
Reno merasa sedikit baikan dengan tubuhnya, dia melihat sekeliling melihat yang lain dan merasakan ada yang kurang.
"Kak Dara mana?" tanya Reno kepada Dimas.
"Tuh duduk dite eh" ucap Dimas menunjuk danau tapi tidak melihat Hermione.
"Tadi disana" ucap Dimas. Dia melihat kearah adik dan sahabat iblis Hermione.
"Dara kemana?" tanya Dimas.
"Paling masuk kedanau" jawab Andre santai masih menutup matanya.
"Ngapain masuk kedanau nanti tenggelam gimana? Itu danaunya dalam gak? Dara bisa berenang gak?" tanya Dimas bertubi-tubi.
"Kak Dara kalau masuk kesana gak pernah berenang biarin aja makin kedasar danau, itu kebiasaannya kalau nenangin dirinya" ucap Andre membuka matanya lalu duduk.
"Kakak" panggil Andre.
"Iya" suara Hermione terdengar bergema disana tapi orangnya tidak ada eh maksudnya iblisnya tidak ada.
"Kakak dimana?" tanya Andre.
"Seperti yang kamu bilang tadi" suara Hermione kembali terdengar.
"Tuh kan bener" ucap Andre kembali berbaring dan menutup matanya.
"Waktu kalian disini gak banyak cepat pulihkan tenaga kalian, nanti kalian akan kami antar ketempat masing-masing" ucap Andre.
"Hmm" balas Dimas.
***
Dimas dan Reno dibawa kembali kealam manusia, Dimas kekampung halamannya kalau Reno kekota yang ditinggalinya. Hermione tidak mengantar mereka karena tenaganya belum pulih.
Hermione mengambil setangkai bunga mawar merah saat yang lain sudah pergi. Dia memandangi bunga itu, setelah itu dia menghancurkan bunganya menggunakan tangannya sendiri, dia tidak peduli dengan duri bunga mawarnya yang melukai telapak tangannya.
"Huh" Hermione menghela napas kasar. Setelah itu dia menghilang dari sana.
Dia muncul dirumah Eji, terlihat Eji sedang merayu calon tumbalnya untuk diajak bermain. Hermione memperhatikan tanpa bersuara dan memperlihatkan wujudnya. Hermione yang tak tahan melihat mereka berdua langsung masuk kedalam tubuh wanita calon tumbalnya.
Hermione langsung mencium bibir Eji tanpa permisi, Eji menerimanya dengan senang hati dia sudah tau kalau Hermione sudah masuk kedalam tubuh calon tumbalnya. Tangan Eji membuka perlahan kancing baju yang digunakan tumbalnya. Eji menciumi leher dan dada tubuh tumbalnya.
"Aku sangat butuh tenaga manusia, apa aku bunuh dia juga sekalian" batin Hermione.
"Mumpung orangtuanya tidak disini" batin Hermione lagi.
Hermione membuka baju Eji, Eji langsung mengangkat tubuh tumbalnya yang dimasuki oleh Hermione kepangkuannya. Mereka berdua saling pandang.
"Cepatlah" ucap Hermione, Eji tersenyum.
"Semakin cepat kau melakukannya semakin cepay juga aku membawa kalian berdua keneraka" batin Hermione.
***
Hermione menyerap energi 2 manusia itu sampai membuat mereka tidak sadarkan diri, setelah itu Hermione membawa tumbal Eji kerumah tumbalnya. Dia memotong nadi wanita tersebut membuat seolah-olah wanita itu bunuh diri tak lupa dia menggunakan wanita itu pakaian dan menghilangkan bekas merah ditubuhnya. Hermione menarik jiwa wanita itu lalu melemparkannya kedalam neraka.
Setelah itu dia muncul dirumah Eji, Hermione memasukkan racun kedalam mulut Eji, dia juga memasukkan racun kegelas berisi setengah air mineral. Setelah itu dia menggunakan Eji pakaian lalu menarik jiwa Eji dan melemparkannya keneraka.
"Selesai" ucap Hermione meregangkan otonya, dia lalu menghilang dari neraka.
***
Dimas membaringkan tubuhnya diranjang, saat Dimas ada dialam gaib Hermione membuat ilustrasi Dimas supaya orang tua Dimas tidak khawatir.
Dia membolak balikkan badannya mencari posisi yang nyaman untuk tidur, tapi sedari tadi dia tidak bisa tidur.
"Kenapa sih gak bisa tidur?" Dimas sudah kesal karena tidak bisa tidur.
"Biasanya kalau gak bisa tidur aku akan memanggil Dara supaya Dara menemaniku" ucap Dimas.
"Tapi sekarang" ucap Dimas menatap langit-langit kamarnya sendu.
Tiba-tiba matanya sangat berat, samar-samar dia melihat bayangan Hermione lalu semuanya gelap, dia akhirnya bisa tertidur dengan bantuan Hermione. Hermione sengaja datang hanya untuk membuat Dimas tertidur, setelah itu dia menatap lama wajah Dimas.
"Selamat tidur, mimpi indah" ucap Hermione mengecup kening Dimas lalu menghilangkan.
***
Pagi harinya Dimas terbangun dari tidurnya, dia melihat sekeliling kamarnya.
"Berarti malam tadi cuman mimpi tidak mungkin Dara kesini" ucap Dimas pelan.
Tok...
__ADS_1
...Tok......
^^^Tok...^^^
"Iya sebentar" ucap Dimas lalu beranjak dari ranjang dan berjalan kearah pintu, dia membuka pintunya.
"Kenapa ma?" tanya Dimas.
"Eji dikabarkan meninggal bunuh diri dikamarnya" ucap mama Dimas.
"Apa!?" ucap Dimas kaget.
"Apa ini karena Dara" batin Dimas.
"Kamu mandi sana siap-siap kita kerumahnya katanya tubuh Eji sedang dimandikan" ucap mama Dimas.
"Iya ma" ucap Dimas, mama Dimas pergi dari sana. Dimas menutup pintu kamarnya lalu berjalan kearah ranjang setelah itu dia duduk disana.
"Kalau misal benar Dara tapi kenapa harus Eji, bukannya Eji baru jadi pengikutnya. Seharusnyakan aku" ucap Dimas.
"Sebaiknya aku mandi" ucap Dimas lalu beranjak dari ranjang.
***
Selesai memakamkan Eji, Dimas pulang bersama kedua orang tuanya. Papa Dimas menggunakan kursi roda karena kaki papa Dimas belum bisa dipakai untuk jalan.
"Mendadak banget ya padahal kemarin masih datang kerumah kita" ucap papa Dimas.
"Namanya juga umur pa, oh iya Eji kenapa mau mengakhiri hidupnya ya?" tanya mama Dimas.
"Mungkin ada masalah yang membuat mentalnya lemah jadi dia memilih jalan seperti itu" ucap papa Dimas.
"Hmm iya kali ya" ucap mama Dimas.
Sampai dirumah mereka langsung masuk kedalam rumah, Dimas mengunci pintu kamarnya.
"Dara" panggil Dimas.
"Dara"
"Dara aku mohon datang sebentar aja, aku mau tanya tentang Eji" ucap Dimas.
"Dar" saat ingin memanggil lagi tiba-tiba Hermione muncul dengan wujud iblisnya.
"Eji meninggal bukan karena bunuh dirikan?" tanya Dimas.
"Tepat sekali" jawab Hermione.
"Kenapa kamu lakukan itu?" tanya Dimas.
"Aku butuh energi manusia ditambah memang sudah waktunya Eji untuk dibawa keneraka" jawab Hermione.
"Kenapa Eji secepat itu? Dia sama sepertikukan suami manusiamu? Kenapa dia sudah kamu bawa keneraka sedangkan aku kamu pertahankan?" tanya Dimas.
"Sudahlah aku tidak punya banyak waktu, kau menyuruhku datang kesini sebentar tapi ini lebih dari sebentar" ucap Hermione mengalihkan pembicaraan.
"Aku belum selesai bicara, aku berta" ucap Dimas belum selesai tiba-tiba terdengar suara Mona bergema didalam kamar Dimas.
"Reno dibawa oleh tuan Azazel, aku tidak sengaja melihatnya tadi dineraka. Kami semua tidak bisa masuk kedalam keneraka untuk sementara waktu ini, hanya kau yang bisa walaupun harus menguras tenagamu" suara Mona.
"Aku harus pergi" ucap Hermione menatap Dimas.
"Tunggu, Reno gak akan kenapa-kenapakan?" tanya Dimas menghalang Hermione.
"Akan aku usahakan" Hermione langsung menghilang dari sana.
"Ada apa lagi ini, kenapa lagi dengan Reno?" ucap Dimas mengacak rambutnya.
Hermione muncul dineraka lapisan Azazel, dia harus menguras tenaganya untuk bisa masuk kesana karena Azazel memasang pelindung dineraka lapisannya.
"Suamiku Azazel" ucap Hermione menunduk saat sampai didepan Azazel, terlihat Reno diikat dipojok dengan mulut ditutup. Keringat Reno bercucuran karena panasnya neraka, padahal ditempat itu tidak ada api sama sekali hanya ruangan tempat penguasa neraka biasanya duduk dikursi kebesarannya.
"Aaa istriku Hermione kau sudah datang ternyata" ucap Azazel.
"Kau pasti kesini ingin bertanya kenapa aku membawa Reno kemari padahal waktunya nanti pada saat umur Reno 20 tahun" ucap Azazel.
"Iya" jawab Hermione.
"Jawabannya karena aku sudah mau anakku menjadi iblis lebih cepat" ucap Azazel.
"Suamiku Azazel apakah tidak bisa bernegosiasi?" tanya Hermione.
"Bernegosiasi ya, hmm" ucap Azazel seperti berfikir. Tiba-tiba Andre dan yang lain muncul disana, mereka melihat kearah Reno.
__ADS_1
"Tuan Azazel" ucap mereka menunduk mereka sejajar dengan Hermione.
"Hmmm" balas Azazel. Muncul semua suami iblis Hermione beserta Dimas disana. Hermione dkk saling pandang, mereka semakin bingung harus berbuat apa.
"Tuan Lucifer, tuan Abaddon, tuan Asmodeus, Leviathan, tuan Belphegor, tuan Bahemont, tuan Mammon, tuan Beelzebub, tuan Astaroth, tuan Mormo" ucap Hermione dkk menunduk.
"Bawa Reno kemari" perintah Mammon. Dela berjalan kearah Reno lalu membuka ikatan Reno dan penutup mulut Reno.
"Tenang kami akan menolongmu dan Dimas" ucap Dela pelan, dia berjalan kembali kearah yang lain bersama Reno.
"Kami sudah memutuskan akan menyiksa Dimas dan Reno dineraka!" ucap Lucifer tegas.
"Tapi suamiku Lucifer" ucap Hermione.
"Tidak ada tapi-tapi!!!" bentak Lucifer, Hermione langsung menundukkan kepalanya.
"Kau sudah kelewatan batas istriku Hermione" ucap Abaddon.
"Kau melanggar apa yang seharusnya kau tidak langgar, yaitu mencintai manusia" ucap Leviathan.
"Kau taukan apa hukumannya?" tanya Asmodeus.
"Ha hamba tau" jawab Hermione masih menunduk.
"Dan kalian kenapa menolongnya hah!?" ucap Belphegor melihat adik dan sahabat iblis Hermione, mereka menunduk. Dimas dan Reno diam mulutnya sangat kaku, tubuh mereka bergetar hebat.
"Ma maaf tuan" ucap mereka.
"Tidak ada kata maaf untuk kalian semua! Kalian harus dihukum karena melanggar aturan dineraka!" ucap Bahemont.
"Jangan hukum mereka hukum saja aku, aku yang salah bukan mereka" ucap Hermione membela adik dan sahabatnya.
"Diam!!!" bentak Lucifer dengan suara menggelegar, Hermione menunduk kembali.
"Reno akan ku jadikan iblis tapi tetap saja dia harus disiksa dineraka 5 tahun" ucap Azazel.
"Siksaan Reno biar aku yang menanggungnya, siksa saja aku" ucap Hermione.
"Jika itu maumu, baiklah kau yang akan menggantikan Reno disiksa" ucap Azazel.
"Tidak kakak, biar aku saja, siksa aku saja tuan" ucap Reno memberanikan diri.
"Jangan dengarkan dia, biar aku saja, dia belum terbiasa dengan siksaan dineraka" ucap Hermione.
"Lebih baik siksa aku saja" ucap Andre dsn para sahabat Hermione bersamaan.
"Kalian sudah ada bagiannya, kalian akan disiksa selama 50 tahun" ucap Astaroth.
"Baik tuan" ucap mereka. Dimas dan Reno saling pandang tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Hermione" panggil Abaddon.
"Iya" jawab Hermione melihat kearah Abaddon.
"Kau sudah taukan berapa lama kau akan disiksa disini karena kesalahanmu?" tanya Abaddon yang dijawab anggukan oleh Hermione.
"250.000 tahun ditambah dengan Reno menjadi 255.000 tahun" jawab Hermione.
"Bagus berarti kau ingat" ucap Abaddon.
"Ku mohon lepaskan mereka, biar mereka hidup tenang tambahkan saja tahun siksaanku tapi tolong lepaskan mereka berdua" ucap Hermione. Dimas ingin berbicara, tapi mulutnya tidak bisa dibuka sama seperti Reno.
"500.000 tahun mereka akan kami lepaskan" ucap Mormo.
"Baiklah 500.000 tahun" ucap Hermione.
"Kurangi siksaan kakakku tambahkan kepadaku" ucap Andre.
"Andre diam" ucap Hermione.
"Kakak" ucap Andre memandang Hermione.
"500.000 tahun aku disiksa" ucap Hermione.
"Aku mohon izinkan aku untuk mengantar mereka kembali kealam mereka" ucap Hermione.
"Baiklah karena ini perpisahan terakhirmu aku izinkan" ucap Lucifer.
"Kalian ketempat biasa para iblis disiksa" perintah Mammon.
"Baik" ucap Andre dan yang lain lalu menghilang.
"Ayo" ucap Hermione memegang tangan Dimas dan Reno lalu mereka bertiga menghilang.
__ADS_1
Bersambung...