
Setelah beristirahat dengan cukup Xiao Ziya memilih untuk melihat bagaimana kondisi Raja Zeus, saat mengechek denyut nadinya pria itu sudah lebih baik daripada sebelumnya. Xiao Ziya melihat kearah dua pangeran yang masih tertidur nyaman diatas kursi panjang, ia mendekat ke arah mereka berdua dan mulai mengguncang tubuh Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz secara perlahan hingga mereka berdua terbangun dari tidur lelapnya.
"Hoaam apa yang adik lakukan di sini?." tanya Pangeran Zeeling yang baru saja membuka matanya dan ia bertanya mengapa Xiao Ziya ada di ruangan itu, mungkin sang pangeran mengira bahwa ia sedang tertidur di kamarnya sendiri.
"Saya sedang melihat perkembangan kondisi ayah." jawab Xiao Ziya dengan santai sambil menatap kearah kedua kakak laki lakinya itu.
Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz berusaha untuk mengumpulkan nyawa mereka yang melayang layang di atas kepala, setelah semua nyawa terkumpul Pangeran Zeeling langsung melihat kesekeliling dan ia baru menyadari bahwa ia sedang tak berada di kamarnya.
"Ternyata saya tidak sedang berada di kamar." ucap Pangeran Zeeling yang cengengesan.
"Kondisi ayah sudah lebih baik, saya akan pergi keluar karna ada urusan." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada kedua kakak laki lakinya itu kemudian ia melesat pergi menuju gerbang luar Istana Kerajaan Hitam.
Setelah sampai di luar Istana Kerajaan Hitam Xiao Ziya langsung melanjutkan perjalanannya dengan berjalan santai, ia melihat kesekeliling suasana yang sudah mulai akrab dengan dirinya selama ia tinggal di dunia atas. Xiao Ziya mampir kesebuah toko yang menjual bahan obat obatan yang hanya di jual di dunia atas. Gadis itu tampak memilih tanaman obat apa yang ingin ia beli hingga seorang pekerja di toko itu datang menghampirinya.
"Selamat sore nona, apakah ada yang bisa saya bantu." ucap pelayan wanita itu yang ingin membantu jika gadis yang ada di hadapannya kesulitan memilih tanaman obat.
"Apakah di sini ada tanaman obat yang hanya tumbuh di Wilayah Istana Hitam." ucap Xiao Ziya yang bertanya pada pelayan wanita itu.
Sang pelayan langsung mencarikan tanaman obat yang diinginkan oleh pelangannya itu setelah sedikit lama mencari pelayan wanita itu kembali dengan membawa sebuah tanaman seperti wortel namun dari daun hingga buahnya berwarna hitam.
"Ini adalah wortel hitam yang hanya tumbuh di Wilayah Kerajaan Hitam, tanaman ini dapat menyembuhkan luka dalam, menguatkan tulang, melancarkan peredaran darah serta menambah mana sihir yang ada dalam tubuh. Selain itu jika ada luka luar yang cukup parah nona tinggal mengonsumsi wortel hitam ini karena ia dapat meregenerasi dan menyembuhkan luka luar secara sempurna." ucap sang pelayan wanita yang memberikan penjelasan secara rinci pada Xiao Ziya mengenai wortel hitam yang ia bawa itu.
"Saya ingin membeli seribu wortel ini apakah ada?." ucap Xiao Ziya yang membuat pelayan wanita itu terkejut bukan main, karna gadis yang ada di hadapannya itu melakukan transaksi secara besar besaran.
"Saya akan tanyakan pada tuan besar saya harap nona berkenan menunggu di sini." ucap pelayan wanita itu yang langsung berlari menuju sebuah ruangan sedangkan Xiao Ziya menunggu dengan duduk di salah satu kursi yang sudah di sediakan.
Palayan wanita itu naik kelantai atas kemudian setelah sampai di sebuah ruangan tertutup ia mengetuk pintu beberapa kali, setelah mendapatkan izin untuk masuk barulah ia masuk kedalam dan menemui tuannya.
"Ada apa kau datang menemui saya?." tanya seorang pria yang merupakan pemilik toko tersebut.
"Ada seorang pelanggan yang ingin membeli wortel hitam dalam jumlah besar." ucap pelayan wanita itu pada tuannya.
Pria itu awalnya mengira jumlah besar yang dimaksut oleh pelayannya mungkin sekitar seratus buah wortel hitam dan itu adalah hal yang biasa karna para anak bangsawan senang menghambur hamburkan uang mereka. Namun sang pelayan wanita langsung menyangkal dan menjelaskan bahwa pelanggan kali ini ingin membeli seribu wortel hitam, mendengar perkataan dari sang pelayan wanita membuat pria pemilik toko tanaman langka itu terkejut bukan main.
"Cepat turun kebawah jangan biarkan pelanggan vip kita menunggu lama." ucap sang pria yang langsung keluar dari ruangannya dengan berlari diikuti pelayan wanita di belakangnya.
Mereka berdua pergi menemui Xiao Ziya yang sedang menikmati secangkir teh yang disiakan oleh seorang pelayan wanita yang lain.
"Salam saya pada nona, maaf telah membuat nona menunggu lama." ucap pria pemilik toko yang meminta maaf karna membuat pelanggannya menunggu.
"Saya ingin seribu wortel hitam dan lima ratus bunga crisan biru, selain itu siapkan limaratus apel hitam." ucap Xiao Ziya yang memberitaukan tanaman dan buah apa yang ingin ia beli.
Dengan segera pemilik toko itu meminta seluruh karyawannya untuk berkumpul kemudian membagi tugas pada mereka agar pesanan nona yang ada di hadapannya itu segera siap. Disaat semua karyawannya sedang sibuk pria itu menghitung berapa biyaya yang perlu dibayar oleh Xiao Ziya. Setelah satu jam menunngu pasanan gadis itu akhirnya datang semua tanaman dan buah yang ia inginkan dikemas dengan sangat rapi.
"Jadi berapa yang harus saya bayarkan?." tanya Xiao Ziya yang ingin pergi karna hari sudah mulai malam ada hal lain yang ingin gadis itu beli.
"Totalnya tiga ratus tuju puluh lima ribu koin emas." ucap pria itu yang sedikit khawatir jika nona muda yang ada di hadapannya tak mampu membayar karna ini adalah nilai yang sangat fantastis.
"Apakah anda menerima pertukaran?." tanya Xiao Ziya yang malas mengeluarkan koin emas sebanyak itu.
"Apa yang akan nona tukar dengan semua ini?." tanya pemilik toko yang mulai was was pada Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengeluarkan ginseng seribu tahun san sebuah persik dewa yang hanya tumbuh di dunia dewa aja. Melihat barang yang ingin ditukarkan oleh Xiao Ziya membuat pemilik toko itu hampir pingsan karna harga jual ginseng seribu tahun adalah seratus lima puluh ribu koin emas, sedangkan persik dewa jika dalam pelelangan ia bisa mendapatkan satu juta koin emas. Ini adalah nilai pertukaran yang sangat jomplang sehingga sang pemilik toko merasa bingung.
"Kedua benda ini lebih berharga dari semua tanaman yang nona ingin beli." ucap pria itu dengan jujur ia khawatir nona muda itu tak tau harga jual kedua tanaman langka miliknya.
"Saya tau itu namun saya memilikinya dalam jumlah yang banyak." jawab Xiao Ziya yang membuat semua karyawan hampir muntah darah dibuatnya.
__ADS_1
"Jika nona berkenan toko kami akan menambahkan beberapa tumbuhan lainnya, walau tak cukup untuk memenuhi harga persik dewa setidaknya kami akan menyiapkan harga lebih dari setengahnya." ucap sang pemilik toko yang tak ingin mangambil keuntungan untuk dirinya sendiri.
"Baiklah jika begitu saya akan menunggu, jangan terlalu memaksakan diri anda karna saya benar banar ingin menukarnya walau nilainya jomplang sangat jauh." ucap Xiao Ziya yang tak merasa keberatan karna ia memiliki kebun tanaman langkanya sendiri di dalam cincin semesta yang di rawat oleh para pasukan khususnya.
Xiao Ziya menunggu satu jam lagi barulah gadis itu pergi dari toko yang menjual tanaman langka itu, sang pemilik toko mengucapkan banyak trimakasih pada Xiao Ziya entah apa alasannya gadis itu juga tak ingin tau. Setelahnya Xiao Ziya berjalan menuju pasar yang ada di dekat Akademi Wunyeng beberapa hari yang lalu ia melihat toko perhiasan kecil yang menjual gelang dan perhiasan lain dengan kualitas yang bagus.
Setelah sampai di sana Xiao Ziya bertemu dengan salah satu mantan muridnya yaitu Xiao Sunjin, jika dilihat lihat sepertinya pemuda itu ingin membelikan sesuatu untuk kekasihnya karna sedari tadi yang ia lihat adalah gelang giok hijau untuk wanita. Xiao Ziya berjalan mendekati Xiao Sujin kemudian menepuk pundak pemuda itu hingga Xiao Sujin merasa terkejut.
"Ternyata nona Xiao Ziya saya kira siapa." ucap Xiao Ziya yang mengusap dadanya kelihatan sekali pemuda itu sangat terkejut.
"Kau ingin membelikan gelang giok untuk siapa? kekasihmu?." tanya Xiao Ziya pada intinya, dan tanpa sadar gadis itu menjawab pertanyaanya sendiri.
"Ahaha iya saya akan kembali ke Kediaman Klan Xiao beberapa hari lagi dan saya ingin membelikan sesuatu untuk seseorang." ucap Xiao Sujin yang malu malu mengatakan bahwa ia ingin menghadiahkan gelang itu pada kekasihnya.
Setelah selesai memilih sebuah gelang giok hijau yang indah pemuda itu hendak membayar namun tiba tiba ada pemuda lain yang entah muncul dari mana merebut gelang giok yang Xiao Sujin pegang.
"Itu milik saya anda bisa memilih giok yang lain." ucap Xiao Sujin yang ingin mengambil kembali gelang gioknya namun sang pemuda asing itu malah mendorongnya.
"Selagi kau belum membayarnya berarti barang ini masih milik umum." ucap pemuda itu dengan nada datar.
Xiao Ziya melihat pertengkaran antara Xiao Sujin dengan pemuda asing itu, karna pertengkaran mereka mulai mengarah keperkelahian secara fisik akhirnya Xiao Ziya turun tangan dan melerai kedua pemuda itu. Pemuda asing antah berantah menatap Xiao Ziya penuh dengan penuh minat.
"Wah siapa gadis cantik ini." ucap pemuda itu yang mendekat ke arah Xiao Ziya dan hendak mencubit pipi gadis itu namun dengan cepat Xiao Ziya menepis tangan sang pemuda.
"Jangan menyentuh saya dengan tangan mu." ucap Xiao Ziya yang tak suka disentuh oleh sembarangan orang.
"Gadis yang sangat lucu, perkenalkan saya Wu Jinzu putra salah seorang bangsawan yang ada di wilayah Kerajaan Zu Long." ucap pemuda itu yang memperkenalkan dirinya pada Xiao Ziya namun gadis itu mengabaikannya dan malah mendekat ke arah Xiao Sunjin.
"Biarkan ia mengambil gelang giok itu, saya akan menggantinya untukmu." ucap Xiao Ziya ada Xiao Sujin ia tak ingin muridnya bertengkar dengan pemuda yang tampak bengis dan jahat itu.
Xiao Ziya memanggil salah seorang pelayan toko perhiasan itu, ia bertanya apakah ada sebuah giok hijau yang cantik berapapun harganya Xiao Ziya akan membayar. Dengan cepat pria itu pergi dan mengambil salah satu koleksi gelang giok hijau yang ada di toko itu.
Gadis itu mengamati gelang giok yang ada di tangannya dengan teliti, dari kualitas batu giok dan kesulitan pola ukiran yang ada di giok itu wajar saja bila diberi harga dua ribu keping emas. Xiao Ziya segera membayar sebelum direbut oleh pemuda antah berantah itu, setelah membayar Xiao Ziya memberikannya pada Xiao Sujin.
"Ambilah dan berikan gelang ini pada kekasihmu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan sangat cerah.
"Ini terlalu mahal nona saya tak bisa menerimanya." ucap Xiao Sunjin yang merasa sungkan untuk menerima pemberian dari Xiao Ziya.
"Ambillah jangan membuat saya sedih, besok lusa saya akan datang ke akademi. Kumpulkan semua murid inti dan beberapa murid luar senior yang saya kenal." ucap Xiao Ziya yang meminta tolong pada Xiao Sunjin untuk mengumpulkan beberapa murid dari Akademi Wunyeng yang ia kenal.
"Baiklah jika begitu, trimakasih atas pemberian nona, saya akan menyampaikan bahwa hadiah ini dari anda." ucap Xiao Sunjin yang membungkukkan kepala kemudian pergi dari toko perhiasan itu.
Setelah Xiao Sujin pergi pemuda bernama Wu Jinzu kembali mendekati Xiao Ziya sepertinya ia penasaran mengapa Xiao Ziya membelikan pemuda tadi sebuah gelang giok dengan harga mahal tanpa berfikir panjang saat mengeluarkan koin emas.
"Siapa dia? mengapa kau sangat baik padanya?." ucap Wu Jinzu yang membuat Xiao Ziya merasa risih.
"Itu bukan urusanmu." jawab Xiao Ziya dengan singkat dan nada bicaranya yang dingin.
"Tentu saja itu urusanku karna sebentar lagi kau akan menjadi kekasihku." ucap Wu Jinzu dengan sangat percaya diri dan hampir membuat Xiao Ziya ingin muntah mendengar kata kata pemuda itu.
"Anda bukan kriteria saya." jawab Xiao Ziya yang tak ingin diganggu saat ia sedang memilih beberapa perhiasan yang menurutnya cocok untuk teman teman perempuannya serta beberapa kenalannya.
"Sombong sekali memangnya kau bangsawan dari mana hingga berani menolak ungkapan cintaku." ucap Wu Jinzu yang kesal karna baru kali ini ia ditolak oleh seorang gadis.
"Diamlah kau sangat berisik." ucap Xiao Ziya yang merasa terganggu dengan keberadaan Wu Jinzu di sampingnya.
Xiao Ziya memilih beberapa gelang giok putih yang cantik, giok putih adalah salah satu giok langka yang jarang ditemukan gadis itu mengambil sekitar dua puluh gelang giok dengan warna yang berbeda.
__ADS_1
"Hey mengapa kau mengabaikanku." triak Wu Jinzu dengan keras pada Xiao Ziya. Gadis itu kehabisan kesabarannya dan menatap tajam ke arah sang pemuda.
"Paman penjaga toko tolong usir pemuda ini dia sangat mengganggu saat saya sedang memilih perhiasan." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang sedikit keras sehingga beberapa pelayan toko datang menemuinya.
"Maaf atas ketidak nyamananya nona." ucap beberapa pelayan toko yang membungkukkan badan mereka pada Xiao Ziya sebagai tanda permintaan maaf mereka.
"Tolong bawa pergi pemuda ini dia sangat mengganggu." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah Wu Jinzu.
Para pelayan toko tampak ragu saat akan mengusir Wu Jinzu mungkin karna mereka tau bahwa pemuda itu adalah salah satu keluarga bangsawan meski bukan dari Kerajaan Hitam. Xiao Ziya berdecak kesal karna pemuda itu tak kunjung di usir juga.
"Kau ingin pergi sendiri atau kau ingin mendengar besok nama keluargamu hilang dari daftar keluarga bangsawan yang ada di Kerajaan Zu Long." ucap Xiao Ziya yang meminta pemuda itu pergi secara baik baik namun sang pemuda malah tertawa dengan keras.
"Memangnya anda ini siapa sehingga bisa melakukan hal sebasar itu." ucap Wu Jinzu yang meremehkan Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengeluarkan dua token dari dalam cincin semestanya token pertama ia dapatkan karna sering membantu Kerajaan Zu Long sehingga mereka memiliki hutang budi dan hutang nyawa ada Xiao Ziya, yang kedua adalah token sebagai anggota keluarga Kerajaan Hitam.
"Yang pertama saya adalah Xiao Ziya pasti di Kerajaan Zu Long anda sudah mendengar nama saya. Jika saya meminta pada Raja Zu Fengzo untuk mencabut gelar bangsawan milik keluargamu, mau tidak mau raja akan menuruti permintaan saya. Yang kedua saya adalah putri dari Raja Zeus sehingga saya bisa menyeranh kediaman keluarga bangsawan anda kapan saja dengan jumlah pasukan yanh besar." ucap Xiao Ziya yang tersenyum jahat pada pemuda itu, ia bisa saja membunuh sang pemuda saat itu juga namun itu terlalu berlebihan untuk saat ini.
Wu Jinzu tak menyangka gadis yang ia ganggu adalah Xiao Ziya gadis yang namanya sedang melejit di wilayah Kerajaan Zu Long karna gadis itu terkenal sangat cantik, dingin, dan juga kuat. Gadis bernama Xiao Ziya itu dirumorkan bisa menghancurkan apapun yang menghalangi jalannya, walaupun begitu ia juga sangat baik pada mereka yang tak pernah mengusik hidupnya.
"Maaf atas kesombongan saya yang dengan berani mengganggu anda, saya permisi." ucap Wu Jinzu yang langsung pergi untuk membayar gelang giok yang ia pilih dan segera pergi dari toko perhiasan itu agar tak membuat Xiao Ziya semakin marah padanya.
"Maafkan kami yang tak tau tentang identitas anda." ucap para pelayan di toko emas itu yang merasa tak enak hati pada Xiao Ziya.
"Tidak apa apa itu bukan salah kalian, tolong tunjukkan beberapa koleksi kalung permata yang kalian miliki." ucap Xiao Ziya yang sepertinya ingin menghambur hamburkan koin emas yang ia miliki.
Setelah membeli semua perhiasan yang ia inginkan Xiao Ziya mampir sebentar ke sebuah kedai makanan yang menjual daging asap saus pedas manis, gadis itu memesan tiga porsi untuk dirinya sendiri mungkin ia sedang kelaparan.
"Hah saatnya untuk mengisi perut yang sudah marah ini." ucap Xiao Ziya yang langsung memakan pesananya dengan sangat lahap.
Braaak.
Ia melihat ke arah sumber suara, Xiao Ziya menatap dengan heran ke arah Yue Agze yang sedang tersungkur di tanah. Saat menoleh ke arah lain Xiao Ziya menemukan ibu dan kedua kakak perempuan pemuda itu tengah menatap Yue Agze penuh dengan amarah.
"Hais drama keluarga apa lagi ini." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan memakan pesanannya.
Yue Yinha mendekat ke arah putrnyanya kemudian ia menendang perut Yue Agze dengan keras sehingga pemuda itu berteriak kesakitan, semua pengunjung kedai hanya diam melihat tanpa berani ikut campur dengan masalah Keluarga Bangsawan Yue Funzi.
Yue Agze melihat kesana kemari untuk mencari seseorang yang dapat membantunya kemudian ia menatap ke arah Xiao Ziya penuh dengan harapan. Pemuda itu berusaha untuk berdiri lalu berlari ke arah Xiao Ziya dengan tenaga yang tersisa.
"Nona saya mohon tolong saya." ucap Yue Agze yang kini ada di samping Xiao Ziya.
Melihat putranya sedang berlindung di balik Xiao Ziya membuat Yue Yinha semakin geram ia menghampiri Yue Agze.
"Mohon maaf nona Ziya ini adalah urusan keluarga kami dan saya harap anda tidak ikut campur." ucap Yue Yinha penuh dengan penekanan agar Xiao Ziya mengerti.
"Saya memang tak ingin ikut campur lagi dalam masalah keluarga anda, namun sebaiknya anda melakukan hal seperti ini dirumah saja." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang sulit untuk diartikan.
Yue Yinha sedikit terkejut karna Xiao Ziya tak lagi ingin ikut campur dengan masalah keluarganya walau hal itu bersangkutan dengan Yue Agze, sepertinya putra bodohnya itu telah melakukan kesalahan yang besar dan membuat Xiao Ziya marah besar padanya. Sekarang tak ada lagi yang akan membela Yue Agze saat ia mendapat siksaan dari Yue Yinha.
"Baiklah, trimakasih atas saran yang nona berikan. Kami akan kembali ke kediaman untuk melanjutkan hukuman." ucap Yue Yinha yang menyeret tubuh Yue Agze dengan paksa, sepertinya pemuda itu sudah lama tidak berlatih hingga kemampuannya menurun.
Yue Agze menatap dengan tatapan melas ke arah Xiao Ziya, ia sangat berharap hati gadis itu bisa sedikit tergerak dan mau membantunya.
"Maaf saya tak ada waktu untuk seorang penghianat." ucap Xiao Ziya dengan nada datarnya kemudian ia tak melihat ke arah Yue Agze lagi.
Xiao Ziya telah selesai makan, gadis itu membayar pesanannya kemudian pergi dari kedai itu. Xiao Ziya melesat menuju Istana Kerajaan Hitam ia harus beristirahat dengan cukup karna besok akan ada jamuan makan malam untuk merayakan ulang tahunnya yang ke tiga belas tahun.
__ADS_1
Hai hai semuanya akhirnya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat terus ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys itu wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, dan mampir ke cjat storyku yang The School ya.