RATU IBLIS

RATU IBLIS
Sampai


__ADS_3

Di perjalananya kali ini tak ada masalah hingga ia sampai di Kerajaan Daun Perak yang masih menjadi miliknya itu. Saat Xiao Ziya ingin masuk ke wilayah Kerajaan Daun Perak ada beberapa prajurit penjaga perbatasan yang berbaris dan memberi penghormatan pada Xiao Ziya. Memang benar Yuan Zie adalah raja mereka namun pemilik Kerajaan Daun Perak tetaplah Xiao Ziya.


"Selamat datang Nona Xiao Ziya mari kami antar ke israna kerajaan." ucap beberapa prajurit yang ingin mengantar Xiao Ziya ke istana kerajaan.


"Ah trimakasih atas sambutannya namun saya hanya kebetulan lewat saja mungkin nanti saya akan menengok kalian lagi." ucap Xiao Ziya yang tak bisa menunda kepergiannya lagi ia sudah sangat tak sabar untuk menghabisis Aliansi Hitam Wungu dan meluluh lantahkan mereka semua sampai tak tersisa.


"Baiklah jika begitu semoga perjalanan nona lancar." ucap para prajurit penjaga perbatasan yang merasa senang karna setelah sekian lama akhirnya mereka bisa melihat Xiao Ziya lagi.


Xiao Ziya memberikan sekantung koin perak yang berisi lima ribu koin perak dan meminta mereka untuk membaginya dengan rata, para prajurit perbatasan merasa sangat bersyukur atas kebaikan nona muda mereka, Xiao Ziya juga sangat baik pada bawahannya selama mereka menghormati gadis itu dan memperlakukannya dengan layak. Xiao Ziya mulai menyusuri setiap jalan yang ada di Kerajaan Daun Perak terlihat orang orang yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka. Kelihatannya Kerajaan Daun Perak semakin maju setelah dipimpin oleh Yuan Zie baguslah jika begitu berarti ia bisa memimpin sebuah kerajaan dengan baik.


Karna merasa lapar Xiao Ziya mampir kesebuah kedai untuk mengisi perutnya, di kedai itu ia mendengar beberapa gosip mengenai Yuan Zie.


"Bukankah raka kita sangat tampan namun mengapa hingga sekarang ia tak memiliki pendamping." ucap salah seorang pria yang menjadi pengunjung kedai itu.


"Mungkin ia tak tertarik dengan wanita." ucap pengunjung lain yang ikut berkomentar.


"Kalian jangan menyebarkan berita yang tidak tidak, mungkin saja beliau masih sangat sibuk sehingga tak sempat mencari pasangan." ucap pengunjung lain yang membela Raja Yuan Zie.


Mendengar pembicaraan ketiga pria itu Xiao Ziya hanya bisa menahan tawanya, ah ternyata cucu dari kakek tua itu di gosipkan tidak suka dengan wanita. Sepertinya ia harus mengunjungi Yuan Zie sebentar untuk memintanya segera mencari pendamping agar tak ada kabar kabar aneh lagi yang menghiasi nama Raja Yuan Zie.


"Hahaha ada ada saja kasian sekali nasin paman Yuan Zie." ucap Xiao Ziya dengan pelan agar tak ada yang mendengar perkataanya.


Setelah selesai makan Xiao Ziya pergi ke istana Kerajaan Daun Perak. Disana para prajurit menyambutnya dengan baik, para pelayan yang melihat kedatangan Xiao Ziya langsung berlari keruang kerja Raja Yuan Zie dan memberitahukan bahwa nona muda mereka datang berkunjung. Raja Yuan Zie yang mendengar itu langsung pergi untuk menyambut Xiao Ziya.


"Selamat datang nona Ziya, ada angin apa hingga kau datang kesini?." tanya Yuan Zie yang memang sedikit merasa heran tak biasanya Xiao Ziya datang untuk berkunjung.


"Saya hanya kebetulan lewat saja, namun paman Zie sepertinya anda harus segera mencari pendamping." ucap Xiao Ziya dengan spontan dan juga santai tanpa memikirkan respon dari Yuan Zie yang terlihat begitu terkejut.


"Apa maksut nona Ziya berkata seperti itu?." tanya Yuan Zie yang tak mengerti dengan maksut Xiao Ziya yang mengatakan hal seperti itu.


"Saat saya makan disebuah kedai ada beberapa orang yang sedang membicarakan anda, mereka berkata bahwa anda tak suka dengan wanita oleh sebab itu hingga sekarang anda belum menikah. Bukankah berita seperti itu sangat meresahkan." ucap Xiao Ziya yang tak sanggup menahan tawanya, gadis itu tertawa terbahak bahak. Yuan Zie ingin memukul kepala Xiao Ziya dengan keras karna gadis itu dengan seenaknya meledek dirinya.


"Kau sungguh menyebalkan, tentu saja saya masih suka wanita. Namun tak ada yang mau menikah dengan saya." ucap Yuan Zie yang terlihat begitu mengenaskan apakah kedudukannya sebagai Raja dari Kerajaan Daun Perak masih tak cukup untuk menarik perhatian para wanita? atau itu hanyalah alasan Yuan Zie yang tak ingin menikah.


"Hah ternyata pamanku yang tampan ini tak diminati oleh para wanita." ucap Xiao Ziya yang kembali tertawa terbahak bahak.


"Berhenti meledekku gadis nakal." ucap Yuan Zie yang mulai gemas dengan tingkah Xiao Ziya yang menyebalkan itu.


"Baiklah aku akan pergi karna perjalananku untuk sampai di Kekaisaran Lungzo masih lumayan panjang." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi begitu saja.


Yuan Zie yang ditinggalkan Xiao Ziya dengan tiba tiba hanya bisa terdiam sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Ternyata seperti ini rasanya jika ada orang yang datang dan pergi secara tiba tiba. Pantas saja Xiao Ziya biasanya memarahinya dan juga Raja Artur ketika muncul dihadapan Xiao Ziya.


"Sebaiknya lain kali aku akan meminta kakek untuk berkunjung dengan cara yang manusiawi." ucap Yuan Zie yang kembali ke ruang kerjanya.


Dengan kecepatan penuh Xiao Ziya sudah sampai diluar wilayah Kerajaan Daun Perak kali ini perjalanannya menyusuri hutan hutan dan beberapa jalan yang terjal agar sampai di Kekaisaran Lungzo. Pantas saja banyak murid yang enggan untuk mengambil misi itu karna memang jalannya yang sangat sulit dan presentase keberhasilan menyelesaikan misi yang sangat kecil.

__ADS_1


"Hah mengapa jalannya se sulit ini." ucap Xiao Ziya yang sangat malas untuk mendaki bukit yang terjal. Sebenarnya ada rute yang lebih mudah namun akan memakan waktu yang lama. Oleh karna itu Xiao Ziya lebih memilik melewati jalan pintas.


"Jika aku menaiki seekor tunggangan maka itu akan terlalu mencolok." ucap Xiao Ziya yang kini mulai mengeluarkan kedua sayapnya ia mengepakkan sayapnya keatas dan mulai terbang dilangit.


Seperti ini memang lebih mudah daripada harus mendaki bukit yang terjal yang dipenuhi dengan batu batu. Setelah terbang cukup lama Xiao Ziya memilih turun disebuah hutan yang cukup lebat karna ia sudah dekat dengan wilayah perbatasan Kekaisaran Lungzo.


"Akhirnya aku hampir sampai juga ini sungguh melelahkan." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan perjalannya dengan berjalan kaki.


Saat hampir sampai di wilayah perbatasan Xiao Ziya bertemu dengan beberapa prajurit Kekaisaran Lungzo yang sepertinya sedang berpatroli. Melihat seorang gadis yang berada di wilayah perbatasan dengan wajah dan baju yang kumal karna Xiao Ziya tadi sempat tergelincir di lumpur sehingga baju dan badannya kotor.


"Hey nak apa yang sedang kau lakukan di sini? dimana kedua orang tuamu." ucap salah seorang prajurit yang mengira Xiao Ziya sedang tersesat hingga sampai di wilayah perbatasan Kekaisaran Lungzo.


Xiao Ziya hanya tersenyum dan menunjukkan token identitas miliknya, yang ia tunjukkan bukanlah token misi yang ia dapatkan dari Akademi Kekaisaran Qiyu melainkan sebuah token yang menunjukkan bahwa ia adalah salah satu anggota dari Klan Xiao. Melihat token itu para prajurit mempersilakan Xiao Ziya untuk masuk kedalam. Klan Xiao merupakan klan besar yang tersebar di beberapa kekaisaran dan Klan Xiao juga ada di Kekaisaran Lungzo.


Xiao Ziyapun masuk ke Wilayah Kekaisaran Lungzo gadis itu sedang mencari sebuah penginapan yang bisa ia tempati untuk hari ini saja. Jarak antara desa yang dekat dengan perbatasan dan istana Kekaisaran Lungzo lumayan jauh.


"Permisi bibi saya ingin memesan kamar untuk hari ini saja." ucap Xiao Ziya yang memberikan satu keping koin emas.


"Baiklah nona saya akan mengantar nona ke kamar anda." ucap si pemilik penginapan yang mengantar Xiao Ziya ke kamarnya.


Setelah sampai di kamar Xiao Ziya dengan segera membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya yang kotor dengan pakaian bersih. Tak lupa Xiao Ziya mencuci seragamnya yang kotor itu lalu menjemurnya di dalam cincin semesta yang selalu terik di pagi hingga sore hari seperti saat ini.


"Hah sebaiknya aku istirahat sebentar untuk mengisi tenaga yang mulai terkuras." ucap Xiao Ziya yang tertidur diatas tempat tidurnya yang nyaman.


Setelah selesai beristirahat beberapa saat Xiao Ziya bangun dan mengganti pakaiannya dengan seragam resminya sebagai master dari Akademi Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya keluar dari penginapan dan melanjutkan perjalannya. Banyak orang yang memandangi Xiao Ziya mungkin karna seragam yang ia kenakan belum pernah mereka lihat sebelumnya.


"Mungkin dia hanyalah orang yang tak sengaja lewat wilayah ini saja." jawab dari teman pria itu.


"Bajunya sangat aneh namun terlihat cantik." ucap yang lainnya.


Xiao Ziya mengabaikan apa yang orang orang itu katakan ia ingin segera sampai di istana Kekaisaran Lungzo dan melapor bahwa perwakilan dari Akademi Kekaisaran Qiyu sudah datang dan siap untuk membantu Kekaisaran Lungzo untuk menghancurkan aliansi hitam Wungu.


Entah mengapa Kekaisaran Lungzo begitu luas sehingga sangat lama untuk sampai ke istananya. Setelah berjalan beberapa saat akhirnya ia sampai di depan istana Kekaisaran Lungzo. Prajurit yang menjaga gerbang masuk Istana Kekaisaran Lungzo menghentikan Xiao Ziya dan menanyakan apa keperluan gadis itu.


"Ada keperluan apa nona datang ke istana." ucap seorang prajurit.


"Saya datang untuk menghadap Kaisar." ucap Xiao Ziya dengan jujur. Prajurit itu meminta kartu identitas milik Xiao Ziya untuk memastikan gadis yang ada di hadapannya itu bukan komplotan aliansi hitam yang sedang menyamar untuk bertemu dengan kaisar.


Xiao Ziya menunjukkan token misi yang ia dapatkan, melihat itu sang prajurit langsung mengantar Xiao Ziya ke aula istana Kekaisaran Lungzo untuk menghadap langsung dengan Kaisar Lu Yunha.


"Permisi kaisar saya datang mengantar utusan dari Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap prajurit itu yang sedang melapor pada sang kaisar.


"Suruh ia masuk, saya ingin melihat orang seperti apa yang akademi unggulan itu kirimkan." ucap Kaisar Lu Yunha yang penasaran murid di tingkat apa yang memesan misi itu.


Setelah mendapat persetujuan Xiao Ziyapun masuk melihat seorang gadis kecil yang masuk kedalam aula sempat membuat Kaisar merasa bingung, apakah ia benar benar utusan dari Akademi Kekaisaran Qiyu ataukah seorang gadis yang sedang membual saja.

__ADS_1


"Apakah nona ini benar utusan dari Akademi Kekaisaran Qiyu?." tanya Kaisar Lu Yunha.


"Anda meragukan saya?." tanya Xiao Ziya sambil menatap tajam kearah Kaisar Lu Yunha.


Seorang jenderal yang kebetulan ada di sana langsung mengeluarkan pedangnya dan menodongkan pada Xiao Ziya, ia menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh gadis itu sangatlah tidak sopan karna selama ini tak ada yang berani menatap Kaisar Lu Yunha seperti itu, lalu dari mana datangnya keberanian gadis kecil itu.


"Kau bersikap tak sopan dihadapan Kaisar Lu Yunha." ucap Jenderal Lui Monggi merupakan salah satu Jenderal tingkat tinggi dari Kekaisaran Lungzo.


"Bukankah ia juga tak sopan padaku? meragukan identitas dari utusan Akademi Kekaisaran Qiyu adalaj sebuah penghinaan apakah Kaisarmu tak mengetahuinya." ucap Xiao Ziya yang kini merasa kesal pada sang jenderal yang masih menodongkan pedang pada Xiao Ziya.


"Aku bisa saja membunuhmu sekarang karna telah menghina kaisar kami." ucap Jenderal Liu Monggi yang terlihat tak suka pada Xiao Ziya.


"Lakukan saja jika kau ingin kekaisaranmu rata dengan tanah." ucap Xiao Ziya yang berkata dengan santai. Itu saja bila sang jenderal mampu untuk melawan dirinya.


"Mengapa kalian bertengkar." ucap Kaisar Lu Yunha yang pusing karna Xiao Ziya dan jenderalnya malah bertengkar di pertemuan pertama mereka.


"Gadis ini telah menghina anda kaisar jadi saya harus memberinya pelajaran." ucap Jenderal Liu Monggi yang bersikeras dengan pendapatnya itu.


"Nah nak jika kau masih ingin hidup maka mintalah pengampunan padaku." ucap Kaisar Lu Yunha yang mungkin mengira Xiao Ziya adalah gadis biasa.


Memohon pengampunan pada seorang kaisar sepertinya bukankah itu terdengar seperti lelucon bagi Xiao Ziya? apakah otak Kaisar Lu Yunha sudah menghilang sehingga ia meminta sesuatu yang tak akan pernah Xiao Ziya lakukan. Gadis itu berani bersikap menyebalkan di hadapan Raja Artur bahkan ia berteriak di hadapan dewa lalu untuk apa ia meminta pengampunan atas sesuatu yang tak ia lakukan.


"Meminta pengampunan pada anda? anda ingin berperang dengan saya? Apakah anda belum mendengar tentang matinya raja dari Kerajaan Xingmen, runtuhnya pemerintahan Kekaisaran Qiyu yang lama, atau luluh lantahnya sebuah klan." ucap Xiao Ziya yang kembali menatap tajam kearah Kaisar Lu Yunha gadis itu mengeluarkan aura emas bercampur dengan aura membunuh miliknya.


Tekanan yang sangat kuat hingga membuat Kaisar Lu Yunha gemetaran dan hampi saja pingsan karna Xiao Ziya sengaja memfokuskan auranya itu pada sang kaisar.


"Lancang!!!!." triak Liu Monggi yang hendap menghunuskan pedangnya pada Xiao Ziya. Tiba tiba saja sebuah tangan menghentikannya.


"Apa yang terjadi mengapa ada keributan seperti ini ayah." ucap Pangeran Lu Xunzo yang sedang berusaha untuk mencegah hancurnya Kekaisaran Lungzo.


Dihari sebelumnya Pangeran Lu Xunzo sudah mencari tahu siapa yang akan diutus oleh Akademi Kekaisaran Qiyu dan ia mendapatkan informasi bahwa yang akan datang kekaisarannya adalah seorang gadis bernama Xiao Ziya yang masih berusia sepuluh tahun, awalnya Pangeran Lu Xunzo bingung kenapa Akademi mengutus seorang gadis untuk menyelesaikan misi itu.


Namun saat mendengar informasi selanjutnya ia mengerti, Xiao Ziya adalah pemilik dari Klan Xiao yang ada di Kekaisaran Qiyu dan iya juga merupakan adik dari Kaisar Yan, baru baru ini Xiao Ziya diangkat menjadi Master dari Akademi Kekaisaran Qiyu karna ia menyelesaikan ujian paviliun seratus menara.


Pernah terdengar kabar bahwa gadis itu juga memiliki banyak koneksi dengan kerajaan kerajaan lainnya bahkan ia juga berhubungan dengan beberapa kerajaan yang ada di dunia atas.


Untung saja Pangeran Lu Xunzo datang di saat yang tepat jika ia terlambat sedikit saja dan jenderalnya melukai gadis itu maka akan tamat riwayat Kekaisaran Lungzo.


"Gadis ini benar benar utusan dari Akademi Kekaisaran Qiyu, apa yang ayah dan jenderal lakukan padanya. Maaf atas kekacauan yang terjadi Master Ziya saya harap anda tak ambil hati." ucap Pangeran Lu Xunzo yang berharap semoga saja Xiao Ziya tak marah.


Mendengar sang pangeran memanggil gadis kecil dihadapannya dengan sebutan master membuat kaisar dan jenderalnya itu hampir muntah darah.


"Jadi dia adalah seorang master?." tanya Kaisar Lu Yunha yang tak menyangka bahwa ia telah menyinggung seorang master.


"Untuk menebusnya saya ingin berduel pedang dengan jenderal jenderal anda. Jika tak ada yang bisa mengalahkan saya maka anda harus meminta maaf dan jika ada yang bisa mengalahkan saya maka aku akan bersujud dihadapan kaisar." ucap Xiao Ziya yang ingin berduel pedang dengan kedua jenderal tinggi yang dimiliki oleh Kekaisaran Lungzo.

__ADS_1


"Baiklah saya akan menerima permintaan nona." ucap Kaisar Yunha yang menerima tantangan dari Xiao Ziya karna ia merasa pasti kedua jenderal tingkat tinggunya bisa mengalahkan gadis itu.


Hai hai semua akhirnya aku update lagi nih, gimana gimana senang ga kalian. Jangan lupa ya follow akun aku yang belum follow, kasih tiket vote kalian kalau masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, tips, share ke temen temen kalian.


__ADS_2