
Xiao Ziya bertanya pada Dewi Yin Yuer lebih rinci mengenai dewa agung yang saat ini menguasai wilayah dewa.
"Apakah dewa agung baru itu memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Raja Artur?." tanya Xiao Ziya yang harus mempersiapkan dirinya sebelum pergi ke wilayah dewa suatu saat nanti.
"Mungkin saja iya mungkin saja tidak karna saya belum terlalu mengenal Raja Artur." ucap Dewi Yin Yuer yang memang tak mengenal Raja Artur dengan baik.
Dewi Yin Yuer adalah salah satu dewi yang jarang keluar dari wilayah dewa itu karna orang tua sang dewi melarangnya untuk keluar terlalu jauh, bagi orang tua Dewi Yin Yuer kecantikan yang dimiliki sang anak mungkin saja akan menjadi bencana untuk dirinya sendiri dan semua itu terbukti saat pertama kalinya Dewi Yin Yuer keluar dari wilayah dewa ia bertemu dengan Lungze Xu dan jatuh cinta padanya. Entah setelah di usir dari wilayah dewa bagaimana nasib kedua orang tuanya, Dewi Yin Yuer sangat ingin bertemu dengan kedua orang tuanya yang kemungkinan besar masih berada di wilayah dewa.
"Ya saya tau pasti kakak dewi sangat merindukan kedua orang tua kakak, mungkin nanti saya akan menanyakan keberadaan orang tua kakak pada teman saya yang ada di wilayah dewa." ucap Xiao Ziya yang ingat bahwa saat ini ia sudah berteman dengan Ziloz salah satu anak dewa yang memiliki pengaruh di wilayah dewa.
"Trimakasih nona sudah sangat peduli pada saya." ucap Dewi Yin Yuer yang merasa sangat bahagia karna memiliki nona muda yang sangat baik dan peduli padanya.
Setelah beberapa saat mengobrol dengan Dewi Yin Yuer akhirnya pesanan Xiao Ziya datang gadis itu kini menikmati makanan yang ia pesan. Beberapa murid yang sedang ada di kantin memandangi Xiao Ziya yang sedang makan dengan ekspresi yang sangat lucu dan menggemaskan, beberapa murid laki laki hingga tak bisa fokus pada makanan yang sedang mereka makan.
"Bukankah itu nona Ziya, mengapa murid murid ini menatapnya seperti itu apakah mereka ingin kehilangan mata mereka." ucap Sin Linji panatua pertama dari Akademi Merpati, ia juga sangat menghormati Xiao Ziya yang dalam usia mudanya bisa menjadi seorang master dalam sebuah akademi yang ternama.
"Turunkan pandangan kalian." ucap Sin Linji yang memperingatkan para murid yang sedang berada di kantin.
Para murid menengok ke arah sumber suara saat mengetahui yang memerintah mereka adalah panatua pertama mereka langsung mematuhinya karna akan sangat fatal jika mereka membangkang perintah dari panatua pertama.
Sin Linji berjalan menghampiri Xiao Ziya yang masih asyik dengan makananya hingga gadis itu tak sadar kehadiran Panatua Pertama Akademi Merpati.
"Hormat saya pada nona Ziya." ucap Sin Linji yang memberi hormat ketika ada di depan Xiao Ziya.
Xiao Ziya yang tadinya sedang fokus makan akhirnya mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang memberi salam hormat padanya.
"Ah ternyata panatua pertama, hormat saya pada tuan Sin Linji." ucap Xiao Ziya yang membalas salam dari panatua pertama.
Xiao Ziya mempersilahkan panatua pertama Akademi Merpati untuk duduk di kursi yang ada di depannya, tak lupa Xiao Ziya menawarkan pada panatua untuk memesan makanan.
__ADS_1
"Saya baru saja selesai makan, nona silahkan dilanjut makan." ucap panatua pertama yang merasa tak enak karna sudah mengganggu makan siang dari master muda yang ada di hadapannya itu.
"Bibi kantin bisakah saya pinjam sebuag gelas dan teko." ucap Xiao Ziya yang sepertinya ingin melakukan sesuatu namun entah apa yang ingin dilakukan oleh gadis itu.
Pemilik kantinpun datang membawakan apa yang di minta oleh Xiao Ziya, tentu saja pemilik kantin bersedia meminjamkan gelas dan tekonya karna Xiao Ziya adalah seorang pelanggan vip yang selalu memesan makanan dalam jumlah banyak dan harga yang mahal.
Setelah mendapat gelas dan teko, Xiao Ziya mengeluarkan sebuah tangki kayu yang berisi anggur putih ratusan tahun yang sangat langka dan jarang ditemukan di dunia bawah. Sin Linji yang melihat seorang gadis memiliki anggur putih ratusan tahun merasa terkejut. Xiao Ziya mengisi penuh teko itu dengan anggur putih yang sangat berkualitas, setelah itu Xiao Ziya menuangkan anggur putih itu kedalam beberapa gelas kecil yang sudah disediakan.
"Tuan Sin Linji silahkan diminum karna saya tak meminum anggur." ucap Xiao Ziya yang mempersilahkan panatua pertama untuk menikmati anggur putih ratusan tahun yang memiliki harga yang sangat fantastis. Xiao Ziya juga baru mengetahui bahwa di dalam cincin semestanya ada beberapa tong anggur langka yang tak akan berguna untuk dirinya saat ini karna Xiao Ziya masih sangat muda untuk meminum anggur.
"Ah trimakasih nona." ucap panatua pertama Akademi Merpati yang menikmati segelas anggur putih, rasa dan aromanya yang sangat kuat rasanya juga sangat nikmat hingga panatua pertama meminun satu teko anggur putih sampai habis.
Aroma anggur putih milik Xiao Ziya benar benar kuat hingga menggundang beberapa petinggi Akademi Merpati yang kebetulan sedang ada di sekitar kantin. Mereka langsuny datang menghampiri Xiao Ziya dan juga panatua pertama yang sedang asik bercengkrama.
"Wah wah kalian berdua sedang berpesta kecil namun tak mengajak kami." ucap Wingyan yang juga ingin merasakan anggur putih milik Xiao Ziya yang terlihat nikmat itu.
"Bolehkan saya dan yang lainnya bergabung." ucap Xi Sunbi yang tak lupa untuk meminta izin pada Xiao Ziya karna ia tak ingin ada kesalah fahaman lagi.
Akhirnya beberapa petinggi Akademi Merpati bergabung dalam pesata kecil itu, disaat yang lain sedang menikmati anggur putih yang memabukkan, Xiao Ziya hanya melihat mereka sembari menikmati makananya yang masih belum habis itu. Xiao Ziya juga mengambil beberapa buah persik yang ada di dalam cincin semestanya.
Sedangkan di tempat lain Wu Ning merasa sangat kesal saat mengetahui bahwa sebagian kepalanya botak karna bertengkar dengan gadis sialan yang ternyata seorang master dari Akademi Kekaisaran Qiyu.
"Pantas saja gadis itu sangat kuat ternyata ia adalah seorang master." ucap Wu Ning yang masih merasa semuanya adalah mimpi.
"Anda saja aku bisa sekuat gadis itu." ucap Wu Ning yang sangat iri dengan kekuatan yang dimiliki oleh Xiao Ziya namun apa daya walau ia berlatih sangat keras kualivitasinya hanya akan naik perlahan lahan saja entah ada yang aneh dengan tubuhnya.
Sedangkan saat ini Xiao Cunyu sedang berada di istana Kekaisaran Qiyu ia ingin meminta bantuan pada putranya yaitu Xiao Yan untuk menyelidiki apa maksud dari Klan Ling yang tiba tiba mengajukan lamaran pada Xiao Xun.
"Ini sangat aneh ayah, bukankah mereka berdua memang belum bertemu, lalu bagaimana dengan reaksi adik Xun saat mengetahui hal ini?." tanya Xiao Yan yang juga merasa ada yang ganjal dengan lamaran pertunangan yang diajukan oleh Klan Ling.
__ADS_1
"Ayah belum pergi ke Akademi Kekaisaran Qiyu untuk menjemput adikmu." ucap Xiao Cunyu yang memang belum pergi ke Akademi Kekaisaran Qiyu.
Akhirnya Xiao Yan meminta pada Jenderal Zue untuk menjemput Xiao Xun sedangkan Xiao Yan dan Xiao Cunyu akan menunggunya di aula istana Kekaisaran Qiyu.
Tak perlu waktu lama untuk Jenderal Zue menjemput Xiao Xun, saat ini mereka berdua sudah berada si istana Kekaisaran Qiyu. Jenderal Zue mengantar Xiao Xun menuju aula utama Kekaisaran Qiyu di sana sudah ada ayah dan juga kakak laki lakinya.
"Ada apa hingga ayah dan juga Kaisar Yan meminta Jenderal Zue untuk datang kesini." ucap Xiao Xun yang ingin tau maksut dari ayah dan kakak laki lakinya untuk segera datang ke istana Kekaisaran Qiyu.
"Ayah ingin menyampaikan sesuatu padamu, kemarin Ketua Ling Anhi mengajukan lamaran pertunangan untukmu." ucap Xiao Cunyu yang membuat Xiao Xun sangat terkejut.
Karna ia memang tak sedang dekat dengan siapapun apalagi dengan gadis dari Klan Ling. Ditambah lagi Xiao Xun tak ingin bertunangan dengan siapapun untuk saat ini karna ia memang sedang fokus belajar di Akademi Kekaisaran Qiyu.
"Maaf ayah tapi saya memang tak bisa untuk bertunangan dengan putri dari Klan Ling." ucap Xiao Xun yang dengan tegas menolak pengajuan lamaran pertunangan yang ditujukan untuknya.
"Kami memang tak berniat untuk memaksamu adikku." ucap Xiao Yan yang memang tak ingin memaksa Xiao Xun untuk bertunangan dengan gadis yang tak ia kenali.
"Ayah dan ketua klan yang lain sedang menyelidiki alasan dibalik pengajuan lamaran pertunangan yang begitu tiba tiba." ucap Xiao Cunyu yang merasa senang karna putranya bisa menolak lamaran pertunangan itu dengan tegas.
Xiao Cunyu, dan Xiao Yan akan mengantar Xiao Xun menuju Klan Ling untung mengatakan bahwa ia menolak lamaran pertunangan yang diajukan oleh Klan Ling. Saat ini mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju Klan Ling.
Saat sampai di Klan Ling para penjaga gerbang utama mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam. Xiao Cunyu dan kedua putranya dalam perjalanan menuju paviliun milik pemimpin Klan. Saat masuk kedalam paviliun pemimpin Klan Ling di sana ada beberapa orang yang sedang berkumpul. Namun itu terlihat sangar aneh karna Ling Anhi terlihat sudah mengetahui bahwa Xiao Cunyu dan kedua putranya akan datang kesana.
"Selamat datang tuan Xiao Cunyu." ucap Ling Anhi yang menyambut mereka dengan sangat ramah.
"Trimakasih atas sambutannya, saya dan kedua putra saya datang kesini untuk menyampaikan jawaban kami mengenai pengajuan lamaran pertunangan yang anda sampaikan pada kami kemarin." ucap Xiao Cunyu yang langsung berbicara pada intinya karna ia memang tak ingin bertele tele.
"Bagaimana apakah tuan muda Xun bersedia bertunangan dengan putri saya yang sangat cantik dan berbakat." ucap Ling Anhi yang sangat percaya diri bahwa Xiao Xun akan menerima pengajuan lamaran pertunangannya.
"Maaf saya menolak lamaran pertunangan anda karna saya masih ingin menempuh pendidikan di Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Xun yang menyampaikan penolakannya.
__ADS_1
Namun entah mengapa ekspresi dari Ling Anhi dan beberapa orang yang ada di sana nampak biasa biasa saja seperti mereka sudah mengetahui jawaban dari Xiao Xun yang pasti akan menolak.
Hai hai semuanya aku update lagi, gimana kabar kalian semoga kalian selalu sehat ya, jangan lupa follow aku yang belum follow, gift hadiah apapun mawar juga boleh, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian dan tips juga ya. Jangan lupa like sepuluh kali game ganti ganti bajuku.