
Ternyata yang membukakan pintu gerbang adalah Xiao Ziya, gadis itu dapat merasakan beberapa aura yang familiar sedang berada di sekitat paviliunnya. Ia sangat terkejut melihat kesembilan pemuda yang sebagian pernah menjadi muridnya itu.
"Kalian juga datang?." tanya Xiao Ziya seperti sedang bertanya tanya, bagaimana banyak orang dari dunia atas yang mengetahui kabar tentang pernikahan Xiao Yan dan juga kejahatan yang telah dilakukan oleh Wi Xume? Xiao Ziya tak pernah merasa ia bercerita pada orang luar mengenai hal ini.
"Tentu saja kami datang untuk mengunjungi adik Ziya. Ah iya kamu juga akan menjadi pengiringmu." ucap Al Ergan dengan cengiran tak bersalah miliknya itu.
Entah berapa banyak pemuda yang akan menjadi pengiring Xiao Ziya saat pesta pernikahan nanti, mungkin lebih dari lima belas pemuda. Para gadis tentu akan sangat iri pada Xiao Ziya terutama Wi Xume, ia akan menganggap Ziya telah merusak hari bahagianya.
"Masuklah kedalam sebentar lagi sudah waktunya makan siang." ucap Xiao Ziya yang mengajak kesembilan pemuda itu untuk masuk kedalam, sedangkan anak kecil yang mengantar mereka sudah pergi karna harus berlatih bersama dengan yang lain.
Saat masuk kedalam paviliun suasana sudah sangat ramai dan sekarang bertambah ramai. Xiao Xun menatap kearah sembilan pemuda yang berjalan di belakang Xiao Ziya karna wajah mereka sangat asing.
"Siapa mereka adikku?." tanya Xiao Xun penuh dengan rasa penasaran.
"Salam kenal senior, kami semua berasal dari Akademi Wunyeng yang ada di dunia atas." ucap Xiao Sunjin bersama kedelapan pemuda lainnya secar bersamaan. Pangern Zeeling dan Pangeran Anz menatap ke arah empat putra Keluarga Bangsawan Algiz.
"Ternyata kalian juga datang, kami kira kalian masih sibuk menghadapi ujian akademi." ucap Pangeran Zeeling yang langsung mengalihkan perhatian kesembilan pemuda itu.
"Salam hormat kami pada Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz. Senang bisa bertemu kalian di sini." ucap kesembilan pemuda itu secara bersamaan lagi.
Setelah itu Xiao Ziya pamit untuk berbelanja di pasar karna ia perlu menyiapkan makan siang untuk mereka semua. Benerapa dari tamu Ziya ingin ikut namun gadis itu melarangnya karna akan muncul keributan jika ia pergi bersama dengan pria pria tampan. Jika Xiao Ziya mau mungkin saat ia dewasa nanti ia akan membuat harem namun itu sangat merepotkan dan bukan gaya dari seorang Xiao Ziya, karna ia hanya ingin bersanding dengan seseorang yang layak dan lebih kuat darinya. Entah kapan gadis itu akan menemukan pemuda pujaan hatinya karna untuk saat ini Xiao Ziya masih sangat sibuk memperkuat diri untuk melindungi orang orang yang ia sayangi.
Xiao Ziya keluar dari paviliun sendirian, saat hendak keluar dari gerbang Klan Xiao ia berpapasan dengan Xiao Yuna dan juga ayahnya.
"Salam saya pada paman Yuza." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam.
"Salam hormat kami pada nona muda." ucap Xiao Yuza dan Xiao Yuna secara bersamaan.
"Jika boleh saya ingin meminjam putri anda untuk menemani saya berbelanja." ucap Xiao Ziya yang meminta izin untuk membawa Xiao Yuna berbelanja bahan makanan bersamanya. Tentu Xiao Yuza memberikan izin.
Akhirnya kedua gadis itu pergi menuju pasar, dalam perjalanan Xiao Yuna bertanya mengapa adiknya itu ingin membeli bahan makanan karna biasanya Ziya akan memilih untuk makan di kedai atau restoran saat ia merasa lapar.
"Banyak tamu yang datang ke paviliunku, mereka jugq butuh makan agar tak pingsan di sana." jawab Xiao Ziya dengan apa adanya. Xiao Yuna menganggukkan kepalanya beberapa kali sebagai pertanda bahwa ia faham dengan penjelasan itu.
Setelah beberapa saat berjalan merekapun sampai di pasar terdekat, Xiao Ziya membeli sayur, buah, ubi ubian, dan juga berbagai macam daging, ia tak lupa membeli telur dan ikan segar. Xiao Ziya berbelanja bukan hanya untuk makan siang saja namun untuk keperluan makan malam nanti.
"Kau belanja sebanyak ini? memangnya berapa tamu yang berkunjung di paviliunmu?." tanya Xiao Yuna yang penasaran.
"Mungkin belasan." jawab Xiao Ziya yang tak menghitung secara pasti.
Setelah selesai berbelanja keperluan memasak, Xiao Ziya mampir kesebuah toko yang menjual gaun gaun indah. Ia membeli sebuah gaun berwarna hitam dengan hiasan taburan berlian dengan harga sepuluh ribu koin emas, jika dilihat dengan teliti gaun itu pas untuk Xiao Yuna.
"Ambil gaun ini dan pakailah saat datang kepesta pernikagan." ucap Xiao Ziya yang memberikan gaun hitam indah itu pada Xiao Yuna.
Xiao Yuna melihat gaun itu dari atas hingga bawah, ia tak bisa menerima pemberian yang sangat luar biasa seperti itu. Xiao Ziya tetap memaksa hingga Xiao Yuna hanya bisa mengalah dan menerima pemberian Ziya.
"Terimakasih, mungkin ini gaun terindah yang aku punya." ucap Xiao Yuna yang ingat dengan jelas bahwa ia tak akan menghabur hamburkan koin emas miliknya hanya untuk sebuab gaun yang ia inginkan. Terkadang sang ayah harus memaksa putrinya itu untuk membeli sebuah gaun atau baju.
"Bukankah kau adalah kakak perempuanku? kau harus terlihat cantik." ucap Xiao Ziya dengan senyuman polosnya. Walau kedua gadis itu tak memiliki banyak waktu untuk saling berbincang bincang satu sama lain namun mereka sangatlah dekat.
Akhirnya mereka berdua sudah kembali ke Klan Xiao. Xiao Ziya mengajak Xiao Yuna untuk membantunya memasak di dapur. Saat pintu paviliun terbuka, sebuah pemandangan indah dan sangat menakjubkan bagi Yuna. Gadis itu melihat pemuda pemuda tampan saling bercengkrama satu sama lain dengan senyuman tipis yang menawan. Mata Xiao Yuna tertuju pada salah seorang pemuda yaitu Al Ergan, sosok pemuda dingin dan tampan sorot matanya yang tajam membuat Xiao Yuna terpesona.
__ADS_1
"Ekhem udah kali liatinnya." ucap Xiao Ziya yang menyadari bahwa kakak sepupunya sedang terpesona dengan Al Ergan.
Para pemuda tampan itu langsung menoleh ke arah Ziya dan juga Yuna. Mereka tak menyadari kepulangan Xiao Ziya bersama gadis yang ada di sampingnya.
"Ah ternyata adik Yuna." ucap Xiao Xun.
"Salam kenal semuanya." ucap Xiao Yuna yang berusaha untuk menutupi semburat merah di pipinya.
"Sebaiknya kita pergi ke dapur sekarang Yuna jiejie sebelum kau pingsan di sini." ucap Xiao Ziya yang menarik tangan Xiao Yuna menuju dapur.
Entah apakah kali ini Xiao Yuna akan kembali jatuh cinta lagi ataukah hanya perasaan kagum saja karna luka yang ditinggalkan oleh Muyen masih membekas di hatinya. Ditambah adiknya yaitu Xiao Ziya yang tak ingin jika ia kembali terluka karna masalah cinta.
"Saya harap jiejie bisa lebih menekan perasaan, karna saya juga belum lama mengenal pemuda itu." ucap Xiao Ziya yang belum mengetahui apakah Al Ergan sudah memiliki kekasih ataukah belum.
"Baiklah aku mengerti, adik Ziya tenang saja." ucap Xiao Yuna dengan senyuman tipisnya.
Kedua gadis itu menyudahi pembicaraan mereka dan mulai memasak untuk menu makan siang. Akan banyak hidangan yang mereka berdua siapkan, ditambah Xiao Ziya yang ingin bereksprimen membuat makanan yang ada di kehidupannya yang lalu.
Ditempat lain tepatnya di Istana Kekaisaran Qiyu, semua orang masih disibukkan dengan persiapan pesta pernikahan. Wi Xume mencoba beberapa gaun putih yang telah dirancang khusus untuknya, untunglah ada beberapa baju yang sesuai dengan gadis itu jika tidak ia akan kembali berulah meminta gaun putih milik Xiao Ziya.
"Apakah kau suka dengan gaunnya?." tanya Kaisar Yqn dengan hati hati.
"Ya aku menyukainya sayang." ucap Wi Xume yang tak sabar menanti hari bahagianya esok hari.
Setelah ia menikah dengan Kaisar Yan, ia akan meminta pada sang kaisar untuk mengangkatnya menjadi seorang ratu. Setelah itu ia akan berkunjung ke Kerajaan Barat dan membalas dendam atas apa yang telah dilakukan oleh ayah dan saudaranya yang lain. Selain itu Wi Xume memiliki rencana untuk mengajak ibu dan kakak laki lakinya tinggal di Istana Kekaisaran Qiyu. Namun sudah dipastikan rencananya itu tak akan pernah berhasil.
"Beristirahatlah karna besok pesta pernikahan akan dilangsungkan." ucap Kaisar Yan dengan lembut, ia meminta pada Wi Xume untuk beristirahat lebih awal karna fisik Wi Xume sangat lemah.
"Saya tak melihat adik anda sedari tadi?." tanya Yuan Zie sebagai perwakilan dari Kerajaan Daun Perak. Mungkin ia tak tau saat ini hubungan antara Kaisar Yan dan Xiao Ziya sedang tidak baik.
"Mungkin mereka masih bersiap siap, silahkan nikmati makanan yang tersedia." ucap Kaisar Yan, ia membuat sebuah alasan agar tak ada yang curiga dengan kerenggangan hubungan antara ia dan keluarganya.
Semua tamu sudah tiba tinggal menunggu Xiao Ziya dan Xiao Xun saja yang belum hadir, seorang pendeta dari kerajaan tetangga sudah ada di sana.
"Sayang, sebaiknya kita langsungkan pesta pernikahan sekarang." ucap Wi Xume yang tak ingin menunggu lebih lama lagi. Ia takut jika Xiao Ziya memiliki sebuah rencana untuk menghancurkan pernikahannya.
"Kedua adikku belum tiba, bagaimana jika ada yang mempermasalahkan hal itu?." tanya Kaisar Yan.
"Ini pernikahan kita, jangan dengarkan apa yang orang lain katakan." ucap Wi Xume yang memaksa Kaisar Yan.
Akhirnya Kaisar Yan luluh dengan permintaan calon istrinya itu. Ia meminta pada pendeta untuk melangsungkan ikrar pernikahan saat itu juga.
"Yang Mulia Kaisar Yan, apakah anda bersedia berbagi suka duka dengan nona Wi Xume, memberikan kebahagiaan padanya, mencukupi kebutuhan lahir batin, dan tak meninggalkan nona Wi Xume dalam keadaan apapun?." ucap sang pendeta yang menanyakan kesediaan Kaisar Yan menikah dengan Wi Xume.
"Saya bersedia." ucap Kaisar Yan dengan tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.
Tanpa ada yang menyadari Xiao Ziya dan para pengiringnya sudah menunggu di pintu masuk aula, mereka akan masuk saat Kaisar Yan dan Wi Xume sudah melakukan ikrar pernikahan dengan begitu walau Wi Xume melihat banyak pria tampan ia tak akan bisa membatalkan pernikahan itu.
"Nona Wi Xume apakah anda bersedia menemani Kaisar Yan hingga akhir hayatnya, setia padanya, memenuhi kebutuhan batin, dan menjadi ibu untuk anak anak kalian kelak?." tanya sang pendeta pada Wi Xume.
"Saya bersedia." ucap Wi Xume dengan senyum penuh kemenangan, dengan begini tak ada yang bisa menghalangi jalannya menjadi seorang ratu.
__ADS_1
"Dengan ini saya nyatakan bahwa Kaisat Yan dan nona Wi Xume resmi menjadi pasangan suami istri." ucap sang pendeta yang meresmikan hubungan mereka berdua. Terdengar sorak tepuk tangan dari para tamu yang datang, mereka mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
Namun tiba tiba pintu aula terbuka dengan lebar, muncul Xiao Ziya yang masuk menggunakan sebuah dress putih panjang yang sangat mewah dan juga elegan ditambah para pemuda yang berjalan di belakangnya. Para pemuda itu kompak menggunakan baju atau jaz berwarna hitam, Xiao Yuna ada di samping kiri Xiao Ziya dan Xiao Xun ada di samping kanan gadis itu. Wi Algi datang menggunakan sebuah topeng sesuai dengan rencana Xiao Ziya.
"Wah lihatlah para pemuda tampan yang ada di belakang nona Ziya." ucap seorang wanita. Ia adalah tamu undangan dari kerajaan lain.
"Sungguh beruntung bisa berdiri menjadi pengiring nona Ziya yang terkenal sangat cantik." ucap tamu yang lain.
Wi Xume mengepalkan tangannya dengan kesal, mengapa gadis itu selalu mendapatkan pujian dari semua orang. Hari ini adalah hari pernikahannya, seharusnya semua orang memuji dirinya bukan Xiao Ziya.
"Selamat atas pernikahan Kaisar Yan dengan nona Wi Xume, maaf saya datang terlambat karna gaun ini sangat merepotkan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manisnya.
"Trimakasih adik Ziya." ucap Kaisar Yan dengan senyum yang ia paksakan.
"Mengapa kau menggunakan gaun yang lebih bagus daripada punyaku? apakah kau ingin menghinaku?." tanya Wi Xume dengan wajah yang memerah, ia tak terima dipermalukan seperti ini.
"Ah maaf saya tidak tau kalau gaun anda akan seburuk itu." ucap Xiao Ziya dengan wajah bersalah.
"Saat aku menjadi ratu nanti akan ku usir kau dari sini." triak Wi Xume yang tak bisa mengontrol emosinya lagi.
Semua orang yang ada di sana memandang ke arah Wi Xume dengan tatapan tajam terutama semua pengiring Xiao Ziya. Memangnya siapa gadis itu? bagaimana dia bisa mengusir Xiao Ziya dari wilayah kekuasaanya sendiri, sungguh gadis yang menjijikkan.
"Bermimpilah." ucap Xiao Xun.
"Hey jangan menjadi gila hanya karna sudah menikah dengan seorang kaisar." triak Xiao Yuna dengan geram.
"Jangan memaki istriku." ucap Kaisar Yan, tentu ia lebih memilih untuk membela istrinya daripada keluarganya sendiri.
"Ah saya datang untuk menyampaikan beberapa hal pada kalian semua, yang pertama perkenalkan ini adalah pengiring saya yang akan menjaga saya selama pesta berlangsung. Beberapa dari mereka datang dari dunia atas, saya harap para tamu undangan bisa bersikap dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan senyum tipis.
"Yang kedua saya akan membacakan surat dekrit yang saya tulis sendiri sebagai penguasa wilayah Kekaisaran Qiyu dan beberapa kerajaan lain yang ada di bawah kepemimpinan saya." ucap Xiao Ziya yang memberikan isyarat pada beberapa pengiringnya untuk menyingkirkan Kaisar Yan dan juga Wi Xume dari atas tahta kekaisaran.
Dengan cepat Pangeran Zeeling, Pangeran Anz, Pangeran Enso, dan juga Xiao Xun maju. Mereka menarik paksa Kaisar Yan dan juga Wi Xume. Para tamu undangan yang tak mengetahui apa yang sedanf terjadi hanya bisa diam saja.
Xiao Ziya berjalan dengan anggun kemudian naik ke atas tahta Kekaisaran Qiyu, ia berdiri dengan tegak kemudian membuka sebuah gulungan kertas.
"Apa yang ingin kau lakukan." triak Kaisar Yan, iq bernar benar panik jika isi dekrit itu adalah penggantian posisi kaisar.
"Saya Xiao Ziya sebagi pemimpin tertinggi di atas posisi Kaisar menyatakan bahwa Kaisar Yan sudah tidak layak untuk menduduki tahta, Kaisar Yan telah melakukan beberapa pelanggaran seperti menaikkan pajak tanpa izin, menyimpan harta kekaisaran untuk kepentingan pribadi, ingin menjadikan Istana Kekaisaran Qiyu sebagai mahar pernikahan, dan juga tak sanggup mensejahterakan penduduk kekaisaran. Dengan otoritas mutlak yang saya miliki maka saya akan mencabut posisi Xiao Yan sebagai Kaisar dan mengangkat Jenderal Zue sebagai Kisar yang baru. Saya harap dengan ini Kaisar Zue bisa membawa kesejahteraan pada rakyat, bersikap adil dan juga jujur. Saya persilahkan Jenderal Zue untuk naik ke atas bersama saya." ucap Xiao Ziya yang membuat beberap orang tercengang, siapa sangka dalam hari paling membahagiakan bagi Xiao Yan ia malah diturunkan dari posisinya sebagai Kaisar.
Jenderal Zue naik ke atas tahta kekaisaran, ia berdiri di samping Xiao Ziya. Pangeran Zeeling mengambil mahkota yang dikenakan oleh Xiao Yan kemudian memasangkan pada kepala Jenderal Zue.
"Dengan ini saya menyatakan bahwa Jenderal Zue resmi menjadi kaisar, dan kalian bisa memanggilnya dengan sebutan Kaisar Zue. Jika Kaisar Zue melakukan penyelewengan pada masa jabatannya maka saya berhak menurunkan anda dari posisi ini. Silahkan jika ada yang ingin anda sampaikan." ucap Xiao Ziya yang membiarkan Kaisar Zue untuk menyampaikan beberapa kata.
"Yang pertama saya ucapkan trimakasih pada nona Ziya karna telah mempercayakan posisi ini pada saya, saya tak akan mengecewakan anda. Yang kedua saya tak bisa mengucapkan banyak janji janji, saya akan membuktikan bahwa saya bisa memajukan Kekaisaran Qiyu dan membuat penduduk Kekaisaran Qiyu sejahtera. Saya juga memohon bantuan dari semua pihak untuk menjalin kerja sama yang baik dengan Kekaisaran Qiyu. Itu saja yang ingin saya sampaikan." ucap Kaisar Zue dengan penuh wibawa. Semua tamu undangan bersorak dan mengucapkan selamat atas kenaikan kaisar baru.
Wajah Xiao Yan memerah dan ia sangat marah atas kejadian ini, bagaimana bisa Xiao Ziya lebih percaya dengan orang lain daripada dirinya. Bukankah selama ini ia sudah bekerja keras lalu mengapa jika ia mengambil beberapa harta kekaisaran untuk kepentian pribadi.
"Dasar wanita ******." triak Wi Xume yang berlari ke arah Xiao Ziya dan hendak memukul gadis itu. Dengan sigap Kaisar Zue melindungi nona mudanya.
"Bersikaplah dengan baik." ucap Kaisar Zue dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
Hai hai guys aku update lagi nih. Jangan lupa baca chap sebelum ini ya yang wajib baca itu loh. Jangan lupa buat follow, vote karna wajib, makasih buat yang kau gift hadiah, jangan lupa like dan komen karna gratis, reting juga ya love you.