RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kepercayaan Dari Sang Ayah, Xiao Ziya Akan Baik Baik Saja!!


__ADS_3

Di sisi lain saat ini Dewa Hiloz dan rekannya yang lain telah sampai di gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan dengan membawa anggota keluarga Xiao Ziya, beberapa prajurit penjaga gerbang langsung membukakan jalan untuk mereka. Xiao Cunyu, Xiao Xun, dan Xiao Yan melihat ke arah bangunan istana megah yang ada di hadapan mereka itu, istana tersebut jauh lebih besar dari istana Kekaisaran Qiyu. Jadi selama berada di Lapisan Dunia Manusia Abadi, Xiao Ziya tinggal di istana ini? apakah gadis itu mengenal baik Raja dan Ratu yang memimpin wilayah tersebut.


Saat berada di depan pintu masuk Istana Kerajaan Bulan, terdengar suara beberapa langkah kaki seperti sedang berlari. Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi membuka pintu tersebut kemudian menyambut kedatangan Xiao Cunyu beserta anak anaknya, Ratu Min Xunzi tersenyum senang karna ayah dari Xiao Ziya telah sampai di tempat ini dengan selamat berkat bantuan para Dewa dan Dewi.


"Terimakasih atas bantuan yang telah kalian berikan, kami sangat menantikan kedatangan ayah dan saudara laki laki dari Nona Ziya." ucap Ratu Min Xunzi dengan sedikit membungkukkan badan sebagai tanda terimakasih yang tulus darinya untuk ketiga Dewa dan seorang Dewi.


"Sudah menjadi kewajiban kami untuk melayani Nona Besar Xiao Ziya, kami masuk terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya." ucap Dewa Hiloz, sang dewa masuk ke dalam Istana Kerajaan Bulan bersama dengan rekannya yang lain.


"Mari ikut dengan kami kakak ipar, bagaimana perjalanan Anda menuju tempat ini?." tanya Ratu Min Xunzi dengan sangat ramah, Xiao Cunyu langsung teringat pada ibu Xiao Ziya saat ia melihat wajah Ratu Min Xunzi.


"Perjalanan yang sangat cepat hingga saya tak bisa merasakan apapun, bagaimana kondisi putri saya saat ini? saya ingin melihatnya secara langsung." ucap Xiao Cunyu dengan raut wajah khawatir.


"Mari ikut dengan kami, kami akan mengantar kalian menuju ruangan yang ditempati oleh Nona Xiao Ziya." jawab Raja Min Lunxi dengan senyuman tipis, ia yang menggantikan sang istri untuk berbicara karna saat ini istrinya sedang menahan tangis.


Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi berjalan di barisan depan. Xiao Cunyu, Xiao Xun, Xiao Yan yang sedang menggendong Zoe berjalan di belakang. Saat dalam perjalanan menuju ruangan yang ditempati oleh Xiao Ziya, Xiao Xun dan Xiao Yan sibuk melihat lihat di sekitar istana itu. Keduanya merasa heran karna raja dan ratu dari istana itu tak keluar untuk menyambut kedatangan mereka, Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi sangat jelas berasal dari Lapisan Dunia Atas jadi mereka bukan pemilik istana tersebut.


"Maaf sebelumnya, mengapa kami tak melihat Raja dan Ratu yang menempati istana ini?." tanya Xiao Xun dengan rasa penasaran yang sangat tinggi. Ia ingin tau bagaimana cara adik perempuannya itu bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dalam kurun waktu yang singkat.


"Kerajaan Bulan saat ini adalah milik Xiao Ziya karna itu dia lah yang memiliki istana ini." ucap Raja Min Lunxi yang membuat kedua pemuda yang ada di belakangnya langsung terdiam. Jadi istana sebesar dan sebagus ini adalah milik Xiao Ziya? dapat dipastikan bahwa pemilik lama istana ini membuat masalah dengan gadis itu hingga ia mati di tangan Xiao Ziya dengan kondisi yang tragis.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di depan sebuah ruangan yang memancarkan aura dingin sangat kuat, terlihat Dewi Yunjin sedang menunggu di depan ruang kesehatan tanpa berani masuk ke dalam karna ia adalah pengguna elemen air, jika Dewi Yunjin memaksakan masuk ke dalam ruang kesehatan dengan energi dingin sekuat itu maka tubuhnya akan membeku. Ratu Min Xunzi melihat ke arah sang dewi kemudian ia menyarankan pada Dewi Yunjin untuk beristirahat terlebih dahulu di salah satu kamar tamu yang masih kosong.


"Anda akan membeli entah cepat ataupun lambat jika Anda masih berdiri di depan ruangan ini, sebaiknya Dewi Yunjin beristirahat di salah satu kamar tamu yang masih kosong." ucap Ratu Min Xunzi dengan suara bergetar karna ia masih menahan tangis hingga sekarang.


"Terimakasih karna telah memberi saya tempat untuk beristirahat, saya permisi terlebih dahulu semuanya." ucap Dewi Yunjin, sang dewi pergi dari depan ruang kesehatan menuju salah satu kamar tamu yang letaknya tak terlalu jauh.


"Perisai pelindung diaktifkan." ucap Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi secara bersamaan. Mereka berdua membuat perisai yang dapat melindungi ayah serta saudara laki laki dati Xiao Ziya. Setelah dirasa aman, Raja Min Lunxi mempersilahkan Xiao Cunyu dan ketiga anak laki lakinya untuk masuk ke dalam ruangan itu.


Dengan ragu ragu Xiao Cunyu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut, tubuhnya langsung bergetar dengan hebat kemudian air matanya mengalir dengan deras. Xiao Xun dan Xiao Yan yang saat itu berada di belakang ayah mereka langsung merasa heran, apa yang dilihat oleh sang ayah hingga menunjukkan reaksi sedemikian rupa?.

__ADS_1


"Bisakah salah satu dari kalian membawa Zoe pergi dari ruangan ini?." tanya Xiao Cunyu secara tiba tiba hingga membuat kedua putra kandungnya merasa bingung. Bukankah Zoe memang sengaja di ajak untuk melihat keadaan dari Xiao Ziya?.


"Zoe tak ingin pergi, Zoe ingin bertemu Ziya jiejie." rengek Zoe dengan cukup kencang, anak kecil itu sangat merindukan kakak perempuannya.


"Tolong kali ini Zoe dengarkan ayah, biarkan ayah dan kedua kakak laki laki mu yang bertemu dengan Xiao Ziya terlebih dahulu." ucap Xiao Cunyu yang langsung membalikkan badan dan menatap ke arah Zoe dengan senyuman lebar. Meskipun begitu air mata tak ingin berhenti mengalir dari mata Xiao Cunyu, hatinya benar-benar terluka saat melihat bagaimana kondisi putrinya saat ini.


"Baiklah Zoe akan menuruti perkataan ayah, sampaikan pada Ziya jiejie bahwa Zoe sangat merindukannya. Saat Ziya jiejie sudah sembuh nanti kita harus pergi jalan jalan berdua." jawab Zoe dengan senyuman polos karna ia tak tau separah apa kondisi jiejie nya saat ini.


Raja Min Lunxi mengikutkan tangannya kemudian Xiao Xun memberikan Zoe pada Raja Min Lunxi, dengan segera anak laki laki itu dibawa keluar dari ruang kesehatan. Setelah Zoe pergi Xiao Cunyu berjalan mendekat ke arah bongkahan es yang menjadi alas untuk putrinya tertidur, Xiao Xun dan Xiao Ziya sangat terkejut melihat kondisi adik perempuan mereka yang sangat memperihatinkan itu .


Tubuh Xiao Yan terjatuh ke lantai yang sudah dilapisi oleh es tebal, ia tak bisa menahan diri setelah melihat kondisi Xiao Ziya secara langsung. Siapa orang yang telah membuat adiknya sangat menderita seperti ini? apa yang harus ia lakukan untuk memulihkan kondisi sang adik? mengapa sebagai seorang kakak ia tak mempu menjaga adik perempuannya dengan baik?. Banyak keselamatan yang telah Xiao Yan lakukan, beberapa kali ia telah membuat adik perempuannya itu merasa sakit hati namun dengan tabah sang adik selalu mengingatkan serta memaafkannya.


Xiao Yan mengepalkan tangannya dengan kuat kemudian memukul lantak dengan cukup kencang hingga terdapat beberapa retakan di bagian bongkahan es tebal yang menyelimuti lantai tersebut. Sedangkan Xiao Xun yanga terdiam di tempatnya berdiri saat ini dengan cukup lama, ia melihat dengan detail kondisi Xiao Ziya, wajah pucat yang mulai menunjukkan pembekuan di beberapa tempat.


"Siapa yang telah melakukan ini? katakan siapa yang membuat adikku menjadi seperti ini!." bentak Xiao Xun dengan gelombang suara yang cukup kuat, pemuda itu terlihat sangat marah dan tak bisa menerima fakta bahwa adik perempuannya disakiti oleh orang lain sampai seperti ini.


Ketiga dewa itu berhasil melelehkan sebagai es yang menyelimuti ruang kesehatan namun mereka tak mampu menekan aura dingin yang dikeluarkan oleh tubuh Xiao Ziya, Ziloz dan Meizu berusaha untuk membantu ayah mereka menggunakan kekuatan yang mereka miliki dan hasilnya tetap sama. Karna terlalu banyam menggunakan energi yang mereka miliki akhirnya ketiga dewa itu kelelahan dan meminta izin pada Ratu Min Xunzi untuk beristirahat sembari memikirkan sebuah cara untuk menekan aura dingin yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya. Ratu Min Xunzi mengizinkan rombongan dari Alam Dewa Dewi itu untuk beristirahat, akan sangat merepotkan jika mereka jatuh pingsan ketika berusaha untuk memulihkan kondisi Xiao Ziya.


"Ayah, wajah adik sangat pucat." ucap Xiao Xun yang berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya. Ia duduk beralaskan lantai dingin sembari menatap ke arah wajah Xiao Ziya.


"Putriku sedang beristirahat, kalian jangan menganggunya." jawab Xiao Cunyu dengan senyuman tipis, mungkin saja tubuh putrinya itu sudah sangat lelah dengan perjalanan panjang yang telah dilalui. Xiao Cunyu sangat yakin bahwa putrinya akan baik baik saja dan aura dingin yang menyelimuti tubuh putrinya saat ini akan segera menghilang.


"Apakah belum ada cara untuk memulihkan kondisi adik Ziya saat ini?." tanya Xiao Yan, ia melihat ke arah Ratu Min Xunzi dengan penuh harapan.


"Kami masih mencari beberapa sumber dan informasi mengenai apa yang terjadi pada tubuh Xiao Ziya, setelah menemukan titik dari penyebab kondisi Xiao Ziya saat ini maka kami akan segera mengambil tindakan lebih lanjut." jawab Ratu Min Xunzi dengan menghela nafas pasrah. Ia saat ini sedang menunggu kembalinya Zu Junyang dan Zu Genzi, Ratu Min Xunzi sangat berharap kedua pemuda itu menemukan cara untuk menyembuhkan kondisi Xiao Ziya ataupun menekan beberapa energi yang kini saling berbentrokan di dalam tubuh gadis itu.


"Lebih baik kalian tak terlalu lama berada di ruangan ini, aura dingin yang Xiao Ziya lancarkan akan semakin membesar. Jagalah diri kalian sendiri jika masih ingin bertemu dengan Xiao Ziya lagi." ucap Ratu Min Xunzi yang sedang memberikan peringatan pada ayah serta saudara tiri Xiao Ziya.


"Terimakasih atas perhatian Anda Ratu Min Xunzi, kami akan keluar saat merasa tak sanggup lagi." jawab Xiao Xun.

__ADS_1


"Baiklah saya akan pergi sekarang, ada beberapa hal yang perlu saya lakukan. Jika kalian ingin beristirahat kalian bisa menempati beberapa kamar tamu yang masih kosong. Sampai jumpa." ucap Ratu Min Xunzi, wanita itu bergegas keluar dari ruang kesehatan terlalu lama berada di sana hanya akan memupuk rasa bersalah di dalam harinya.


"Kalian berdua juga pergilah, biarkan ayah berada di ruangan ini bersama dengan putri kesayangannya ayah." ucap Xiao Cunyu dengan tebata bata, pria itu sedang mengusap kening Xiao Ziya secara perlahan.


"Tapi ayah bagaimana jika sesuatu terjadi pada mu saat kami tak berada di sini?." tanya Xiao Xun yang merasa enggan untuk pergi meninggalkan ayahnya sendirian di ruang kesehatan bersama dengan sang adik yang sedang kritis.


"Tolong tinggalkan ayah berdua dengan adik kalian, ayah mohon." ucap Xiao Cunyu yang tak ingin mendengar kalimat bantahan dari kedua putranya itu.


"Baiklah kami berdua akan pergi, ayah jangan terlalu memaksakan diri untuk selalu berada di samping adik Ziya." jawab Xiao Yan yang menyetujui permintaan sang ayah.


"Bagaimana bisa seorang ayah meninggalkan putrinya yang sedang dalam kondisi seperti ini, segeralah pergi dan tutup saja pintu ruangan ini." perintah Xiao Cunyu pada kedua putranya itu.


Xiao Yan dan Xiao Xun bergegas pergi dari ruang kesehatan dan menutup pintu ruangan itu seperti keinginan ayah mereka. Keduanya hanya bisa berharap semoga sang ayah bisa menjaga dirinya dengan baik di dalam sana, Xiao Yan dan Xiao Xun pergi untuk mencari kamar tamu yang bisa mereka tempati.


"Bagunlah putriku, ayah sudah datang ke sini untuk mengunjungi mu. Bagaimana bisa putriku yang sangat kuat ini terbaring lemah di atas tempat tidur?. Bukankah kau pernah berjanji pada ayah untuk tak terluka di setiap perjalanan yang kau lakukan?. Ayah percaya bahwa putri ayah tak akan pernah mengingkari janjinya sendiri." ucap Xiao Cunyu dengan suara isak tangis tanpa ada air mata yang jauh namun hatinya terasa sangat sakit. Putri yang ia besarkan dengan sepenuh hati kini sedang dalam kondisi yang memperihatinkan.


"Putri ayah sedang tidur sekarang? ayah percaya kau akan segera bangun. Ziya bisa mendengar ayah? apakah Ziya bisa mendengar apa yang ayah katakan saat ini?." tanya Xiao Cunyu dengan menatap wajah Xiao Ziya lekat.


Jiwa Xiao Ziya yang tertidur di dalam alam bawah sadarnya mulai bangun, jiwa gadis itu tengah berada di dalam alam spiritual bersama dengan Kenzo. Samar samar Xiao Ziya bisa mendengar suara seorang pria yang tak asing baginya, pria yang telah merawat dan membesarkannya dengan tulus tanpa meminta imbalan apapun padanya.


"Apa yang terjadi pada jiwa saya? mengapa saya tak bjsa kembali?." tanya Xiao Ziya pad dirinya sendiri. Ia ingin kembali ke dalam tubuhnya namun ada beberapa energi yang menolak jiwa gasis itu.


"Saat ini Nona Ziya sedang dalam kondisi sekarat. Beberapa aura dan energi yang Anda miliki saling berbenturan satu sama lain tanpa ada yang ingin mengalah. Untunglah teratai putih dan mawar es milik Anda memiliki energi yang sangat murni hingga keduanya berhasil mendominasi, kemungkinan besar saat ini tubuh Anda sedang memancarkan aura dingin yang sangat besar." jelas Kenzo dengan raut wajah tenang. Entah mengapa pria jelmaan dari buku bersampul tengkorak itu tak merasa khawatir jika tiba tiba Xiao Ziya mati dan ia akan lenyap untuk selamanya.


"Bagaimana cara saya untuk kembali? saya tak ingin membuat banyak orang merasa khawatir." tanya Xiao Ziya pada Kenzo.


"Dengan tingkat kekuatan yang Anda miliki saat ini, tubuh Anda bisa bertahan dalam seratus tahun kedepan meski jiwa Anda masih terkurung di alam spiritual. Nona Xiao Ziya tak perlu mencemaskan hal itu, sebenar lagi seseorang yang bisa membantu Anda akan datang." ucap Kenzo yang tiba tiba saja menghilangkan dari hadapan jiwa Xiao Ziya karna ia harus kembali ke dantian tubuh gadis itu sebelum dimasuki oleh energi ataupun aura yang lain.


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Buat kalian yang belum Follow Instagram author jangan lupa follow ya. Vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2