RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pusaran Air


__ADS_3

Dewa Agung Arzil menatap kepergian Xiao Ziya penuh dengan kemarahan, pemuda itu menggenggam tangannya kemudian menatap lagi ke arah penginapan tempat Xiao Ziya tinggal.


"Jika saya tak bisa memilikimu maka tak ada yang boleh memilikimu." ucap Dewa Agung Arzil yang mengeluarkan api dari telapak tangannya kemudian pemuda itu membakar penginapan itu menggunakan apinya. Pemilik penginapan dan semua orang yang ada di sana berlarian untuk menyelamatkan dirinya.


Xiao Ziya yang sedang tertidur di dalam kamar merasakan hawa panas yang berbeda dari miliknya. Dengan segera Xiao Ziya membuka matanya, ternyata ada api yang berkobar kobar dan mulai masuk kedalam kamarnya.


"Pemuda gila itu apa aku harus membunuhnya?." ucap Xiao Ziya yang merasa kesal kepada Dewa Agung Arzil yang melukai banyak orang hanya untuk membalaskan dendam padanya. Xiao Ziya melapisi tububnya dengan kobaran api berwarna putih dan mulai berjalan keluar dari kamarnya dan menuruni tangga api merah milik Dewa Agung Arzil padam saat berpapasan dengan api merah milik Xiao Ziya.


Gadis itu terus berjalan keluar penginapan ia sudah memastikan bahwa tak ada lagi orang di penginapan itu. Benar saja setelah sampai di luar penginapan Xiao Ziya melihat Dewa Agung Arzil yang sedang menatap tajam kearah penginapan.


"Hey pemuda gila, jika kau marah pada saya kau tak perlu melukai yang lain." ucap Xiao Ziya yang menunjuk Dewa Agung Arzil. Sang dewa agung merasa terkejut karna gadis yang ingin ia celakai berhasil keluar dengan selamat.


"Bagaimana kau biasa keluar dari sana dengan selamat?." tanya Dewa Agung Arzil yang merasa keheranan karna gadis itu tak terluka sedikitpun. Setelah mengamati tubuh Xiao Ziya ia melihat kobaran api putih yang menyelimuti tubuhnya.


"Kau lupa saya ini siapa?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum mengerikan ke arah Dewa Agung Arzil. Sepertinya tak ada pilihan lain, ia harus melawan sang dewa agung baru yang dengan berani membahayakan nyawa orang lain.


"Apakah kalian setuju jika saya membuat dewa agung ini lumpuh?." tanya Xiao Ziya pada mereka yang sempat ada di dalam penginapan saat kebakaran itu terjadi mereka juga melihat bagaimana Dewa Agung Arzil dengan tega membakar penginapan itu.


"Silahkan jika nona ingin membunuh dewa agung gila itu." ucap pemilik penginapan yang tangan kananya mendapatkan luka bakar yang cukup parah karna ulah Dewa Agung Arzil.


"Kami akan membela nona jika dewa agung yang lama datang untuk menghukum anda." ucap salah seorang karyawan penginapan yang mewakili semua orang, mereka siap membela gadis itu jika dewa agung yang lama marah dan ingin menghukumnya.


"Kau tak bisa melakukan itu padaku kau bukanlah seorang dewi ataupun penduduk wilayah khusus dewa, kau adalah junjungan muda dari neraka sehingga kau tak bisa menghukum kami." ucap Dewa Agung Arzil yang merasa bahawa Xiao Ziya tak bisa menghukum ataupun melukai dirinya karna ia bukanlah penduduk dari daerah khusus dewa ataupun ia bukan seorang dewi.


"Benarkah?? apa saya bukan seorang dewi?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan manis kemudian menunjukkan kultivasinya yang telah ada di tingkat alam dewa menengah pertama. Artinya Xiao Ziya secara resmi telah menjadi seorang dewi walaupun tak tinggal di wilayah dewa dewi ataupun daerah khusus dewa dewi.


"Kau....kau adalah seorang dewi?." ucap Dewa Agung Arzil yang tak menyangka bahwa gadis itu jauh lebih hebat daripada dirinya, ia sudah berreingkarnasi dengan cara yang sangat sulit dan tak ia ceritakan pada Xiao Ziya namun mengapa hingga saat ini ia tak mampu menandingi gadis itu.


"Jadi bagaimana apakah saya sudah bisa membuatmu lumpuh sekarang?." ucap Xiao Ziya yang sekarang berdiri di hadapan Dewa Agung Arzil dengan tatapan tajam. Sang Dewa agung mundur beberapa langkah karna merasakau aura suci yang cukup pekat dari Xiao Ziya.


"Kau tak bisa melakukan ini padaku, ayah pasti akan menghukummu." ucap Dewa Agung Arzil yang bersembunyi di balik nama sang ayah yang merupakan dewa agung lama.


Xiao Ziya tak menghiraukan ucapan dari Dewa Agung Arzil ia mengeluarkan sebuah pedang berwarna putih yang ada di dalam cincin semesta miliknya, ia melesat ke arah Dewa Agung Arzil dengan sangat cepat kemudian menodongkan pedang miliknya ke leher sang dewa agung.

__ADS_1


"Ayah pasti akan datang untuk membunuhmu." ucap Dewa Agung Arzil yang terus terusan memanggil nama sang ayah kemudian ia melemparkan sebuah kalung dengan liontin berlian merah yang ada di lehernya ketanah. Entah apa yang dilakukan oleh sang dewa agung namun Xiao Ziya dapat merasakan bahwa akan ada seseorang yang datang untuk membantu pemuda itu.


Tak berselang lama setelah melempar kalung itu tiba tiba disekitarnya muncul cahaya berwarna merah lalu tampaklah sesosok pria dewasa di sana, sepertinya ia adalah ayah dari Dewa Agung Arzil.


"Apa yang kau lakukan pada putraku." ucap Dewa Agung Yun. Ia melihat putranya sedang dipojokkan oleh seorang gadis biasa yang memiliki aura dewi dan aura kegelapan yang sangat pekat.


"Saya akan menghukum putra anda yang telah melukai banyak orang karna dendam sepihaknya." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan sedikit hal yang telah terjadi dan alasan dibalik mengapa ia menodongkan pedang ke arah Dewa Agung Arzil.


"Yang berhak menghukumnya hanyalah diriku, kau adalah orang asing di sini sebaiknya kau pergi." ucap Dewa Agung Yun yang memancarkan aura muia miliknya, benar apa yang pernab dikatakan oleh Dewi Yin Yuer banwa dewa agung yang mengurungnya di air terjun itu memiliki kekuatan yang sangat besar, baru kali ini Xiao Ziya merasakan bahwa ia sedang dalam bahaya.


"Saya tak yakin kau akan menghukum putramu ini." ucap Xiao Ziya yang masih tenang walau yang akan menjadi lawannya adalah seorang dewa agung yang sangat kuat.


"Jika kau tetap melakukan hal itu maka kau akan mati di sini." ucap Dewa Agung Yun yang mengeluarkan sebuah trisula entah dari mana. Saat melihat trisula itu Xiao Ziya tau bahwa senjata yang dibawa oleh Dewa Agung Yun adalah senjata yang sangat kuat namun Xiao Ziya tak merasa takut saat melihat trisula itu.


"Kau ingin membunuhku dengan trisulamu itu? baiklah." ucap Xiao Ziya yang membaca sebuah mantra kuno kemudian muncul sebuah kubus yang mengurung tubuh Dewa Agung Arzil agar pemuda itu tak bisa kabur saat ia bertarung dengan ayahnya. Sebagai Dewa Agung mereka berdua tak memiliki sikap yang mencerminkan seorang dewa agung mungkin saja terpilihnya ayah dan anak itu adalah suatu kesalahan atau ada sebuah kecurangan yang mereka lakukan.


"Beraninya kau mengurung putraku." ucap Dewa Agung Yun yang mencoba menghancurkan kubus itu dengan trisula miliknya, namun siapa sangka mantra kuno yang digunakan oleh Xiao Ziya sangatlah kuat.


"Lama tak berjumpa Dewa Agung Yun." ucap Dewi Yin Yuer yang menatap tak suka ke arah pria itu, ia masih bisa mengingat semuanya dengan jelas bagaimana Dewa Agung Yun menghukumnya dan mengurung dirinya kedalam sebuah air terjun dalam jangka waktu yang sangat lama. Untung saja nona muda yang ia ikuti sekrang sangatlah hebat sehingga mampu membebaskannya.


"Mengapa kau bisa ada di sini? bukankah seharusnya kau masih ada di dunia bawah dan terkurung di dalam salah satu air terjun." ucap Dewa Agung Yun yang keheranan melihat Dewi Yin Yuer yang berada di daerah khusus dewa, siapa yang mampu membebaskan dewi kecantikan itu dari hukuman yang ia berikan. Apakah ada kultivator yang sangat kuat di dunia bawah yang mampu menghancurkan mantra yang ia pasang di sekitar air terjun itu.


"Tentu saja karna nona Xiao Ziya yang telah membebaskan saya." ucap Dewi Yin Yuer dengan jujur karna yang membebaskannya adalah Xiao Ziya.


Dewa Agung Yun menatap ke arah Xiao Ziya, ia merasa kesal mengapa gadis kecil itu mengacaukan rencana yang telah ia buat. Gadis bernama Xiao Ziya itu sekarang ingin melenyapkan dirinya dan juga putranya yang telah menjadi dewa agung. Dewa Agung Yun menghentakkan trisula miliknya tiba tiba saja daerah khusus dewa dewi bergetar dengan hebat kemudian tertatik keatas oleh sebuah bukit yang tinggi di bawah bukit itu tercipta lautan yang sangat luas, sepertinya tebakan Xiao Ziya benar bahwa Dewa Agung Yun adalah dewa air yang mengendalikan air sehingga ia menggunakan trisulanya itu untuk menciptakan sebuah lautan yang luas.


Karna getaran yang hebat tadi semua dewa dan dewi yang sedang berada di daerah khusus merasa terkejut dan langsung pergi menuju sumber getaran. Saat mereka sampai ternyata itu adalah ulah Dewa Agung Yun, namun mengapa ada Xiao Ziya di sana dan yang membuat mereka semakin terkejut adalah kehadiran dewi kecantikan yang lama, yang sudah tak pernah mereka lihat lagi bersama dengan kekasihnya sang kalajengking iblis jenderal terkuat dari neraka yang sudah lama menghilang.


"Apa yang sedang terjadi nona Ziya mengapa Dewa Agung Yun sangat marah?." tanya Dewa Hiloz yang ingin tau apa yang sedang terjadi.


"Putra Dewa Agung Yun telah melukai kami karna ia memilkki dendam pada nona muda itu, dan nona muda ingin menghukumnya karna selain junjungan muda neraka ternyata ia juga seorang dewi karna kultivasinya sudah ada di alam dewa tingkat menengah pertama. Namun Dewa Agung Yun datang dan mengatakan bahwa ia ingin menghukum putranya sendiri, nona Ziya yakin bahwa Dewa Agung Yun tak akan melakukan hal itu sehingga nona Ziya tetap ingin menghukum dewa agung yang baru." ucap sang pemilik penginapan yang menceritakan apa yang sedang terjadi, akhirnya para dewa dan dewi yang ada di sana mengerti mengapa situasi ini bisa terjadi.


"Mengapa kau melakukan hal ini Dewa Agung Yun, selama ini kami diam saja karna menghormati posisimu sebagai dewa agung. Kau dan putramu telah melakukan banyak sekali hal buruk namun kami tak bisa melakukan apapun." ucap Dewa Agni yang mengatakan semua keluh kesah yang dirasakan oleh para dewa dan dewi selama ini.

__ADS_1


"Akhirnya ada yang berani menentangmu, karna nona inilah kami tak merasa takut lagi." ucap Dewa Yengmu yang merasa bahwa Xiao Ziya adalah sosok yang sangat hebat, kultivasi gadis itu ada di bawah Dewa Agung Yun namun dengan terang terangan ia menentang prilaku sang dewa agung yang telah melenceng.


"Lebih baik kau akui saja kesalahanmu Dewa Agung Yun, biarlah sang pencipta yang memberikan hukuman padamu." ucap Dewi Jinliu yang merupakan dewi air yang pernah menjadi incaran Dewa Agung Yun namun untung saja ia bisa membebaskan dirinya.


"Hanya karna seorang gadis kecil kalian berani menentangku? aku akan menghabisi gadis itu hingga tak ada lagi yang berani menantang semua yang ku lakukan." ucap Dewa Agung Yun yang sudah kehilangan akal sehatnya. Ia menciptakan sebuah pusaran air yang sangat kuat dan juga dalam.


Dengan cepat Dewa Agung Yun melesat kerah Xiao Ziya dan menarik gadis itu kemudian ia melemparkan tubuh Xiao Ziya kedalam pusaran air yang sangat dalam. Xiao Ziya masuk kedalam pusaran air gadis itu terseret hingga ke dasar lautan yang dibuat oleh Dewa Agung Yun. Para dewa dan dewi yang melihat hal itu langsung mencoba membantu Xiao Ziya, beberapa dewa dan dewi air menggabungkan kekuatan mereka kemudian menciptakan pusaran air yang sama dengan milik Dewa Agung Yun. Kedua pusaran air itu saling bertabrakan dan menciptakan gelombang yang besar namun sangat disayangkan pusaran air milik dewa dan dewi yang ingin membantu Xiao Ziya kalah.


"Bagaimana ini kita tak bisa membiarkan adik Ziya dalam bahaya." ucap Ziloz yang sangat mengkhawatirkan Xiao Ziya sangat disayangkan elemen yang ia miliki adalah api sehingga tak bisa melakukan apapun.


"Biar kami mencoba menyelamatkannya." ucap beberapa dewa dengan elemen aingin mereka membuat sebuah tornado yang cukup kuat tornado itu masuk kedalam pusaran air dan berusaha untuk mengambil Xiao Ziya dari sana. Melihat hal itu tentu saja Dewa Agung Yun tak akan tinggal diam ia mempercepat pusaran airnya hingga angin tornado itu lenyap termakan pusaran air.


"Ini tidak berhasil, kami tak ingin nona Ziya sampai kenapa napa." ucap Xiu yang merasa sangat sedih, Xiao Ziya sudah seperti adik perempuannya sendiri.


Sedangkan keadaan Xiao Ziya saat ini lumayan parah gadis itu masih saja berputar putar di dasar pusaran air, ia masih bisa membuka matanya walau kepalanya terasa sangat pusing. Ia ingin melakukan sesuatu agar bisa terbebas dari sana namun apa yang harus ia lakukan, gadis itu mencoba untuk tetap tenang dan berfikir dengan jernih. Walau pusaran air ini sangatlah kuat pasti ada sesuatu yang mampu melawannya pasti ada sesuatu yang mampu menandinginya.


Tiba tiba saja lautan spiritual milik Xiao Ziya bergemuruh mawar mawar es yang tumbuh di sana meninggi dengan cepat kemudian kelopak kelopak mawar itu membesar kemudian berguguran di lautan spiritual gadis itu. Dengan sangat cepat lautan spiritual milik Xiao Ziya membeku dan tubuh gadis itu juga dilapisi oleh es.


Setelah tubuh Xiao Ziya dilapisi oleh es yang sangat dingin pusaran air itu juga ikut membeku bahkan seluruh lautan yang diciptakan oleh Dewa Agung Yun ikut membeku, semua orang yang menyaksikan hal itu merasa kebingungan. Tiba tiba saja sebuah mawar es raksasa muncul dari celah pusaran air yang telah membeku di tengah tengah kelopak bunga mawar es ada sesosok gadis yaitu Xiao Ziya.


"Bagaimana biasa kau membekukan seluruh lautanku." ucap Dewa Agung Yun yang gemetaran mengapa gadis itu begitu luar biasa, ia kira junjungan muda dari neraka hanya memiliki satu elemen yaitu api saja sehingga Xiao Ziya tak bisa melakukan apapun saat terjebak di dalam pusaran air yang sangat kuat. Xiao Ziya yang saat itu masih memejamkan matahya langsung membuka matanya bola mata gadis itu sebelah kiri berwarna merah sedangkan sebelah kanan berwarna biru.


"Kau tak layak untuk melenyapkan saya, kalian berdua yang membuat masalah dengan saya maka saya akan melenyapkan kalian entah siapapun kalian saya tak peduli." ucap Xiao Ziya yang melesat menuju Dewa Agung Yun kemudian melayangkan sebuah tinju yang dilapisi oleh api ke arah pria itu. Dewa Agung Yun yang tak siap dengan serangan mendadak Xiao Ziya langsung terpental beberapa meter.


"Adik Ziya tolong kendalikan emosimu, jika kau membunuhnya sekarang maka keluargamu akan dalam bahaya." ucap Ziloz yang berusaha mengingatkan Xiao Ziya. Ia tau adiknya itu sangatlah kuat namun saat ini ia tak bisa pergi seenaknya ke dunia bawah sehingga ia tak bisa menjaga keluarganya secara langsung.


"Bagaimana jika saya melumpuhkan mereka berdua saja?." tanya Xiao Ziya lagi, jika ia tak bisa membunuh kedua dewa agung itu maka ia bisa membuat mereka bedua lumpuh dan tak bisa melakukan apapun.


"Baiklah jika begitu." ucap Hiloz yang mewakili dewa dan dewi yang lain mungkin itu akan cukup untuk memberikan sedikit efek jera pada kedua dewa agung itu.


"Baiklah bersiaplah Dewa Agung Arzil dan Dewa Agung Yun." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan menyeramkan. Xiao Ziya mengikat kedua tangan dan kaki Dewa Agung Yun menggunakan sulur hitam miliknya.


Hai hai semuanya author update lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys tiket vote g bisa dikumpulin sampe banyak, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.

__ADS_1


__ADS_2