
"Wah lihatlah bukankah gadis itu adalah nona Ziya? apakah ia mendaftar masuk kelas murid inti?." ucap Al Xun salah satu anggota Keluarga Bangsawan Algiz yang ada dalam kelas murid inti. Ia sedang menebak nebak untuk apa Xiao Ziya ada di kelasnya.
"Sepertinya apa yang kau katakan itu salah." ucap Al Denzi yang tak setuju dengan pendapat sang adik, jika Xiao Ziya mendaftar sebagai murid di Akademi Wunyeng maka ia harus masuk ke kelas murid luar junior terlebih dahulu.
"Nona Ziya datang kesini untuk membantu saya." ucap Yue Agze yang tak ingin murid lain berprasangka yang tidak tidak pada gadis yang telah membantunya itu.
Setelah cukup lama berbincang bincang dengan para murid inti baik yang Xiao Ziya kenal ataupun tidak tiba tiba seorang pria masuk kedalam kelas tersebut, dari penampilannya Xiao Ziya bisa menebak bahwa pria itu adalah guru dari para murid inti.
"Selamat siang semua." ucap pria itu yang memberi ucapan pada selamat siang pada para muridnya.
Pria itu bernama Ayunzo salah satu guru murid inti yang sudah lama mengajar di Akademi Wunyeng, Ayunzo menatap kearah Xiao Ziya yang terasa sangat asing baginya darimana datangnya gadis kecil itu.
"Apakah kau murid baru di kelas saya?." ucap guru Ayunzo yang menatap Xiao Ziya dengan keheranan pasalnya jika ada murid baru paling tidak kepala sekolah yang akan mengantarnya ke kelas dan memperkenalkannya secara resmi.
"Tidak, saya hanya sedang mengunjungi beberapa kenalan saya yang ada di kelas ini." jawab Xiao Ziya dengan singkat dan membuat Ayunzo mengerti, namun tetap saja pria itu masih kebingungan karna tak sembarangan orang yang biasa masuk kedalam Akademi Wunyeng.
"Bagaimana caramu masuk kedalam Akademi Wunyeng dengan sesuka hati seperti ini?." ucap Ayunzo yang ingin membawa Xiao Ziya ke ruang kepala sekolah karna menyusup kedalam akademi adalah sebuah kesalahan yang cukup besar.
Saat Yue Agze, Al Denzi, Al Ergan, Al Xun ingin membelanya Xiao Ziya memberikan isyarat pada keempat pemuda itu untuk tetap diam dan tak ikut campur dalam masalah ini karna Xiao Ziya sanggup mengatasinya sendiri. Dengan pasrah keempat pemuda itu hanya bisa diam saat melihat Xiao Ziya dibawa oleh guru mereka menuju ruang kepala akademi.
"Jika terjadi sesuatu pada nona Xiao Ziya maka sayalah yang bersalah." ucap Yue Agze yang merasa bersalah jika bukan karna ia yang mengajak Nona Ziya untuk pergi ke kelas murid inti maka gadis itu tak akan dibawa ke ruang kepala sekolah.
Menurut para murid yang sudah lama menempuh pendidikan di Akademi Wunyeng, Kepala Akademi adalah salah satu orang yang masuk dalam daftar paling ditakuti. Kepala Akademi terkenal sebagai pria yang kasar dan akan menghukum siapapun yang melanggar peraturan yang ada di Akademi Wunyeng.
"Nona Xiao Ziya pasti akan baik baik saja, tuan muda Yue Agze tak perlu secemas itu." ucap Al Denzi yang sedang menenangkan Yue Agze yang tampak begitu cemas dan khawatir itu.
Saat ini Xiao Ziya dan guru Ayunzo sudah berada di depan pintu masuk ruang kerja kepala akademi, guru Ayunzo tampak sedikit ragu saat ingin mengetuk pintu iq takut mengganggu pekerjaan Kepala Akademi. Karna melihat pria yang ada di sampingnya itu sedikit ragu ragu akhirnya Xiao Ziyalah yang mengetuk pintu ruang kerja kepala akademi.
Tok tok tok
Suara pintu ruang Kepala Akademi Wunyeng yang diketuk oleh Xiao Ziya.
"Apa yang sedang kau lakukan, mengapa kau mengetuknya dengan begitu keras." ucap guru Ayunzo yang tampak begitu panik, ia tak menyangka bahwa gadis yang ada di hadapannya itu sangatlah berani.
"Jika saya tak mengetuknya dengan keras maka pria itu tak akan mendengarnya, sepertinya pendengarannya sedikit bermasalah." ucap Xiao Ziya dengan nada yang cukup keras.
Welinzo yang tadinya sedang sibuk dengan berkas berkas yang ada di hadapannya dan tak menghiraukan ketukan pintu itu merasa geram saat mendengar ada yang mengatakan pendengarannya bermasalah. Siapa yang berani dengan terang terangan mengatainya seperti itu. Dengan cepat Welinzo bankit dari tempat duduknya dan berjalan untuk membuka pintu. Saat membuka pintu hal pertama yang ia lihat adalah guru Ayunzo sedang mendumal pada seorang gadis yang sedang membelakanginya.
"Siapa yang berani mengatakan pendengaranku bermasalah!!." triak Welinzo dengan penuh kemarahan ia akan menghukum orang yang telah menghinanya itu.
Mendengar suara pria yang sempat membuatnya geram kemarin dengan cepat Xiao Ziya membalikkan badannya dan menatap tajam kerah Welinzo yang sedang marah itu.
__ADS_1
"Saya yang mengatakan hal itu, apakah anda keberatan?." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang sedikit dipaksakan.
Melihat wajah Xiao Ziya dan mata tajam yang sedang menatap padanya membuat Welinzo gemetaran bahkan pria itu sampai jatuh tersungkur kebelakang. Ia berfikir mengapa gadis itu datang lagi ke akademinya. Melihat ekspresi kepala akademi yang seperti itu membuat guru Ayunzo keheranan, apa yang sebenarnya terjadi? mengapa kepala akademi berekspresi seperti itu.
"Ah apakah kau tau dimana pria tua yang waktu itu datang dengan angin tornadonya?." ucap Xiao Ziya yang bertanya pada Welinzo tentang keberadaan Pemimpin Akademi.
"Maksutmu pemimpin akademi?." tanya Welinzo yang sedikit kebingungan karna Xiao Ziya menyebutnya dengan pria tua.
"Entahlah saya tak tau dia siapa namun saya ingin bertemu dengannya." ucap Xiao Ziya yang tak peduli dengan jabatan yang dimiliki oleh pria itu yang ia temui waktu itu.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya Welinzo terlebih dahulu berdiri karna sampai saat ini ia masih terduduk di lantai, setelah berdiri ia pun menjawab pertanyaan Xiao Ziya.
"Saat ini pemimpin akademi sedang melihat latihan yang sedang dilakukan oleh para murid jenius." jawab Welinzo yang tak ingin membuat masalah dengan gadis yang ada di hadapannya itu, jika gadis itu mampu membuat seekor piton salju berevolusi sempurna jelas ia bukanlah gadis biasa yang bisa diremehkan.
"Baiklah tolong antar saya untuk menemuinya Kepala Akademi." ucap Xiao Ziya yang meminta Kepala Akademi untuk mengantarnya menuju ruang khusus yang digunakan untuk melatih para murid jenius.
"Sebaiknya kau pergi dengan saya saja." ucap Guru Ayunzo yang menawarkan diri untuk mengantarkan Xiao Ziya daripada gadis itu terus terusan menggangu Kepala Akademi yang sedang sibuk dengan tumpukan berkas berkas yang ada di mejanya.
"Tidak perlu kau bisa kembali ke ruang guru, saya akan mengantar nona ini untuk menemui pemimpin akademi." ucap Welinzo yang memutuskan akan mengantar Xiao Ziya karna ia juga penasaran dengan apa yang gadis itu akan lakukan setelah bertemu dengan pemimpin akademi, tentang tugas tugasnya yang masih menumpuk Welinzo bisa mengerjakannya nanti karna jika ia menerjakan sekarang akan percuma karna sedang tidak fokus.
Akhirnya guru Ayunzo kembali ke ruang guru, sedangkan Xiao Ziya dan kepala akademi pergi menuju ruang khusus yang digunakan sebagai tempat berlatih para murid jenius. Dalam perjalanan menuju ruang khusus Xiao Ziya merasakan aura membunuh yang cukup kuat ada di dekat sana, jika dirasakan lebih baik lagi aura membunuh itu tertuju pada kepala akademi.
Trangg
"Kau mundurlah." perintah Xiao Ziya pada kepala akademi, Welinzo menuruti apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
"Sialan mengapa kau selalu menghalangi rencanaku." ucap orang berjubah serba putih itu, dari suaranya Xiao Ziya merasa pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya. Saat mengingat ingat dengan baik akhirnya ia tau bahwa orang yang ingin membunuh Kepala Akademi Wunyeng adalah Li Zoru ketua pertama Sekte Lirong.
"Kita bertemu lagi Tuan Li Zoru." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menyeramkan, kali ini gadis itu tak akan membiarkan Li Zoru kabur begitu saja. Sepertinya Sekte Lirong sedang merencanakan sesuatu yang besar saat mereka berhasil membunuh Kepala Akademi Wunyeng.
"Cih ternyata kau masih bisa mengenaliku dengan baik bocah." ucap Li Zoru yang membuka tutup wajahnya, kepala akademi terkejut bukan main karna yang ingin membunuhnya adalah salah satu orang tua murid inti yang sudah tak masuk sekolah dalam satu minggu terakhir.
"Apa maksutmu dengan ingin membunuhku seperti ini?." ucap Welinzo yang menginginkan sebuah penjelasan dari Li Zoru yang tiba tiba ingin membunuhnya padahal ia tak pernah melakukan apapun pada putra Li Zoru.
"Tentu saja ini adalah perintah pemimpin sekte dan saya harus melaksanakannya dengan baik, namun sangat disayangkan gadis penganggu itu ada di sini." ucap Li Zoru yang menunjuk ke arah Xiao Ziya deengan rasa kesal yang luar biasa.
"Jadi kali ini saya pastikan kau akan mati." ucap Xiao Ziya yang mulai menatap serius kearah Li Zoru kemudian gadis itu mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat, karna merasa tak sanggup mengimbangi gerakan Xiao Ziya pria itu berencana untuk kabur.
Dengan cepat Xiao Ziya mengeluarkan sulur sulur hitamnya dari telapak tangan, sulur sulur hitam milik Xiao Ziya menjerat tubuh Li Zoru dengan sangat kuat hingga pria itu tak bisa membebaskan dirinya.
"Sudah saatnya kau bertemu dengan Li Bingi di alam neraka." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi senangnya. Gadis itu melemparkan sebuah api berwarna merah ke tubuh Li Zoru yang terikat seketika tubuh Li Zoru meledak dan hilang begitu saja.
__ADS_1
Kepala akademi yang sedari tadi hanya menonton merasa sangat terkejut, gadis itu bisa membunuh orang tanpa mengedipkan katanya dan ekspesi yang tampak biasa saja dan tak ada penyesalan sama sekali.
"Semuanya telah beres mari antar saya." ucap Xiao Ziya yang mulai berjalan mendahului Kepala Akademi Wunyeng.
Dengan segera Kepala Akademi Wunyeng berlari untuk mensejajarkan dirinya dengan Xiao Ziya yang sudah berada jauh di depannya.
"Trimakasih karna telah membantu saya dan menyelamatkan saya." ucap Welinzo yang merasa sangat beruntung karna ia tak mati konyol hari ini.
"Saya melakukan ini semua untuk diri saya sendiri." ucap Xiao Ziya, karna ia tak merasa sedang menyelamatkan nyawa pria yang kini berjalan di sampingnya itu.
Setelah berjalan cukup lama dan menuruni sebuah tangga hingga sampai di sebuah ruang bawah tanah akhirnya mereka berdua sampai di ruangan khusus yang menjadi tempat berlatihnya para murid jenius yang ada di Akademi Wunyeng.
"Maaf nona namun saat pelatihan berlangsung pintu masuk ruangan ini diselimuti oleh segel pelindung kuno, tak ada yang bisa membukanya selain pemimpin akademi." ucap kepala akademi yang memberikan penjelasan pada Xiao Ziya bahwa gadis itu tak bisa masuk seenaknya kedalam ruang latihan para murid jenius.
"Benarkan? sebelum saya mencobanya saya tak akan percaya." ucap Xiao Ziya yang keras kepala dan tetap ingin masuk kedalam.
"Mantra Xiyunge penghancur segel kuno hancurkanlah." ucap Xiao Ziya setelah itu ia membacakan beberapa kalimat yang tak dimengerti oleh kepala akademi.
Setelah Xiao Ziya membaca sesuatu yang cukup aneh tiba tiba dari arah atas muncul tuju cahaya dengan warna yang berbeda, ketuju cahaya itu berputar di atas kepala Xiao Ziya kemudian melesat dengan cepat menuju pintu masuk ruang latihan murid jenius yang masih tertutup rapat.
Duaaar.
Suara kedua mantra yang saling bertabrakan, mantra yang digunakan untuk melapisi pintu masuk tak dapat menahan tekanan dari mantra yang dibacakan oleh Xiao Ziya sehingga pintu ruang khusus untuk latihan murid jenius terbuka dengan lebar.
Pemimpin akademi, guru murid jenius, dan para murid jenius yang ada di ruangan tersebut terkejut dan menghentikan latihan mereka. Bahkan sebagian dari mereka sudah bersiap siap jika yang masuk adalah orang jahat.
Saat kabut putih mulai menghilang nampaklah kepala akademi dengan seorang gadis yang nampak asing bagi mereka semua kecuali pemimpin akademi.
"Akhirnya saya menemukanmu kakek tua." ucap Xiao Ziya yang melihat kearah pemimpin Akademi Wunyeng dengan tatapan hangat tanpa ada niat membuat masalah apapun.
"Ah ternyata nona yang datang kesini, jika nona ada perlu dengan saya, anda bisa memanggil saya." ucap pemimpin akademi yang tersenyum ramah kearah Xiao Ziya.
"Tidak perlu repot repot saya bisa membuka pintu itu sendiri." jawab Xiao Ziya. Semua yang ada di sana belum bisa memahami situasi yang sedang terjadi.
"Ada keperluan apa hingga nona datang menemui saya?." tanya pemimpin Akademi Wunyeng yang ingin tau apa tujuan gadis itu datang menemuinya.
Xiao Ziya mengatakan bahwa ia ingin melihat bagaimana cara pemimpin akademi melatih para murid yang disebut dengan murid jenius itu, lalu apa bedanya murid jenius dengan murid murid inti yang baru saja ia temui.
"Murid jenius adalah mereka yang sudah memasuki tahap dewa awal tingkat satu, tak semua murid bisa masuk ke tingkat kultivasi itu." jawab pemimpin akademi yang menjelaskan secara singkat pada Xiao Ziya tentang perbedaan murid jenius dan murid inti.
"Saya meminta izin pada pemimpin akademi untuk melatih para murid inti dalam waktu dua minggu, saya pastikan mereka bisa mengungguli para murid jenius ini." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang tulus namun ucapannya itu membuat para murid jenius merasa geram. Apa apaan gadis kecil yang ada di hadapan mereka itu mengapa ia sangat sombong.
__ADS_1
Hai hai semua author update lagi nih, gimana gimana kalian sehat kan?. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.