
Pagi harinya matahari sudah muncul, Hermione masih tidur disofa ntah sejak kapan dia ada diruang rawat itu. Dimas belum bangun, papa Dimas sudah bangun dia melihat sekeliling dan melihat Dimas yang ada disampingnya dan juga Hermione yang ada disofa.
"Siapa dia apa dia pacar Dimas? Kapan Dimas pulang?" tanya papa Dimas dengan suara pelan. Pintu ruangan terbuka memperlihatkan mama Dimas yang masuk kedalam ruangan tersebut.
"Papa udah bangun?" ucap mama Dimas.
"Udah, oh iya kapan Dimas kesini?" tanya papa Dimas.
"Malam tadi" jawab mama Dimas.
"Itu yang disofa pacar Dimas?" tanya papa Dimas yang dijawab anggukan dari mama Dimas.
Dimas yang terganggu mulai membuka matanya perlahan, dia mengecek matanya lalu menengadahkan kepalanya.
"Wih papa udah bangun" ucap Dimas.
"Udah" ucap papa Dimas.
"Kalian tidur sampai jam berapa hmm? Liat mata kamu jadi mata panda" ucap mama Dimas.
"Hehehe" Dimas hanya cengengesan, dia lalu melihat Hermione yang masih berbaring disofa.
"Aku mau kekamar mandi dulu ya" ucap Dimas.
"Iya sana" ucap mama Dimas. Dimas keluar dari ruangan karena kamar mandinya tidak ada didalam ruangan tersebut. Hermione membuka matanya perlahan, dia mengingat kejadian semalam dia langsung duduk mengucek matanya lalu menepuk pipinya pelan menyatukan semua nyawanya yang masih berkeliaran.
"Kamu udah bangun?" tanya mama Dimas.
"Hmm udah tante, aku mau ketoilet dulu ya" ucap Hermione berdiri dan merapikan rambutnya.
"Ets mama" ucap mama Dimas.
"Nah itu maksudnya hehe" ucap Hermione.
"Yaudah sana" ucap mama Dimas. Hermione tersenyum lalu pergi dari sana.
Hermione berjalan kearah toilet, dia masuk kedalam toilet wanita, disana sepi tidaj ada orang sama sekali. Hermione menjentikkan jarinya dan seketika pakaiannya sudah berganti menjadi yang baru, dia mencuci wajahnya setelah itu dia melihat wajahnya dari cermin, air masih mengalir.
"Huh" Hermione menghembuskan nafas kasar, dia lalu melihat air yang mengalir.
__ADS_1
"Kak fokus mencari mangsa tenang aja Dimas gak akan dibawa tuan Lucifer jika kakak tidak terlalu fokus kepada Dimas" perkataan Andre selalu terngiang dipikiran Hermione.
Hermione termenung sampai dia tidak menyadari bahwa ada yang masuk kedalam toilet, orang itu berjalan kearah Hermione dia memeluk Hermione dari belakang membuat Hermione tersadar dari lamunannya. Hermione menengadahkan kepalanya melihat orang yang memeluknya dari cermin.
"Dimas" ucap Hermione.
"Biarkan aku seperti ini" ucap Dimas menyimpan kepalanya dibahu Hermione. Hermione membiarkan Dimas memeluknya, dia mematikan keran airnya.
"Dara" panggil Dimas.
"Hmm" jawab Hermione.
"Berhenti mencintai aku" ucap Dimas, Hermione langsung melepaskan pelukannya lalu melihat kearah Dimas.
"Maksudnya?" tanya Hermione.
"Aku gak mau kamu disiksa gara-gara aku jadi aku mau jangan cintai aku lagi" ucap Dimas.
"Biar aku aja yang cinta sama kamu, kamu jangan cinta sama aku" ucap Dimas.
"Mudah ya ngomong kayak gitu" ucap Hermione tersenyum sinis lalu berjalan ingin pergi tapu dengan cepat Dimas menarik tangan Hermione lalu memeluk Hermione.
"Ok jika itu mau kamu" ucap Hermione melepaskan pelukan Dimas, matanya sudah berkaca-kaca, dia melihat Dimas dari bawah sampai atas lalu berhenti menatap mata Dimas.
"Aku akan pergi" ucap Hermione lalu menghilang dari sana. Dimas menunduk air matanya menetes. Dimas lalu mengusap air matanya, dia mencuci wajahnya setelah itu keluar dari toilet karena dia ingat itu adalah toilet wanita.
Dimas masuk kedalam ruang rawat.
"Dara mana masih ditoilet?" tanya mama Dimas.
"Dia tadi ada urusan mendadak jadi udah pergi dia juga minta maaf karena gak pamit sama mama dan papa" jawab Dimas.
"Iya gak apa-apa" ucap mama Dimas.
"Papa gimana tubuhnya masih ada yang sakit?" tanya Dimas.
"Udah gak terlalu sakit" jawab papa Dimas.
"Oh syukur deh" balas Dimas.
__ADS_1
***
Beberapa hari kemudian papa Dimas sudah dibolehkan pulang, setelah kejadian ditoilet Hermione tidak pernah menunjukkan dirinya kepada Dimas lagi. Ntah dia memang pergi atau tidak hanya dialah yang tau.
"Kenapa Dara gak pernah muncul lagi Mas, kalian berantem?" tanya mama Dimas membereskan barang-barang karena ingin pulang.
"Nggak kok, kami gak berantem, kan aku udah bilang ada urusan mendadak dan urusannya itu diluar negeri ma" ucap Dimas.
"Ohhh bilang dong kalau urusannya diluar negeri" ucap mama Dimas.
"Kalau diantara kalian ada masalah diomongin secara baik-baik jangan ngambil keputusan sepihak" ucap papa Dimas menasehati.
"Iya pa" jawab Dimas.
Mereka bertiga keluar dari ruangan, Dimas merasakan kalau dirinya sedang dipantau. Dia melihat kanan dan kiri tapi tidak ada yang mencurigakan.
"Kenapa Mas?" tanya mama Dimas.
"Nggak ma" jawab Dimas. Mereka melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti. Orang yang memantau Dimas dari jauh itu tersenyum miring lalu pergi.
Disisi lain selama beberapa hari ini Hermione tidak berhenti mencari mangsa sudah banyak jiwa manusia berdosa dari beberapa kota yang dia masukkan kedalam neraka.
Tidak ada kata istirahat untuk dirinya, sudah berpuluh-puluh kali atau mungkin ratusan kali dia keluar masuk neraka. Adik dan sahabat iblisnya yang melihat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Hari ini sudah 99 jiwa manusia yang aku masukkan keneraka padahal belum 24 jam, gak masalah aku menyukainya haha" ucap Hermione.
"Aku akan membuat angkanya bertambah" ucap Hermione lalu kembali mencari mangsanya.
***
"Tepat 24 jam aku mencari mangsa dan aku mendapatkan 250 jiwa manusia untuk hari ini, besok angkanya harus bertambah semakin banyak" ucap Hermione tersenyum miring. Hermione pergi ketaman gaib buatannya, dia berbaring dirumput dengan wujud iblis, matanya memandang langit yang dipenuhi bintang.
"Semudah itukah melupakan seseorang?" ucap Hermione.
"Kau tau Dimas aku lebih baik disiksa selama ratusan ribu tahun dineraka dari pada harus disiksa dengan cara seperti ini" ucap Hermione.
"Ini sangat menyakitkan" ucap Hermione.
Bersambung...
__ADS_1