
Pria yang jadi target Hermione membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Dia lalu duduk memijat pelipisnya karena pusing, saat dia melihat kesamping ranjang betapa terkejutnya dia melihat ada seorang wanita cantik yang tidur dengan tenang dengan tubuh yang ditutup selimut.
Pria itu lalu membuka selimutnya dan melihat tubuh dia dan wanita itu tak menggunakan pakaian, pria itu menutup tubuhnya dan wanita itu kembali. Pria itu tak sengaja melihat ada noda merah disprai, dia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam lalu menyumpahi dirinya sendiri lewat batin.
"Aaa bodoh bodoh kenapa kau ketempat seperti ini malam tadi, lihatlah sekarang kau meniduri seorang wanita tak kau kenali yang sudah menjadi sasaran nafsumu karena mabuk malam tadi, dan lebih parahnya dia masih" batin pria itu memukul kepalanya pelan, wanita itu yang tak lain adalah Hermione sebenarnya dia sudah bangun tapi dia menutup matanya pura-pura tertidur.
"Maafkan aku, pasti kau sangat marah padaku terlebih lagi kita tak saling mengenal satu sama lain" ucap pria itu melihat Hermione.
"Cantik" ucap pria tersebut tersenyum dia mengusap pelan pipi Hermione.
"Ugh" Hermione membuka matanya perlahan, pria itu menjauhkan tangannya dari pipi Hermione.
Hermione melihat sekeliling lalu bola matanya terhenti kearah pria yang jadi targetnya. Dia langsung duduk dan memegang selimut erat sambil sedikit menjauh dari area itu. Hermione menatap mata pra itu seperti ketakutan, dan pria itu menatap Hermione merasa bersalah.
"Maaf ini semua salahku" ucap pria itu menatap mata Hermione. Tubuh Hermione bergetar seperti ketakutan dengan pria itu.
"Aku harus berakting terlebih dahulu, setelah itu baru membunuhnya" batin Hermione.
"Ratu Hermione para manusia divilla sudah bangun" suara Evan terdengar ditelinga Hermione.
"Kalian duluan kevilla disana sudah ada ilustrasi diriku" batin Hermione.
"Baik" balas Evan.
"Ka kau" Hermione menunjuk pria itu dengan tangan bergetar.
"Maaf malam tadi aku mabuk sampai kehilangan kendali" ucap pria itu.
Hermione mengambil handuk yang ada disebelah ranjang lalu memakainya dan beranjak dari ranjang.
__ADS_1
"Awh" Hermione pura-pura terjatuh saat ingin melangkah.
"Biar aku bantu, kau mau kemana?" pria itu mengambil handuk lalu mengaitkannya dipinggang setelah itu dia membantu Hermione berdiri.
"Lepas aku bisa sendiri" Hermione menepis tangan pria itu yang ada dipundaknya.
"Aku ingin membantumu menurutlah" ucap pria itu lalu menggendong Hermione.
"Turunkan aku, aku bisa sendiri pria aneh" ucap Hermione memukul dada pria itu.
"Aku bukan pria aneh, aneh dari mana coba" ucap pria itu.
"Kau sangat aneh, kita tidak saling mengenal tapi kau sudah berani-beraninya menyentuhku" ucap Hermione.
"Itu karena aku sedang mabuk, oh iya kita tidak saling mengenalkan maka kenalkanlah namaku Agung" ucap pria itu yang bernama Agung.
"Aku bukan pria aneh" Agung menyimpan tubuh Hermione dibuthtub yang belum terisi air.
"Lepaskan handukmu aku akan menyalakan shower untuk mengisi buthtub ini dengan air biar kau dan aku bisa mandi" ucap Agung.
"Sebelum aku melepaskan handukku sebaiknya kau keluar dari sini" ucap Hermione.
"Kau mengusirku?" ucap Agung.
"Iya aku mengusirmu!" tegas Hermione.
"Hmm baiklah jika itu maumu, jika sudah selesai mandi bilanglah biar aku membantumu" ucap Agung melangkah pergi setelah keluar kamar mandi dia menutup pintunya.
"Kau pikir aku lumpuh pria aneh sampai harus dibantu olehmu" teriak Hermione.
__ADS_1
"Kau tidak lumpuh tapi aku ingin membantumu" ucap Agung sedikit mengeraskan suaranya.
"Oh iya jangan panggil aku pria aneh" ucap Agung lagi.
Didalam kamar mandi, Hermione merusak ventilasi udara supaya Agung menganggap kalau Hermione kabur dari sana. Hermione menyalakan air shower setelah merusak ventilasi udara, lalu dia menghilang dari sana.
Iliana, Mona dan Dela sudah membunuh pria yang tidur dengan mereka sebelum mereka pergi kevilla dan juga sebelum pria itu terbangun dari tidurnya. Setelah itu mereka menghilang dari sana tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
Agung menunggu Hermione diatas ranjang, 10 menit 20 menit 30 menit berlalu begitu cepat. Agung kesal karena Hermione belum keluar kamar mandi jadi dia memutuskan untuk masuk kedalam sana.
"Hah dia kabur" ucap Agung masuk kedalam kamar mandi melihat ventilasi udara rusak, shower menyala dan yang pasti tidak ada Hermione didalam sana.
Hermione muncul dibelakang tubuh Agung tanpa memperlihatkan wujudnya kepada Agung, dia berwujud manusia yang dipakai olehnya malam tadi. Hermione menusuk punggung Agung berkali-kali.
"Akhhh" teriak Agung merasakan sakit yang sangat sangat sakit. Hermione lalu menendang Agung masuk kedalam buthtub, setelah itu Hermione menarik roh Agung paksa.
Hermione menekan kepala raga Agung masuk kedalam air, setelah itu dia menghilang membawa jiwa Agung keneraka lalu dia lempar kedalam sana.
Setelah selesai dia langsung pergi kevilla, ilustrasi dirinya masuk kedalam kamar. Hermione menghilangkan ilustrasi dirinya itu lalu dia mengganti pakaian seperti ilustrasi dirinya.
Dia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuk memikirkan sisa 4 pria perjaka lagi yang akan tidur dengannya.
"Huh baru kali ini aku seperti ini, tak mau memasukkan suami manusiaku kedalam neraka" batin Hermione.
"Biasanya sebelum waktunya saja aku sudah membunuhnya karena jijik tapi sekarang tidak" batin Hermione.
"Sebenarnya aku ini kenapa, kenapa aku seperti ini?" batin Hermione lagi.
Bersambung...
__ADS_1