
Pencapaian Xiao Ziya kali ini benar benar menggemparkan Akademi Kekaisaran, para panatua yang tak terlalu mengenal Xiao Ziyapun merasa keheranan dalam jangka waktu dua hari satu malam gadis itu bisa menyelesaikan semuanya bahkan ia mendapat dua srigala yang merupakan binatang sihir dengan tingkatan yang belum diketahui.
Saat ini para petinggi di Akademi Kekaisaran Qiyu sedang mengadakan rapat, semua orang yang berhasil lulus dalam ujian paviliun seratus menera akan mendapatkan posisi mereka tergantung sampai lantai mana mereka bisa menyelesaikan.
"Sebelumnya belum ada yang bisa sampai di lantai seratus, jadi posisi apa yang tepat untuk gadis itu." ucap Panatua Luo Zi yang bingung dengan posisi yang cocok untuk Xiao Ziya.
"Jika ia mau saya bersedia menyerahkan posisi kepala akademi kepadanya." ucap Ling An yang secara sukarela mau memberikan posisinya sebagai kepala akademi pada Xiao Ziya.
"Sepertinya kita harus bertanya pada gadis itu terlebih dahulu." ucap Xiao Mian yang merupakan panatua ketiga, Xiao Mian tak menyangka akan lahir generasi jenius dari Klan Xiao ditambah lagi ia adalah seorang perempuan tentu saja Xiao Mian merasa sangat bangga pada Xiao Ziya walau mereka tak pernah bertemu.
"Bukankah ini semua terasa aneh? apakah gadis itu melakukan kecurangan?." ucap Yin Siyi yang sepertinya tidak suka dengan keberhasilan yanh diraih oleh Xiao Ziya, Yin Siyi dari dulu memang tak menyukai Xiao Ziya.
"Nona Ziya memang layak untuk sampai di puncak paviliun seratus menara." ucap Ling An yang langsung membela Xiao Ziya, Ling An sangat tau dengan kekuatan yang Xiao Ziya miliki bukanlah hal sulit untuk sampai ke puncak.
Disaat para petinggi sedang tapat tentang posisi yang cocok untuk Xiao Ziya gadis itu malah berguling guling diatas tempat tidurnya, ia ingin menikmati waktu santainya sekarang ini namun ia juga harus segera pergi ke rapat tersebut.
"Hah sepertinya aku harus kesana sebelum mereka bertengkar." ucap Xiao Ziya yang terpaksa bangkun dari tempat tidurnya. Ia berjalan menuju ruang rapat.
Tok tok tok
Suara pintu ruang tapat yang diketuk, saat mendapatkan ijin Xiao Ziyapun masuk kedalam dan melihat sedikit keributan yang terjadi.
"Jadi apa yang mereka berdua sedang lakukan?." tanya Xiao Ziya saat melihat kepala akademi dan wakil kepala akademi sedang saling memukul satu sama lain.
"Ah maaf atas kekacauan yang terjadi." ucap Panatua Yin Feling yang merasa tak enak dengan Xiao Ziya.
Mendengar suara yang tak asing baginya Ling An pun menghentikan perkelahian dan kembali pada tempat duduknya, sedangkan Yin Siyi duduk sembari menatap Xiao Ziya dengan sinis.
"Jadi apa yang kalian ributkan?." tanya Xiao Ziya yang penasaran dengan hal apa yang membuat mereka berdua bertengkar seperti itu.
"Kau.. kau pasti telah melakukan kecurangan sehingga bisa sampai di lantai keseratus." ucap Yin Siyi yang menuduh Xiao Ziya dengan tuduhan yang tak masuk akal.
Paviliun seratus menara bukanlah tempat sembarangan dimana seseorang bisa melakukan kecurangan. Saat kau melakukan kecurangan di salah satu lantai saja maka ujiannya akan gagal. Lalu apa apaan tuduhan yang diberikan oleh Yin Siyi pada Xiao Ziya, harusnya sebagai wakil kepala akademi ia sudah mengetahui tentang hal itu.
"Jika anda tak bisa sampai ke puncak paviliun apakah itu salah saya? anda sudah dewasa seharusnya anda bisa berfikir dengan baik." ucap Xiao Ziya yang langsung membuat Yin Siyi merasa malu dan juga geram pada Xiao Ziya.
Mana mungkin Yin Siyi akan terima begitu saja ketika dinasehati oleh seorang gadis kecil yang baru akan beranjak dewasa itu.
"Baiklah posisi apa yang nona Xiao Ziya inginkan?" ucap Xiao Mian yang tak peduli dengan Yin Siyi yang masih menatap Xiao Ziya dengan kesal itu.
"Saya ingin menjadi master, satu satunya master yang ada di Akademi Kekaisaran." ucap Xiao Ziya yang sudah memutuskan panggilan yang cocok untuk dirinya.
__ADS_1
Jika ia menjadi kepala akademi maka Xiao Ziya tak akan memiliki waktu luang dan tak dapat melakukan perjalanan yang jauh. Jika ia ingin menjadi seorang panatua itu akan sangat merepotkan baginya karna Xiao Ziya masih sangat muda untuk posisi itu dan seorang panatua harus tetap tinggal di klan jika tak ada misi penting yang bisa ia lakukan. Jika ia memilih posisi guru bukankah akan sangat canggung jika ia mengajar teman temannya sendiri.
"Baiklah apakah kalian semua setuju dengan keputusan nona Xiao Ziya." ucap Yin Feling yang merasa senang karna ia masih menjadi panatua pertama, lagipula di Akademi Kekaisaran belum memiliki seorang master.
Semua orang yang ada di sana setuju dengan keinginan Xiao Ziya selain Yin Siyi yang hanya diam saja dan tak ingin berpendapat apapun.
"Trimakasih atas pengertian kalian semua, saya ada sedikit hadiah untuk kalian yang sudah setuju dengan posisi yang saya inginkan ini. Xiao Ziya mengeluarkan beberapa batu spirit srigala hitam dan membagikannya namun Yin Siyi tak mendapatkannya.
"Trimakasih master Ziya, batu spirit srigala hitam memiliki tingkatan yang tinggi ini sangat berharga untuk kami." ucap Ling An yang mewakili yang lainnya.
"Baiklah jika tak ada lagi yang harus dibahas saya permisi." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada yang lainnya.
Gadis itu segera pergi dari sana setelah menyelesaikan apa yang menjadi urusannya, menjadi seorang master adalah posisi yang sangat cocok untuk Xiao Ziya dan gadis itu sudah sangat puas dengan posisi itu. Nanti Xiao Ziya akan mendapatkan beberapa seragam khusus untuk seorang master.
"Hah sebaiknya aku sendiri yang mendesain seragamku sebagai seorang master." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk pergi kepasar untuk membeli kain.
Pasar yang ada di dekat akademi sangat ramai karna masih pagi dan juga banyak orang yang melakukan kegiatan mereka masing masing.
"Permisi saya ingin mencari kain berwarna hitam, emas, perak, merah, dan biru. Selain itu saya juga ingin benerapa permata hitam." ucap Xiao Ziya yang pada seorang perempuan yang menjaga toko kain.
"Tunggu sebentar ya nona saya akan mengambil semua pesanan nona." ucap pemilik toko yang langsung mengambil pesanan Xiao Ziya.
"Ini pesanan nona totalnya duapuluh lima koin emas." ucap pemilik toko yang memberikan pesanan Xiao Ziya, gadis itu segera membayar kemudian pergi ke kedai lainnya untuk mencari beberapa barang lainnya.
"Lalalalala lalala lala." ucap Xiao Ziya yang terlihat sangat senang ketika berjalan jalan dipasar.
Bruk
Ada seseorang yang menabrak Xiao Ziya orang itu tak lain dan tak bukan adalah Xiao Muer.
"Ah maaf adik Ziya aku tak sengaja." ucap Xiao Muer yang langsung membantu Xiao Ziya untuk berdiri.
"Tidak apa apa Muer jiejie saya baik baik saja." ucap Xiao Ziya yang memang baik baik saja.
Setelah itu mereka memutuskan untuk belanja bersama setelah mereka berdua selesai berbelanja mereka berpisah karna Xiao Muer akan pergi ke suatu tempat sedangkan Xiao Ziya ingin kembali ke akademi untuk meminta seseorang untuk menjahitkan seragamnya sebagai master.
"Hah desain seperti apa yang harus kubuat ya." ucap Xiao Ziya yang masih bingung dengan secarik kertas dan pena yang ia pegang. Xiao Ziya tak begitu mengetahui desain desain baju di abad sekarang mungkin Xiao Ziya harus membuat perpaduan antara baju moderen dengan baju dari jaman sekarang.
"Ah iya aku akan membuatnya." ucap Xiao Ziya yang langsung menggambar benerapa desain baju dan juga jubah yang keren untuknya.
Setelah menyelesaikan semuanya Xiao Ziya pergi menemui kepala registrasi untuk bertanya siapa yang bisa menjahitkan seragam seragamnya sebagai seorang master.
__ADS_1
"Selamat siang bibi minmin." ucap Xiao Ziya yang menyapa kepala registrasi yang merupakan bibinya sendiri.
"Siang juga keponakan bibi, ada perlu apa hingga datang kesini." ucap Xiao Minmin yang tak mengerti maksut dari Xiao Ziya mendatanginya.
"Saya ingin bertanya siapa yang biasanya menjahitkan seragam untuk para petinggi akademi." ucap Xiao Ziya yang ingin segera memakai seragamnya sebagai seorang master.
Xiao Minmin memberitau bahwa para petinggi di akademi akan mempercayakan seragam seragam mereka padanya untuk dijahit karna Xiao Minmin memiliki bakat yang luar biasa dalam menjahit. Mendengar hal itu tentu saja Xiao Ziya merasa senang karna ia tak perlu mencari jauh jauh orang yang bisa membantunya.
"Baiklah aku tah menyiapkan semua bahan bahan dan juga desain seragamku ku harap bibi bisa menyelesaikannya dengan cepat." ucap Xiao Ziya yang memberikan semua bahan bahan membuat seragam yang sudah ia beli begitupun dengan desain yang telah ia buat.
Agar pembuatannya cepat selesai Xiao Ziya memutuskan untuk membayarnya terlebih dahulu dengan satu kantong berisi seratus koin emas dan juga sebuah batu spirit srigala hitam. Mendapatkan upah yang begitu tinggi membuat Xiao Minmin begitu bersemangat.
"Baiklah saya akan membuatnya dengan cepat." ucap Xiao Minmin yang merasa sangat senang dan begitu bersemangat.
Setelah itu Xiao Ziya pergi kelapangan untuk melihat teman temannya yang sedang berlatih, sebagai seorang master tentu saja Xiao Ziya tak perlu mengikuti pembelajaran di kelas ia bisa melakukan apapun sesuka hatinya.
"Mereka berlatih dengan sangat giat." ucap Xiao Ziya yang melihat teman temannya sedang berlatih pedang dan sebagian melatih jurus mereka.
"Saudari Ziya akhirnya kau datang juga ayo kita berlatih bersama." ucap Xiao Feng yang tampak senang ketika melihat Xiao Ziya datang dan ia mengira bahwa Xiao Ziya akan ikut berlatih bersama dengan mereka semua.
Saat menghampiri teman temannya yang lain mereka menatap Xiao Ziya dengan kagum. Bi Eji yang kebetulan melatih hari ini langsung membungkuk hormat ketika melihat Xiao Ziya yang menghampiri murid muridnya yang sedang berlatih.
"Salam hormat saya pada master ziya." ucap Bi Eji yang sangat menghormati Xiao Ziya sebagai seorang master walaupun Xiao Ziya masih sangat muda.
Teman teman Xiao Ziya merasa heran ketika guru mereka memanggil Xiao Ziya dengan sebutan master. Apakah ada sesuatu yang salah apakah guru mereka salah mengenali orang.
"Apakah anda salah mengenali orang guru Bi Eji." tanya Xiao Bin yang takut gurunya sudah salah mengenali seseorang.
"Tentu saja tidak kini nona Xiao Ziya sudah menjadi master dari Akademi Kekaisaran Qiyu sehingga kalian juga harus menghormatinya." ucap Bi Eji yang menjelaskan pada murid muridnya jika posisi Xiao Ziya saat ini bukanlah murid luar kelas satu lagi melainkan seorang master.
"Adik Ziya seorang master, luar biasa." ucap Xiao Xinzo yang sangat terkejut dengan posisi baru Xiao Ziya di akademi Kekaisaran Qiyu.
"Master Ziya hahahaha astaga saudariku luar biasa." ucap Xiao Bin yang memberikan selamat pada Xiao Ziya yang berbahagia dengan keberhasilan saudarinya itu.
Semua teman teman Xiao Ziya memberikan selamat pada gadis itu. Setelah itu Xiao Ziya harus pamit karna ada urusan yang harus ia selesaikan. Sebuah urusan yang sempat tertunda.
Xiao Ziya pergi ke Klan Xiao untuk bertemu dengan sang ayah, ia ingin menanyakan secara rinci tentang penyerangan yang terjadi pada ayahnya tempo lalu. Xiao Ziya tak akan pernah lupa dengan orang orang yang sudah melukai sang ayah gadis itu pasti akan membayar berkali kali lipat atas apa yang mereka perbuat.
**Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi nih hadeh agak pusing sih aku mau nulis kaya gimana tadi jadi maaf kalau aga amburadul ya guys, hari ini aku lagi banyak fikiran.
Jangan lupa follow aku ya yang belum follow, terus vote yang masih punya tiket vote, like like like, komen buat ninggalin jejak kalian, gift hadiah apapun aku udah bertrimakasih banget walau itu satu tangkai bunga mawar apalagi kalau combo sepuluh, rate bintang lima ya, share ke temen temen kalian,tips**.
__ADS_1