RATU IBLIS

RATU IBLIS
105


__ADS_3

Dimas berjalan masuk kedalam restoran, dia berjanjian dengan Desi untuk bertemu, sebenarnya dia tidak mau tapi Desi memaksanya. Dia melihat sekeliling mencari Desi.


"Dimas disini" ucap Desi melambaikan tangannya, Dimas berjalan kearah Desi lalu duduk.


"Udah pesen?" tanya Dimas.


"Udah, sekalian tadi buat kamu juga" jawab Desi sambil tersenyum, Dimas membalas senyumannya.


Desi memakai pakaian yang cukup terbuka untuk menarik perhatian Dimas, rok pendek baju tanpa lengan dan terlihat belahan dadanya. Mau bagaimanapun Dimas laki-laki normal, dia berekspresi bodo amat padahal dia sedang menahan sesuatu.


"Eh ada yang marah gak kalau kita ketemuan?" tanya Desi.


"Siapa sih yang marah, kan ketemu sama sahabat lama" jawab Dimas.


"Hehe iya" ucap Desi.


"Kamu ngapain kekota ini?" tanya Dimas.


"Liburan hehe" jawab Desi.


"Kamu kapan pulang kampung? Udah lama gak pulang" tanya Desi.


"Nanti nunggu libur kuliah" jawab Dimas.


"Ohhh" balas Desi. Tak lama kemudian makanan mereka datang.


"Terima kasih" ucap Desi.


"Sama-sama" jawab pelayan lalu pergi.


"Wah kamu masih ingat makanan kesukaan aku" ucap Dimas melihat makanan yang dipesan Desi.


"Ya pasti ingatlah" balas Desi, mereka lalu memakan pesanannya.


Disisi lain Hermione masuk kedalam restoran dan mencium aroma Dimas dan Desi, dia melihat kearah yang menurutnya ada mereka dan ternyata benar saja disana ada Dimas dan Desi yang sedang tertawa bersama. Hermione duduk didekat mereka tanpa mereka sadari karena mereka sedang asik sendiri, dia kerestoran untuk bertemu dengan Aroon karena mereka mau membahas perkerjaan.


"Enak banget ya berduaan ketawa bareng, aku akan balas liat aja" batin Hermione tak terdengar siapa-siapa.


Hermione memilih melihat gambar desain baju yang dia buat dibuku, dia memperbaiki gambarnya yang menurut dia kurang cocok, Aroon datang menghampiri Hermione dua lalu duduk dihadapan Hermione tapi Hermione belum sadar karena fokus kebuku.


"Ehem" dehem Aroon, Hermione lalu menengadahkan kepalanya melihat Aroon.


"Kapan datang kok aku gak tau?" tanya Hermione menyimpan bukunya.


"Baru aja, kamunya sih fokus kebuku terus sampai aku datang gak sadar" ucap Aroon.


"Hehe maaf" ucap Hermione mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Iya iya, kamu udah pesan?" tanya Aroon.


"Belum" jawab Hermione.


"Mbak" Aroon melambaikan tangannya memanggil pelayan dengan suara sedikit keras. Dimas dan Desi menoleh kesamping kanannya karena Hermione dan Aroon ada disana.


"Dara" batin Dimas.


"Kepergok selingkuh" batin Desi, Dimas melirik sekilas Desi karena dia masih bisa mendengar batin Desi. Hermione melihat kearah Dimas dan Desi, dia tersenyum tipis, lalu melihat kearah Aroon kembali.


"Santai banget udah ketahuan selingkuh" batin Desi yang masih terdengar Dimas. Dimas melanjutkan makannya, dia cemburu melihat Hermione ternyata ada disana juga bersama laki-laki lain.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Aroon.


"Hmm ini, ini, ini, ini, dan ini eh ini juga tambah satu lagi yang ini" ucap Hermione menunjuk menunya, Aroon bengong tak menyangka Hermione memesan sebanyak itu.


"Wah gak nyangka cewek secantik kamu makannya banyak juga" ucap Aroon.


"Dari pada pura-pura diet padahal dalam hati mau semuanya" ucap Hermione menyindir Desi.


"Bener juga, oh iya saya pesan ini, ini dan ini" ucap Aroon menunjuk menunya.


"Baik tunggu sebentar" ucap pelayan lalu pergi.


"Kamu doyan atau lapar mesennya banyak gitu?" tanya Aroon.


"Dua-duanya tambah satu lagi mumpung gratis" jawab Hermione.

__ADS_1


"Bisa aja kamu, yang punya black card sama gold card juga suka yang gratis ya" ucap Aroon.


"Ya sukalah siapa sih yang gak suka gratis kayak gini" ucap Hermione.


"Ohh iya ini coba kamu liat desain aku ada yang kurang gak kalau kurang bilang" ucap Hermione menyodorkan buku yang berisi gambar desainnya.


"Harus jujur bilangnya" ucap Hermione lagi.


"Iya desain kamu pasti bagus gak pernah nggak bagus" ucap Aroon melihat-lihat desain Hermione.


"Aaaa bisa aja lo sendal jepit hehe canda" ucap Hermione, Aroon terkekeh mendengarnya.


"Hehe iya tau kok" ucap Aroon.


"Eh ini kayaknya harus ditambahin lagi deh masih kosonh banget" ucap Aroon menunjuk gambar desainnya.


"Sini biar aku tambahin desainnya" Hermione mengambil bukunya dan mengeluarkan pensil untuk menggambar lalu mulai menggambar.


"Kamu ngapain disini? Terus itu siapa? Cowok itu yang waktu bareng Arielkan?" batin Dimas bertanya.


"Ngurus kerjaan, Aroon, iya dia abang Ariel" batin Hermione.


"Ohh jangan deket-deket aku gak suka ya" batin Dimas.


"Lah kamu aja sama Desi deket tuh, masa aku gak boleh" batin Hermione.


"Cemburu ya kalau aku deket sama Desi?" batin Dimas.


"Udahlah serah kamu" batin Hermione.


"Cie cemburu, sama aku juga cemburu liat kamu deket sama yang lain" batin Dimas.


Hermione tak menjawab dia memilih fokus dengan gambarnya. Aroon melihat tangan Hermione yang lincah mengambar desainnya.


"Pinter nyanyi, pinter ngedesain, pinter main drum tapi anak jurusan kedokteran" ucap Aroon.


"Hehe ini cuman hobi" ucap Hermione.


"Hobi tapi bisa menghasilkan uang" ucap Aroon.


"Sedikit cuman 1 black card sebulan gitu maksudnya ya" ucap Aroon tersenyum.


"Eh nggak segitunya juga" ucap Hermione langsung melihat Aroon.


"Hmm berarti gold card sebulan" ucap Aroon.


"Nggak ihh itu mah banyak" ucap Hermione lalu melanjutkan menggambar.


"Kita sama-sama kerja dibidang desainer kayak aku gak tau aja, apa lagi desain pakaian kamu itu terkenal sampai keluar negeri, ya pasti kurang lebih segitu penghasilan kamu" ucap Aroon.


"Hmm serah kamu, nih udah selesai" ucap Hermione menunjukkan hasilnya.


"Wow cantik banget kayak yang buatnya" ucap Aroon bercanda.


"Hehe bisa aja gombalnya" ucap Hermione, Aroon ikut tertawa.


"Katanya ngurusin kerjaan" batin Dimas.


"Terus tadi aku ngedesain bukan ngurus kerjaan" batin Hermione.


"Bodolah serah kamu" batin Dimas kesal.


"Rasain tuh, sekarang kita seri kamu 1 aku 1 hahaha" batin Hermione yang tak didengar Dimas.


"Dimas cobain deh ini enak banget" ucap Desi.


"Enggak deh kamu aja" ucap Dimas.


"Ihh cobain, nih aku suapin buka mulutnya aaa" ucap Desi ingin menyuapi Dimas, Dimas membuka mulutnya lalu memakan makanan yang Desi sodorkan kepadanya.


"Gimana enak gak?" tanya Desi.


"Hmm enak" jawab Dimas.


"Ok ok, kalian pikir gue gak bisa liat aja nanti ya" batin Hermione tak mau kalah.

__ADS_1


"Setelah semua gaunnya jadi bakal langsung dikirim keluar negeri?" tanya Aroon.


"Yaiyalah masa mau disimpen terus" ucap Hermione.


"Desain gaunnya udah selesai tinggal nanti buatnya dari tim kamu" ucap Hermione lagi.


"Aku udah siapin tim paling terbaik untuk mengerjakan ini" ucap Aroon.


"Hmm bagus berarti semuanya udah siap, tinggal proses pembuatannya aja setelah selesai kirim deh" ucap Hermione tersenyum.


"Jangan senyum nanti aku masuk rumah sakit karena diabetes liat senyum kamu yang manis" ucap Aroon menggombal.


"Ihh gombal" ucap Hermione. Makanan mereka datang tapi minumannya belum, setelah menyimpan makanannya pelayan pergi untuk mengambil minumannya. Pelayannya datang kembali membawa minumannya, Desi mengeluarkan kakinya untuk membuat pelayannya terjatuh, pelayan itu tersandung dan minuman yang dibawanya tumpah kebaju Hermione.


"Astaga maaf nona" ucap pelayan menunduk, gelasnya terjatuh kelantai dan pecah, Hermione langsung berdiri sambil mengelap bajunya.


"Iya mbak gak apa-apa" jawab Hermione.


"Untung kena baju aku gak kena bukunya" ucap Hermione lega.


"Sini aku bantu" Aroon mengambil tisu lalu membantu mengelap baju Hermione yang basah.


"Astaga mbak hati-hati" ucap Dimas berdiri.


"Maaf tuan, saya tersandung kaki mbak yang bersama dengan tuan, maaf tuan maaf nona, maaf" ucap pelayannya menunduk takut dipecat.


"Udah mbak gak apa-apa santai aja" ucap Hermione masih fokus mengelap bajunya dibantu Aroon.


"Eh jangan fitnah dong, kamu yang kesandung kaki saya yang disalahin dari tadi kaki saya masih ada disini gak pindah" ucap Desi memperlihatkan kakinya yang ada di bawah meja.


"Tapi tadi beneran kaki mbak ngalangin jalan saya hari saya kesandung" ucap pelayannya.


"Gue suka nih pelayannya gak takut karena dia memang gak salah, kalau salah baru takut" batin Hermione.


"Eh maaf biar saya aja yang bersihin, saya tunangannya" ucap Dimas tersenyum paksa, melihat Aroon membersihkan pakaian Hermione.


"Ohh maaf saya gak tau kalau anda tunangannya" ucap Aroon merasa bersalah.


"Hmm iya gak apa-apa" ucap Dimas.


"Mbak tolong bersihin ya, tenang aja mbak gak akan saya marahin atau dipecat, saya mau bantuin Dara bersihin bajunya" ucap Dimas.


"Iya tuan, maaf ya nona, sekali lagi maaf" ucap pelayan.


"Gak apa-apa mbak tenang aja" ucap Hermione tersenyum.


"Ohh iya makanannya biar aku aja yang bayar" ucap Hermione kepada Aroon.


"Eh enak aja, biar aku yang bayar" ucap Aroon.


"Aku mesen banyak tadi biar aku aja" ucap Hermione.


"Tapikan dari janjiannya juga aku yang mau bayar" ucap Aroon.


"Aku aja yang bayar" ucap Hermione.


"Aku aja Dara" ucap Aroon.


"Gratis" ucap Dimas.


"Nggak perlu bayar, mbak urus pembayarannya gabungin dengan punya saya" ucap Dimas.


"Iya tuan" jawab pelayannya. Walaupun itu salah satu restoran milik Dimas dia tetap membayar makanannya seperti makan direstoran yang bukan miliknya.


"Ayo sayang, kami permisi ya" ucap Dimas.


"Ohh iya makasih" ucap Aroon.


"Sama-sama" jawab Dimas lalu menarik tangan Hermione pergi keluar dari restoran tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Desi.


"Is sebel gue pake ditinggalin lagi" ucap Desi.


Aroon melihat sebentar Desi, setelah itu dia mengambil buku dan ponsel lalu pergi. Pelayan membersihkan kekacauannya, Desi yang kesal langsung pergi begitu saja dari restoran.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2