RATU IBLIS

RATU IBLIS
Persiapan


__ADS_3

Setelah selesai berpamitan dan memberikan gaji pada para pasukan khususnya untuk satu tahun mendatang Xiao Ziya segera melesat pergi menuju Klan Xiao. Ia sengaja ingin menggabiskan waktunya selama tiga hari di sana karna ayahnyalah orang yang paling ia rindukan ketika sudah berada di dunia atas.


Setelah kekacauan yang sempat terjadi beberapa waktu yang lalu kini kondisi Klan Xiao sudah tenang seperti biasanya, para penjaga gerbang masuk klan mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam. Xiao Ziya segera masuk dan pergi ke paviliun sang ayah, suasana nampak sepi mungkin ayahnya sedang pergi keluar klan sebentar karna Zoe juga tak ada di sana.


Beberapa pelayan yang ada di paviliun milik Xiao Cunyu menyambut Xiao Ziya dengan baik.


"Selamat datang nona muda, maaf tuan sedang pergi keluar bersama Zoe." ucap salah satu pelayan wanita yang memberi tau bahwa ayah Xiao Ziya sedang keluar.


"Tolong siapkan sebuah kamar saya ingin beristirahat di sini dan bangunkan saya ketika ayah sampai nanti." ucap Xiao Ziya yang meminta bantuan para pelayan untuk menyiapkan kamar.


Sembari menunggu Xiao Ziya melihat kesekeliling halaman depan paviliun sang ayah, tiba tiba saja ada seorang pemuda yang muncul dihadapan Xiao Ziya. Pemuda itu menatap Xiao Ziya dengan lekat, sedangkan Xiao Ziya hanya menatap heran kearah pemuda itu karna ia pernah bertemu sebelumnya.


"Bagaimana kau bisa muncul di sini?." tanya Xiao Ziya yang ingin meminta kejelasan.


"Tenanglah adikku, kakakmu ini datang untuk menjemputmu pulang." ucap pemuda yang bernama Dinial yang membuat Xiao Ziya semakin tak mengerti.


"Mungkin kau salah orang?." ucap Xiao Ziya yang masih tak mengerti dan mengira bahwa pemuda itu gila.


Pemuda itu tersenyum pada Xiao Ziya kemudian membelai rambut gadis itu dengan lembut, karna merasa tak nyaman Xiao Ziya segera menepis tangan pemuda itu.


"Tolong bersikaplah yang sopan, saya tak mengenal siapa anda." ucap Xiao Ziya dengan tegas karna gadis itu tak suka diperlakukan sembarangan oleh orang yang baru saja ia kenal.


"Ah baiklah saya minta maaf, nama saya Dinial saya kira anda adalah adik saya yang hilang. Saya begitu merindukannya maaf atas kelancangan saya." ucap pemuda bernama Dinial itu, Xiao Ziya hanya menganggukkan kepalanya karna ia merasa sangat mengantuk, sudah dua minggu gadis itu tak tidur karna terlalu sibuk mempersiapkan banyak hal. Tak lama kemudian beberapa pelayan datang dan mengatakan bahwa kamar Xiao Ziya telah siap.


Xiao Ziya membalikkan badannya dan ingin berpamitan pada pemuda bernama Dinial itu karna ia ingin tidur, namun anehnya pemuda itu sudah tak ada di sana.


"Kemana ia pergi?." ucap Xiao Ziya yang langsung melihat kesekeliling untuk mencari keberadaan Dinial tak ada siapapun di sana selain dirinya dan para pelayan.

__ADS_1


"Baiklah trimakasih sudah menyiapkan kamar untuk saya." ucap Xiao Ziya yang kemudian masuk kedalam paviliun dan pergi ke kamarnya. Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kemudian memejamkan mata.


Sedangkan pemuda bernama Dinial itu kembali muncul di atas atap paviliun milik Xiao Cunyu.


"Akhirnya kita bertemu lagi adikku." ucap pemuda itu yang kembali menghilang entah kemana.


Hari sudah mulai siang Xiao Cunyu baru saja kembali bersama dengan Zoe yang ada di gendongannya, saat masuk kedalam paviliun para pelayan mengatakan bahwa Xiao Ziya sedang tidur.


"Putriku datang kesini? kapan dia datang?." tanya Xiao Cunyu yang sangat merindukan putrinya itu sudah dua minggu ia tak bertemu dengan Xiao Ziya kabarnya saja tak bisa ia dengar. Xiao Cunyu sangat ingin pergi ke kamar putrinya lalu memeluk Xiao Ziya dengan erat namun ia mengurungkan niatnya karna mungkin saat ini putri kesayangannya sedang lelah dan membutuhkan waktu untuk beristirahat.


"Siapkan makan siang, bagunkan dia setelah semuanya siap." ucap Xiao Cunyu yang langsung masuk kedalam kamarnya dan membawa Zoe masuk bersama karna bayi laki laki itu tampak sangat lelah dan ingin tertidur.


Haripun semakin siang, semua makanan telah tertata rapi di meja makan, seorang pelayan mengetuk pintu kamar Xiao Ziya dengan cukup keras sehingga gadis itu terusik dari tidurnya. Xiao Ziya dengan segera membuka mata dan melihat siapa yang membangunkannya.


"Maaf jika nubi lancang membangunkan nona Ziya, tuan telah kembali." ucap pelayan wanita itu yang sebenarnya tak berani membangunkan Xiao Ziya.


"Baiklah trimakasih sudah membangunkan saya." ucap Xiao Ziya kemudian masuk kedalam kamarnya lagi untuk mengganti pakaian, sedangkan sang pelayan merasa sangat lega karna Xiao Ziya tak marah padanya.


Tak lama kemudian Xiao Ziya keluar dari kamarnya dan pergi untuk menemui sang ayah.


"Ayah aku merindukanmu." ucap Xiao Ziya yang langsung berlari untuk memeluk sang ayah, dua minggu tak bertemu dengan ayahnya saja rasanya sudah sangat berat apalagi jika ia harus berpisah dalam waktu yang lumayan lama.


"Ayah juga sangat merindukanmu putriku." ucap Xiao Cunyu yang membalas pelukan dari putrinya, Xiao Cunyu meneteskan air matanya ia ingat bahwa dalam waktu dekat ia harus berpisah dengan putrinya dalam waktu yang lama.


"Ayah menangis?." tanya Xiao Ziya yang merasa punggungnya basah. Dengan segera Xiao Ziya melihat wajah sang ayah, terlihat ayahnya begitu sedih, karna tak bisa melihat sang ayah menangis Xiao Ziyapun ikut menangis.


"Bagaimana bisa ayah hidup tanpa melihatmu putriku." ucap Xiao Cunyu yang sebenarnya tak pernah rela jika putrinya harus pergi ke dunia atas untuk melakukan petualangan dan mencari tau identitas dari sang ibu.

__ADS_1


"Ayah percayalah putrimu ini akan pulang, akan kembali ke tempat ini." ucap Xiao Ziya yang kembali memeluk sang ayah.


Setelah selesai melepas rindu satu sama lain, pasangan ayah dan putrinya itu pergi ke ruang makan untuk makan siang bersama. Saat masuk ke ruang makan di sana sudag ada Xiao Yan, Xiao Xun, dan Pangeran Kegelapan yang sengaja di undang oleh Xiao Cunyu.


"Baiklah karna semua putra dan putriku sudah berkumpul kita bisa memulai makan siang terlebih dahulu." ucap Xiao Cunyu yang mempersilahlan putra dan putrinya untuk menyantap hidangan yang sudah dipersiapkan.


Semua mulai mengambil makanan mereka, Xiao Ziya hanya memandang berbagai jenis makanan yang sudah ada di piringnya. Entah apa yang sedang difikirkan oleh gadis itu namun sangat berat bila harus menjalani hidup tanpa keluarganya yang ada di dunia bawah. Walau saat di dunia atas nanti masih ada ayah dan kakak angkatnya namun rasanya akan sangat berbeda.


"Adikku apa yang sedang kau lamunkan hingga makanan yang ada di piringmu tak tersentuh sedikitpun?." tanya Xiao Yan yang belum menyadari bahwa dalam dua hari lagi adiknya akan pergi dalam waktu yang lama.


"Tak biasanya kau melamun seperti ini adikku." ucap Xiao Xun yang merasa cemas bila saja adik perempuannya itu sedang sakit.


Xiao Ziya hanya menggeleng gelengkan kepalanya sembari tersenyum tipis, ia tak mau membuat ketiga kakaknya juga merasa sedih seperti ayahnya tadi. Perlahan Xiao Ziya menyantap makanan yang ada, baru kali ini ia tak nafsu makan.


"Ayah aku ingin pergi ke kamar." ucap Xiao Ziya pada sang ayah dengan nada pelannya hingga mungkin saja ketiga kakak laki lakinya itu tak mendengar apa yang Xiao Ziya katakan.


"Baiklah ayah akan mengantarmu." ucap Xiao Cunyu yang tak tega pada putri kesayangannya.


"Ayah ada apa? apakah adik Ziya sedang sakit?." tanya Xiao Xun yang semakin khawatir karna wajah Xiao Ziya memang terlihat sedikit pucat.


"Adik kalian hanya kelelahan saja, ayah akan mengantarnya ke kamar kalian lanjut makan." ucap Xiao Cunyu yang langsung berdiri dari kursinya dan membantu Xiao Ziya untuk berjalan menuju kamar.


"Bukankah ini sangat aneh?." tanya Pangeran Kegelapan yang merasa bahwa ada yang sedang ditutupi oleh Xiao Ziya dan juga ayahnya.


"Adik Ziya tak pernah seperti ini sebelumnya." ucap Xiao Yan yang juga merasakan hal yang sama.


Ya ini memang pertama kalinya mereka melihat Xiao Ziya sangat lesuh dan tak bersemangat. Gadis kecil yang biasanya sangat aktif dan selalu ceria ketika melihat makanan tiba tiba saja terlihat sedikit pucat dan kehilangan selera makannya.

__ADS_1


"Lebih baik kita tanyakan ini pada ayah kalian nanti." ucap Pangeran Kegelapan yang menyarankan pada Xiao Yan dan Xiao Xun untuk membiarkan ayah mereka bersama dengan Xiao Ziya untuk beberapa saat, setelah Xiao Cunyu keluar dari kamar putrinya baru mereka bertiga biaa bertanya apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Hai hai semua aku update lagi nih gimana kabar kalian, menjelang bulan puasa sibuk ya guys wkwkwk maaf kemaren aku ga sempet update hehehe. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya kalau kalian suka novel ini, gift hadiah apapun ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share


__ADS_2