RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ziloz Jatuh Hati


__ADS_3

"Hentikan apa yang sedang kau lakukan, dia adalah anak dari seorang dewa." ucap Zima sambil menatap Xiao Ziya.


"Apa kau kira aku peduli?." ucap Xiao Ziya yang memang benar benar tak peduli dengan anak siapa yang ia serang.


"Hari ini aku akan membunuhmu." ucap Meizu yang amarahnya sudah meledak. Tiba tiba rambut Meizu berubah menjadi merah dan berapi api.


Gadis itu melesat ke arah Xiao Ziya, dan mencekik leher Xiao Ziya. Xiao Yan dan Xiao Xun berusaha untuk menyelamatkan adik mereka, namun setelah mendekat badan mereka berdua terpental beberapa langkah.


"Kuat sekali gadis itu, bagaimana dengan nasib adik kita nanti." ucap Xiao Xun yang merasa sangat sedih karna tak bisa menyelamatkan mereka.


Pangeran Kegelapan, Pangeran Anz, Pangeran Zeeling, yang hendak menyelamatkan Xiao Ziya namun anak anak dewa yang lain menghalangi mereka.


"Lawan kalian adalah kami." ucap para anak anak dewa yang lain menyerang para pangeran dengan berutal. Dengan terpaksa para pangeran itu harus melawan.


Xiao Ziya menatap mata Meizu dengan tajam, mata Xiao Ziya berubah menjadi merah darah dan menjadi lebih tajam dari sebelumnya. Rambut Xiao Ziyapun juga berubah warna menjadi merah dengan api yang membakar lebih panas daripada Meizu.


"Lepaskan aku, cepat lepaskan !!!!." triak Xiao Ziya yang sudah sangat marah.


Duaaar


Tiba tiba ada sebuah ledakan kemarahan pada tubuh Xiao Ziya. Meizu terpental jauh dan badannya luka luka. Meizu merasa ketakutan saat mengetahui gadis yang ia lawan jauh lebih kuat darinya.


"Kau ingin mati di sini atau cepatlah pulang pada ayah dan ibumu." ucap Xiao Ziya yang mencoba untuk memberi kesempatan pada Meizu untuk pulang pada orang tuanya.


Namun anak dewa tentu saja memiki sikap sombong dan juga keras kepala. Meizu tetap mencoba untuk menyerang Xiao Ziya, namun setiap serangannya dapat ditangkis oleh Xiao Ziya.


Xiao Yan dan Xiao Xun merasa lega saat tau adiknya baik baik saja. Untung saja adik mereka sangat kuat hingga bisa melindungi dirinya.


"Adik kita jauh lebih kuat dari yang kita bayangkan." ucap Xiao Xun yang merasa bersyukur.

__ADS_1


"Kita hanya perlu melindungi kebahagiaannya saja." ucap Xiao Yan yang merasa jarak antara ia dan adik perempuannya itu sangat jauh.


Xiao Ziya yang tak ingin kalahpun menyerang balik Meizu dengan jurus jurus elemen es dan air. Meizu terkurung dari bongkahan es, rambut Meizu yang tadinya berapi api kini telah padam.


Pangeran Kegelapan sudah menang melawan Zilong. Zilong kalah telak dan terluka cukup parah sama dengan dua anak dewa yang lainnya mereka terluka cukup parah.


"Kalian ingin mencari masalah dengan kami." ucap Ziloz yang sudah tersungkur tak bisa melakukan apapun.


"Bukankah kalian datang ke dunia bawah untuk membunuhku." ucap Xiao Ziya yang berjalan ke arah Ziloz yang sedang menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Iya kami memang ingin membunuhmu, jika tidak kau yang akan memusnahkan kami." ucap Ziloz yang jujur dengan tujuannya. Ziya menatap pemuda itu dengan mata merah menyalanya. Bukannya merasa takut, Ziloz malah kagum pada keindahan wajah dan mata Xiao Ziya.


"Kau sangat cantik, di masa depan aku akan mengejarmu." ucap Ziloz yang sepertinya benar benar sudah jatuh cinta pada gadis yang ada di hadapannya.


Xiao Ziya menatap Ziloz dengan keheranan, apakah pria itu sudah kehilangan kewarasannya hingga mengucapkan hal hal seperti itu.


"Gege apa yang kau katakan, bukankah sebelumnya kau yang bersikeras ingin membunuh gadis itu." ucap Meizu yang tak habis fikir bahwa Ziloz malah jatuh hati pada musuhnya.


"Dasar gadis gila, bagaimana kau bisa menyuruh kami pergi dengan keadaan seperti ini." ucap Xiu yang merasa kesal dengan sikap Xiao Ziya. Namun gadis itu benar benar tak peduli.


Xiao Ziya mengajak semua kakak laki lakinya untuk kembali ke istana karna hari sudah mulai sore dan besok adalah hari yang penting bagi Xiao Ziya. Sehingga gadis itu harus beristirahat.


"Adik, kau baik baik saja?." tanya Pangeran Zeeling yang ingin memastikan keadaan Xiao Ziya.


"Iya, aku baik baik saja." balas Xiao Ziya sambil tersenyum padahal lehernya sedikit sakit karna dicekik oleh Meizu tadi.


Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di istana dan kembali ke kamar mereka masing masing. Xiao Ziya dalam posisi bersila dan memejankan matanya. Ia sedang mengumpulkan energi Qi yang ada disekitarnya untuk memulihkan energinya yang sudah terkuras.


"Huft, mereka sungguh menguras tenagaku." ucap Xiao Ziya sembari menghela nafas panjang.

__ADS_1


Ditempat lain tepatnya di penginapan yang ditinggali para anak dewa, mereka sedang berkumpul dalam satu ruangan.


"Gadis itu benar benar sangat kuat hingga aku bisa terluka parah seperti ini." ucap Meizu yang merasa tak terima dengan kekalahannya.


"Kakak mengapa kau berbicara seperti itu tadi." ucap Xiu yang tak mengerti dengan jalan fikiran kakak laki lakinya itu. Kemarin dia sangat marah pada gadis itu dan kini ia jatuh cinta pada gadis itu.


"Ziya terlalu indah bila harus dihancurkan, lebih baik ia menjadi istriku di masa depan." ucap Ziloz yang memang sudah gila sepertinya.


Namun bisakah pemuda itu membuat seorang Xiao Ziya jatuh hati padanya? Xiao Ziya sangat tak peduli dengan status seseorang. Dimasa depan mungkin saja Xiao Ziyalah yang akan menghancurkan wilayah dewa untuk menuntut balas atas ketidak adilan yang ia terima.


Istana kekaisaran sekarang sedang sangat ramai karna besok adalah hari yang sangat penting yaitu hari ulang tahun Xiao Ziya yang sangat dinanti nantikan oleh semua orang.


Dijalan jalan yang ada di sekitar istana kekaisaran, sudah di hiasi dengan berbagai macam dekorasi yang cantik. Ada beberapa meja yang terletak di gerbang luar istana. Meja meja itu nantinya akan berisi makanan makanan yang bisa di ambil oleh orang orang yang lewat atau sengaja mampir.


"Dimana adik Ziya?." tanya Xiao Yuna pada Xiao Xun yang baru saja ingin mengambil makanan di dapur.


"Dia sedang istirahat di kamarnya, kau kesana saja jika ingin menemui Ziya." ucap Xiao Xun yang lanjut pergi kedapur. Padahal Xiao Xun sudah makan banyak saat di restoran yang ada di lantai atas penginapan tadi.


Sedangkan Xiao Yuna pergi menuju kamar Xiao Ziya. Tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dahulu Xiao Yuna langsung masuk, sehingga Xiao Ziya sedikit terkejut.


"Jiejie kau mengejutkanku." ucap Xiao Ziya sambil menatap Xiao Yuna dengan tatapan datar.


"Adikku yang cantik bisakah kau mengajariku memasak?." tanya Xiao Yuna dengan wajah yang ia buat imut. Xiao Ziya menyelidiki apa maksud saudarinya yang tiba tiba ingin belajar memasak.


"Oh, apakah kau ingin memasak untuk kekasihmu." ucap Xiao Ziya yang membuat Xiao Yuna tersipu malu.


...***Hai hai hai aku update lagi ya, gimana kabar kalian hari ini? Apakah ada yang lagi ujian kalau iya semangat ya. Jangan lupa dukung aku selalu ya. Dengan cara vote sebanyak banyaknya, komen komen komen, like, rate, share. ...


Love you guys

__ADS_1


Jangan lupa follow aku yaa yang belum follow biar aku bisa semangat***


__ADS_2