RATU IBLIS

RATU IBLIS
Diculik


__ADS_3

Hari sudah mulai sore Xiao Ziya menyudahi latihannya dan kembali ke paviliunnya, gadis itu tengah membersihkan diri kemudian ia pergi ke kantin akademi untuk mengisi perutnya yang sedang kepalaran itu.


"Hah semoga pasukanku segera terbentuk." ucap Xiao Ziya yang sudah tak sabar untuk pergi ke dunia atas dan menyelesaikan apa yang menjadi urusannya di sana. Setelah dari dunia atas mungkin Xiao Ziya bisa bertemu dengan sang ibu atau perjalananya masih terlalu panjang karna tak ada yang tau berapa banyak lapisan dunia yang ada di alam semesta.


Xiao Ziya memesan pangsit daging, roti isi sayuran, dan juga berbagai macam buah buahan. Gadis itu memakan semuanya dengan sangat cepat entah kelaparan ataupun rasanya yang enak. Saat Xiao Ziya sedang asyik makan, Felix, Xiao Bin, dan Xiao Feng menghampirinya.


"Wah wah adik Ziya makan sendirian saja mengapa tak mengajak kami." ucap Xiao Feng yang langsung memesan makanan begitupin dengan Xiao Bin dan Felix.


"Ku kira kalian sedang sibuk, umm dimana Yuna jiejie dan juga kakak ipar Muyen?." tanya Xiao Ziya yang tak melihat sepasang kekasih itu. Biasanya mereka tak akan pergi jauh dari akademi apakah pasangan kekasih itu sedang berkencan?.


"Entahlah kami juga tak melihat mereka di kelas tadi." ucap Xiao Feng dan Felix yang memang tak melihat mereka berdua sedari pagi.


Xiao Ziya merasa sedikit tak enak karna biasanya mereka berdua tak akan melewatkan kelas walau hanya sebentar saja, selain itu mereka pergi tanpa berpamitan dengan yang lain.


"Kalau begitu aku akan mencari mereka dulu, kalian lanjut makan saja." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi untuk mencari pasangan kekasih itu. Xiao Ziya sudah mengelilingi akademi namun mereka tak ada.


Karna Xiao Yuna dan Muyen tak ada di Akademi Kekaisaran Qiyu akhirnya Xiao Ziya pergi ke Klan Xiao siapa tau mereka berdua sedang mengunjungi paman Xiao Yuza. Saat sampai di Klan Xiao, Xiao Ziya bergegas pergi ke paviliun milik Xiao Yuza. Pria itu sedang ada di halaman depan rumahnya dan sedang menikmati secangkir teh hijau.


"Permisi paman apakah Yuna jiejie, dan Muyen gege ada di sini?." tanya Xiao Ziya yang langsung masuk ke halaman paviliun tanpa meminta izin pada Xiao Yuza karna ia mendapatkan firasat buruk tentang pasangan kekasih itu.


"Ah ternyata keponakanku tercinta, Yuna dan kekasihnya itu tak ada di sini bukankah mereka ada si akademi?." ucap Xiao Yuza yang mengira putrinya itu ada di akademi namun mereka berdua tak ada di sana.


Akhirnya Xiao Ziya hanya menggeleng gelengkan kepalanya sebagai isyarat bahwa Xiao Yuna dan Muyen tak ada di akademi.


"Lalu kemana mereka pergi mengapa bisa mereka pergi tanpa memberi tau siapapun." ucap Xiao Yuza yang sangat khawatir pada putri tunggalnya itu. Xiao Ziya berpamitan pada Xiao Yuza ia ingin melanjutkan pencariannya.


Xiao Ziya pergi ke istana Kekaisaran Qiyu dan di sana juga tak ada pasangan kekasih itu, karna sangat khawatir Xiao Ziya mencari keseliruh kekaisaran Qiyu dan beberapa kerajaan yang dekat dengan Kekaisaran Qiyu namun hasilnya masih nihil.


"Aish kemana pasangan kekasih itu." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat kesal karna tak bisa menemukan Xiao Yuna dan juga Muyen. Akhirnya gadis itu pergi ke Kekaisaran Lungzo siapa tau mereka berdua sedang ada di sana.


Saat sampai di perbatasan luar Kekaisaran Lungzo prajurit yang melihat kedatangannya langsung menyambut dengan ramah.

__ADS_1


"Selamat datang Master Ziya." ucap salah satu prajurit yang mempersilahlan Xiao Ziya untuk masuk kedalam wilayah Kekaisaran Lungzo.


Saat sampai di sana hari sudah larut malam namun Xiao Ziya tak akan bisa tidur dengan tenang jika belum menemukan Xiao Ziya dan juga Muyen. Gadis itu melesat pergi menuju istana Kekaisaran Lungzo, prajurit yang menjaga gerbang masuk istana Kekaisaran Lungzo mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam istana.


"Master Ziya mengapa kau ada di sini? ini sudah sangat larut." ucap Sungjin adik laki laki dari Muyen yang kebetulan sedang berjalan jalan di taman depan istana untuk mencari angin malam.


"Saya ingin bertanya apalah Yuna jiejie dan Muyen gege ada di sini?." tanya Xiao Ziya yang masih sangat panik karna tak bisa menemukan mereka dimana mana.


"Ah pasangan kekasih itu tak ada di sini, bukankah mereka ada di akademi?." ucap Sungjin yang mengira bahwa Master Ziya belum ke akademi sehingga tak melihat pasangan kekasih itu ada di sana.


"Saya sudah mencari mereka di akademi dan seluruh Kekaisaran Qiyu, saya juga mencari mereka ke kerajaan terdekat namun saya tak bisa menemukannya." ucap Xiao Ziya yang menceritakan tentang pencariannya untuk menemukan Xiao Yuna dan juga Muyen.


Sunjin yang mendengar perkataan dari Xiao Ziya merasa terkejut juga sehingga Sunjin langsung menarik tangan Xiao Ziya untuk pergi ke ruang kerja Murong Xu.


Tok tok tok


Suara ruang kerja Murong Xu yang diketuk oleh Sunjin. Murong Xu mempersilahkan orang yang mengetuk pintunya untuk masuk kedalam ruang kerja.


Sunjin memceritakan alasan Xiao Ziya alasan memgapa Master Ziya ada di Istana Kekaisaran Lungzo. Murong Xu sangat terkejut saat tau bahwa Xiao Yuna dan Muyen tak ada dimanapun.


"Kemana mereka berdua pergi." ucap Murong Xu yang merasa sangat lemas karna salah satu putranya hilang entah tak tau kemana.


"Saya akan mencari mereka lagi, sebaiknya Kaisar tak menceritakan hal ini pada siapapun terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang berpesan pada Murong Xu agar tak menyebarkan berita tentang hilangnya Xiao Yuna dan juga Muyen secara tiba tiba.


Murong Xu menuruti permintaan dari Xiao Ziya. Sedangkan Xiao Ziya sedang sibuk menyusuri setiap sudut Kekaisaran Lungzo namun hasilnya juga nihil, kemana lagi ia harus mencari Xiao Yuna dan Muyen, mengapa mereka bisa menghilang secara tiba tiba apakah ada yang menculik mereka berdua namun untuk alasan apa mereka berdua di culik.


Saat Xiao Ziya sedang kebingungan mencari keberadaan pasangan kekasih itu Xiao Ziya melihat beberapa orang yang mengenakan pakaian serba hitam sedang melintas di atap atap rumah penduduk. Karna merasa curiga dengan pergerakan mereka akhirnya Xiao Ziya mengikuti secara diam diam. Orang orang yang menggunakan baju serba hitam itu berhenti di hutan yang ada di perbatasan Kekaisaran Lungzo mereka masuk lebih dalam.


Betapa terkejutnya Xiao Ziya saat melihat Xiao Yuna dan juga Muyen sedang diikat di sebuah pohon yang sama, mereka dikat dengan sangat kencang dan dengan tali yang merupakan tali khusus yang dapat menahan kekuatan spiritual seseorang.


"Lepas lepaskan kami apa yang kalian inginkan." ucap Xiao Yuna yang memberontak ia sudah tak tahan lagi dengan tali yang mengikat badannya dengan sangat kencang itu.

__ADS_1


"Tentu saja kami melakukan ini karna kami merasa sangat kesal pada gadis sialan yang lebih memilih Keluarga Mung-e daripada keluarga kami." ucap seseorang yang sangat tak asing bagi Xiao Ziya.


Pria yang sedang berbicara itu adalah Yuorungzo kepala keluarga bangsawan Yuo-Liu , Xiao Ziya meremas tangannya dengan kesal ia begitu marah saat tau orang yang menculik Xiao Yuna dan juga Muyen.


"Kalian ingin bermain main dengan ku? hah selamat kalian mendapat tiket vip ke neraka." ucap Xiao Ziya tanpa basa basi lagi langsung membakar orang orang terlibat dalam penculikan Xiao Yuna dan juga Muyen. Mereka yang dibakar dengan api hitam milik Xiao Ziya tentu saja langsung berteriak kesakitan.


"Apa apaan ini siapa yang menyerang secara diam diam seperti ini." triak Yuorungzo yang merasa sangat kesakitan ia sudah menggunakan sihir es namun api hitam yang membakar tubuhnya tak kunjung padam.


"Saya yang melakukannya apakah ada masalah?." ucap Xiao Ziya yang menunjukkan dirinya di hadapan banyak orang.


Xiao Ziya berjalan menuju Xiao Yuna dan Muyen yang sedang diikat itu, saat di dekati oleh Xiao Ziya tiba tiba saja tali yang mengikat pasangan kekasih itu terlepas dengan sendirinya.


"Adik Ziya trimakasih telah menyelamatkan kami." ucap Xiao Yuna yang langsung memeluk Xiao Ziya dan menangis di pelukan gadis itu.


"Tenanglah jiejie sekarang semuanya sudah aman." ucap Xiao Ziya yang membalas pelukan dari Xiao Yuna.


"Padamkan api ini arhh tubuhku terbakar." ucap Zoen yang juga dibakar oleh Xiao Ziya, Zoen adalah putra pertama dari Yuorungzo yang ikut andil dalam penculikan Xiao Yuna dan juga Muyen.


"Kalian sudah sangat tega menyiksa kami berdua." ucap Muyen yang sangat marah atas apa yang mereka lakukan padanya dan kekasihnya.


"Itu kesalahanmu karna kau telah memilih Keluarga Bangsawan Mung-e sebagai penerus keluarga kekaisaran." ucap Yuorungszo yang ternyata tak terima dengan pilihan Xiao Ziya.


Namun Xiao Ziya tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh pria tak waras yang ada di hadapannya itu, yang Xiao Ziya tau adalah ia harus segera melenyapkan semua orang yang mengganggu orang orang terdekatnya.


Xiao Ziya menggandeng tangan Xiao Yuna dan juga Muyen lalu ia membaca mantra teleportasi agar segera sampai di Akademi Kekaisaran Qiyu. Setelah melintasi ruang dan waktu akhirnya mereka sampai di depan gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Untunglah kalian baik baik saja, sehingga aku bisa tidur dengan nyenyak sekarang." ucap Xiao Ziya yang segera pergi menuju paviliunnya karna ia ingin tidur dengan nyenak.


Sedangkan Yuorungzo dan Zoen beserta orang orang yang ia sewa untuk menculik Xiao Yuna dan Muyen sedang terbakar den berteriak kesakitan. Kaki mereka sudah hilang kini api hitam itu mulai melahap badan mereka.


"Sialan mengapa gadis itu sangatlah kuat." ucap Yuorungzo yang merasa sangat kesal karna hidupnya sangatlah sial ia harus mati mengenaskan seperti sekarang ini.

__ADS_1


Hai hai hai aku update lagi nih, gimana kabar kalian semoga kalian sehat selalu ya. Jangan lupa follow atau ikuti aku yang belum, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, sahare. Like sepuluh kali game ganti ganti bajuku di profil.


__ADS_2