RATU IBLIS

RATU IBLIS
Jiangnan


__ADS_3

Setelah Xiao Ziya menutup pintu kamar dengan rapat, semua orang saling berpandangan satu sama lain secara bergantian. Sepertinya mereka penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya, mungkinkah Putri Ming Zu benar benar melakukan hal itu? atau perkataan Xiao Ziya hanyalah luapan emosinya saja karna Pangeran Xilian Zu sembarangan menuduhnya.


"Mari kita lihat ke kamar Putri Ming Zu." ucap Raja Yongling Zu dengan tegas.


"Kalian tak akan menemukan apapun di sana karna putriku adalah gadis baik baik." ucap Selir Mue Zu dengan tatapan meremehkan, putrinya tak mungkin ceroboh dengan membawa pemuda masuk ke dalam kamarnya.


"Kita hanya perlu memastikan hal itu." ucap Ratu Junyi Zu, sang ratu tak mengerti mengapa tadi ia merasa tak terima saat Pangeran Xilian Zu menuduh Xiao Ziya? seperti ada sebuah ikatan yang erat diantara dirinya dengan gadis itu.


Semua orang sudah sampai di depan pintu kamar Putri Ming Zu, Selir Mue Zu mengetuk pintu kamar putrinya beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam. Karna penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Putri Ming Zu akhirnya Raja Yongling Zu meminta beberapa prajurit untuk mendobrak pintu tersebut, saat pintu kamar sudah terbuka semua orang langsung menatap dengan terkejut ke arah tempat tidur Putri Ming Zu.


"Lihatlah apa yang dilakukan oleh putrimu yang sangat suci itu, dia tidur bersama dengan pemuda asing." triak Raja Yongling Zu dengan emosi yang meluap luap, nama baik Kerajaan Bintang Timur bisa tercoreng jika hal seperti ini diketahui oleh pihak luar.


Selir Mue Zu berlari masuk ke dalam kamar Putri Ming Zu, ia berusaha membangunkan anak perempuannya itu. Putri Ming Zu yang tadinya sedang tertidur lelap merasa terganggu dan mulai membuka mata perlahan, Putri Ming Zu menatap ke arah sang ibu dengan tatapan bingung sejak kapan ibunya masuk kedalam kamar?.


"Ada apa ibu? kenapa ibu masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?." tanya Putri Ming Zu dengan tatapan polos.


"Apa yang sudah kau lakukan!!." bentak Selir Mue Zu dengan sangat marah.


"Aku hanya tidur di dalam kamar saja." jawab Putri Ming Zu dengan jujur karna memang hanya itu yang ia lakukan.


"Lihatlah siapa yang sedang tidur di sebelah, mengapa kau membawa pemuda asing masuk kedalam kamar seperti ini." ucap Selir Mue Zu yang tak bisa melakukan apapun lagi untuk membela anak perempuannya itu.


Putri Ming Zu menoleh ke arah samping, ia terkejut bukan main saat menemukan Yuang Lie tertidur dengan lelap di sampingnya. Sang putri juga tak tau bagaimana cara pemuda itu masuk ke dalam kamar yang sudah ia kunci? mungkinkah ada seseorang yang sedang menjebaknya.


"Bagaimana bisa dia ada di dalam kamarku!." triak Putri Ming Zu.


Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu masuk kedalam kamar tersebut, mereka berdua menatap ke arah sang selir dengan tatapan datar. Sepertinya Selir Mue Zu gagal mendidik kedua anaknya dengan baik, yang satu sangat senang memfitnahnya orang lain dan satunya tumbuh menjadi gadis liar. Raja Yongling Zu mendekat ke arah Putri Ming Zu kemudian menampar sang putri dengan sangat kuat hingga Putri Ming Zu menangis kesakitan. Di sisi lain Pangeran Xilian Zu diam mematung, rencananya untuk menjebak Xiao Ziya gagal total dan kini sang adik yang dipermalukan.


Pangeran Xilian Zu mendekat ke arah Yuang Lie yang masih tertidur dengan pulas, Pangeran Xilian Zu meremas merah baju Yuang Lie dengan kencang hingga pemuda itu kesulitan bernafas dan langsung membuka matanya. Yuang Lie melihat kesekitar, ia menatap ke arah Putri Ming Zu cukup lama.


"Mengapa aku ada di sini?." tanya Yuang Lie dengan kebingungan, seharusnya saat ini ia berada di dalam kamar Xiao Ziya untuk menjebak gadis itu.


"Apa yang kau lakukan di kamar adikku sialan!." triak Pangeran Xilian Zu yang langsung memukul Yuang Lie dengan brutal. Mendapat perlakuan kasar dari Pangeran Xilian Zu membuat Yuang Lie tak terima, pemuda itu membalas setiap pukulan dari sang pangeran dengan lebih kuat.


Suasana di dalam kamar Putri Ming Zu benar benar kacau, Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu sedang memarahi gadis itu habis habisan jika terjadi sesuatu yang lebih jauh pada mereka berdua maka mereka akan di nikahkan. Di sisi lain Pangeran Xilian Zu dan Yuang Lie terus bertarung hingga keduanya bebek belur tanpa ada yang melerai, para prajurit dan pelayan mulai menatap hina ke arah Putri Ming Zu mereka tak menyangka seorang anak selir memiliki etika yang sama buruknya dengan selir itu sendiri. Putra Mahkota Yunzo Zu yang berada di sana hanya diam sembari mengamati dengan teliti, ia bisa menebak bahwa Yuang Lie sebenarnya dikirim ke kamar Xiao Ziya dan sangat disayangkan ia melawan gadis yang salah.


"Ini memang pantas untuk mereka, lagipula adik Ziya tetaplah adik tiri saya." ucap Putra Mahkota yang langsung beranjak pergi dari kamar itu, ia tak ingin melihat ataupun mendengar masalah mengenai Putri Ming Zu.


Di tempat lain Xiao Ziya kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan tenang, gadis itu tak sabar menunggu kehancuran dari anak anak Selir Mue Zu.


"Dikamar sebelah sepertinya terjadi sesuatu." ucap Putri Beiling Zu yang mendengar suara berisik dari arah kamar Putri Ming Zu yang tak jauh dari kamarnya.

__ADS_1


"Dia membawa seorang pemuda ke dalam kamar, mungkin Putri Ming Zu dan pemuda itu sedang berpura pura tak mengetahui apapun." jawab Xiao Ziya atas rasa penasaran dari Putri Beiling Zu.


"Bagaimana kau bisa mengetahuinya adik Ziya?." tanya Putri Beiling Zu lagi dengan sangat penasaran.


"Bukankah Putri Ming Zu dan ibunya sering melakukan hal itu? mereka tak akan mengaku meskipun terbukti bersalah." jawab Xiao Ziya dengan singkat, karna hari sudah malam dan ia juga sangat mengantuk akhirnya Xiao Ziya memejamkan mata dan mengabaikan pertanyaan pertanyaan dari Putri Ming Zu.


Raja Yongling Zu sudah sangat lelah memarahi anak selir itu, Raja Yongling Zu mengajak Ratu Junyi Zu untuk pergi dari sana dan hukuman untuk Putri Ming Zu adalah ia dilarang keluar dari Istana Putri selama satu tahun kedepan. Hukuman itu sangatlah ringan daripada harus diusir keluar dari Istana Kerajaan Bintang Timur secara tak hormat karna telah melakukan hal hal diluar batas. Saat ini Pangeran Xilian Zu dan Yuang Lie sudah berhenti bertarung karna luka mereka berdua cukup parah.


"Bagaimana bisa kau ceroboh seperti ini!." triak Pangeran Xilian Zu, pemuda itu belum menerima apa yang baru saja terjadi.


"Saya sudah berada di dalam kamar Xiao Ziya dan saya juga tak tau bagaimana bisa sampai ke kamar adik anda." ucap Yuang Lie dengan jujur, Xiao Ziya terlalu menakutkan jika harus ia jebak dengan rencana murahan milik Pangeran Xilian Zu.


"Sepertinya gadis itu yang membawamu kesini." ucap Selir Mue Zu yang semakin membenci Xiao Ziya, jika gadis itu terlalu lama tinggal di Istana Kerajaan Bintang Timur akan terjadi banyak hal tak terduga seperti hari ini.


"Pergilah saya tak ingin melihat wajahmu." ucap Pangeran Xilian Zu yang mengusir Yuang Lie dengan sangat kasar, mau tak mau Yuang Lie langsung keluar dari kamar itu.


"Argh semuanya jadi kacau, gadis sialan itu benar benar sulit untuk disingkirkan." ucap Pangeran Xilian Zu dengan frustasi, Putri Ming Zu menatap ke arah Gege nya itu dengan kesal. Karna rencana tak berguna dari kakak laki lakinya ia dihukum oleh Raja Yongling Zu.


"Mengapa kau berteriak begitu keras, di sini yang paling dirugikan adalah aku." ucap Putri Ming Zu dengan nada ketus, berada di dalam Istana Putri selama satu tahun tanpa keluar kemanapun bisa membuat Putri Ming Zu menjadi gila.


Gege juga tak tau kalau semuanya akan kacau seperti ini." ucap Pangeran Xilian Zu yang tak ingin disalahkan oleh sang adik.


"Ibu akan memikirkan sebuah cara agar ayahmu mengurangi hukumannya." ucap Selir Mue Zu yang tak tega melihat putri kesayangannya tersiksa.


Di tempat lain saat ini kondisi Yie Munha sudah benar benar pulih, untunglah gadis itu tak mati begitu saja. Yie Munha melihat kesekitar ruangan yang ia tempati, gadis itu menghela nafas lega saat mengetahui bahwa ia berada di Istana Kerajaan Bulan.


"Untunglah aku berhasil sampai di tempat ini." ucap Yie Munha dengan senyuman tipis, sekarang dunianya benar benar hancur ia tak memiliki tempat untuk pulang lagi. Jika Yie Munha kembali ke Klan Yuang Yie maka nyawanya akan menjadi incaran kakaknya sendiri namun apakah Xiao Ziya memperbolehkan gadis itu untuk tetap tinggal di Istana Kerajaan Bulan untuk sementara waktu?.


Terdengar suara langkah kaki yang semakin dekat dengan kamar yang ditempati oleh Yie Munha, gadis itu memilih untuk berpura pura tertidur karna belum siap menjawab banyak pertanyaan dari Xiao Ziya ataupun Ratu Min Xunzi mengenai detail semua hal yang menimpanya. Suara pintu yang dibuka oleh seseorang terdengar dengan jelas oleh Yie Munha, gadis itu memejamkan matanya secara natural agar gak ketahuan.


"Cepatlah bangun Yie Munha, meskipun kau pernah berselisih paham dengan Xiao Ziya tapi kau tetaplah keponakan saya." ucap Ratu Min Xunzi pada Yie Munha yang masih memejamkan matanya itu.


"Bagaimana cara saya memberitahukan hal ini padamu, ibumu juga mati karna ulah pria tua tak berhati itu." ucap Ratu Min Xunzi dengan senyuman sedih, banyak informasi yang ia dapatkan dari kedua pembunuh bayaran itu.


Yie Munha yang saat itu sedang berpura pura tertidur merasa terkejut dengan perkataan Ratu Min Xunzi, dulu saat ia bertanya kepada sang ayah dimana ibunya berada ayahnya hanya menjawab bahwa sang ibu mati dalam sebuah insiden besar yang terjadi di Klan Yuang Yie. Bodohnya Yie Munha karna mempercayai kata kata ayahnya begitu saja, dan kini hatinya benar benar hancur mendengar fakta bahwa sang ibu mati dibunuh oleh kakeknya.


"Ibumu salah satu anggota Klan Yuang Yie yang cantik dan juga baik, dia pasti berharap agar anaknya bisa menjadi gadis baik juga. Sekarang kau sudah tau semuanya, terserah kau ingin tetap tinggal di sini ataupun kembali ke Klan Yuang Yie. Sejahat apapun Xiao Ziya menutut pendapat mu namun gadis itu akan memberikan tempat untuk pulang bagimu." ucap Ratu Min Xunzi dengan nada datar, setelah ia selesai mengatakan semua yang ingin ia katakan Ratu Min Xunzi langsung keluar dari ruangan itu.


Setelah Ratu Min Xunzi keluar Yie Munha membuka matanya lebar lebar, ia menangis sejadi jadinya untuk melepas sesak di dada yang tengah ia rasakan. Yie Munha tak tau apa saja yang telah dilakukan oleh sang kakek selama ini, dan berapa banyak anggota Klan Yuang Yie yang telah kakeknya bunuh hanya untuk kepentingan pribadi.


"Terimakasih adik Ziya, mulai hari ini saya akan berdiri di sisi mu." ucap Yie Munha disela sela isak tangisnya.

__ADS_1


Ratu Min Xunzi yang masih berdiri di luar pintu kamar mendengar tangisan Yie Munha dengan jelas, Ratu Min Xunzi juga menyadari bahwa saat ia datang Yie Munha sudah sadar kemudian berpura pura untuk tidur. Seburuk apapun kepribadian Yie Munha, gadis itu tetap memiliki sisi sensitif saat mendengar sesuatu seperti yang dikatakan Ratu Min Xunzi tadi.


"Takdir memang tak pernah adil, mungkin kehancuran Yie Gu dapat menyembuhkan rasa sakit dari dua keponakan saya." ucap Ratu Min Xunzi dengan tangan yang ia kepal kuat kuat.


Di tempat lain saat ini Selir Mue Zu sedang berada di depan pintu masuk Paviliun Obat Langit, wanita itu ingin membeli beberapa racun mematikan untuk menghabisi nyawa Xiao Ziya sekaligus Ratu Junyi Zu. Selir Mue Zu sudah tak bisa menahan kekesalannya pada ibu dan anak itu, mereka berdua memiliki sifat yang cukup mirip apalagi keduanya sama sama menyebalkan.


"Ada perlu apa hingga Selir Mue Zu datang malam malam ke tempat kami?." tanya seorang penjaga pintu masuk Paviliun Obat Langit, meskipun yang datang seorang selir ataupun ratu sekalipun mereka perlu mengetahui niat dibalik kedatangan mereka.


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Jiangnan." ucap Selir Mue Zu dengan nada dingin.


"Saat ini Tuan Jiangnan sedang tak ingin diganggu boleh siapapun, kami harap Selir Mue Zu mengerti dan segera pergi." ucap salah seorang penjaga pintu masuk Paviliun Obat Langit, tanpa pandang bulu Selir Mue Zu juga ikut diusir oleh mereka.


"Saya ingin membeli obat pada Tuan Jiangnan, tolong izinkan saya untuk bertemu dengan beliau." ucap Selir Mue Zu dengan raut wajah sedih.


"Baiklah jika anda datang untuk melakukan transaksi jual beli anda diperbolehkan masuk kedalam." ucap para penjaga pintu masuk Paviliun Obat Langit yang mempersilahkan Selir Mue Zu untuk masuk kedalam.


Sang selir melangkahkan kakinya kedalam Paviliun Obat Langit, terdapat beberapa murid dari Paviliun Obat Langit yang masih sibuk meracik obat obatan tingkat menengah di lantai satu, beberapa murid melihat ke arah Selir Mue Zu dengan tatapan suka.


"Apa yang dilakukan oleh rubah tua itu." ucap Yin Gunzo salah seorang murid bintang tiga.


"Mungkin dia ingin membeli racun untuk mencelakai Ratu Junyi Zu, wanita itu tak pernah lelah mencoba menyingkirkan sang ratu." jawab murid lain dengan raut wajah tak peduli, apapun yang terjadi di Istana Kerajaan Bintang Timur bukanlah urusan Paviliun Obat Langit meskipun obat ataupun racun yang dibeli berasal dari tempat itu.


Selir Mue Zu mengetuk pintu ruang pembuatan obat pribadi milik Jiangnan, setelah menunggu beberapa saat akhirnya pria itu membukakan pintu.


"Apa yang ingin anda beli hingga datang selarut ini." ucap Jiangnan penuh dengan selidik.


"Saya ingin membeli racun paling mematikan yang kalian miliki." ucap Selir Mue Zu dengan kemarahan yang terlihat jelas dimatanya.


"Anda tak pernah berhenti mencoba untuk menyingkirkan Ratu Junyi Zu, saya akan menyiapkan racun yang anda minta." ucap Jiangnan dengan santai.


"Kali ini ada dua orang yang ingin saya singkirkan, pastikan racun itu bekerja dengan cepat." ucap Selir Mue Zu dengan senyuman tipis yang memuakkan.


"Siapa yang akan anda bunuh selain Ratu Junyi Zu?." tanya Jiangnan dengan rasa penasaran yang cukup tinggi.


"Anak haram dari Ratu Junyi Zu, gadis itu bernama Xiao Ziya." ucap Selir Mue Zu yang mengucapkan nama Xiao Ziya dengan sangat mudah. Mendengar nama Xiao Ziya membuat Jiangnan sangat terkejut, kali ini ia tak akan menjual racun apapun pada wanita itu.


"Kembalilah esok pagi karna perlu waktu untuk menyiapkan racunnya, apakah gadis bernama Xiao Ziya itu berada di istanamu sekarang?." tanya Jiangnan yang ingin memastikan keberadaan Xiao Ziya, jika gadis itu berada di Istana Kerajaan Bintang Timur maka ia akan menemuinya dan mengatakan semua rencana dari Ratu Min Xunzi.


"Ya, dia tinggal di istana itu untuk sementara waktu. Jika gadis itu tak segera disingkirkan ia akan menjadi masalah besar suatu haru nanti." ucap Selir Mue Zu, sang selir pamit pada Jiangnan dan mengatakan bahwa ia akan kembali besok sore untuk mengambil pesanannya itu.


Setelah kepergian Selir Mue Zu, Jiangnan menutup pintu ruangan khususnya dan langsung meminta beberapa guru di Paviliun Obat Langit untuk berkumpul di ruangannya itu. Jiangnan sangat berhutang budi pada Xiao Ziya karna telah memberikan obat tingkat sempurna yang telah gadis itu ciptakan, Jiangnan juga berencana menjalin hubungan baik dengan Xiao Ziya jadi keselamatan gadis itu tanggung jawabnya saat ini.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya. Baca juga Novel Putri Amerilya dan Novel Ling Huo.


__ADS_2