
Saat Dewi Yin Yuer sedang menjaga nona barunya tiba tiba ada dua orang yang masuk kedalam kamar Xiao Ziya dan hal itu membuat Dewi Yin Yuer terkejut. Kedua orang itu memiliki aura yang sangat kuat begitu pula dengan salah satu dari mereka.
"Siapa kalian berdua dan apa yang akan kalian lakukan di kamar nona saya." ucap Dewi Yin Yuer yang sangat berhati hati dengan kedua orang itu.
"Gadis nakal itu sedang tidur?." tanya Yuan Zie.
Ya kedua orang yang tengah ada di dalam kamar Xiao Ziya adalah Raja Artur dan juga Yuan Zie yang hendak memberikan ucapan selamat dan hadiah khusus pada Xiao Ziya karna mereka sangat bangga dengan gadis itu.
"Apa kalian kenalan nona saya?." tanya Dewi Yin Yuer yang memang tak bisa mengenali aura dari Raja Artur.
Karna mendengar suara berisik di dalam kamarnya, membuat tidur Xiao Ziya terusik sehingga gadis itu terbangun dan mulai mengerjap kerjapkan matanya. Saat ia melihat Raja Artur dan Yuan Zie ada di sana ia sedikit terkejut.
"Apa yang kalian berdua lakukan di kamarku?." ucap Xiao Ziya yang keheranan dengan kehadiran mereka berdua.
"Tentu saja karna saya merindukan cucu saya yang imut ini." ucap Raja Artur yang membuat Xiao Ziya ingin memukulnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada Raja Artur mengapa ia semakin aneh saja setiap harinya.
"Sejak kapan saya menjadi cucu anda, dan siapa yang ingin menjadi cucu anda." ucap Xiao Ziya yang mulai kesal dengan tingkah konyol kakek tua yang ada di hadapannya itu.
Raja Artur memberikan sesuatu pada Xiao Ziya, sebuah gelang yang cantik dengan ukiran bunga mawar yang ada di pinggir pinggirnya.
"Wah cantik sekali." ucap Xiao Ziya yang langsung memakai gelang yang diberikan oleh Raja Artur.
"Itu sangat cocok untukmu gadis nakal." ucap Raja Artur dengan tersenyum senang.
Setelah ini Raja Artur dan Yuan Zie berpamitan untuk kembali ke kerajaan mereka masing masing karna masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan.
"Jadi kalian berdua datang kesini hanya untuk melihatku saja?." tanya Xiao Ziya yang tak habis fikir dengan ulah kakek dan cucunya itu.
"Tentu saja, kalau begitu kami pergi dulu." ucap Yuan Zie dan Raja Artur secara bersamaan kemudian mereka berdua menghilang.
Yin Yuer yang sedari tadi hanya terdiam ingin menanyakan siapa mereka berdua pada Xiao Ziya namun ia sedikit canggung.
"Apa yang sedang kakak dewi fikirkan?." tanya Xiao Ziya yang kini memanggil Dewi Yin Yuer dengan sebutan kakak dewi.
"Siapa kedua orang itu?." tanya Dewi Yin Yuer yang membuat Xiao Ziya sedikit bingung. Apakah dewi yang kini menjadi pengikutnya itu tak pernah melihat Raja Artur sebelumnya? ia kira Raja Artur sangat terkenal di wilayah dewa.
__ADS_1
"Mereka adalah keluarga jauhku yang menyebaklan tadi namanya Raja Artur kemudian yang satunya Yuan Zie." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan kedua orang yang sudah pergi itu.
Waktu berlalu dengan cepat kini Xiao Ziya tengah bersiap siap untuk pergi ke Istana Kekaisaran Binzo untuk mengambil hadiah yang ia dapatkan sebagai juara pertama turnamen antar murid yang ada di dunia bawah.
Saat menuruni tangga penginapan ia bertemu dengan Yin Yifeng dan juga Ruo Bai yang tengah menunggu kedatangannya.
"Akhirnya nona Ziya datang juga, selamat pagi nona." ucap Yin Yifeng dengan ceria.
"Kalian berdua menungguku?." tanya Xiao Ziya yang tak mengetahui jika kedua pemuda itu sudah menunggunya sejak satu jam yang lalu. Entah Xiao Ziya yang telat bangun atau kedua pemuda itu yang datang terlalu pagi.
"Kami sudah ada di sini sejak tadi nona." ucap Ruo Bai dengan jujur namun tiba tiba kakinya diinjak oleh Yin Yifeng.
"Shuuut diamlah." ucap Yin Yifeng yang mengatakan hal itu dengan pelan. Ia sengaja tak ingin bilang pada Xiao Ziya karna tak ingin membuat gadis itu merasa bersalah karna telah membuat mereka berdua menunggu cukup lama.
"Ah baiklah sebaiknya kita berangkat sekarang pasti mereka semua sudah menunggu." ucap Xiao Ziya yang mencairkan suasana yang sempat canggung itu.
Merekapun berjalan bersama menuju istana Kekaisaran Binzo. Disepanjang jalan banyak penduduk yang menyoraki nama Xiao Ziya sebagai juara pertama.
"Bukankah sekarang nona Ziya sangat populer." ucap Ruo Bai yang menggoda Xiao Ziya dengan ucapannya yang seperti itu.
"Sudahlah apa yang para senior katakan." ucap Xiao Ziya yang ingin mengalihkan pembicaraan.
Setelah beberapa saat mereka semua sampai di istana Kekaisaran Binzo, para prajurit yang melihat kedatangan mereka bertiga langsung menyambutnya dengan baik.
"Mari saya antar menemui Yang Mulia Raja." ucap salah seorang prajurit yang mengantar mereka bertiga masuk kedalam istana.
Saat sudah berada di dalam istana dan memasuki aula utama tampaklah pesta besar sedang diadakan di sana. Kedatangan Xiao Ziya dan yang lain tentu saja menjadi sorot perhatian.
"Nona Xiao Ziya, tuan muda Yin Yifeng, dan tuan muda Ruo Bai memasuki aula utama." triak seorang prajurit yang menjaga pintu masuk aula ketika ketiga orang itu masuk kedalam.
"Kaka cantik." ucap seorang anak perempuan yang langsung berlari dan memeluk kaki Xiao Ziya hal itu membuat Xiao Ziya sedikit terkejut.
"Ah ternyata Ruhiku sayang." ucap Xiao Ziya yang langsung menggendong anak perempuan yang lucu itu.
"Wah lihatlah Putri Ruhi sangat dekat dengan gadis yang menjadi juara pertama turnamen." ucap salah seorang tamu yang sedang bergosip dengan teman temannya.
__ADS_1
"Baiklah yang kita tunggu tunggu telah tiba, sekarang waktunya penyerahan hadiah pada setiap juara." ucap Raja Zo Linzu.
Ruo Bai, Yin Yifeng, dan Xiao Ziya berbaris dengan rapi di depan Raja Zo Linzu. Sang raja mulai membagikan hadiah mulai dari juara ketiga hingga juara pertama. Satu peti koin emas, senjata level tinggi, pil pil berkualitas tinggi, beberapa gulungan jurus baru yang hanya ada di Kekaisaran Binzo dan khusus untuk juara pertama mendapatkan sebuah hadiah istimewa yaitu boleh meminta apapun pada Raja Zo Linzu kecuali tahta kekaisaran.
"Sebagai juara pertama dalam turnamen kali ini apa yang ingin nona minta dari saya?." tanya Raja Zo Linzu yang penasaran dengan apa yang akan diminta oleh Xiao Ziya.
Xiao Ziya tampak berfikir sejenak tentang apa yang ingin ia minta, Xiao Ziya sudah memiliki banyak keping koin emas sehingga gadis itu tak akan meminta harta, Xiao Ziya juga memiliki banyak tanaman obat dan juga gulungan dan kitab kitab, gadis itu terlihat sedikit bingung.
Tiba tiba terdengar suara dari dalam diri Xiao Ziya, ternyata Dewi Yin Yuer yang sedang memberitaukan sesuatu pada gadis itu.
"Nona sebaiknya anda meminta sepetak tanah gersang yang ada di perbatasan kekaisaran." ucap Dewi Yin Yuer yang membuat Xiao Ziya semakin bingung mengapa ia meminta Xiao Ziya untuk meminta sepetak tanah yang gersang.
"Memangnya ada apa di sana." ucap Xiao Ziya di dalam batinnya.
Dewi Yin Yuerpun menjelaskan bahwa di sepetak tanah itu terdapat rahasia yang tak diketahui oleh orang lain kecuali Dewi Yin Yuer dan juga dewa agung yang telah mengurungnya di air terjun. Karna Xiao Ziya penasaran dengan rahasia yanh ada di sama akhirnya ia mengikuti saran yang diberikan oleh Dewi Yin Yuer.
"Saya ingin meminta sepetak tanah yang ada di perbatasan sebelah barat wilayah Kekaisaran Binzo." ucap Xiao Ziya yang membuat Raja dan Ratu benar benar terkejut.
Sepetak tanah yang diminta oleh Xiao Ziya adalah sebuah desa tanpa penduduk dengan tanah yang sangat tandus sehingga tak ada yang mau tinggal di sana, mengapa gadis itu menginginkan wilayah yang tak berguna.
"Jika nona menginginkan sebuah tanah si wilayah Kekaisaran Binzo saya bisa memberikan sebuah desa dengan tanah yang subur." ucap Raja Zo Linzu yang memberikan penawaran pada Xiao Ziya dan semua orang menyetujui usulan dari sang raja. Namun Xiao Ziya menolaknya dengan baik dan tetap menginginkan wilayah itu.
"Baiklah jika itu yang dinginkan nona Ziya maka saya akan memberikannya." ucap Raja Zo Linzu yang hanya bisa pasrah dengan keinginan aneh dari gadis itu.
Pestapun kembali dimulai semua orang bersenang senang dipesta tersebut, banyak makanan yang disediakan dipesta itu. Namun Xiao Ziya tak tertarik dengan apapun yang ada di sama sehingga ia memilih untuk pergi dari tempat pesta dan duduk disebuah bangku yang ada di taman depan istana Kekaisaran Binzo.
"Huh aku ingin segera pulang, di sini memang menyenangkan namun lebih menyengkan jika berada di kampung halaman." ucap Xiao Ziya yang melihat bunga bunga yang ditanam di taman iu semua tampak begitu indah.
Tiba tiba ada yang menghampirinya.
"Mengapa nona Ziya sendirian di sini?." tanya Putri Zo Jeni yang saat di pesta kebingungan mencari Xiao Ziya.
"Ah tidak saya hanya ingin menikmati suasana taman di pagi hari." ucap Xiao Ziya yang menjawabnya dengan jujur.
Mereka berbincang bincang cukup lama hingga hari sudah menjelang siang, Xiao Ziya memutuskan untuk pamit karna ada sesuatu yang harus ia pastikan.
__ADS_1
Hai hai semua aku update lagi wkwkwk gimana kabar kalian semoga sehat ya, jangan lupa follow author, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, Share juga.