RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akhir Yang Buruk Untuk Mereka!


__ADS_3

Kelima orang berbaju hitam itu sangat terkejut karna di dunia bawah yang ditempati oleh para kultivator sampah memiliki seorang seniman bela diri yang kuat seperti gadis itu. Kabarnya memang ada gadis bernama Xiao Ziya yang menjadi penguasa Dunia Bawah namun saat ini gadis itu sedang berada di lapisan dunia lain jadi mustahil jika gadis yang sedang mereka hadapi adalah Xiao Ziya. Kelima orang berjubah hitam itu mengeluarkan pedang mereka masing masing kemudian membentuk sebuah lingkaran menggunakan pedang tersebut, Xiao Ziya menatap datar ke arah mereka berlima kemudian tersenyum mengerikan.


Langit cerah namun terdengar suara guntur yang memekik telinga, sebuah petir menyambar kelima pedang itu kemudian muncul sesosok naga dengan ukuran yang besar. Nyonya Mo Anhi dan penduduk desa yang lain mencemaskan Nona Xiao Ziya, demi untuk melindungi mereka semua sang nona harus bertarung melawan naga yang mengerikan itu.


"Sebaiknya kita mundur saja Nona Muda, saya tidak ingin ada hal buruk yang menimpa Anda. Pengobatan ini bisa dilakukan di dalam wilayah Istana Daun Perak demi keselamatan Anda." ucap Nyonya Mo Anhi dengan raut wajah cemas.


"Fokus saja pada pengobatan yang sedang Anda jalankan dan jangan hiraukan saya." jawab Xiao Ziya dengan tegas, naga yang ada di hadapannya itu bukanlah masalah besar dan ia bisa menghadapinya sendiri.


Xiao Ziya membakar pedang hitam miliknya menggunakan api putih, gadis itu melesat dengan sangat cepat menuju sosok naga yang masih berada di atas langit. Sebuah pancaran energi yang sangat kuat keluar dari pedang hitam milik Xiao Ziya, sang naga yang tadinya menunjukan raut wajah sombong kini kehilangan kepercayaan dirinya setelah melihat kekuatan itu.


"Tolong ampuni nyawa saya nona." jerit naga itu saat pedang hitam milik Xiao Ziya sudah sangat dekat dengannya. Semuanya sudah terlambat tubuh naga itu terbelah menjadi dua dan kelima pedang milik kelima orang berjubah hitam hancur menjadi kepingan kecil.


Kelima orang berjubah hitam itu menatap ke arah gadis yang telah mengalahkan mereka dengan tubuh gemetaran, mungkinkah gadis itu benar benar Xiao Ziya?. Apa yang harus kelimanya lakukan jika yang mereka singgung adalah Xiao Ziya? kemungkinan terburuknya adalah kelimanya akan kehilangan nyawanya ataupun terluka parah saat mencoba untuk kabur.


"Apakah Anda Nona Xiao Ziya?." tanya salah satu dari kelima orang berjubah hitam itu.


"Ya itu saya, apakah kalian datang untuk mencari saya? jika iya maka akan saya pastikan kalian mati dengan kondisi yang mengenaskan." jawab Xiao Ziya dengan tatapan serius, gadis itu sangat yakin kelima orang berjubah hitam itu ada kaitannya dengan wabah cacing parasit yang menimpa penduduk Dunia Bawah.


Kelima orang itu meneteskan keringat dalam jumlah yang banyak, mengapa mereka tak menerima kabar apapun mengenai kepulangan Xiao Ziya ke dunia bawah. Jika sudah seperti ini tak ada jalan lain selain mereka berlima bertarung dengan Xiao Ziya dan membuat celah untuk melarikan diri.


Xiao Ziya menoleh kebelakang untuk melihat berapa banyak penduduk yang harus segera diobati, gadis itu tersenyum tipis saat melihat Nyonya Mo Anhi dibantu oleh beberapa penduduk lain yang sudah pulih. Ramuan yang diberikan oleh Xiao Ziya bukan hany untuk membunuh dan mengeluarkan cacing parasit yang ada di dalam tubuh, ramuan itu juga memberikan efek khusus yang membuat orang yang telah meminumnya tak akan bisa terjangkit wabah itu lagi. Setelah memastikan semua aman kini Xiao Ziya kembali menatap ke arah kelima orang berjubah hitam itu, sebuah senyuman miring yang sangat menyeramkan membuat mereka berlima merasa tengah berhadapan dengan sesosok iblis.


"Sepertinya kalian berasal dari lapisan dunia lain, siapa yang memberi kalian tugas untuk mengacau di Dunia Bawah? apakah orang itu memiliki urusan pribadi dengan saya, hingga melakukan hal kotor seperti ini." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik.


"Kami tak tau apa yang Anda maksud." elak kelima orang berjubah hitam itu secara bersamaan.


"Siapa yang ingin kalian bodohi di sini? saya tau kalian adalah dalang dari tersebarnya wabah cacing parasit." ucap Xiao Ziya.


Ziya mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cacing parasit yang telah ia jinakkan, cacing itu mengalami beberapa perubahan setelah meminum beberapa tetes darah milik Xiao Ziya. Tiba tiba saja Ziya melemparkan puluhan cacing miliknya itu ke tubuh kelima orang berjubah hitam, dalam dua detik cacing miliknya sudah masuk ke dalam tubuh.


"Mereka adalah mangsa kalian, ingat itu baik baik." saat Xiao Ziya mengatakan hal itu matanya mengeluarkan cahaya berwarna merah, sepertinya ia memegang kendali penuh pada cacing parasit yang telah dijinakkan.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian kelima orang berjubah hitam menjerit kesakitan, sepertinya para cacing yang telah dijinakkan oleh Xiao Ziya mulai beraksi. Jika cacing parasit biasa hanya akan masuk ke pembuluh darah dan berusaha untuk merusak jantung, cacing parasit milik Xiao Ziya lebih ganas daripada itu. Cacing parasit milik Xiao Ziya akan memakan semua organ yang ada di dalam tubuh mangsanya dan setelah selesai mereka akan kembali pada sang pemilik.


"Argh.....apa yang Anda lakukan pada kami." triak salah satu orang berjubah hitam. Teriakan itu terdengar sangat memilukan karna organ dalamnya mulai rusak.


"Itu cacing parasit yang sama namun mereka ada dalam kendali saya, semakin kuat orang yang mengendalikan cacing itu semakin ganas pula mereka. Saya yakin kalian mengetahui hal ini dengan baik, anggap saja ini balasan atas apa yang telah kalian lakukan." jawab Xiao Ziya dengan senyuman lebar yang terlihat manis namun mematikan.


Xiao Ziya terlihat begitu mengerikan bagi kelima orang berjubah hitam, gadis itu jauh lebih menakutkan daripada Tuan mereka. Salah satu dari kelima orang berjubah hitam memuntahkan darah dalam jumlah yang sangat banyak, setelahnya ia kehilangan kesadaran kemudian nyawanya pun ikut menghilang. Setelah berhasil memenuhi tugas dari nonanya puluhan cacing parasit keluar dari tubuh orang itu dan kembali masuk ke dalam kotak berwarna emas yang telah disiapkan oleh Xiao Ziya, kepatuhan cacing cacing parasit membuat keempat orang berjubah hitam yang masih tersisa merasa takjub.


"Tunggu saja hingga giliran kalian berempat datang, rasanya hanya sedikit sakit jadi jangan merasa takut saat berjumpa dengan kematian." ucap Xiao Ziya.


Keempat orang itu tak bisa berbuat apapun, tubuh mereka terasa lemas dan tak sanggup untuk berjalan. Merasa situasi sudah aman Xiao Ziya berjalan menuju Nyonya Mo Anhi yang tengah sibuk meminumkan beberapa botol ramuan yang tersisa pada penduduk yang tinggal di dekat Istana Kerajaan Daun Perak. Xiao Ziya mengeluarkan ratusan ramuan penawar lagi dari dalam cincin semesta miliknya, setidaknya stok yang ia miliki saat ini dapat memulihkan kondisi beberapa wilayah kerajaan.


"Anda sudah selesai dengan kelima pengacau itu Nona Ziya?." tanya Nyonya Mo Anhi, wanita itu menoleh kebelakang beberapa detik untuk memastikan apakah kelima orang berjubah hitam masih ada di tempatnya atau sudah pergi.


"Bibi Anhi tenang saja, mereka tak akan bisa melakukan apapun. Orang yang akan mati lebih baik diam dan menunggu ajalnya datang." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi datar. Gadis itu tidak merasa kasihan sama sekali pada kelima orang yang telah menyebabkan banyak kekacauan.


"Saya percaya dengan Nona Ziya, lebih baik kita pergi ke desa lain setelah semua penduduk di desa ini selesai diobati. Nona Xiao Ziya sangat hebat karna mampu membuat ramuan penawar untuk wabah yang sangat mengerikan ini." puji Nyonya Mo Anhi pada keahlian yang dimiliki oleh Xiao Ziya. Selain memiliki kemampuan sebagai seorang kultivator dan ahli sihir ternyata gadis muda yang ada dihadapannya itu dapat membuat ramuan serta obat obatan yang mujarab.


"Sudahlah bibi jangan terlalu memuji saya." jawab Xiao Ziya dengan suara tawa pelan.


"Tolong berhati hatilah Tuan Muda saat Anda bertemu langsung dengan gadis bernama Xiao Ziya, masalah yang terjadi hari ini tak akan selesai hanya karna kematian kita berlima." gumam salah satu dari keempat orang itu kemudian ia langsung menghembuskan nafas terakhirnya.


Puluhan cacing keluar dari masing masing tubuh korbannya, para cacing parasit itu masuk kembali ke dalam kotak tempat mereka tinggal kemudian kotak emas tertutup dengan sendirinya. Xiao Ziya membuka ruang cincin semesta miliknya dan kotak emas itu langsung melesat masuk ke dalam, sebuah senyuman lebar sebagai tanda kepuasan terukir di wajah cantik gadis itu.


"Ini cukup kejam namun layak untuk mereka dapatkan." gumam Xiao Ziya dengan suara pelan.


Di sisi lain saat ini kondisi di Klan Xiao terpantau aman dan damai, tidak terjadi apapun setelah kabar mengenai kepulangan Xiao Ziya didengar oleh seluruh anggota klan bahkan mereka semua sangat kagum dengan gadis itu. Xiao Ziya yang lebih memilih untuk langsung membantu orang orang yang terjangkit wabah daripada kembali ke klan terlebih dahulu, artinya Xiao Ziya mengesampingkan kepentingan pribadinya. Namun Pemimpin Klan Xiao seperti tidak senang saat melihat respon anggota klannya, seharusnya mereka marah karna Xiao Ziya melakukan tindakan sembrono seperti itu.


"Sialan! gadis itu selalu mendapat perhatian dari banyak orang. Selama ini saya telah menghabiskan waktu untuk mengurus Klan Xiao namun yang mereka puji tetap gadis itu." ucap Xiao Ciyun dengan sorot mata kesal. Seharusnya anggota Klan Xiao setuju dengan setiap keputusan yang ia buat meski itu menyangkut Xiao Ziya.


"Apa hebatnya gadis itu, dia bahkan sering berpergian meninggalkan Dunia Bawah demi kepentingannya sendiri. Jika saya pergi dari klan ini apa yang akan terjadi nantinya." ucap Xiao Ciyun yang sedang membanggakan dirinya sendiri. Sepertinya pria itu merasa bahwa ia telah berhasil membangun Klan Xiao dan membuat klan tersebut disegani oleh banyak pihak.

__ADS_1


Mungkin Xiao Ciyun lupa alasan mengapa klan lain bahkan beberapa kerajaan takut pada Klan Xiao dan memilih untuk membuat kerjasama dengan klan tersebut, alasan dibaliknya adalah karna Klan Xiao milik Xiao Ziya. Siapa di dunia bawah ini yang berani membuat masalah dengan gadis itu? hanya orang bodoh yang akan melakukannya.


Tok tok tok..


Suara ruang kerja Xiao Ciyun yang diketuk oleh seseorang. Xiao Ciyun yang saat itu sedang dalam suasana hati yang kurang bersahabat mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam namun dengan nada bicara yang cukup kasar. Beberapa saat setelah pintu ruang kerja itu terbuka dengan lebar dan ekspresi Xiao Ciyun langsung berubah dengan drastis.


"Maaf saya tidak tau jika Kaisar Zue yang datang berkunjung, silahkan duduk Yang Mulia Kaisar." ucap Xiao Ciyun yang menyambut kedatangan Kaisar Zue dengan senyuman ramah.


Kaisar Zue duduk di kursi yang telah disediakan kemudian menatap Xiao Ciyun dengan tatapan tajam, aura berwarna hitam pekat keluar dari tubuh sang kaisar membuat Xiao Ciyun kesulitan bernafas. Apa yang membuat sang kaisar tiba tiba marah padanya? apakah ia telah melakukan sebuah kesalahan secara tidak di sengaja?.


"Kesalahan apa yang telah saya perbuat hingga Yang Mulia Kaisar semarah ini?." tanya Xiao Ciyun dengan ekspresi polos seperti ia tak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya.


"Saya mendengar semua kata kata sampah yang keluar dari mulut Anda Pemimpin Klan Xiao." jawab Kaisar Zue, ia begitu marah saat Pemimpin Klan Xiao menjelekkan nama Xiao Ziya.


"Apa maksud Anda? apakah Anda marah ketika saya mengatakan sebuah fakta. Selama ini Xiao Ziya tidak pernah berkunjung ke Dunia Bawah selama beberapa tahun, saya yang sibuk mengurus Klan Xiao ini namun ketika ia pulang semua perhatian anggota Klan Xiao tertuju padanya." jelas Xiao Ciyun secara terang terangan pada sang kaisar.


Kaisar Zue meremas tangannya dengan keras, kemudian sang kaisar mencekik leher Xiao Ciyun karna tak dapat mengendalikan amarahnya lagi. Mungkinkah saat ini Xiao Ciyun susah kehilangan akal ataukah ia sudah tak waras karna terlalu bangga dengan posisinya sebagai Pemimpin Klan Xiao?.


"Uhuk uhuk...tolong lepaskan cengkraman tangan Anda dari leher saya." ucap Xiao Ciyun secara perlahan. Lehernya terasa sangat sakit dan ia mulai kehabisan nafas.


"Baiklah." jawab Kaisar Zue yang langsung melemparkan tubuh Xiao Ciyun hingga membentur dinding ruang kerjanya dengan sangat kencang.


Xiao Ciyun menatap ke arah Kaisar Zue dengan tatapan marah sekaligus bingung, mengapa sang kaisar juga sangat membela Xiao Ziya padahal gadis itu hanya memanfaatkannya untuk mengurus Kekaisaran Qiyu.


"Jangan pernah berfikir buruk tentang Nona Xiao Ziya jika Anda masih ingin hidup dengan tenang. Apapun yang Anda miliki sekarang adalah pemberian darinya." ucap Kaisar Zue yang memperingatkan Xiao Ciyun agar tak banyak bertingkah dan membuat keributan saat Xiao Ziya telah kembali.


"Namun selama ini saya yang telah mengutus Klan Xiao, apakah Anda tak bisa melihat puluhan klan dan beberapa kerajaan merasa takut dengan klan ini." bentak Xiao Ciyun pada akhir kalimat yang ia ucapkan.


Plak...


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Xiao Ciyun.

__ADS_1


"Mereka bukan takut pada Anda namun pada Xiao Ziya. Orang yang berhasil menundukkan Klan Xiao adalah Xiao Ziya dan Anda dipilih untuk memimpin klan ini olehnya. Jangan pernah merupakan bagaimana cara Anda mendapatkan posisi sebagai pemimpin klan karna suatu hari nanti Xiao Ziya juga bisa mengambilnya tanpa meminta persetujuan dari Anda. Kemewahan, kedudukan, kehormatan, uang, dan kekayaan yang Anda nikmati hingga hari ini adalah pemberian darinya." ucap Kaisar Zue dengan senyuman tipis kemudian ia keluar dari ruang kerja pemimpin Klan Xiao. Kaisar Zue sudah tidak tahan lagi jika harus berlama lama satu ruangan dengan orang bodoh itu.


Hai hai semua author balik lagi nih, hehehe baru sembuh guys gula darah juga lumayan tinggi gitu. Doain ya semoga author bisa sama kalian terus. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2