
Dari sebuah restoran yang tak jauh dari Klan Mue beberapa jenderal yang ditugaskan oleh Raja Yuan Monzi untuk mengawasi Xiao Ziya merasa sangat terkejut dengan tindakan gadis itu, awalnya para jenderal mengira bahwa gadis itu hanya ingin memberi pelajaran pada beberapa anggota Klan Mue akan tetapi perkiraan mereka salah besar. Xiao Ziya jauh jauh datang ke wilayah Kerajaan Yuan Liong hanya untuk menghapus nama Klan Mue dari dunia ini, sebenarnya para jenderal ingin menghentikan gadis itu ketika ia menyalakan api hitam di tangan kirinya namun para jenderal takut bila tindakan itu akan menyinggung Xiao Ziya. Di sisi lain para murid Klan Mue yang sedang bersembunyi tak bisa keluar dari ruangan mereka karna api menyebar dengan sangat cepat, para murid dari Klan Mue mencoba memadamkan api berwarna aneh itu menggunakan semua kekuatan yang mereka miliki namun tak berdampak apapun. Setelah satu jam berdiri di depan bangunan Klan Mue akhirnya Xiao Ziya bisa melihat bahwa semuanya telah hangus menjadi abu, Xiao Ziya tersenyum puas kemudian berjalan menjauh dari tempat itu.
Melihat pergerakan dari Xiao Ziya yang ingin pergi dari Klan Mue, para jenderal segera menyusul untuk menyampaikan undangan dari Raja Yuan Monzi. Saat Xiao Ziya sedang berjalan dengan santai ia merasa ada beberapa orang yang sedang mengikatnya, akhirnya gadis itu berhenti dan menoleh ke belakang dengan wajah datar.
"Mengapa kalian semua mengikuti saya?" tanya Xiao Ziya dengan tatapan tak suka. Bila para jenderal itu memiliki urusan dengannya seharusnya mereka mengatakan hal itu sejak awal.
"Maaf karna telah menyinggung perasaan nona, kami ingin menyampaikan bahwa Raja kami yaitu Raja Yuan Monzi ingin mengundang Anda untuk datang ke istana kerajaan." ucap salah seorang Jenderal dengan senyuman tipis yang ia tunjukkan pada Xiao Ziya. Meski gadis yang ada di hadapannya telah melakukan tindakan yang sangat sadis, sepertinya jenderal itu tak percaya jika Xiao Ziya adalah penerus dari Raja Artur.
"Baiklah saya akan datang menerima undangan raja kalian." jawab Xiao Ziya masih dengan ekspresi datar, gadis itu ingin tau bagaimana reaksi sang raja ketika mengetahui bahwa dirinya telah melenyapkan Klan Mue.
Para jenderal itu mengantarkan Xiao Ziya menuju Istana Kerajaan Yuan Liong, para prajurit penjaga gerbang menyambut kedatangan para jenderal bersama seorang gadis muda yang tak mereka kenal. Saat beberapa prajurit ingin menghentikan langkah Xiao Ziya dengan menutup jalan menuju Istana ada seorang jenderal yang memberikan isyarat agar mereka tak melakukan hal itu.
"Gadis ini tamu Yang Mulia Raja Yuan Monzi, saya harap kalian bisa memperlakukannya dengan baik. Jangan membuatnya tersinggung, kalian mengerti?" tanya salah seorang jenderal dengan tatapan tajam.
"Baik kami mengerti." ucap para prajurit penjaga gerbang itu dengan patuh, mereka tak akan berani menyinggung tamu dari Yang Mulia Raja Yuan Monzi.
Setelahnya Xiao Ziya masuk ke dalam istana dan langsung diarahkan untuk pergi menuju aula utama, pintu aula terbuka dengan lebar dan gadis itu masuk ke dalam. Xiao Ziya menatap ke arah seorang pria yang sedang duduk di atas singgasana, entah mengapa Ziya merasa sangat muak ketika melihat wajah pria itu.
"Salam saya pada Raja Yuan Monzi." ucap Xiao Ziya yang sedang memberikan salam dengan kata kata singkat, semua anggota keluarga kerajaan yang ada di sana melihat ke arah Xiao Ziya dengan tatapan tajam.
"Sebaiknya nona lebih sopan terhadap Yang Mulia Raja." ucap Putra Mahkota Yuan Konju, ia tak tau dari mana gadis tak beradab itu datang. Selain mengucap salam dengan tidak lengkap gadis itu juga berani menatap langsung ke arah Raja Yuan Monzi.
"Saya datang untuk memenuhi undangan Raja Yuan Monzi, jika kalian tak suka dengan perlakuan saya maka saya akan pergi." jawab Xiao Ziya dengan tegas, gadis itu tak memerlukan apapun dari pihak kerajaan jadi ia tak akan rugi meski pergi sekarang juga.
"Sudah cukup biarlah Nona Ziya melakukan apa yang dia inginkan." ucap Raja Yuan Monzi, ia tak mempermasalahkan bagaimana sikap Xiao Ziya terhadapnya karna saat ini ia sangat membutuhkan bantuan gadis itu untuk membangun kembali hubungan antara Kerajaan Yuan Liong dengan Alam Neraka.
"Baiklah jika Yang Mulia Raja sudah berkata demikian." jawab Putra Mahkota Yuan Konju.
Raja Yuan Monzi mempersilahkan Xiao Ziya untuk duduk di salah satu kursi yang telah disediakan, gadis itu duduk di sebuah kursi yang cukup jauh dengan anggota Keluarga Kerajaan Yuan Liong karna ia tak memiliki niatan untuk berkenalan dengan mereka. Xiao Ziya merasa bingung karna ada banyak pangeran dan putri yang berkumpul di aula itu, mungkinkah Raja Yuan Monzi memiliki lebih dari satu istri?.
"Sebelumnya apa tujuan Anda mengundang saya ke istana? saya hanyalah gadis biasa yang sedang melintas di wilayah ini." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, ia tak ingin membuang waktu berharganya hanya untuk orang orang tak penting seperti mereka.
__ADS_1
"Saya mendapat laporan bahwa Anda memiliki token berwarna hitam dengan tulisan emas, saya mengenal token itu dengan sangat baik. Mungkinkah Anda penerus dari Raja Artur?" tanya Raja Yuan Monzi dengan terus terang pada Xiao Ziya.
"Ya saya penerus dari kakek tua itu meski kami tak memiliki hubungan darah." jawab Xiao Ziya dengan singkat padat dan jelas.
Raja Yuan Monzi terdiam sejenak, ia tau banyak orang yang ingin menjadi penguasa alam neraka selanjutnya setelah Raja Artur. Tentu banyak kultivator yang berusaha sekuat mungkin untuk menarik perhatian Sang Penguasa Alam Neraka itu, akan tetapi mengapa Raja Artur lebih memilih seorang gadis yang lemah seperti Xiao Ziya? mungkinkah Raja Artur memiliki alasan tersendiri sehingga memilih gadis ini.
Xiao Ziya dapat melihat dan merasakan bahwa saat ini Raja Yuan Monzi sedang meremehkannya sebagai penerus dari Raja Artur, jika boleh gadis itu sudah menyerahkan posisinya sekarang pada orang lain. Menjadi pemimpin dari Alam Neraka bukankah hal yang diinginkan oleh Xiao Ziya, gadis itu hanya ingin tumbuh seperti kultivator biasa pada umumnya.
"Saya juga tak mengerti mengapa kakek tua itu memilih saya untuk menjadi penerusnya meski ia memiliki cucu laki laki. Saya hanya tak suka saat seseorang meremehkan kemampuan saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam yang ia tunjukkan pada Raja Yuan Monzi. Sang raja terlihat cukup terkejut dengan keberanian yang Xiao Ziya miliki, selama menjadi seorang Raja di wilayah Kerajaan Yuan Liong baru kali ini ia melihat seorang gadis yang berani menatap tajam kearahnya.
Satu hal lagi yang membuat Raja Yuan Monzi diam membisu ketika mendapat perlakuan seperti itu dari Xiao Ziya, wajah gadis muda itu sangat cantik dengan daya pikat yang luar biasa. Mungkinkah Raja Artur juga menyukai kecantikan yang dimiliki oleh Xiao Ziya sehingga mengangkatnya menjadi penerus?.
"Maaf jika saya membuat Anda merasa kurang nyaman Nona Ziya, saya hanya ingin meminta bantuan Anda agar hubungan antara Kerajaan Yuan Liong dan Alam Neraka menjadi dekat seperti sebelumnya." ucap Raja Yuan Monzi yang mengutarakan maksud dan tujuannya mengundang Xiao Ziya.
"Meski saya adalah penerus yang dipilih langsung oleh Raja Artur, untuk masalah masalah seperti ini saya tak ingin ikut campur sama sekali. Jika Anda ingin memperbaiki hubungan antara kedua pihak sebaiknya Anda bertemu langsung dengan Raja Artur." jawaban dari Xiao Ziya membuat Raja Yuan Monzi merasa kecewa, ternyata gadis itu tak bisa membantu apapun.
"Saat ini saya tak memiliki akses untuk masuk ke wilayah Alam Neraka, saya tak memiliki kesempatan untuk membicarakan hal ini pada Yang Mulia Raja Artur." ucap Raja Yuan Monzi.
"Baiklah jika itu masalah Anda maka saya akan memanggil Raja Artur untuk datang kesini." ucap Xiao Ziya yang langsung memejamkan matanya sejenak untuk mengumpulkan semua energi yang ia miliki. Setelahnya Xiao Ziya memusatkan energi itu pada pita suaranya, semoga saja orang orang yang ada di aula Kerajaan Yuan Liong tak mengalami kerusakan gendang telinga.
"Dewi Agung Xiao Ziya tak pernah berubah sedikitpun." ucap Dewa Hiloz sembari menghela nafas pasrah, ia tak bisa menegur gadis itu karna akan berdampak buruk bagi alam para Dewa Dewi.
Di satu sisi saat ini Raja Artur sedang jatuh tersungkur dari kursi kerjanya, ia sangat terkejut menerima gelombang suara yang sangat besar dari Xiao Ziya. Mengapa gadis itu harus berteriak dengan sangat kencang padahal saat ini Ziya bisa melakukan telepati dengan Raja Artur.
"Bagaimana cara saya untuk mendidik gadis keras kepala itu." ucap Raja Artur yang langsung berdiri dan mengangkat kursinya yang jatuh.
Tanpa basa basi Raja Artur langsung merapalkan mantra teleportasi yang diajarkan oleh Ratu Min Xunzi, Raja Artur sengaja datang dengan cepat agar Xiao Ziya tak memanggilnya untuk yang kedua kali. Dengan kecepatan penuh Raja Artur melintasi dimensi ruang dan waktu, dalam beberapa saat ia sudah sampai di sebuah ruangan yang cukup ramai.
"Mengapa Anda sangat lama." ucap Xiao Ziya dengan wajah cemberut, ia tak ingin terlalu lama berada di Istana Kerajaan Yuan Liong ini.
"Perlu waktu untuk sampai ke tempat ini, mantra yang ku miliki belum sehebat milik mu gadis nakal." ucap Raja Artur dengan tatapan kesal pada Xiao Ziya, jika ia tak menyayangi gadis itu seperti putrinya sendiri maka Raja Azvago sudah memukul kepala Xiao Ziya dengan sangat keras.
__ADS_1
"Pria yang ada di atas singgasana itu ingin membicarakan beberapa hal dengan Anda." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk ke arah Raja Yuan Monzi duduk.
Seketika Raja Artur mengarahkan pandangan matanya pada seorang pria yang sedang ditunjuk oleh Xiao Ziya, Raja Artur merasa tak asing dengan wajah pria itu dan mencoba untuk mengingat ingat kembali. Sedangkan Raja Yuan Monzi hanya diam saja bukannya tak ingin menyambut kedatangan Raja Artur, ia hanya merasa tak percaya bahwa Xiao Ziya bisa membuat seorang Raja Artur memenuhi panggilannya. Setelah ia sadar sepenuhnya, Raja Yuan Monzi langsung turun dari singgasana untuk menyambut kedatangan Raja Artur, pria itu mengucapkan salam dengan menunjukkan kepala.
"Ada keperluan apa hingga Anda meminta gadis ini untuk memanggil saya?." tanya Raja Artur yang belum bisa mengingat dengan baik siapa pria yang ada di hadapannya itu.
"Saya ucapkan selamat datang di Istana Kerajaan Yuan Liong, saya merasa terhormat karna Anda bisa datang kesini secara langsung setelah sekian lama." ucap Raja Yuan Monzi yang membuat Raja Artur mengingat sesuatu. Raut wajah Raja Artur juga berubah menjadi datar setelah mengingat semuanya.
"Bukankah saya sudah mengatakan bahwa Alam Neraka sudah tak memiliki hubungan apapun dengan Kerajaan Yuan Liong, Anda sudah melanggar kesepakatan yang ada dengan mengirim pasukan khusus untuk ikut dalam penyerangan beberapa lapisan dunia bahkan hingga sekarang Anda tetap melakukannya. Saya tak ingin menjalin hubungan dengan seorang penghianat." ucap Raja Artur dengan ekspresi marah yang terlihat jelas di wajahnya, Xiao Ziya berusaha mencerna dan memahami apa alasan di balik berakhirnya hubungan pertemanan antara dua kerajaan ini.
"Seorang Raja yang tak memiliki prinsip sangat di tolak di alam neraka kami." ucap Xiao Ziya yang memberikan komentar pada Raja Yuan Monzi.
Beberapa pangeran dan putri menatap Xiao Ziya dengan tatapan tak suka, mengapa gadis itu ikut campur dalam pembicaraan ayah mereka dengan Raja Artur. Tiba tiba saja Putra Mahkota Yuan Konju dan Pangeran Yuan Wengi menghampiri Xiao Ziya dan berusaha menarik gadis itu untuk menjauh dari Raja Artur. Mendapat perlakuan yang cukup kasar dari keduanya, Xiao Ziya langsung menghempaskan tangan hingga Putra Mahkota Yuan Konju dan Pangeran Yuan Wengi jatuh kebelakang.
"Saya memahami aturan yang ada di wilayah Kerajaan Yuan Liong dan kalian berdua harus tau bahwa status saya lebih tinggi dari kalian. Jangan membuat saya marah jika tak ingin hal buruk menimpa kerajaan ini." ucap Xiao Ziya dengan aura membunuh yang mulai keluar dari tubuhnya, gadis itu sangat tak menyukai sikap Putra Mahkota Yuan Konju dan Pangeran Yuan Wengi.
"Kalian kembali ke kursi masing masing!." bentak Raja Yuan Monzi pada kedua putranya itu, rencananya bisa gagal jika anak anaknya tak bisa menahan diri mereka.
"Haruskah saya mendengar apa yang ingin disampaikan pria ini?." tanya Raja Artur pada Xiao Ziya, jika gadis itu sudah tak senang berada di istana itu maka ia akan mengajak Xiao Ziya untuk pergi dari sana.
"Selesaikan urusan Anda dengan Raja Yuan Monzi, saya yakin di masa depan ia akan terus mencari saya hanya untuk menghubungi Anda. Ada banyak hal penting yang harus saya lakukan dan saya tak ingin membuang buang waktu." jawab Xiao Ziya dengan penuh penekanan di beberapa kalimat. Raja Artur mengangguk kepala sebagai pertanda bahwa ia mengerti maksud dari gadis itu, Xiao Ziya tak ingin berurusan lagi dengan Kerajaan Yuan Liong di masa depan.
"Saya harus menegaskan sekali lagi pada Anda Raja Yuan Monzi. Hubungan antara Alam Neraka dan Kerajaan Yuan Liong tak bisa diperbaiki lagi." ucap Raja Artur dengan serius, ia sangar yakin Raja Yuan Monzi akan kembali mengingkari perjanjian yang telah disepakati antara kedua belah pihak suatu hari nanti.
"Saya ingin mengajukan pernikahan antara penerus Anda dengan salah satu putra saya." ucap Raja Yuan Monzi, pria itu sedang mencari jalan lain agar hubungan diantara kedua belah pihak bisa membaik.
Xiao Ziya menajamkan pandangannya ketika mendengar perkataan dari Raja Yuan Monzi, pria gila itu memiliki pemikiran yang sangat menyebalkan. Xiao Ziya tentu akan menolak saran itu karna ia sama sekali tak tertarik dengan semua anak laki laki sang raja.
"Tak ada yang layak menjadi suami saya." ucap Xiao Ziya dengan suara yang cukup keras agar di dengar oleh semua orang.
"Apa maksud perkataan mu itu, semua pangeran yang ada di sini memiliki kemampuan yang mumpuni." ucap Permaisuri Yuan Bianze dengan nada sedikit membentak.
__ADS_1
"Pertama saya adalah pemimpin dari Kerajaan Bulan, saya juga penerus dari Alam Neraka, saya memiliki identitas lain sebagai Dewi Agung dari Alam Dewa Dewi, saya juga pemimpin dari Dunia Semesta Tingkat Rendah. Apakah diantara putra Anda ada yang setara dengan saya? jika tidak urungkan niat Anda untuk menikahkan saya dengan salah satu diantara mereka Yang Mulia Raja Yuan Monzi." ucap Xiao Ziya yang langsung membuat semua orang terdiam, tentu tak ada yang bisa menyaingi gadis itu dalam hal identitas dan kekuasaan apalagi anak anak dari Raja Yuan Monzi.
Hai hai semua author balik lagi nih, maaf kemarin ga update guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.