
Sebenarnya Xiao Ziya sangat ingin segera kembali ke Kekaisaran Qiyu, perasaanya sangat cemas jika sesuatu yang buruk mungkin saja bisa terjadi. Bagaimanapun kakak laki lakinya itu adalah seorang pria yang bisa saja tergoda oleh pesona Putri Xi Minju. Paras cantik dan kulit yang begitu putih dan bersih tentu saja membuat semua pria akan terikat.
Namun ketika mereka tau tentang tabiat jahat sang putri maka aura anggun yang terpancarkan akan hilang begitu saja. Xiao Ziya percaya saudaranya yang lain sanggup mencegah hal hal buruk itu terjadi hingga ia kembali nanti.
"Pangeran kecil mengapa kau memandangiku seperti itu? apakah kamu lapar?." tanya Xiao Ziya dengan lembut pada Pangeran Xi Sihu.
Pangeran Xi Sihu hanya bisa menganggukkan kepalanya, karna dia belum bisa berbicara. Keterlambatan perkembangannya ini dikarnakan balita malang itu sudah tertidur selama lima tahun.
"Aku tau ini sulit bagimu, tapi percayalah kau akan menjadi pangeran yang hebat, baiklah aku akan kedapur istana untuk mengambil susu untukmu." ucap Xiao Ziya yang kemudian menidurkan Pangeran Xi Sihu di ranjangnya, kemudian gadis itu pergi menuju dapur.
Saat kembali dari dapur Xiao Ziya tak sengaja berpapasan dengan Pangeran Xi Juto yang tengah berdiri di lorong istana. Xiao Ziya hanya mengabaikan keberadaan Pangeran Xi Juto dan segera melangkah menuju kamarnya.
Namun Pangeran Xi Juto mengikutinya dari belakang, hal itu membuat Xiao Ziya menjadi sedikit risih. Akhirnya Xiao Ziya menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.
"Mengapa kau mengikutiku, aku ingin segera kembali ke kamar." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang terdengar ketus.
"Aku hanya ingin mengobrol denganmu nona Ziya, mengapa kau begitu jutek padaku?." tanya Pangeran Xi Juto dengan mengedipkan sebelah matanya. Sepertinya pangeran itu ingin menggoda Xiao Ziya. Namun itu adalah sebuah hal yang sangat konyol.
"Aku tak tertarik dengan itu, aku hanya ingin kembali ke kamar dan beristirahat." ucap Xiao Ziya yang semakin kesal dengan pemuda aneh yang ada di hadapannya itu.
"Maukah kau menjadi istriku kelak?." ucap Pangeran Xi Juto yang membuat Xiao Ziya tersedak ludahnya sendiri.
Apakah dia tengah mendapatkan pernyataan cinta, mengapa orang orang di zaman ini sangat aneh. Xiao Ziya saat ini tak ingin memikirkan hal hal seperti itu, dimasa lalu dia sudah cukup sakit dihianati oleh orang yang sangat ia cintai. Dan dimasa sekarang ini dia tak ingin lagi dibodohi oleh cinta.
"Maaf Pangeran Xi Juto, saya belum memikirkan hal hal seperti itu, dan sepertinya saya tidak bisa." ucap Xiao Ziya dengan lantang kemudian segera pergi menuju kamarnya.
Melihat kepergian Xiao Ziya dan penolakan dari gadis itu membuat Pangeran Xi Juto merasa marah dan juga kecewa. Mengapa gadis yang ia sukai tak menyukainya? apa karna ia bukanlah seorang putra mahkota. Jika iya maka ia akan merebut posisi putra mahkota itu dan mendapatkan hati Xiao Ziya. Sebelumnya banyak gadis yang mendekati Pangeran Xi Juto karna dia adalah pangeran tertampan di Kerajaan Xingmen, namun diantara gadis gadis itu tak ada yang berhasil menggerakkan hatinya dan membuat ia jatuh cinta. Entah mengapa gadis kecil seperti Xiao Ziya membuatnya cinta pada pandangan pertama.
"Aku akan memilikimu bagaimanapun caranya." ucap Pangeran Xi Juto dengan mengepalkan tangannya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah ada di dalam kamarnya, ia sudah memberikan susu pada Pangeran Xi Sihu, saat ini pangeran kecil itu sudah tertidur dengan pulas. Xiao Ziya bersila diatas tempat tidurnya dan mulai mengumpulkan energi Qi yang ada di sekitarnya.
Energinya lumayan terkuras saat melakukan pembakaran tadi, walau api yang ia keluarkan tak terlalu besar namun itu mengandung energi Qi yang sangat murni. Walaupun begitu Pangeran Xi Sihu masih harus mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
Ditempat lain tepatnya Istana Kekaisaran Qiyu. Xiao Cunyu, Xiao Yuza, dan juga Xiao Zoe datang untuk berkunjung. Sudah lumayan lama mereka berada di Klan Xiao untuk menjalankan beberapa urusan klan yang terbengkalai semenjak peperangan. Saat memasuki istana mereka berpapasan dengan beberapa orang dari Kerajaan Xingmen yang ada di sana.
__ADS_1
"Siapa mereka?." tanya Xiao Yuza yang penasaran karna orang orang dari Xingmen itu memang terlihat sangat asing.
"Seharusnya kami yang bertanya siapa kalian? mengapa orang luar bisa masuk keenaknya kedalam istana kekaisaran." ucap Putri Xi Minju yang dirasa sangat tidak sopan.
"Sudahlah, kita datang kesini untuk menemui putraku bukan untuk ribut dengan orang yang tak dikenal." ucap Xiao Cunyu sembari menggendong Zoe yang hanya diam dan melihat tak suka ke arah orang orang dari wilayah Xingmen itu.
"Orang tak dikenal? hei pria tua tak lama lagi kami akan menjadi anggota kekaisaran ini." ucap Putri Xi Anhi yang sepertinya sudah kehilangan tata krama.
Mengapa mereka sangat sombong dan yakin bahwa mereka akan menjadi anggota Kekaisaran Qiyu.
"Bagaimana bisa?." tanya Xiao Yuza yang penasaran. Bagaimana mungkin orang orang liar itu menjadi bagian Kekaisaran Qiyu?.
"Tentu saja, karna aku akan segera menikah dengan Kaisar Yan." ucap Putri Xi Anhi dengan senyum kebanggaanya.
"Jika begitu aku tak akan merestui pernikahan kalian." ucap Xiao Cunyu yang langsung pergi karna tak ingin mendengar omong kosong dari orang orang yang tak jelas asal usulnya itu.
Saat ini mereka bertiga sudah sampai di depan ruang kerja Xiao Yan. Mereka masuk setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin. Disana terlihat Xiao Yan dengansm setumpuk berkas berkas yang menggunung. Menjadi kaisar suatu wilayah yang sangat besar bukanlah hal yang mudah.
"Apakah tugasmu memang sebanyak ini setiap harinya." ucap Xiao Yuza yang langsung duduk disebuah kursi yang disediakan disana.
"Siapa gadis gadis sombong yang ayah temui tadi, apakah mereka tamu mu?." tanya Xiao Cunyu dengan wajah tidak senangnya. Xiao Zoe hanya bisa mengamati apa yang sedang terjadi, ia terlalu kecil untuk memahami semua itu.
"Mereka adalah putri putri dari Kerajaan Xingmen yang berkunjung kesini." jawab Xiao Yan dengan tenang, karna saat ini ia masih memperhatikan beberapa berkas.
"Jika kau ingin menikah dengan gadis itu ayah tak akan memberikan restu." ucap Xiao Cunyu dengan keputusan yang sangat matang.
Dia tak ingin memiliki menantu yang sangat sombong dan tak memiliki sopan santun sama sekali. Terlihat dengan jelas jika putri putri dari Kerajaan Xingmen itu selalu merendahkan rakyat kecil.
"Mengapa ayah berkata seperti itu?." tanya Xiao Yan yang merasa penasaran dengan sikap ayahnya.
"Aku tak ingin memiliki menantu seperti mereka." jawab Xiao Cunyu dengan singkat pada putranya.
Tanpa dimintapun sebenarnya Xiao Yan tak memiliki niat untuk menikahi Putri Xi Anhi, walaupun gadis itu sangat cantik dan sempat membuatnya hampir tergoda namun gadis itu tak memiliki tata krama sama sekali. Bagaimana gadis sepertu itu bisa menjadi permaisurinya.
"Baiklah ayah putramu ini mengerti apa yang menjadi kegelisahanmu." ucap Xiao Yan sembari tersenyum kearah ayahnya.
__ADS_1
Setelah itu Xiao Cunyu dan Juga Xiao Yuza pergi dari ruang kerja kaisar. Mereka memutuskan untuk tinggal di istana selama beberapa hari, mereka takut orang orang tak dikenal itu akan membuat kekacauan.
Dalam perjalanan tiba tiba saja Xiao Zoe terlihat sangat rewel dan hendak turun dari gendongan Xiao Cunyu, bayi lucu itu menunjuk kearah depan dengan sebuah suara tawa yang menggemaskan.
"Tata tata yuyu." racu Xiao Zoe yang sedikit dimengerti oleh kedua pria tua itu.
Xiao Cunyu dan Xiao Yuza langsung melihat kearah yang ditujuk oleh Zoe. Benar saja disana terlihat Xiao Yuna yang sedang mengobrol dengan kekasihnya.
"Putriku kemarilah." triak Xiao Yuza yang membuat putrinya terkejut. Dengan cepat Xiao Yuna menoleh dan melihat ke arah ayahnya.
"Sebaiknya kita menemui ayah mertua." ucap Muyen yang langsung menarik tangan Xiao Yuna dan berjalan ke arah Xiao Yuza dan juga Xiao Cunyu. Muyen tak menyadari jika wajah kekasihnya itu sudah sangat merah seperti kepiting rebus.
Xiao Cunyu dan Xiao Yuza hanya bisa menggelengkan kepala mereka ketika melihat pasangan itu.
"Homat pada calon ayah mertua dan juga paman Cunyu." ucap Muyen tanpa merasa malu dengan memanggil Yuza sebagai calon ayah mertuanya.
"Apa yang kamu katakan." ucap Xiao Yuna dengan nada yang pelan sambil mencubit lengan Muyen, gadis itu masih menundukkan kepalanya.
"Wah putriku ternyata juga bisa malu seperti ini." ucap Xiao Yuza sambil tertawa saat melihat ekspresi dari putrinya.
"Hormatku pada ayah dan juga paman Cunyu." ucap Xiao Yuna sambil membungkukkan badannya. Gadis itu berusaha untuk menstabilkan detak jantungnya.
"Sudahlah jangan menggoda purimu lagi, jika tidak wajahnya akan semakin merah." gurau Xiao Cunyu yang juga merasa senang dengan interaksi ini.
"Paman ada sesuatu hal penting yang ingin kami beritaukan pada paman." ucap Xiao Yuna yang mengangkat wajahnya dan mulai menunjukkan wajah serius.
"Baiklah kita akan pergi kesebuah ruangan tertutup." ucap Xiao Cunyu.
Akhirnya mereka semua pergi, disebuah ruangan mereka membahas tentang rencana orang orang dari Kerajaan Xingmen itu. Tentu saja Xiao Cunyu dan Xiao Yuza merasa terkejut, ternyata keputusan mereka untuk mengunjungi istana kekaisaran bukanlah hal sepele.
"Baiklah ayah akan membantu sebisa mungkin." ucap Xiao Yuza dengan menggenggam tangannya, ia tak akan membiarkan kekaisaran ini dikuasai oleh orang orang asing yang sangat sombong.
"Aku tak akan membiarkan putraku dijebak begitu saja. Aku akan kembali ke ruang kerjanya bersama Zoe untuk memastikan gadis itu tak menggangu putraku." ucap Xiao Cunyu yang langsung pergi menuju ruang kerja kaisar lagi.
**Hai hai semua akhirnya author update lagi, maaf atas keterlambatannya.
__ADS_1
Jangan lupa, like, komen, rate, share**