RATU IBLIS

RATU IBLIS
Sempat Terlewatkan


__ADS_3

Tuan Yonzan Zu menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan sendu, ia lega karna anak lain dari Ratu Junyi Zu bisa tumbuh dengan baik dan memiliki etika yang setara dengan anggota keluarga kerajaan.


"Jangan membela gadis itu suamiku, dia hanyalah gadis biasa yang tak pantas menjadi bagian dari anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur." ucap Ibu Suri Yanhua Zu dengan tatapan sinis, gadis seperti Xiao Ziya hanya akan merusak reputasi Kerajaan Bintang Timur, lagipula tanpa bantuan para sekutunya itu Ziya tak akan mungkin mengambil alih Kerajaan Bulan.


"Maaf sebelumnya, saya memang tak memiliki niatan untuk menjadi bagian dari kalian." jawab Xiao Ziya dengan santai, ia tersenyum tipis ke arah Ibu Suri Yanhua Zu.


"Baguslah, gadis sepertimu memang lebih cocok tinggal di lingkungan kumuh seperti dunia bawah." cemooh Ibu Suri Yanhua Zu sedang tatapan puas.


"Setidaknya di sana banyak manusia yang lebih beretika daripada Anda." jawab Xiao Ziya dengan tutur kata yang sangat lembut namun menusuk di hati. Ibu Suri Yanhua Zu sudah sangat gemas dengan Xiao Ziya dan ia ingin menghajar gadis itu.


Pangeran Honzi Zu dan Putri Beiling Zu membawa Ratu Junyi Zu menuju kamarnya karna setelah dilihat lihat perdebatan antara Xiao Ziya dengan Ibu Suri Yanhua Zu akan memakan waktu yang lama. Ratu Junyi Zu enggan meninggalkan Xiao Ziya di ruang makan bersama mertuanya yang kasar itu, ia tak tega melihat Xiao Ziya harus mendengar kata kata menyakitkan dari Ibu Suri Yanhua Zu.


"Biarkan saya tetap di sini, gadis itu adalah tamu Kerajaan Bintang Timur yang diundang langsung oleh suami saya. Tolong ibu lebih memperlakukannya dengan baik." ucap Ratu Junyi Zu yang mulai berani untuk mengungkapkan isi hatinya. Raja Yongling Zu tersenyum senang melihat setitik keberanian dari sang istri yang biasanya hanya menundukkan kepala dan mengalah saja.


"Jangan ikut campur dengan urusanku." jawab Ibu Suri Yanhua Zu.


"Ratu Junyi Zu sebaiknya Anda kembali ke kamar terlebih dahulu, saya baik baik saja di sini." ucap Xiao Ziya, ia mengerti bahwa sang ibu mulai merasakan ada kedekatan khusus diantara mereka berdua.


Mendengar perkataan dari Xiao Ziya, Ratu Junyi Zu mengajak kedua anaknya untuk kembali ke kamar utama. Entah mengapa kata kata dari gadis muda yang tak ia kenali itu dapat meluluhkan hatinya, Ratu Junyi Zu juga bisa melihat dengan jelas tatapan penuh kasih sayang yang Xiao Ziya tunjukkan untuk dirinya. Setelah kepergian Ratu Junyi Zu, perdebatan antara Ibu Suri Yanhua Zu dan Xiao Ziya terus berlanjut.


"Bukankah kau sudah melihat dengan jelas bahwa ibumu tak mengingatmu sedikit pun. Lalu untuk apa kau tetap berada di tempat ini? pulanglah ke asal mu dan menyerah saja." ucap Ibu Suri Yanhua Zu yang memberikan saran agar Xiao Ziya menyerah dan kembali ke dunia bawah.


"Wanita yang tak memiliki hati seperti Anda tak layak menyandang status sebagai seorang ibu, seharusnya Anda bisa memahami bagaimana perasaan saya dan juga Ratu Junyi Zu saat ini." jawab Xiao Ziya dengan mata yang melebar, ia begitu kesal dan marah dengan Ibu Suri Yanhua Zu yang terlalu banyak mengucapkan omong kosong.


Karna tak ingin suasana di istana utama Kerajaan Bintang Timur semakin panas kali ini Xiao Ziya mengalah demi kebaikan semua orang, gadis itu berjalan pergi dari ruang makan utama tanpa mengucapkan sepatah katapun. Pengeran Jongsu Zu dan Putra Mahkota Yunzo Zu melihat kepergian adik tiri mereka, setelah Xiao Ziya tak terlihat lagi keduanya langsung menatap ke arah Ibu Suri Yanhua Zu dengan tatapan tak suka.


"Selama ini Anda sangat membela Selir Mue Zu dan kedua putranya, akan saya pastikan mereka tak akan mendapat apapun dari Kerajaan Bintang Timur ini." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan sangat bersungguh sungguh, ketidakadilan yang dilakukan oleh Ibu Suri Yanhua Zu memang sangat terlihat dengan jelas.


"Anak kecil sepertimu tak tau apa apa tentang memimpin sebuah kerajaan." ucap Ibu Suri Yanhua Zu, wanita tua itu memarahi Putra Mahkota Yunzo Zu habis habisan.


"Sebagai orang yang lebih tua seharusnya Anda memberikan contoh yang baik, ingatlah nenek suatu hari nanti akan ada balasan untuk semua yang telah nenek lakukan." ucap Pangeran Jongsu Zu, sang pangeran mengajak Putra Mahkota untuk pergi dari ruang makan sebelum kemarahan mereka berdua tak dapat terbendung lagi.


Ibu Suri Yanhua Zu berteriak dengan kencang, ia rasa semua orang yang ada di Istana Kerajaan Bintang Timur sudah berubah drastis semenjak kedatangan Xiao Ziya di tempat ini. Bagaimana bisa gadis asing itu merubah sifat semua orang dengan sangat cepat? sihir apa yang telah gadis itu bacakan untuk beberapa Anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur.

__ADS_1


"Jangan terlalu marah seperti itu istriku, tolong pikirkanlah dengan lebih teliti." ucap Tuan Yonzan Zu pada sang istri.


"Tak ada yang perlu saya pertimbangkan lagi, Xiao Ziya adalah bencana bagi Kerajaan Bintang Timur." ucap Ibu Suri Yanhua Zu yang juga pergi dari ruang makan utama Istana Kerajaan Bintang Timur.


Di sisi lain saat ini Yie Munha sedang makan bersama dengan Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, Min Xome, dan Min Wungi. Suasana di ruang makan utama Kerajaan Bulan sangatlah tenang berbanding terbalik dengan Kerajaan Bintang Timur, semua orang sibuk memakan hidangan yang telah disajikan. Beberapa saat setelah makan malam pun selesai, ada beberapa hal yang ingin ditanyakan oleh Ratu Min Xunzi pada Yie Munha.


"Bagaimana keadaanmu sekarang? apa sudah jauh lebih baik dari sebelumnya?." tanya Ratu Min Xunzi dengan tatapan dingin, sang ratu belum bisa mempercayai gadis itu sepenuhnya, bagaimana pun dulu Yie Munha adalah orang yang sangat membenci keponakan kesayangannya dan sempat melakukan beberapa hal yang mengancam nyawa Xiao Ziya.


"Saya rasa saya sudah sembuh sekarang, terimakasih atas bantuan kalian semua." ucap Yie Munha dengan senyuman canggung, ia tak terbiasa dengan suasana menegangkan seperti ini.


"Karna Anda sudah jauh lebih baik sekarang, bisakah saya menanyakan beberapa hal pada anda?." tanya Ratu Min Xunzi, sudah lama ia memendam rasa penasarannya itu dan kini waktu yang tepat baginya untuk mendapatkan semua jawaban dari Yie Munha.


"Saya akan menjawab selama saya mengetahui jawabannya." ucap Yie Munha dengan sorot mata tenang, kali ini ia tak melakukan kejahatan atau tipu muslihat apapun untuk menjebak Xiao Ziya, yang Yie Munha inginkan adalah memiliki tempat aman untuknya tinggal.


"Bagaimana perasaan mu setelah mengetahui bahwa nenek dan kakek mu yang telah membunuh nenek kandung Xiao Ziya?." tanya Ratu Min Xunzi dengan tatapan serius, ia akan menilai apakah jawaban dari Yie Munha itu bohong atau tidak.


"Saya benar benar tak mengetahui apapun sebelumnya, dan saya sangat terkejut mendengar penjelasan dari salah satu ketua Klan Yuang Yie tentang kematian nenek kandung Nona Ziya." ucap Yie Munha dengan sangat jujur, ia baru memahami bahwa selama ini ia bukanlah kesayangan dari nenek dan juga kakeknya melainkan sebuah pion yang akan mereka jaga agar rencana mereka berjalan dengan lancar.


"Lalu dimana benda yang diincar oleh Yie Gu itu? hingga meminta dua pembunuh bayaran untuk mengejarmu?" tanya Ratu Min Xunzi karna semenjak kedatangan Yie Munha, ia tak melihat gadis itu membawa benda apapun bersamanya.


"Baiklah kau bisa tinggal di sini sampai Xiao Ziya kembali, jika ingin menetap di tempat ini mintalah izin pada Xiao Ziya." ucap Ratu Min Xunzi yang merasa cukup puas dengan jawaban Yie Munha karna gadis itu tak berbohong padanya. Ratu Min Xunzi pamit untuk kembali ke kamar dan beristirahat begitupun dengan Raja Min Lunxi, kini di ruang makan hanya tersisa Yie Munha, Min Xome, dan Min Wungi.


Suasana di ruang makan semakin aneh karna mereka bertiga tak saling mengenal satu sama lain, sebagai yang tertua di sana Min Xome berusaha untuk mencairkan susana dengan menanyakan hal pada Yie Munha meski gadis itu sedikit canggung menjawab pertanyaan darinya.


"Jika saya boleh tau, mengapa Nona Yie Munha tak menyukai sepupu Ziya?." tanya Min Xome dengan rasa penasaran tinggi, mungkinkah gadis itu merasa tersaingi dengan paras dan juga kekuatan yang dimiliki sepupu kesayangannya itu.


"Saat pertama kali Nona Ziya datang ke Klan Yuang Yie saga bisa melihat raut wajah bahagia dari ayah dan juga kakek, lama kelamaan saya merasa bahwa semua anggota Klan Yuang Yie lebih memihak pada Xiao Ziya daripada saya. Saya sempat menanyakan pada Nona Ziya apakah dia memang ingin mengambil semua hal yang saya miliki dan dengan tegas Nona Ziya menjawab bahwa ia tak ingin mengambil apapun lalu mengatakan bahwa apa yang terlihat tak selalu sama dengan kenyataan. Setelah mengalami semua ini, akhirnya saya mengerti arti dari perkataan Nona Ziya." jawab Yie Munha yang mengingat kembali begitu bencinya ia saat pertamakali melihat Xiao Ziya di Klan Yuang Yie.


Adakah rencana dari Nona Yie Munha yang berhasil menipu adik Ziya?" tanya Min Wungi, ia tau adik sepupunya sangat peka terhadap perubahan sifat orang orang yang ada di sekitar dan untuk menjebak gadis itu diperlukan pemikiran serta rencana di luar nalar manusia biasa.


"Semuanya gagal, tak ada satupun rencana saya yang berhasil mengalahkan kepintaran gadis itu. Dan saya menyadari perbedaan yang sangat jauh diantara kami berdua." jawab Yie Munha dengan senyum yang ia paksakan, Yie Munha tak akan lagi bersaing dengan Xiao Ziya karna hasilnya akan tetap sama.


"Jadilah saudari yang baik untuk adik Ziya, jangan pernah mengecewakannya, jangan pernah berfikir untuk mengkhianati ya. Kami berdua sangat yakin Nona Yie Munha bisa melakukan itu semua, selama ini adik Ziya tetap bertahan di tempat ini hanya untuk bisa dekat dengan ibu kandung yang tak pernah ia jumpai sejak bayi. Dari awal gadis itu tak ingin mengambil apapun dari siapapun termasuk Kerajaan Bulan yang, dia akan sangat baik ketika seseorang dengan tulus memperlakukan dengan baik." ucap Min Xome, pemuda itu tersenyum lebar dihadapan Yie Munha dan membuat gadis itu tertawa karna wajah konyolnya.

__ADS_1


"Saya akan mengingatnya dengan baik, karna sudah sangat malam saya pamit kembali ke kamar." ucap Yie Munha yang berpamitan pada Min Wungi dan Min Xome kemudian gadis itu pergi meninggalkan ruang makan.


Suasana malam di sekitar Istana Kerajaan Bintang Timur cukup sunyi, hanya ada beberapa prajurit yang sedang berjaga dan para pelayan yang bersiap untuk kembali ke kamar mereka. Di sebuah pohon yang cukup tinggi tepatnya di halaman samping Istana utama, Xiao Ziya sedang duduk di atas sana untuk menenangkan diri, gadis itu perlu waktu untuk sendiri tanpa diganggu oleh siapapun.


"Hah, kapan ibu akan mengingat saya?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri, ia ingin segera kembali ke Kerajaan Bulan untuk menyelesaikan masalah Yie Munha.


Saat fikiran Xiao Ziya sedang kacau ia melihat sebuah kilatan cahaya yang tiba tiba saja melesat dari atas langit menuju ke tempatnya sekarang. Xiao Ziya menatap ke arah seorang pria tampan yang sedang tersenyum padanya, Xiao Ziya turun dari atas pohon dan langsung menghampiri pria itu.


"Paman datang?." tanya Xiao Ziya pada pamannya yaitu Lee Brian yang tiba tiba menghampiri tanpa alasan yang jelas.


"Dari atas sana paman melihat bahwa keponakan paman yang cantik ini sedang bersedih, apakah Ziya merasa lelah?." tanya Lee Brian pada Xiao Ziya dengan sorot mata teduh dan senyuman hangat. Dengan segera Xiao Ziya menganggukkan kepala sebagai jawaban bahwa ia lelah menjalani semua ini.


"Mungkinkah keponakan paman ingin menyerah sekarang?." tanya Lee Brian lagi pada Xiao Ziya.


"Tidak paman, saya hanya kelelahan saja. Setelah suasana hati saya membaik maka semua akan baik baik saja." jawab Xiao Ziya dengan senyuman ceria yang menghiasi wajah cantiknya itu.


Lee Brian merentangkan kedua tangannya, Xiao Ziya menatap ragu ragu ke arah pamannya itu. Setelah melihat senyuman tulus dari sang paman, Xiao Ziya langsung memeluk Lee Brian dengan sangat erat. Gadis itu hanya membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah tanpa ada yang mengungkit bahwa ia seorang kultivator kuat, ataupun gadis hebat yang telah menaklukkan banyak lapisan dunia. Xiao Ziya terlalu takut menunjukkan sisi lemahnya pada orang lain, ia takut mereka akan menertawakan kelemahan dan rasa lelah gadis itu di belakangnya namun kini Xiao Ziya tak perlu khawatir lagi karna ada sang paman yang mengerti dirinya dengan sangat baik.


"Selamat ulang tahun sayang, maaf karna tahun kemarin paman tak bisa mengucapkan secara langsung." ucap Lee Brian, ia mengusap rambut keponakannya itu penuh dengan rasa sayang sembari memeluk erat tubuh Xiao Ziya.


"Saya melewatkan ulang tahun di tahun kemarin." ucap Xiao Ziya diselingi suara tawanya pelan.


"Paman tau kau sangat sibuk cantik dan paman punya hadiah untukmu." ucap Lee Brian yang melepas pelukannya dari Xiao Ziya.


Lee Brian meminta Ziya untuk melihat ke atas langit kemudian pria itu memulai hitungan mundur dari tiga hingga satu. Setelah itu muncul ledakan kembang api di atas langit, pola pola kembang api yang sangat indah sama seperti saat Xiao Ziya masih hidup sebagai Zoya. Ada beberapa letusan kembang api yang membentuk hati, Ziya tersenyum melihatnya ia senang karna di tempat asing ini masih ada orang yang mengingat hari ulang tahunnya.


"Terimakasih paman untuk kado yang sangat indah ini." ucap Xiao Ziya yang mengarahkan pandangannya pada sang paman.


"Apapun untuk keponakan kesayangannya paman." ucap Lee Brian kemudian mencium pipi kanan dan pilih kiri Xiao Ziya, pria itu juga mengalungkan sebuah kalung dengan liontin permata berwarna merah di leher Xiao Ziya.


Malam itu semua beban yang sedang membuat Xiao Ziya merasa lelah seketika hilang begitu saja. Xiao Ziya dan pamannya duduk di sebuah bangku taman dan menceritakan banyak hal yang mereka alami sebelum saling bertemu satu sama lain. Karna hari sudah sangat larut Lee Brian meminta pada Xiao Ziya untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat.


"Sampai jumpa paman." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat menuju istana putri.

__ADS_1


"Sampai jumpa, senang bisa bertemu denganmu lagi. Akan saya lakukan apapun untuk menjaga dan membuatmu bahagia." ucap Lee Brian kemudian melesat menembus beberapa lapisan di atas langit, tempat pria itu tinggal sangat jauh dari tempat Xiao Ziya berada saat ini.


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2