RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pingsan


__ADS_3

Waktu berlalu dengan begitu cepat pagipun telah tiba, Xiao Ziya masih meringkuk di atas tempat tidurnya dengan tubuh yang sedikit pucat karna ia hujan hujanan semalam. Ia yang ingat bahwa untuk dua minggu kedepan ia harus menjadi guru dari murid inti langsung bangun dan mendudukkan dirinya di atas tempat tidur.


Kepalanya terasa sedikit pusing namun gadis itu berusaha mengabaikannya, Xiao Ziyapun berjalan menuju tempat pemandian untuk membersihkan diri, setelah selesai Xiao Ziya menggunakan seragam master Akademi Kekaisaran Qiyu yang ia miliki, sebuah seragam berwarna hitam setengah merah yang terlihat keren sudah gadis itu kenakan. Xiao Ziya berjalan keluar dari kamarnya dan pergi keluar Istana Kerajaan Hitam.


"Kemana kau ingin pergi adikku?." tanya Pangeran Zeeling yang melihat Xiao Ziya saat ia ingin pergi.


"Tentu saja saya harus pergi untuk mengajar sesuai dengan keinginan saya waktu itu." ucap Xiao Ziya yang menjawab pertanyaan Pangeran Zeeling dengan apa adanya.


Setelah itu Xiao Ziya melesat pergi keluar dari Istana Kerajaan Hitam, sebelum berangkat menuju Akademi Wunyeng Xiao Ziya mampir kesebuah kedai yang ada di dekat Istana Kerajaan Hitam.


"Selamat datang di kedai kami, apa yang ingin anda pesan?." ucap seorang pemuda yang merupakan pelayan dari kedai itu.


"Saya ingin sayur sayuran, daging asap, dan buah jeruk." ucap Xiao Ziya yang memesan beberapa makanan. Setelah selesai mencatat makanan yang dipesan Xiao Ziya pemuda itu langsung pergi kedapur untuk meminta juru masak membuatkan pesanan gadis itu.


"Hah kepalaku terasa sedikit sakit." ucap Xiao Ziya yang memegangi kepalanya yang terasa pusing dan berputar putar, gadis itu berusaha untuk menahan rasa sakitnya.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan Xiao Ziya datang, sebuah nampan besar berisi sayur sayuran, daging asap, dan buah jeruk yang sangat segar. Xiao Ziya menatap kearah nampan yang berisi makanan kemudian ia memakannya sedikit demi sedikit kali ini Xiao Ziya makan dengan pelan tak seperti biasanya.


"Saya sudah menghabiskan semuanya, berapa yang harus saya bayar?." tanya Xiao Ziya yang ingin membayar pesananya.


"Dua keping koin emas." ucap pemuda itu yang memberitahukan jumlah koin emas yang harus Xiao Ziya bayarkan.


Xiao Ziya memberikan empat keping koin emas pada pemuda itu, setelahnya Xiao Ziya berjalan keluar dari kedai tersebut tanpa mengatakan apapun hingga sang pelayan kedai merasa bingung. Apakah gadis tadi tak fokus dan membayarkan dalam jumlah yang salah atau bagaimana?.


"Jika nona muda itu datang lagi maka saya akan bertanya padanya." ucap pelayan kedai yang langsung melanjutkan pekerjaanya.


Xiao Ziya berjalan menuju Akademi Wunyeng, di perjalanan ia bertemu dengan Al Denzi, Al Ergan, dan Al Xun yang sedang dalam perjalanan menuju akademi.


"Selamat pagi guru Ziya." ucap ketiga pemuda itu yang memberikan salam pada Xiao Ziya sembari membungkukkan badan mereka.


"Pagi juga para Tuan Muda Keluarga Bangsawan Algize." ucap Xiao Ziya yang membalas sapaan ketiga muridnya itu.


Akhirnya mereka berempat berjalan bersama menuju Akademi Wunyeng. Saat akan melewati gerbang masuk akademi ada seseorang yang memanggil Xiao Ziya, orang itu ternyata Kepala Akademi Wunyeng.


"Nona Ziya bisakah anda ikut dengan saya sebentar?." tanya Welinzo yang meminta pada Xiao Ziya untuk ikut dengannya karna ada hal penting yang ingin ia katakan pada Xiao Ziya.


"Baiklah saya akan ikut dengan anda, kalian bertiga pergilah ke kelas terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang menyetujui permintaan Welinzo dan meminta kepada Al Denzi, Al Ergan, dan Al Xun untuk pergi ke kelas murid inti.


Welinzo berjalan terlebih dahulu di depan dan Xiao Ziya mengikuti kepala akademi dari belakang, setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang belum pernah Xiao Ziya lihat sebelumnya. Kepala akademi membuka ruangan itu perlahan dan mengajak Xiao Ziya untuk masuk kedalam, saat masuk ke ruangan itu Xiao Ziya merasa ada yang aneh di sana seluruh barang bahkan dinding yang ada di sana berwarna hitam kecuali sebuah peti mati berwarna coklat.


Karna penasaran dengan apa yang ada di dalam peti mati itu Xiao Ziyapun berjalan mendekat, ia melihat seorang pemuda yang seumuran dengan Xun gegenya yang ada di dunia bawah, pria dengan rambut putih dan kulit yang putih pucat.


"Siapa yang sedang berbaring di situ?." tanya Xiao Ziya pada kepala akademi yang terlihat sedih saat menatap pemuda yang sedang berbaring di peti mati itu.


"Dia adalah putraku yang sudah lama tak membuka matanya." ucap kepala akademi yang berusaha untuk menahan tangisnya.

__ADS_1


Xiao Ziya menatap lekat kearah pemuda itu kemudian ia memegang pergelangan tangan sang pemuda, ia dapat merasakan denyut nadinya yang sangat lemah serta aliran spiritual yang tak karuan, titik dantian pemuda itu juga mulai terkikis dan hancur perlahan.


"Jika putra anda tetap tertidur seperti ini maka paling lama ia akan bertahan tiga tahun lagi." ucap Xiao Ziya yang mengatakan dengan jujur bagaimana kondisi dari putra sang Kepala Akademi Wunyeng.


Welinzo sangat terpukul ia benar benar frustasi dan tak tau harus melakukan apa lagi agar putra semata wayangnya itu dapat membuka matanya. Welinzo tak akan sanggup jika ia harus kehilangan putranya itu karna saat ini hanya putranya saja yang ia milki.


"Kita akan membahas masalah putramu nanti saat jam sekolah telah usai." ucap Xiao Ziya yang harus pergi ke kelas murid inti karna ia harus mengajar sekarang.


Welinzo menatap kepergian Xiao Ziya, ia berharap gadis itu bisa menyembuhkan putranya karna Xiao Ziya adalah harapan terakhirnya. Jika Xiao Ziya tak mampu menyembuhkan putranya maka ia akan benar benar kehilangan putra kesayangannya itu.


Saat ini Xiao Ziya sedang berjalan menyusuri lorong untuk pergi menunu kelas murid inti, saat ia masuk kedalam kelas sudah banyak murid yang berkumpul di sana.


"Selamat pagi semuanya, saya harap kali ini kalian bisa fokus dan memahami semua yang saya jelaskan." ucap Xiao Ziya yang memberikan beberapa kata penyemangat untuk para muridnya itu.


"Kami akan melakukannya dengan baik." ucap seluruh murid inti dengan penuh semangat kecuali Runsugi yang tak ada di dalam kelas saat ini gadis itu sedang berada di kantin dan menikmati makanan yang ia pesan.


Hari ini Xiao Ziya menjelaskan tentang bagaimana cara mengatur aliran spiritual yang ada di dalam tubuj agar tak saling bertabrakan satu sama lain, karna jika di lihat lihat seluruh murid inti yang kini menjadi muridnya itu memilioi dua nadi spiritual yang artinya di dalam tubuh mereka terdapat dua elemen yang berbeda. Jika kedua elemen itu bisa saling melengkapi maka kekuatan mereka akan semakin kuat, namun jika kedua elemen itu terus bertolakan maka suatu saat akan terjadi hal buruk pada tubub mereka.


Xiao Ziya menggambarkan struktur tubuh manusia dan bagaimana cara aliran spiritual mengalir dalam tubuh, gadis itu menjelaskan secara perlahan dan bertahap agar para muridnya tak merasa kebingungan.


"Jadi berapa nadi spiritual yang guru Ziya miliki?." tanya Zen Linji yang sepertinya penasaran dengan jumlah nadi spiritual yang dimiliki oleh Xiao Ziya.


Sebagai guru dari pada murid inti yang semuanya memiliki dua nadi spiritual mereka berharap bahwa Xiao Ziya juga memiliki dua nadi spiritual. Xiao Ziya tersenyum kemudian mulai memfokuskan dirinya pada titik dantian yang ada di dalam tubuhnya, tiba tiba lima bola berwarna hitam melayang di atas Xiao Ziya.


Xiao Ziya menunjukkan lima elemen yang ada di dalam tubuhnya yaitu air, es, api, angin, dan kekuatan hitam. Sebenarnya masih banyak aliran spirirual yang ada di tubuh Xiao Ziya namun gadis itu tak ingin memperlihatkan semuanya karna ia takut para muridnya akan pingsan.


"Baiklah kalian bisa memprektekkan apa yang saya tulis di papan." ucap Xiao Ziya yang kembali merasakan pusing. Entah mengapa hari ini badannya terasa sangat lemas, saat hujan semalam sepertinya Xiao Ziya lupa untuk mengaktifkan api yang ada di dalam tubuhnya.


Para murid inti tengah fokus mempraktekkan apa yang diajarkan Xiao Ziya barusan, mereka yang berhasil melakukannya merasa tubuhnya terasa lebih ringan dan aliran spirirual mereka sangat lancar, waktu berjalan dengan cepat dan banyak hal baru yang diajarkan oleh Xiao Ziya. Para murid inti merasa dalam waktu satu minggupun mereka akan mengalami peningkatan yang sangat pesat mungkin saja di bawah bimbingan Xiao Ziya dua minggu yang akan datang mereka sudah berada di tingkat kaisar langit level lima dan itu adalah pencapaian yang sangat luar biasa.


Xiao Ziya pergi dari kelas murid inti dan berjalan menuju kantin untuk memesan beberapa makanan yang sangat nikmat, saat menyusuri lorong kelas murid luar senior kepala Xiao Ziya semakin terasa sakit dan berputar putar akhirnya gadis itu pingsan karna tak sanggup menahannya lagi.


Beberapa murid luar senior yang sedang ada di dalam kelas mereka langsung berhamburan keluar kelas saat mendengar seperti ada yang jatuh. Hal pertama yang mereka lihat adalah seorang gadis sedang tergeletak lemas dengan wajah yang sangat pucat.


"Siapa gadis itu? cepat balikkan badannya agar kita bisa melihat siapa dia." ucap salah seorang murid luar senior yang meminta pada seorang murid perempuan untuk membalikkan tubuh gadis yang tengah pingsan itu.


Seorang murid luar senior perempuan berjalan mendekati dan membalikkan tubuh gadis yang tengah pingsan itu, betapa terkejutnya mereka saat mengetahui yang pingsan adalah Xiao Ziya.


"Bukankah dia adalah nona Xiao Ziya yang menjadi guru murid inti dalam waktu dua minggu kedepan?." ucap Bianlong yang merasa familiar dengan wajah pucat Xiao Ziya.


Al Zunling yang saat itu juga ada di sana langsung membopong Xiao Ziya dan membawanya ke ruang kesehatan agar mendapat perawatan dengan segera.


Saat ini beberapa murid luar senior, murid inti, kepala akademi, dan pemimpin akademi sedang berada di luar ruang kesehatan Akademi Wunyeng. Mereka sangat khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi pada Xiao Ziya, apa yang sebenarnya terjadi hingga gadis sekuat Xiao Ziya bisa pingsan tak berdaya.


"Apa benar guru Ziya tiba tiba pingsan begitu saja?." tanya Al Denzi pada adiknya yaitu Al Zunling karna pemuda itulah yang membawa Xiao Ziya ke ruang kesehatan.

__ADS_1


"Kami menemukannya pingsan di lorong kelas muris luar senior dan aku tak tau apa yang terjadi dengannya." ucap Al Zunling dengan jujur.


"Bagaimana kita mengatakan hal ini pada Raja Zeus?." ucap pemimpin Akademi Wunyeng yang tak bisa berfikir dengan jernih karna seorang nona besar seperti Xiao Ziya pingsan di Akademi Wunyeng.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah mulai sadar dari pingsannya, kepalanya masih terasa sakit namun sudah tak separah sebelumnya. Xiao Ziya menghangatkan tubuhnya menggunakan api hitam dan api putih yang ada di dalam tubuhnya. Perlahan lahan kondisinya mulai membaik, tabib yang tadinya merawat Xiao Ziya terkejut saat melihat tubuh gadis itu terbakar namun ia terlihat sangat tenang dan tak merasakan sakit.


"Apa yang sedang kau lakukan nona muda?." tanya tabib itu yang gemetaran, ia mengira bahwa pasiennya itu sedang mencoba untuk bunuh diri.


"Saya sedang menyembuhkan diri saya sendiri." jawab Xiao Ziya dengan nada datarnya, tabib itu semakin terkejut mendengar perkataan gadis yang ada di hadapannya.


"Kau sedang bercanda? sejak kapan membakar dirinya sendiri dapat memulihkan kondisi tubuh?." ucap tabib itu yang tak percaya pada apa yang Xiao Ziya katakan ia tetap mengira bahwa gadis itu sedang bunuh diri.


"Saya tak akan melakukan hal yang sebodoh itu." ucap Xiao Ziya yang ingin memukul pria yang sedang curiga padanya itu, siapa yang ingin membakar dirinya sendiri itu adalah tindakan yang sangat bodoh bahkan orang gila tak akan melakukannya.


Tabib itu keluar dari ruang kesehatan untuk memberitaukan bahwa nona muda yang kepala akademi dan pemimpin akademi khawatirkan sudah sadar dan kondisinya semakin membaik.


"Salam pada pemimpin akademi dan kepala akademi." ucap sang tabib yang membungkukkan tubuhnya.


"Ah bagaimana kondisi nona Xiao Ziya saat ini?." tanya pemimpin akademi dengan raut wajah cemasnya.


"Gadis itu sudah baik baik saja sekarang setelah ia membakar dirinya sendiri." ucap sang tabib yang membuat pemimpin akademi dan kepala akademi kebingungan.


Apakah dengan membakar dirinya sendiri dapat membuat kondisi Xiao Ziya membaik? bukankah itu sangat aneh.


"Apakah benar yang kau katakan itu tabib?." tanya kepala akademi yang ingin memastikannya lagi, sang tabib menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa apa yang ia katakan memang benar adanya.


Kepala akademi dan pemimpin akademi langsung masuk kedalam ruang kesehatan untuk memastikan kondisi Xiao Ziya, gadis itu sedang duduk di atas ranjang ruang kesehatan. Terlihat tubuhnya telah pulih, tak ada lagi wajah pucat dan lesuh yang sangat mengerikan itu.


"Syukurlah jika nona Ziya baik baik saja, tadinya kami ingin memberitaukan hal ini pada Raja Zeus." ucap kepala akademi yang tadinya ingin pergi ke Istana Kerajaan Hitam dan melaporkan tentang kejadian Xiao Ziya yang pingsan di depan lorong kelss murid luar senior.


"Kalian tak perlu memberitaukannya pada ayah dan yang lain biar saya yang memberitau mereka sendiri." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membuat kepala akademi merasakan amarah dari Raja Zeus karna kemungkinan besar Raja Zeus akan menyalahkan kepala akademi yang tak dapat menjaganya dengan baik.


"Sebaiknya nona Ziya pulang dan beristirahat. Jika esok hari nona masih merasa lelah maka nona bisa mengambil cuti satu hari." ucap pemimpin akademi yang tak ingin kondisi Xiao Ziya semakin memburuk karna terlalu memaksakan dirinya.


"Saya sudah baik baik saja, trimakasih dan maaf telah merepotkan. Bisakah kalian membiarkan saya beristirahat sebentar?." ucap Xiao Ziya yang meminta pada kepala akademi, pemimpin akademi, dan yang lainnya untuk pergi dari ruang kesehatan karna Xiao Ziya ingin sendirian.


Kepala akademi dan pemimpin akademi mengajak para murid luar senior dan murid inti yang ada di sana untuk pergi ke kelas mereka masing masing. Dengan berat hati para murid inti pergi ke kelas mereka padahal mereka sangat ingin menjenguk Xiao Ziya.


Setelah semua orang pergi Xiao Ziya menghela nafas lega, kemudian ia memejamkan mata dan mulai masuk ke alam mimpi. Mungkin saat ini gadis itu sedang kelelahan karna sekuat dan setangguh apapu seseorang mereka pasti memiliki titik lelah juga.


Setelah tertidur beberapa saat Xiao Ziya merasa bahwa kondisi tubuhnya sudah pulih, gadis itu keluar dari ruang kesehatan dan pergi kesebuah ruangan tempat putra dari kepala akademi tertidur dalam waktu yang sangat panjang.


Saat masuk ke ruangan itu Xiao Ziya langsung berjalan mendekati peti mati. Gadis itu melakukan pemeriksaan yang lebih intens pada tubuh Yunho agar ia bisa mengetahui apa penyebab pemuda itu mengalami mati suri. Setelah cukup lama memeriksa pemuda itu akhirnya Xiao Ziya tau penyebab semua hal itu terjadi.


"Ternyata ia terkena racun teratai dewa." gumang Xiao Ziya, racun teratai dewa sangat sulit untuk ditangani dan kemungkinan besar bahan bahan untuk membuat obatnya ada di alam dewa. Xiao Ziya sangat berharap ia memiliki semua tanaman herbal, tanaman ajaib, dan tanaman langka yang dibutuhkan untuk meracik obat.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi, semoga kalian sehat terus ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya


__ADS_2