RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kakek Tua


__ADS_3

Semua orang benar benar ketagihan oleh rujak buah yang di buat oleh Xiao Ziya, mungkin itu adalah makanan terenak yang pernah mereka makan selain makanan berbahan dasar daging, karna urusannya di Akademi Wunyeng sudah selesai Xiao Ziya berniat untuk pulang ke Istana Kerajaan Hitam, gadis itu menyampaikan pada Yunho agar memberitau kepala akademi untuk mentraktirnya makan lain kali saja. Saat berjalan keluar dari gerbang Akademi Wunyeng, Xiao Ziya bertemu dengan orang tua Zinren yang baru saja tiba.


"Ada nona Ziya di sini, anda harus menyembuhkan putra kami karna semua ini adalah kesalahan anda." ucap ibu Zinren yang bersikeras menyalahkan Xiao Ziya atas kejadian itu, gadis itu hanya memutar bola matanya dengan malas kebodohan apa yang dimiliki oleh pasangan suami istri itu sehingga mudah dipengaruhi oleh Pemimpin Akademi Wunyeng.


"Jika putra kalian mati apakah saya peduli? oh tentu tidak." ucap Xiao Ziya yang mengedipkan sebelah matanya kemudian gadis itu berjalan pergi. Ia benar benar tak peduli jika pemuda bernama Zinren itu mati karna kekuatan hitam yang ia salah pergunakan.


"Bagaimana cara kita memaksa nona Ziya agar mau menyembuhkan putra kita." ucap ibu Zinren yang sudah kehabisan cara, ia tak mau kehilangan putra tunggalnya itu.


"Mungkin cara itu adalah cara satu satunya agar dia mau menbantu putra kita." ucap Ayah Zinren yang sepertinya akan melakukan sesuatu.


Saat ini Xiao Ziya baru saja sampai di Istana Kerajaan Hitam gadis itu pergi menuju aula utama karna semua orang sedang berkumpul di sana. Xiao Ziya membuka pintu masuk aula utama Istana Kerajaan Hitam semua orang menatap gadis itu.


"Salam pada Raja Zeus." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam pada ayah angkatnya.


"Salam pada nona Xiao Ziya." ucap semua orang yang ada di aula sembari membungkukkan kepala mereka karna mereka semua tau identitas asli Xiao Ziya sebagai junjungan muda dari neraka.


"Saya trima salam kalian, saya datang kesini untuk memberikan sesuatu." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan tiga puluh piring rujak yang ada di dalam cincin semestanya ia membagikan rujak itu pada semua orang yang ada di aula. Dengan senang hati mereka memakan pemberian dari Xiao Ziya itu.


"Trimakasih atas hidangan yang luar biasa ini." ucap para perdana mentri secara serempak.


"Putriku memang luar biasa." ucap Raja Zeus dengan saus rujak yang belepotan di mulutnya.


Setelah memberikan itu pada semua orang yang ada di aula Xiao Ziya langsung pergi ke dapur dan menaruh dua drum besar berisi rujak iya meminta pada pelayan dapur untuk membagikannya kepada para pelayan, praurit, dan semua pekerja yang ada di istana hitam. Setelahnya Xiao Ziya pergi dari istana hitam karna ada sesuatu yang harus ia lakukan.


"Saya mendengar kabar bahwa beberapa kultivator yang baru saja turun dari gunung sebelah timur dunia atas melihat seekor naga putih apakah naga itu adalah naga yang telah menculik Raja Artur." ucap Xiao Ziya yang penasaran dengan bagaimana wujud sang naga apakah ia sama dengan naga putih yang ada di dalalam cincin semestanya ataukah tidak.


Kali ini Xiao Ziya akan melakukan perjalanan menuju timur, gadis itu ingin agar Raja Artur segera ditemukan dan melanjutkan masa hukumannya yang belum selesai. Jika ia melakukan perjalanan ketimur artinya ia akan kembali datang ke wilayah Kerajaan Zu Long karna kerajaan itu ada di wilayah paling timur dunia atas. Perjalanan Xiao Ziya saat ini cukup singkat walau gadis itu tak menggunakan mantra teleportasi namun ia melesat dengan sangat cepat, penjaga perbatasan beberapa kerajaan saja dibuat bingung oleh gadis itu ketika ada sebuah angin kencang yang melewati mereka.


"Apa yang baru saja lewat itu?." ucap salah seorang prajurit penjaga perbatasan sebuah kerajaan.


"Mungkin hanya angin biasa saja." jawab temannya yang lain.


Haripun mulai malam Xiao Ziya sudah sangat dekat dengan Wilayah Kerajaan Zu Long gadis itu memilih untuk berjalan kaki dengan langkah biasa, melihat seseorang baru saja melalui hutan barat dan hendak mendekat ke perbatasan sebelah barat Kerajaan Zu Long membuat para prajurit dan dua jenderal yang disiagakan di sana mulai mengambil posisi mereka masing masing dengan pedang yang terangkat.


Namun setelah melihat wajah Xiao Ziya dari dekat mereka langsung menurunkan pedang dan membungkukkan badan.


"Maaf kami kira nona adalah salah satu monster yang keluar dari hutan itu." ucap salah satu jenderal yang berasal dari Kerajan Zu Long.


"Memangnya apa yang terjadi hingga kalian mengira saya adalah seorang monster?." tanya Xiao Ziya yang penasaran dengan apa yang terjadi.


Salah seorang jenderal mengatakan bahwa beberapa hari ini muncul banyak monster dari hutan sebelah barat perbatasan Kerajaan Zu Long, monster monster berbentuk binatang seperti banteng, srigala, macan, dan ular yang sering keluar dari sana. Karna itu Raja Zu Fenzo menggunakan pengawalan yang sangat ketat agar tak ada monster yang berhasil masuk kedalam Wilayah Kerajaan Zu Long.


Mendengar cerita dari sang jenderal membuat Xiao Ziya merasa keheranan karna saat melalui hutan itu tak ada satu monsterpun yang menampakkan diri mereka dihadapan Xiao Ziya, apakah monster itu dipimpin oleh salah seorang tawanan penjara alam bawah neraka sehingga ia tak berani mencegat Xiao Ziya?.


"Apakah monster monster itu memiliki mata merah darah?." tanya Xiao Ziya yang ingin memastikan apakah ansumsinya itu benar atau salah.


"Iya monster itu memiliki mata merah yang menyala." jawab sang jenderal yang membenarkan tebakan Xiao Ziya.


Xiao Ziya mengambil sebuah pedang berwarna merah darah dari dalam cincin penguasa mutlaknya, kemudian Xiao Ziya menancapkan pedang itu di depan gerbang masuk sebelah barat Wilayah Kerajaan Zu Long.

__ADS_1


"Jangan ada yang mencabut pedang ini karna kalian tak akan mampu mencabutnya, selama pedang ini menancap di sini maka tak akan ada monster yang berani mendekat." ucap Xiao Ziya yang kemudian masuk kedalam wilayah Kerajaan Zu Long.


Kedua jenderal dan para prajurit yang sedang berjaga di perbatasan merasa bingung apakah perkataan nona Xiao Ziya adalah sebuah kebenaran ataukah nona muda itu sedang menghibur mereka saja. Tak lama setelah Xiao Ziya masuk kedalam muncul beberapa monster srigala yang ingin masuk ke Wilayah Kerajaan Zu Long. Para prajurit dan kedua jenderal sudah mengangkat pedang mereka dan bersiap untuk melawan monster srigala itu. Namun anehnya saat melihat pedang merah yang tertancap di depan gerbang masuk Kerajaan Zu Long para monster srigala itu langsung masuk kedalam hutan dengan raut wajah ketakutan.


"Ternyata apa yang dikatakan nona Ziya adalah kebenaran, sebaiknya kita kembali ke Istana Kerajaan Zu Long dan melapor pada Yang Mulia Raja Fengzo." ucap salah seorang jenderal yang menyarankan agar mereka kembali karna situasi saat ini sudah aman berkat Xiao Ziya yang membantu mereka.


Sedangkan Xiao Ziya saat ini sedang ada di sebuah restoran dan menyantap pesananya, gadis itu perlu memulihkan tenaganya dengan cara mengisi perutnya yang lapar setelah itu Xiao Ziya akan terus berjalan ke timur hingga ia menemukan sebuah gunung.


"Bukankah anda nona Ziya?." ucap seorang pemuda yang baru saja masuk kedalam restoran dan langsung berjalan menghampiri Xiao Ziya. Dengan segera Xiao Ziya menoleh ke sumber suara ternyata yang memanggilnya adalah Xiao Hinji putra dari Xiao Minzo yang pernah ia bantu tempo lalu.


"Ah ternyata tuan muda Xiao Hinji." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ke arah pemuda itu kemudian ia melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda. Xiao Hinji duduk di salah satu kursi yang ada di hadapan Xiao Ziya, ia menunggu gadis itu sampai selesai makan.


"Ada keperluan apa kau menghampiriku?." tanya Xiao Ziya yang sudah menghabiskan semua makanan yang ia pesan.


"Tidak, saya hanya penasaran mengapa nona masih ada di Wilayah Kerajaan Zu Long." ucap Xiao Hinji yang ingat bahwa Xiao Ziya mengatakan bahwa ia akan pergi ke Istana Hitam menemui ayah dan kedua kakak angkatnya.


"Saya baru saja sampai di sini, saya datang karna ada keperluan." ucap Xiao Ziya yang menjawan rasa penasaran pemuda yang ada di hadapannya itu.


"Ah ternyata begitu saya kira nona masih ada di sini dan belum pergi ke Wilayah Kerajaan Hitam." ucap Xiao Hinji yang merasa tak enak pada Xiao Ziya karna telah membuat asumsi yang salah mengenai gadis itu.


"Saya ingin bertanya apakah benar ada sesosok naga putih di pegunungan sebelah timur perbatasan wilayah Kerajaan Zu Long." ucap Xiao Ziya yang bertanya pada pemuda itu, jika kabar yang ia dapatkan adalah sebuah kebenaran maka Xiao Hinji yang tinggal di Wilayah Kerajaan Zu Long pasti mendengar tentang kabar itu.


"Benar sekeli beberapa waktu lalu naga itu juga terbang melintasi wilayah ini, namun tak ada yang dapat melihat wujudnya dengan jelas." ucap Xiao Hinji yang menceritan semua yang ia tau mengenai naga itu, Xiao Ziya membuat sebuah kesimpulan bahwa naga putih yang membawa Raja Artur memang ada di pegunungan sebelah timur dunia atas.


"Trimakasih atas informasinya, saya pamit maaf tak bisa berbincang bincang lama karna ada urusan penting." ucap Xiao Ziya yang pamit pada Xiao Hinji, setelah membayar Xiao Ziya langsung keluar dari restoran itu dan pergi menuju perbatasan bagian timur Wilayah Kerajaan Zu Long.


Saat sampai di gerbang sebelah timur para prajurit penjaga perbatasan membukakan gerbang untuk Xiao Ziya mereka tak ingin menghambat perjalanan gadis itu.


"Kemana nona Ziya akan pergi?." tanya salah seorang prajurit yang merasa heran karna gadis itu pergi malam malam sekali menuju wilayah paling timur.


"Saya ingin mencari sesuatu di gunung itu." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke araj sebuah pegunungan yang dipenuhi oleh pohon pohon liar, mungkin saja di sana ada banyak sekali hewan hewan buas yang siap menerkam siapa saja.


"Kami semua berharap agar nona berhati hati saat memasuki pegunungan itu, karna ada seekor naga putih yang menjaganya." ucap para prajurit perbatasan yang khawatir dengan keselamatan Xiao Ziya.


"Trimakasih, saya akan kembali dengan selamat." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian berjalan menunu pegunungan itu.


Karna melakukan perjalanan saat malam hari tentu saja udara terasa sangat dingin namun itu tak akan mempengaruhi tubuh Xiao Ziya yang sudah dilapisi oleh api hitam, memiliki elemen api di dalam tubuhnya adalah sebuah keberuntungan karna ia tak akan kedinginan walau salju turun. Setelah dekat dengan pegunungan itu Xiao Ziya merasakan ada banyak mata yang sedang mengintainya dari balik semak semak dan pepohonan.


Xiao Ziya tak peduli dengan mereka gadis itu tetap melanjutkan perjalananya, setelah naik beberapa meter ke atas pegunungan itu Xiao Ziya merasakan sesuatu dengan aura yang sangat kuat sedang menantinya di puncak gunung.


"Ya ini adalah aura milik kakek tua itu." ucap Xiao Ziya yang menyeringai, dengan cepat Xiao Ziya melesat pergi menuju puncak gunung, sebenarnya banyak binatang buas yang sedang mengintai gadis itu namun mereka tak berani menyerang karna aura emas yang samar samar keluar dari tubuh Xiao Ziya. Jika seseorang memiliki aura emas murni seperti milik Xiao Ziya walau itu hahya tipis tandanya orang itu memiliki kedudukan dan kekuatan yang tak boleh diremehkan.


Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya sampai di puncak gunung, saat ingin menjelajahi gunung itu Xiao Ziya bertemu dengan seorang kakek tua dengan rambut merahnya yang panjang. Kakek itu sedang membawa banyak sekali kayu bakar.


"Bisakah kau menolong kakek?." ucap kakek itu saat melihat kehadiran Xiao Ziya.


"Apakah kakek tinggal di sekitar sini? mari saya bantu membawakannya." ucap Xiao Ziya yang mengambil beberapa tumpuk kayu pakar kemudian memanggulnya tanpa ada beban sedikitpun.


Kakek tua itu berjalan di depan Xiao Ziya sedangkan Xiao Ziya berjalan di belakang sang kakek. Kakek tua itu masuk kedalam gua yang jaraknya tak terlalu jauh dari tempat utama, Xiao Ziya meletakkan kayu bakar itu ketempat yang ditunjukkan oleh sang kakek.

__ADS_1


"Trimakasih karna telah membantu kakek, mengapa kau ada di puncak gunung saat malam malam seperti ini?." tanya sang kakek yang ingin tau maksut kedatangan Xiao Ziya ke gunung itu.


"Saya tak ada niat jahat ataupun merusak apa yang ada di sini, saya sedang mencari seseorang yang hilang." jawab Xiao Ziya yang tak ingin menyebutkan nama Raja Artur karna ia merasa bahwa kakek tua yang ada di hadapannya itu cukup mencurigakan.


Bagaimana seseorang bisa tinggal di puncak gunung ini dengan suhu dingin yang sangat ekstrim, lagipula selama perjalanan tadi Xiao Ziya tak melihat satupun pohon buah atau tanaman umbi umbian di gunung itu, gua yang menjadi tempat tinggal sang kakek itu memiliki aura yang tak biasa jadi Xiao Ziya tetap harus berhati hati.


"Ah ternyata begitu baiklah silahkan kau cari temanmu yang hilang itu kakek tak akan menghalangimu." ucap sang kakek tua setelah memastikan bahwa gadis muda yang naik ke puncak gunung saat malam hari tak memiliki niat jahat sedikitpun.


"Baiklah trimakasih kakek penjaga gunung." ucap Xiao Ziya yang dapat menebak siapa kakek tua itu setelah sang kakek mengucapkan bahwa ia tak ingin menghalangi perjalanan Xiao Ziya di gunung itu.


Mendengar perkataan gadis muda yang ada di hadapannya sang kakek tua langsung tersenyum.


"Sepertinya kau bukan gadis biasa, apakah kedatanganmu untuk mencari naga putih dan seorang pria dengan rambut putih panjang yang naga itu bawa?." ucap sang kakek yang sedang menebak untuk apa gadis itu datang ke wilayahnya.


"Salam saya adalah Xiao Ziya, saya datang untuk membawa kakek berambut putih itu kembali karna ia belum menyelesaikan masa hukumannya." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan secara singkat untuk apa kedatangannya kepuncak gunung.


"Kau hanya perlu pergi ke sisi lain gunung ini, mereka sudah sangat meresahkan sebaiknya kau segera membawanya kembali. Trimakasih nak." ucap sang kakek berambut merah yang tiba tiba saja hilang dari hadapan Xiao Ziya.


Melihat sang kakek sudah menghilang Xiao Ziya langsung berjalan keluar dari gua itu dan pergi ke sisi lain gunung, karna ukuran gunung yang sangat besar dan luas butuh waktu sedikit lama agar gadis itu sampai di sisi lain gunung. Setelah sampai Xiao Ziya melihat sesosok pemuda dengan rambut putih panjang yang ia ikat dengan tanduk kecil di kepala pemuda itu.


"Salam kepada naga keabadian." ucap Xiao Ziya secara mendadak dan membuat pemuda berambut putih dan memiliki tanduk kecil itu terkejut dan langsung menoleh ke sumber suara.


"Siapa kau mengapa kau tau identitasku?." ucap sang pemuda yang merupakan jelmaan dari naga keabadian. Bagaimana seorang gadis bisa naik ke puncak gunung itu seorang diri dan sang gadis juga tau identitasnya.


"Hey kakek tua keluarlah saya tak punya banyak waktu luang untuk mencarimu." ucap Xiao Ziya yang berteriak memanggil Raja Artur tanpa menghiraukan pertanyaqn dari sang naga keabadian.


Raja Artur yang saat itu sedang duduk melamun di dalam gua merasa terkejut saat ada yang memanggilnya dengan sebutan kakek tua, ia tau bahwa hanya gadis nakal itu yang berani memanggilnya dengan sebutan kakek tua. Dengan segera Raja Artur keluar dari gua dan berjalan mendekati Xiao Ziya yang sedang menatap tajam ke arahnyan.


"Aish kau membuat pekerjaanku semakin banyak saja. Apakah kau tak bisa berdiam diri di dalam penjara saya sudah sangat repot dengan berkas berkas yang menumpuk itu dan saya harus mencari anda dan tawanan lain yang hilang." ucap Xiao Ziya yang sangat kesal gadis itu juga menjewer telinga Raja Artur hingga memerah. Sudah benerapa hari ini Xiao Ziya tak datang ke Istana Kerajaan Neraka pasti tugas tugas itu sudah menumpuk dengan sangat banyak. Melihat seorang Raja dari alam neraka diperlakukan seperti itu oleh seorang gadis membuat sang naga keabadaian merasa tak terima.


"Lepaskan tanganmu dari telinga sahabatku." ucap sang naga keabadian yang masih dalam wujud manusianya yang terbilang sangat muda.


"Hey hey hey, karna kelakuan anda yang sangat luar biasa para tawanan penjara kabur, bagaimana cara anda akan bertanggung jawab." ucap Xiao Ziya yang juga memarahi sang naga keabadian, gadis itu sama sekali tak merasa takut walau sang naga telah hidup lebih dari satu juta tahun.


"Beraninya kau memarahiku!!" ucap sang naga yang merasa tak terima karna dimarahi oleh seorang gadis yang merupakan keturunan manusia biasa.


"Sudahlah Lee Wungzo dia hanyalah gadis kecil kau jangan marah padanya." ucap Raja Artur yang berusaha meredam amarah teman lamanya itu.


Xiao Ziya juga merasa kesal pada naga putih keabadian apa hanya karna ia sudah hidup selama jutaan tahun ia bisa bertingkah seenaknya? apakah selama ini belum ada yang memukul kepalanya dengan keras agar naga tua itu sadar bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan.


"Jangan karna anda sudah sangat tua anda bisa bertingkah seenaknya." ucap Xiao Ziya yang membalas bentakan sang naga keabadian.


Pemuda itu berubah dalam wujud aslinya yaitu seekor naga putih yang bentuknya lebih mirip degan naga hitam milik Xiao Ziya. Naga itu menatap tajam ke arah Xiao Ziya dengan mata merah darahnya, Raja Artur yang tak ditatapnya saja sudah merinding lalu bagaimana dengan Xiao Ziya yang akan menghadapi kemarahan naga itu tentu saja gadis itu tak akan tinggal diam ia berbalik menatap tajam kearah sang naga keabadian dengan mata sebelah kiri yang berwarna merah sedangkan mata sebelah kanan berwarna biru cerah.


"Kau kira saya akan takut saat anda menatap saya seperti itu?." ucap Xiao Ziya yang mulai sedikit kesulitan mengendalikan emosinya yant sudah meluap luap.


"Gadis manusia sepertimu bukanlah tandinganku." ucap sang naga keabadian yang kembali menghina Xiao Ziya. Naga itu menyemburkan api panas pada Xiao Ziya, gadis itu membalas dengan meneyerang menggunan api hitam miliknya. Pertarungan yang sangat sengit terjadi antara sang naga keabadian dengan Xiao Ziya, Raja Artur ingin memisahkan mereka namun mereka berdua sudah dikendalikan oleh emosi masing masing.


Hai hai semuanya akhirnya author update lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, jangan lupa pakek masker kalau mau keluar rumah ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna itu wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, dan tolong share ke temen temen kalian juga ya.

__ADS_1


__ADS_2