
Tak lama kemudian Wen Ciyan datang, ia merupakan guru murid luar.
"Selamat pagi semua." ucap Wen Ciyan yang menyapa murid murid muridnya.
"Salam hormat kami pada guru, selamat pagi." jawab mereka semua serentak.
Setelah itu Wen Ciyan mengajak murid muridnya untuk keluar dari kelas dan menuju sebuah lapangan yang ada di Akademi Kekaisaran. Wen Ciyan meminta pada murid muridnya untuk menunjukkan skill bertarung yang ia punya.
"Baiklah kalian bisa berlatih di sini dan saya akan mengawasi kalian." ucap Wen Ciyan.
Semua murid luar baru telah bersiap pada posisi mereka masing masing, semua berlatih dengan giat kecuali satu orang entah apa yang pemuda itu fikirkan hingga ia hanya diam tak mendengar intruksi dari guru Wen Ciyan tadi.
"Hey apakah kau tak mendengar apa yang guru katakan tadi?." ucap Xiao Feng yang menegur pemuda itu karna pemuda tersebut tepat berada di samping Xiao Feng.
"Untuk apa berlatih seperti ini hanya akan membuang waktu dan sia sia saja." ucap pemuda itu dengan nada arogannya.
Xiao Ziya menatap ke arah pemuda itu, tiba tiba Xiao Ziya tersenyum miring sepertinya ia memiliki sebuah rencana.
"Mungkin dia sudah merasa begitu hebat hingga latihan seperti ini tak ada apa apa baginya." ucap Xiao Ziya yang sengaja memancing amarah dari pemuda itu.
"Hey gadis kecil jangan kira kau anak bangsawan aku akan takut padamu." ucap pemuda itu sambil menunjuk ke arah Xiao Ziya. Pemuda itu berjalan mendekati Ziya dan berludah tepat di sepatu yang Ziya kenakan.
"Bagiku anak bangsawan tak lebih dari anak manja yang mengandalkan orang tua mereka." ucap pemuda itu yang terang terangan menghina Xiao Ziya.
Entah apa yang akan terjadi dengan pemuda itu nantinya, karna kini Xiao Ziya sedang menatap dengan penuh dengan amarah. Sebelumnya tak ada yang memberinya penghinaan seperti ini. Apa yang ada di otak pemuda itu hingga berani mengatai Ziya hanyalah gadis manja? jika ia tau sepakterjang Xiao Ziya selama ini mungkin pemuda itu akan memilih untuk bunuh diri saja.
"Bersihkan ludahmu yang mengotori sepatuku." triak Xiao Ziya yang membuat semua orang terkejut begitu pula Wen Ciyan yang sedang mengawasi dari kejauhan.
Dengan segera Wen Ciyan mendekat dan melihat kegaduhan apa yang sedang terjadi. Yang ia harapkan semoga tak ada muridnya yang bodoh sehingga berani mengusik Xiao Ziya. Namun sialnya saat ia tiba ternyata ada salah satu muridnya yang berasal dari sekte luar wilayah Kekaisaran Qiyu yang berani menyinggung gadis itu.
"Mengapa kalian malah ribut bukannya berlatih." ucap Wen Ciyan yang mencoba untuk tenang.
__ADS_1
"Gadis murahan ini berani menyinggungku hanya karna dia anak bangsawan yang manja." ucap pemuda itu yang ternyata bernama Zhao Wujin.
Wen Ciyan meneguk ludahnya dengan kasar ingin rasanya ia menampar mulut pemuda itu agar tak berbicara seperti itu di depan Xiao Ziya.
"Bukankah kau yang memulainya lebih dahulu, adikku tadi hanya memperingatkanmu yang tak melaksanakan instruksi guru dan kau malah mengatainya dan meludah di sepatunya." ucap Xiao Feng yang sudah tak tahan dengan tuduhan pemuda tak tau malu itu.
"Apakah benar yang Xiao Feng katakan?." ucap Wen Ciyan yang bertanya pada Zhao Wujin dan pemuda itu menganggukkan kepala mengakui berbuatannya.
"Latihan seperti ini hanya membuang buang waktuku saja." ucap Zhao Wujin tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
Xiao Ziya sudah mengepalkan kedua tangannya, gadis itu mencoba untuk bersabar. Namun aura membunuh yang keluar dari tubuh Xiao Ziya sangat pekat hingga membuat murid yang lainnya tertunduk lemas. Wen Ciyan yang merasakan aura itu langsung melihat ke arah Xiao Ziya, dia tak tau bagaimana cara menengahi masalah ini.
"Hari ini kau sudah menghinaku untuk hari hari berikutnya akan kubuat hidupmu seperti dineraka." ucap Xiao Ziya yang langsung memukul perut Zhao Wujin dengan keras hingga pemuda itu terpental dan menabrak pohon.
"Adik tenanglah sedikit." ucap Xiao Yuna yang berusaha menenangkan adiknya yang sedang marah itu. Xiao Yuna tau jika Ziya sudah seperti ini akan sangat sulit untuk meredam amarahnya, bisa saja pemuda itu akan mati hari ini juga.
"Saudari Ziya jangan terlalu emosi kasihan murid yang lain." ucap Muyen yang juga berusaha menenangkan Xiao Ziya.
Seketika Xiao Ziya mengedarkan pandangannya kesekeliling dan melihat murid yang lain sedang terduduk lemas akibat aura yang ia keluarkan, dengan segera Xiao Ziya menarik semua aura membunuhnya.
Wen Ciyan hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan gadis itu, ia meminta muridnya yang lain untuk melanjutkan latihan sedangkan Zhao Wujin ia bawa ke unit kesehatan akademi.
Saat ini Xiao Ziya sedang berkeliling disekitar akademi, lalu ia melihat beberapa murid yang sedang mengangkat batu sambil berlari. Xiao Ziya yang tertarikpun akhirnya mendekat.
"Kau murid luar mengapa ada di sini? bukankah ini masih jam latihan." tegur Min Xiyin saat melihat Xiao Ziya yang mendekat ke arah lapangan tempat murid muridnya berlatih.
"Hormat bada guru, maaf saya hanya ingin melihat lihat saja. Saya sudah izin pada guru Wen Ciyan untuk meninggalkan kelas." ucap Xiao Ziya dengan jujur dan Min Xiyin bisa melihat kejujuran itu dari mata gadis yang ada dihadapannya.
"Lalu mengapa kau datang kesini? apakah kau tertarik latihan fisik seperti itu." ucap Min Xiyin yang melihat binar semangat dan antusias Xiao Ziya.
"Bolehkah murid luar sepertiku mengikuti latihan murid dalam?." tanya Xiao Ziya yang benar benar ingin mencoba bagaimana rasanya berlari sambil mengangkat batu yang besar.
__ADS_1
"Tentu saja, namun jika hal buruk terjadi padamu itu tak ada kaitannya denganku atau murid muridku." ucap Min Xiyin yang juga penasaran apakah gadis itu sanggup mengangkat batu seberat duapuluh lima kilo dan membawanya berlari.
Setelah mendapatkan ijin dari guru yang sedang mengawasi latihan murid dalam, Xiao Ziya langsung mengangkat sebuah batu yang sudah disiapkan dan membawanya berlari tanpa masalah apapun.
Para murid dalam yang sedang berlaripun merasa terkejut dengan kehadiran Xiao Ziya yang tiba tiba saja mendahului mereka.
"Siapa gadis itu mengapa dia bisa ada di sini?." ucap Li Mumu yang merasa keheranan karna jubah yang digunakan Xiao Ziya adalah jubah milik murid luar baru.
"Bagaimana gadis sekecil itu memiliki tenaga yang begitu besar." ucap Mue Along yang keheranan karna Xiao Ziya berlari seperti tak membawa beban apapun.
"Kalian tak tau dia siapa?." ucap Ruo Yogi yang sudah mengenal Xiao Ziya terlebih dahulu.
Semua teman teman Ruo Yogi menggelengkan kepala, wajar jika mereka tak mengenal Xiao Ziya. Murid dalam sangat jarang keluar dari Akademi Kekaisaran sekalinya mereka keluar hanya untuk menjalankan sebuah misi.
"Dia adalah Xiao Ziya adik dari Xiao Xun dan juga kaisar muda. Dialah yang memimpin peperangan beberapa waktu lalu untuk meruntuhkan kekaisaran lama." ucap Ruo Yogi yang mendengarkan berita itu beberapa saat yang lalu dari para seniornya yang ada di kelas yang sama dengan Xiao Xun.
"Apa kau bercanda, walau dia sangat kuat namun menyusun strategi tempur bukanlah hal yang mudah." ucap Mue Along yang menganggap ucapan Ruo Yogi hanyalah bualan semata.
Xiao Ziya tau saat ini ia tengah menjadi topik pembicaraan namun gadis itu cuek dan tak perduli selagi tak ada hinaan dalam kata kata yang mereka ucapkan. Tanpa sadar Xiao Ziya sudah sepuluh kali mengelilingi lapangan yang luas itu sambil mengangkat batu.
Guru pembimbing dari murid dalam yang sedang mengajar merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat saat itu.
"Gadis itu sangat kuat melebihi muridku yang lain." ucap Min Yinxi yang terlihat sangat senang karna akademi memiliki bakat yang luar biasa.
Akhirnya pelajaran hari ini selesai Xiao Ziya dengan secepat kilat kembali kepaviliunnya untuk berendam, badannya sangat lengket oleh keringat. Min Yinxi yang berniat menghampiri Xiao Ziya dan mempromosikannya untuk masuk menjadi murid dalam merasa terkejut karna gadis yang ia cari sudah tak ada.
"Apa kalian melihat gadis itu?." tanya Min Xiyin pada murid muridnya yang lain.
"Saya tadi melihatnya melesat pergi dengan kecepatan yang luar biasa." ucap Sin Bia yang sempat melihat bayangan Xiao Ziya sekilas.
Saat ini para murid sedang berkumpul dikantin untuk menikmati makan siang mereka begitupun dengan Xiao Yuna dan teman temannya yang lain.
__ADS_1
**Hai semua akhirnya bisa update lagi setelah sekian lama hiatus. Gimana kabar kalian semua semoga sehat terus ya.
Jangan lupa vote, like, komen, rate, share**.