anak dari Raja Yunzo dengan Selir Ziran namun karna pengaruh dari Selir Xi Jinhu, Putri Xi Anhi sedari kecil sudah membenci ayah dan ibunya sendiri dan menganggap Selir Xi Jinhu sebagai ibu kandungnya.
"Baiklah." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi begitu saja, tentu saja Putri Xi Anhi masih tak mengerti apa yang akan menimpanya nanti.
Xiao Ziya berjalan menuju dapur istana untuk mengambil makanan, ia tadi sempat melewatkan sarapan sehingga saat ini dia kelaparan. Melihat kedatangan Xiao Ziya ke dapur istana membuat para pelayan kelabakan.
"Hormat kami pada nona besar, apakah nona datang untuk mengambil makanan." ucap para pelayan dengan serentak.
"Kuterima salam kalian semua, tolong siapkan makanan untukku." ucap Xiao Ziya yang langsung duduk di salah satu kursi yang ada di dapur.
Para pelayanpun mulai menyiapkan makanan yang akan dimakan oleh Xiao Ziya. Sedangkan Xiao Ziya memejamkan matanya sebentar karna ia tau bahwa itu akan memakan waktu lumayan lama.
__ADS_1
"Nona makananya sudah siap, nona ingin kami mengantarkannya kemana." ucap seorang pelayan samb menggoyangkan badan Xiao Ziya sebentar.
Xiao Ziya menyuruh para pelayan untuk meletakkan makanan di sana saja, Xiao Ziyapun mengambil sebuah nampan yang berisi makanan kemudian pergi ke taman belakang istana untuk menikmati makananya.
Setelah sampai di taman belakang istana Xiao Ziya memilih untuk duduk di bawah pohon mangga yang rindang, terlihat mangga mangga muda yang sanggat menggiurkan.
"Setelah selesai makan sepertinya aku harus memetiknya." ucap Xiao Ziya yang mulai menyantap makananya.
Ditempat lain Xiao Yan masih sibuk dengan berkas berkas yang sepertinya tak berkurang sama sekali itu, walaupun ayah dan juga adik laki lakinya membantu namun setiap pagi selalu ada berkas berkas baru yang harus ia kerjakan.
Karna merasakan penat, akhirnya Xiao Yan memilih untuk membuka jendela ruang kerjanya, saat dia mulai melihat kesekeliling matanya terpana pada sesuatu. Adik perempuannya yang tengah menyanyap makanan di bawah pohon mangga sebuah pemandangan yang membuat Xiao Yan merasa senang.
"Gege tak akan mengecewakanmu lagi." ucap Xiao Yan sambil tersenyum hangat kemudian kembali ke mejanya.
Setelah selesai menyantap makanan, Xiao Ziya pergi kedapur untuk menggembalikan nampan yang ia bawa tadi. Setelah itu Xiao Ziya memilih untuk pergi ke tempat latihan para prajurit.
Terlihat ratusan prajurit muda tengah berlatih dengan keras dibawah bimbingan Pangeran Kegelapan. Xiao Ziya memilih untuk mendekat.
"Selamat pagi Zue gege." ucap Xiao Ziya yang langsung memeluk Pangeran Kegelapan dari belakang. Pangeran Kegelapan merasa terkejut saat ada seseorang yang memeluknya secara tiba tiba.
Para prajurit muda yang sedang berlatih mendadak menghentikan latihannya dan melihat kearah Xiao Ziya karna mereka merasa penasaran.
Setelah itu Pangeran Kegelapan mengajak acak rambut Xiao Ziya karna merasa sangat gemas. Melihat interaksi antara kakak laki laki dan juga adik prempuan itu sangat menggemaskan.
"Maaf jenderal muda, siapakah gadis kecil yang ada di samping anda." ucap seorang prajurit muda yang sedang berlatih.
"Perkenalkan dia adalah nona besar Xiao Ziya adik dari kaisar." ucap Pangeran Kegelapan yang memperkenalkan Xiao Ziya pada para prajurit muda yang sedang ia latih.
Mendengar bahwa gadis muda yang ada di hadapan mereka adalah adik dari sang kaisar membuat para prajurid itu langsung membungkuk dan memberikan hormat. Dari yang mereka tau anggota bangsawan adalah orang orang yang sangat gila hormat.
"Maaf atas kelancangan kami pada Putri Ziya." ucap salah satu dari mereka.
"Panggil saja nona Ziya, tidak apa apa kalian belum mengenalku." ucap Xiao Ziya dengan santai. Ia tau bahwa ratusan pemuda yang ada dihadapannya ini sebagian berasal dari luar Wilayah Kekaisaran Qiyu sehingga banyak yang tidak mengenalnya.
"Kapan kamu akan kembali ke akademi." tanya Pangeran Kegelapan.
"Malam nanti aku harus kembali ke akademi, namun sebelum aku pergi aku harus berbicara dengan kaisar muda." ucap Xiao Ziya yang ingin memberi taukan bahwa istana kekaisaran akan kedatangan tamu.
"Kemarin aku bertemu dengan seorang gadis muda dan juga seorang pria, aku sengaja membuntuti mereka dan mendengar semua percakapannya. Mereka berdua ingin melenyapkanmu jadi sebelum itu terjadi aku menghabisi nyawa mereka terlebih dahulu." ucap Pangeran Kegelapan.
__ADS_1
Xiao Ziya tersenyum, ternyata benar apa yang dikatakan oleh Putri Xi Anhi, mau di dalam ataupun diluar istana kekaisaran tak ada yang bisa menjaminnya tetap aman. Bagaimanapun juga Xiao Ziya memiliki banyak mata mata dan telinga yang tersebar di seluruh kekaisaran.
"Trimakasih gege sudah membereskan mereka untukku." ucap Xiao Ziya sembari menampakkan senyumnya yang menawan.
"Tidak masalah, gege akan melindungimu." ucap Pangeran Kegelapan yang sudah terlalu sayang pada Xiao Ziya. Mereka sudah sangat dekat seperti kakak laki laki dan adik perempuan yang lahir dari rahim yang sama.
"Aku pamit undur diri dulu gege, ada beberapa hal yang perlu ku urus." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi karna ia harus segera memberitahu kaisar muda mengenai tamu yang akan datang satu atau dua hari lagi.
Tok tok tok
Suara ruang kerja Xiao Yan yang diketuk, kaisar muda itu mempersilahkan orang yang mengetuk pintunya untuk masuk.
"Salam pada kaisar muda." ucap Xiao Ziya sambil membungkukkan badannya.
Gadis itu menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya, ia membungkuk hormat pada kakak laki lakinya karna saat ini kakak laki lakinya adalah seorang kaisar, jadi Xiao Ziya harus bisa menempatkan diri dengan baik kapan dia harus menjadi adik dan kapan dia harus menjadi seorang nona besar.
"Ada keperluan apa hingga adikku yang cantik datang?." ucap Xiao Yan.
Xiao Ziya melangkah maju dan duduk di kursi yang disediakan disana. Gadis itu menatap pria muda yang ada dihadapannya dengan tajam.
"Beberapa hari lagi kaisar muda akan kedatangan tamu dari Kerajaan Xingmen, saya harap kaisar muda bisa menyambut mereka dengan baik. Selain itu saya tak akan ada di sini saat mereka tiba, jika ada yang mencari saya mohon pads kaisar muda untuk memberitahukan bahwa saya sedang di akademi dan mereka bisa datang langsung keakademi." ucap Xiao Ziya dengan bahasa yang sangat formal.
Sebenarnya Xiao Yan sedikit tak nyaman dengan bahasa yang terlalu formal itu namun ia sangat menghargai bahwa adiknya mau belajar tata krama sebagai anggota kekaisaran. Setelah menyelesaikan ucapannya itu Xiao Ziya memberikan sebuah surat pada Xiao Yan dan ia memberitaukan agar Xiao Yan memberikan surat itu pada Raja Xi Yunzo saat ia datang kesini nanti.
"Trimakasih informasinya nona Ziya, apakah masih ada yang ingin nona sampaikan?." tanya Xiao Yan yang sedikit canggung. Menjadi seorang kaisar ternyata sangatlah tidak enak.
"Tidak ada, saya mohon undur diri terlebih dahulu kaisar." ucap Xiao Ziya yang sudah berdiri dan akan melangkah pergi.
Bisa dilihat raut wajah kecewa yang tercetak jelas di wajah sang kaisar. Namun lagi lagi kaisar muda itu dibuat terkejut karna tiba tiba Xiao Ziya berlari dan memeluknya dari samping, gadis itu menciup pipi kiri Xiao Yan.
"Aku sangat menyayangi gege, sampai jumpa gege." ucap Xiao Ziya yang langsung kabur setelah melakukan hal yang mengejutkan itu.
Xiao Yan hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, ternyata adik kecilnya itu tetaplah seorang adik yang sangat menyayangi kakak kakaknya.
"Trimakasih sudah menyayangiku seperti kakak kandungmu sendiri." ucap Xiao Yan yang sangat bersyukur memiliki adik yang sangat cantik dan lucu.
**Hai semua akhirnya aku up lagi maaf ya kemaren aku lagi kacau banget jadi ga bisa update hehe.
Jangan lupa dukung aku dengan cara vote sebanyak banyaknya, like, komen, rate, share ya**.
__ADS_1