RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ingin Menjadi Guru


__ADS_3

Beberapa murid jenius menatap Xiao Ziya dengan tajam, kemudian mereka maju mendekat ke arah Xiao Ziya. Mereka tak terima dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu, seorang gadis yang tampak biasa biasa saja dengan berani meremehkan para murid jenius dari Akademi Wunyeng, sekiranya itulah yang ada di dalam fikiran para murid jenius.


"Hey apakah kau pantas menjadi guru di akademi kami ini, bahkan kau tak pantas menjadi bagian dari murid luar junior." ucap Wonyong Gu salah satu murid jenius, ia menganggap bahwa Xiao Ziya adalah gadis biasa tanpa kultivasi.


"Pemimpin akademi lebih tau saya layak atau tidak menjadi guru dari para murid inti." ucap Xiao Ziya dengan santai, gadis itu tak terlalu mengambil pusing apapun yang dikatakan oleh para murid jenius.


Pemimpin Akademi Wunyeng tampak terdiam untuk beberapa saat sepertinya ia sedang mempertimbangkan perkataan Xiao Ziya. Jika pemimpin akademi menjadikan Xiao Ziya sebagai guru murid inti begitu sama maka akan banyak murid murid lain yang protes karna merasa pemimpin akademi membuat keputusan yang salah, namun jika ia tak menuruti keinginan gadis yang ada di hadapannya itu mungkin ada hal buruk yang akan terjadi.


"Kau pasti telah memaksa pemimpin akademi jika ia sampai menyetujui permintaanmu yang konyol itu." ucap Zinren yang merupakan bagian dari anggota para murid jenius.


"Lebih baik kau pulang dan menangis pada ayahmu, pasti ayahmu juga tak mampu melakukan apapun hahaha." ucap Wonyong Gu yang meremehkan Xiao Ziya. Mendengar tawa meledek yang membuat telinganya sakit rasanya Xiao Ziya ingin memukul pemuda itu hingga ia tak bisa berjalan menggunakan kedua kakinya.


"Baiklah saya akan meminta pada ayah, jangan pernah menyesali perkataan kalian hari ini." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dingin, sepertinya gadis itu memiliki sebuah rencana yang bagus sehingga ia memilih untuk menahan emosinya.


"Ahahaha kami akan menunggu kedatanganmu lagi, dan kami akan lihat apa yang bisa dilakukan oleh ayahmu." ucap Zinren yang juga ikut meremehkan Xiao Ziya.


Saat para murid jenius sedang sibuk mengejek gadis itu, Kepala Akademi Wunyeng merasa sangat khawatir karna ia juga tak tau asal usul dari gadis yang telah menyelamatkan hidupnya hari ini. Jika anaknya saja sudah sekuat itu bagaimana dengan ayah dan keluarganya yang lain, itulah yang ada dalam fikiran kepala akademi.


"Jagan menangis saat ayah saya datang kesini." ucap Xiao Ziya yang membalikkan badannya saat ingin berjalan gadis itu sempat terdiam sejenak, cukup melelahkan naik ke atas sana dengan ratusan anak tangga yang berbentuk melingkar.


"Mengapa kau berdiam diri di situ gadis sombong? apakah kesombonganmu telah hilang?." ucap Wonyong Gu yang sepertinya ingin mencari gara gara dengan Xiao Ziya, andai saja pemuda itu tau bahwa gadis dihadapannya itu mampu menghancurkan Akademi Wunyeng dengan kekuatannya sendiri pasti ia tak akan berkata demikian.


"Saya sangat malas berjalan sehingga ingin memanggil salah satu hewan pengikut saya." ucap Xiao Ziya dengan nada bicaranya yang terdengar ketus.


"Ahahah kau ingin sok hebat dihadapan kami?." ucap Wonyong Gu yang tak percaya bahwa gadis itu memiliki hewan pengikut setia seperti pemimpin akademi, kepala sekolah, dan beberapa guru yang mengajar di Akademi Wunyeng.


Pemimpin akademi dan kepala akademi hanya diam saja, mereka sudah melihat dengan mata kepala merekq sendiri bahwa gadis itu memiliki hewan pengikut setua berupa piton salju yang sangat kuat, jika ingin memperingatkan para murid jenius juga percuma saja mereka tak akan percaya sebelum melihat sendiri.


"Monggi, Yonggi keluarlah." ucap Xiao Ziya yang meminta pada serigala api dan serigala es miliknya untuk keluar dari cincin semesta.


Munculah dua ekor srigala dengan warna yang berbeda, Mongi sang srigala api dengan tampilan warna merah yang mencolok serta sorot mata merahnya yang sangat tajam, sedangkan Yoongi sang srigala es dengan tampilan warna biru yang sangat dominan dengan mata birunya yang terlihat ingin. Melihat kedua srigala milik Xiao Ziya membuat para murid jenius terkejut, bahkan pemimpin akademi dan kepala akademi tak menyangka bahwa gadis itu memiliki banyak hewan pengikut setia.


"Mongi antar saya ke atas, dan Yoongi ikuti kami dari belakang pastikan tak ada yang menyerang dari belakang." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada kedua srigala miliknya, setelah itu Xiao Ziya naik ke punggung Monggi kemudian srigala itu berjalan keluar dari ruang khusus latihan para murid jenius sedangkan Yoongi mengikuti dari belakang.


"Sepertinya kalian sudah menyinggung orang yang salah." ucap Kepala Akademi yang ikut pergi dati tempat itu, murid jenius adalah tanggung jawab pemimpin akademi sehingga ia tak ingin ikut campur dalam masalah ini apalagi Xiao Ziya telah menyelamatkan nyawanya.


"Lain kali kalian harus berfikir terlebih dahulu sebelum berbicara." ucap pemimpin akademi yang juga sedang kebingungan apa yang harus ia lakukan jika gadis itu benar benar datang bersama dengan ayahnya.


Saat ini Xiao Ziya sudah berada di depan ruang kelas para murid inti, gadis itu masuk dengan menunggangi srigalanya. Tentu saja pada murid inti yang saat itu sedang bersantai merasa terkejut.


"A..apa itu nona Ziya?." ucap Al Denzi yang gemetaran saat melihat Mongi dan Yoongi.

__ADS_1


"Ah mereka adalah pengikut saya, trimakasih telah mengantar saya kalian bisa kembali." ucap Xiao Ziya yang memasukkan kedua srigalanya itu kedalam cincin semesta, gadis itu tak ingin membuat para murid inti mati karna serangan jantung.


"Nona Ziya memang yang terbaik." ucap Yue Agze yang sangat kagum pada Xiao Ziya, gadis itu memiliki banyak hal yang membuatnya terkejut dan merasa kagum.


Xiao Ziya mengatakan bahwa ia merasa lapar dan bertanya dimana letak kantin Akademi Wunyeng, ia juga mengajak para murid inti untuk ikut pergi ke kantin bersama dengan dirinya karna Xiao Ziya ingin mentraktir mereka semua makan. Akhirnya Xiao Ziya dan semua anggota para murid inti pergi menuju kantin, kelompok mereka cukup menarik perhatian apalagi dengan hadirnya Xiao Ziya di sana seorang gadis cantik dan manis namun terasa sangat asing dengan tatapan mata yang dingin.


"Bukankah itu gadis yang kita lihat tadi pagi?." ucap seorang murid luar junior yang melihat Xiao Ziya tadi saat berjalan melalui kelas murid luar junior.


"Sepertinya gadis itu lebih muda daripada kita." ucap murid lain yang merasa heran mengapa gadis itu ada di Akademi Wunyeng.


Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di kantin Akademi Wunyeng, suasana yang cukup ramai karna tak ada pelajaran sehingga para murid akademi banyak yang pergi ke kantin. Xiao Ziya melihat kesana kemari namun tak ada meja kosong yang tersisa.


"Sepertinya tak ada tempat duduk yang kosong, apakah tak ada tempat lain?." tanya Xiao Ziya pada para murid inti, sepertinya mereka ragu ragu saat akan mengatakan sesuatu pada Xiao Ziya.


"Kantin ini terdiri dari tiga lantai, lantai pertama selalu penuh karna makananya terjangkau, lantai kedua memiliki fasilitas yang lebih bagus sehingga harga makanan sedikit lebih mahal, sedangkan lantai ketiga adalah lantai khusus untuk murid murid yang memiliki banyak koin emas dan harus memesan tempat terlebih dahulu." ucap Al Ergan yang menjelaskan semuanya secara rinci pada Xiao Ziya tentang struktur kantin yang ada di Akademi Wunyeng.


"Baiklah saya akan memesan tempat, mari ikut saya." ucap Xiao Ziya yang berjalan memasuki kantin dan langsung pergi menemui pengurus kantin. Melihat ada seorang gadis muda yang datang menemuinya pengurus kantin menyambut Xiao Ziya dengan baik.


"Salam saya pada nona muda, apakah ada hal yang bisa saya bantu?." tanya pengurus kantin itu dengan ramah sehingga membuat Xiao Ziya merasa senang.


"Saya ingin memesan tempat di lantai tiga untuk saya dan teman teman saya ini. Apakah masih ada tempat kosong bibi?." ucap Xiao Ziya pada pengurus kantin.


Pengurus kantin langsung menghitung jumlah orang yang dibawa Xiao Ziya, setelah selesai menghitungnya wanita itu pamit untuk pergi kelantai tiga dan melihat apakah masih ada tempat kosong di sana. Setelah selesai memastikan semua itu pengusus kantinpun kembali.


"Sebaiknya kita menunggu lantai satu sepi saja nona Ziya, biyaya menyewa tempatnya sudah sangat mahal." ucap Ling Gunmi yang merasa tak enak jika mereka semua membuat Xiao Ziya mengeluarkan biyaya yang besar.


Xiao Ziya tak menanggapi apa yang dikatakan oleh Ling Gunmi, gadis itu malah mengeluarkan sekantung besar yang berisi lima ribu koin emas.


"Di dalamnya ada lima ribu koin emas jika tak percaya anda bisa menghitungnya, tolong sajikan makanan terbaik yang kalian miliki kami akan menunggu di lantai tiga." ucap Xiao Ziya yang dengan mudahnya mengeluarkan lima ribu koin emas untuk memesan tempat dan mentraktir para murid inti. Bagi Xiao Ziya lima ribu koin emas adalah hal yang sangat kecil, lagipula ia tak tau bagaimana cara menghabiskan koin koin emas yang ada di dalam cincin semestanya.


Xiao Ziya berjalan dan menaiki tangga menuju lantai tiga diikuti anggota murid inti, setelah sampai di lantai tiga Xiao Ziya memilih tempat duduk yang ingin ia tempati. Setelah Xiao Ziya duduk barulah para murid inti juga ikut duduk.


"Trimakasih karna telah mentraktir kami hari ini." ucap para murid inti secara serempak, mereka tak menyangka bahwa Xiao Ziya akan seloyal ini pada mereka semua.


"Tak perlu sungkan, selain mentraktir kalian ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan." ucap Xiao Ziya yang mulai berbicara dengan nada yang serius.


"Silahkan jika ada yang ingin nona sampaikan." ucap Al Denzi yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk mengatakan hal yang ingin ia sampaikan.


"Saya ingin menjadi guru kalian selama dua minggu, apakah kalian bersedia menjadi murid saya?." ucap Xiao Ziya dengan terus terang dan membuat para murid inti merasa terkejut, mengapa tiba tiba gadis itu ingin menjadi guru mereka.


"Mengapa tiba tiba nona ingin menjadi guru kami?." ucap Yue Agze yang keheranan, karna semua ini terasa begitu mendadak ia kira gadis itu datang ke akademi Wunyeng hanya untuk membantunya saja siapa kira gadis itu memiliki sebuah rencana yang lumayan gila jika difikir secara baik baik.

__ADS_1


"Dalam dua minggu saya pastikan kalian akan lebih unggul daripada para murid jenius." ucap Xiao Ziya dengan penuh semangat, ia ingin membuat para murid jenius yang sudah meremehkannya itu merasa malu karna dikalahkan oleh para murid inti yang tadinya jauh dibawah mereka.


Tampaknya para murid inti mulai mempertimbangkan perkataan Xiao Ziya, jika dalam dua minggu mereka bisa mengungguli murid jenius maka itu akan sangat luar biasa, lagipula yang akan menjadi guru mereka adalah seorang gadis muda dengan segudang bakat dan kemampuan.


"Baiklah kami akan menerima anda sebagai guru kami dengan senang hati." ucap para murid inti yang tak kalah semangat dari Xiao Ziya. Mereka semua yakin dibawah bimbingan dan ajaran gadis itu mereka akan menjadi sangat hebat dan kuat.


"Kalau begitu dua hari lagi saya akan datang kesini bersama ayah dan kakak laki laki saya untuk meminta izin pada pemimpin dan kepala akademi." ucap Xiao Ziya yang tersenyum manis, ini sungguh diluar exspetasinya ia kira akan ada beberapa murid inti yang menolak namun mereka menerimanya dan menaruh harapan besar padanya. Oleh karna itu ia tak akan mengecewakan mereka semua.


Setelah cukup lama berbincang bincang akhirnya makanan yang Xiao Ziya pesan sudah datang, berbagai olahan daging yang sangat lezat, buah buahan dengan kualitas yang tinggi, sayur sayuran yang segar meningkatkan rasa lapar mereka semua.


"Selamat makan." ucap Xiao Ziya yang mengambil sebuah piring kemudian mengambil beberapa daging serta sayuran. Para murid inti juga mulai mengambil makanan. Mereka semua makan dengan lahap diselingi canda tawa tanpa ada rasa canggung diantara mereka semua.


Setelah selesai makan Xiao Ziya pamit pada para murid inti karna ia ingin kembali ke Istana Kerajaan Hitam, setelah sampai di lantai bawah Xiao Ziya mencari cari dimana pengurus kantin setelah menemukan pengurus kantin Xiao Ziya memberikan lima ratus keping emas sebagai tip untuk pengurus kantin.


"Trimakasih karna telah melayani kami dengan baik." ucap Xiao Ziya yang menundukkan kepalanya kemudian gadis itu melesat pergi menuju gerbang luar Akademi Wunyeng.


Pengurus kantin membuka kantong emas yang diberikan Xiao Ziya, ia merasa sangat terharu karna baru kali ini ada pelanggan vipnya yang memberikan tip padanya.


"Ternyata di dunia ini masih ada gadis yang baik seperti nona itu." ucap penjaga kantin yang langsung melanjutkan pekerjaanya.


Saat dalam perjalanan menuju Istana Kerajaan Hitam Xiao Ziya berpapasan dengan dua orang pemuda yang memiliki aura yang sangat mirip dengan anggota Sekte Lirong. Xiao Ziya langsung menolehkan kepalanya dan melihat kearah dua orang pemuda yang baru saja melintasinya.


"Siapa mereka ?." ucap Xiao Ziya yang merasa penasaran dengan kedua pemuda itu.


Karna tak ingin ambil pusing akhirnya Xiao Ziya melanjutkan perjalananya menuju Istana Kerajaan Hitam, setelah sampai gadis itu langsung pergi ke kamar karna hari sudah mulai sore. Xiao Ziya membersihkan dirinya, mengganti gaun, kemudian merebahkan tubuhnya ke atas kasur.


"Hah sebaiknya saya istirahat sebentar." ucap Xiao Ziya yang memejamkan matanya kemudian gadis itu terlelap.


Ditempat lain tepatnya Klan Wei, mereka sedang mengadakan rapat bagaimana caranya memasuki wilayah Kekaisaran Qiyu, cara halus sudah mereka lakukan dan hasilnya nihil akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan cara kasar.


"Sebaiknya kita menyerang Kekaisaran Qiyu dan memaksa mereka untuk menerima klan kita." ucap Wei Anji ketua pertama dari Klan Wei, ia menyarankan untuk menyeran Kekaisaran Qiyu saja karna cara halus akan percuma.


"Baiklah kita akan menyiapkan semuanya." ucap Panatua Klan Wei yang menyetujui saran yang diberikan oleh ketua pertama.


Akhirnya para anggota Klan Wei mempersiapkan diri mereka untuk menyerang Kekaisaran Qiyu, namun ada satu hal yang mereka lewatkan sebelum menyerang sebuah kerajaan atau kekaisaran seharusnya mereka mencari tau tentang kekuatan pasukan yang mereka miliki.


**Hai hai semua author update lagi, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow ya, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share.


Oh ya aku buat gc wa loh ada yang mau gabung gak? kalau iya kirim nomer wa kalian di komentar pas mau masuk gc ya nanti aku masukin. Siapa tau kita bisa deket, curhat bareng, telfonan bareng gitu**.


__ADS_1


Aku tunggu kalian di gc ku ya.


__ADS_2