
Saat ini Xiao Ziya sudah berada di Istana Kerajaan Neraka, dihadapannya sudah terdapat tumpukan berkas berkas baru yang harus ia selesaikan. Pantas saja akhir akhir ini otak Raja Artur menjadi eror, mengerjakan tugas sebanyak ini tanpa bantuan siapapun mungkin sedikit berat untuk kakek tua itu, walaupun wajah dan penampilnnya masih seperti seorang pria berusia puluhan tahun namun otaknya tentu saja sudah menjadi gersang.
"Dipenjara selama satu tahun mungkin bisa membuat otaknya yang sudah berdebu itu memiliki sedikit cahaya harapan." ucap Xiao Ziya sembari mengerjakan dokumen dokumen itu. Gadis itu ingat bahwa ia harus memanggil Yuan Zie ke istana neraka karna ia belum bisa kembali ke dunia bawah. Xiao Ziya menuliskan sebuah surat kemudian meminta salah seorang jenderal untuk mengantarnya ke Istana Daun perak yang ada di dunia bawah.
Jenderal yang diutus oleh Xiao Ziya sedang dalam perjalanan menuju dunia bawah tak memerukan waktu yang lama untuk sampai di sana, setelah sampai di dunia bawah jenderal itu segera melesat menuju wilayah Kerajaan Daun perak.
Seperti biasa saat akan masuk ke wilayah Istana Daun Perak ada beberapa prajurit yang menghadangnya, mereka ingin tau apa tujuan orang berzirah hitam itu masuk kedalam wilayah mereka.
"Ada keperluan apa anda datang kewilayah ini?." ucap seorang prajurit secara baik baik pada utusan Xiao Ziya itu.
"Saya diutus oleh junjungan neraka untuk memberikan sebuah surat pada Yang Mulia Raja Yuan Zie." ucap sang jenderal dengan singkat dan dapat menjawab rasa penasaran beberapa prajurit itu. Mendengar apa yang dikatakan oleh pria berzirah hitam membuat para prajurit penjaga perbatasan merinding, karna tak ingin mencari masalah akhirnya mereka mengizinkan utusan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.
Jenderal itu melesat dengan cepat menuju Istana Kerajaan Daun Perak, saat dihadang oleh beberapa prajurit yang menjaga gerbang masuk istana jenderal utusan Xiao Ziya menunjukkan cap stampel milik Kerajaan Neraka yang terdapat pada surat yang ia antar.
"Ah silahkan masuk Yang Mulia Raja Yuan Zie ada di dalam." ucap para prajurit penjaga gerbang masuk istana yang langsung mempersilahkan jenderal itu untuk masuk kedalam.
Akhirnya jenderal utusan Xiao Ziya sudah berada di hadapan Yuan Zie. Yuan Ziepun merasa bingung mengapa ada utusan dari Kerajaan Neraka yang datang menemuinya, biasanya jika kakeknya membutuhkan dirinya ia akan datang sendiri.
"Ada keperluan apa hingga jenderal besar datang ke istana saya?." ucap Yuan Zie yang penasaran dengan tujuan jenderal besar dari Kerajaan Neraka datang untuk menemuinya.
"Saya mendapatkan perintah dari junjungan untuk mengantarkan surat ini pada anda." ucap sang jenderal yang memberikan sebuah surat pada Yuan Zie. Setelah mengantarkan surat itu sang jenderal langsung pamit untuk kembali ke Istana Kerajan Neraka karna ada beberapa tugas yang harus ia laksanakan.
Setelah sang jenderal utusan Xiao Ziya pergi, Yuan Zie membuka dan membaca surat yang ada di tangannya. Setelah membaca isi dari surat itu Yuan Zie sangat terkejut, pantas saja kakeknya tak datang berkunjung biasanya dalam sehari kakeknya itu akan datang sampai tiga kali namun sudah beberapa hari ini Raja Artur tak datang berkunjung. Ia juga sangat terkejut saat mengetahui Raja Artur yang sudah hidup ratusan tahun bisa lupa dengan hal hal yang bisa ia lakukan sebagai penguasan neraka. Entah sedih atau bagaimana namun Yuan Zie juga ingin tertawa saat kembaca kekonyolan yang kakeknya itu lakukan.
"Baiklah aku akan pergi ke Istana Neraka." ucap Yuan Zie yang langsung bergegas pergi menuju istana neraka.
Saat ini di istana neraka jenderal yang diutus oleh Xiao Ziya sedang melapor bahwa ia telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh junjungan muda.
"Baiklah kau boleh pergi sekarang, trimakasih telah menyelesaikan tugas dengan baik." ucap Xiao Ziya yang bertrimakasih pada jenderalnya itu.
Setelahnya Xiao Ziya masih membaca beberapa berkas yang masih tersisa, gadis itu mengerjakan tugas tugas yang menumpukn itu dengan sangat cepat. Setelah selesai Xiao Ziya memutuskan untuk berjalan jalan di sekitat istana neraka ia melihat ribuan prajurit yang sedang berlatih. Setelahnya Xiao Ziya kembali masuk kedalam istana karna merasakan aura Yuan Zie sudah sangat dekat dan ia juga perlu menyambut pamannya itu.
Benar saja setelah beberapa saat Yuan Zie sampai di istana nereka, ia langsung pergi menuju ruang kerja yang biasa digunakan oleh Raja Artur. Saat membuka mata hal yang pertama kali ia lihat adalah seorang gadis muda yang sedang menatap ke arahnya.
"Selamat datang paman Yuan Zie." ucap Xiao Ziya yang memberi sambutan pada Yuan Zie.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kakekku melakukan hal sekonyol itu. Bukankah hukuman penjara satu tahun sangatlah ringan?." ucap Yuan Zie yang merasa hukuman yang diberikan oleh Xiao Ziya sangatlah ringan untuk kesalahan yang telah dilakukan oleh Raja Artur. Jika saat itu Yuan Zie yang menjadi penerus Raja Artur mungkin ia akan menjatuhi hukuman penjara selama seratus tahun.
"Bagaimanapun kakek tua itu tetaplah yang berkuasa di alam neraka, hukuman ini sebagai pengingat baginya agar tak melakukan kesalahan yang sama." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan mengapa ia hanya memberikan hukuman penjara selama satu tahun, lagipula ia tak ingin lama lama berkutat dengan berkas berkas yang menumpuk tinggi itu.
"Baiklah baiklah, mari kita pergi ke alam neraka paling bawah untuk menemui Raja Artur." ucap Yuan Zie yang mengajak Xiao Ziya untuk menjenguk Raja Artur. Mungkin saja kakek tua itu sedang kesepian, atau mungkin ia merasa begitu senang karna bisa terbebas dari tugas tugasnya selama satu tahun.
Dalam sekejab saja Xiao Ziya dan Yuan Zue sudah sampai di alam neraka paling bawah, melihat kedatangan mereka membuat para prajurit yang berjaga di sana memberikan salam hormat pada junjungan muda mereka dan cucu dari Raja Artur.
"Salam kami pada junjungan muda dan Tuan Yuan Zie." ucap seluruh prajurit yang berjaga di sana. Mendengar suara samar samar para prajurit tengah memberikan salam membuat para tawanan merasa penasaran dengan siapa yang datang.
Xiao Ziya dan Yuan Zie berjalan sel penjara tempat Raja Artur di tahan, Xiao Ziya meminta seorang prajurit untuk membukakan gembok penjara itu setelahnya Yuan Zie masuk kedalam sedangkan Xiao Ziya menunggu di luar penjara sembari melihat tahanan lainnya yang sedang memperhatikannya.
"Bagaimana kau bisa tau aku sedang berada di sini?." tanya Raja Artur yang sedikit terkejut dengan kedatangan cucunya yang tiba tiba.
"Tentu saja gadis kecil itu yang memberitahukannya padaku." ucap Yuan Zie dengan singkat, Raja Artur sedikit memincingkan matanya bukankah Xiao Ziya tak boleh pergi ke dunia bawah selama satu tahun saat ia berada di dunia atas? bagaimana cara gadis itu memberitaukan tentangnya pada Yuan Zie yang sedang berada di dunia bawah.
"Bagaimana caranya memberitau mu?." ucap Raja Artur yang ingin tau.
"Ia mengutus jenderal besar istana Kerajaan Neraka untuk mengantarkannya." ucap Yuan Zie dengan sedikit senyuman yang membuat Raja Artur merasa malu.
"Nona Ziya masih sangat baik pada anda, jika saya yang menjadi penerus anda mungkin saja saya akan memenjarakan anda selama seratus tahun." ucap Yuan Zie dengan jujur karna kesalahan yang dilakukan oleh Raja Artur cukuplah berat.
"Kau memang cucu yang durhaka." ucap Raja Artur kemudian ia memukul kepala Yuan Zie cukup keras hingga pemuda itu merasa kesakitan.
"Mengapa kakek suka memukul kepalaku." ucap Yuan Zie yang tak terima karna saat kesal atau marah padanya Raja Artur selalu memukul bagian kepalanya, bagaimana jika tiba tiba ia menjadi bodoh karna sering dipukuli seperti itu.
"Yah karna otakmu itu tak beruna."ucap Raja Artur yang membuat mental Yuan Zie terguncang dan tak dapat mengatakan apapun.
Disaat Raja Artur dan cucunya sedang sibuk bertengkar karna hal yang tak penting, Xiao Ziya sedang sibuk melihat kondisi para tahanan yang ada di sana. Ada ribuan manusia dan iblis yang ada di sana ada juga beberapa iblis setengah manusia serta hewan iblis yang ada di dalam penjara.
Saat sampai di ujung lorong penjara Xiao Ziya mendengar suara seseorang yang sedang berteriak kesakitan dan suara beberapa orang yang sedang memukulinya. Karna penasaran akhirnya Xiao Ziya melihat ke sel penjara itu, benar saja di sana ada seorang pemuda yang merupakan manusia biasa yang sedang dipukuli oleh beberapa pemuda yang merupakan keturunan murni dari bangsawan iblis.
"Hentikan apa yang sedang kalian lakukan!!!." triak Xiao Ziya yang membuat ketiga pemuda itu terkejut. Apalagi kedua pemuda yang merupakan keturunan murni dari bangsawan iblis bagaimana bisa seorang gadis yang merupakan manusia bisa ada di sana?.
"Kami tak memiliki urusan dengan gadis lemah sepertimu, sebaiknya kau tak ikut campur." ucap Xyunzo yang merupakan keturunan bangsawan iblis murni, dari auranya saja ia bisa memastikan bahwa gadis yang sedang menegur mereka benar benar seorang manusia biasa.
__ADS_1
"Alam neraka paling bawah ini bukanlah wilayah kekuasaan kalian, jadi kalian tak bisa bersikap seenaknya pada tahanan lain." ucap Xiao Ziya yang masih bersabar dan memberi tau secara baik baik kepada kedua pemuda itu. Namun sepertinya itu sia sia saja karna kedua pemuda itu merasa derajat mereka lebih tinggi daripada Xiao Ziya yang merupakan manusia biasa.
"Kau juga bukan siapa siapa jadi jangan seenaknya menyuruh kami." triak Linhun yang juga merupakan keturunan murni dari bangsawan iblis.
Xiao Ziya menundukkan kepalanya gadis itu mengepalkan tangan dengan keras, mengapa mereka tak bisa diberi tahu secara baik baik. Apakah kekerasan adalah cara satu satunya agar kedua pemuda yang merupakan keturunan murni dari bangsawan iblis itu mengerti.
Mata Xiao Ziya berubah menjadi merah begitupun dengan rambutnya, aura emas milik Xiao Ziya meluap luap dari tubuhnya. Xyunzo dan Linhun merasakan aura agung dari sang penguasa, mereka melihat kearah gadis manusia yang mereka remehkan tadi. Tiba tiba saja aura iblis yang begitu kuat keluar dari tubuh gadis itu. Saat Xiao Ziya mengangkat lagi kepalanya kemudian menatap kedua pemuda keturunan bangsawan murni itu dengan mata merahnya mereka langsung jatuh tersungkur karna merinding ketakutan.
"Kalian bukan siapa siapa di sini, jadi jangan pernah membantah apa yanh saya katakan." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat kesal, Raja Artur dan Yuan Zie yang tadinya masih bertengkar karna masalah yang tak penting langsung berhenti karna merasakan aura agung yang meledak. Mereka langsung pergi menuju asal sumber aura.
"Sebaiknya kita sedikit cepat, mungkin aja ada tawanan gila yang memancing amarah gadis itu." ucap Raja Artur yang sedikit khawatir karna gadis itu memang sedikit kurang mahir mengendalikan emosinya sendiri.
Benar saja saat sampai di ujung lorong penjara cahaya emas yang menyilaukan mata keluar dari tubuh Xiao Ziya, gadis itu sedang menatap sesuatu dari sebuah sel penjara dengan cepat Raja Artur dan Yuan Zie datang untuk menenangkan Xiao Ziya.
"Tenanglah apa yang sedang terjadi." ucap Raja Artur.
Dengan cepat Xiao Ziya menarik kembali aura emas yang keluar dari tubuhnya namun mata dan rambut gadis itu masih berwarna merah dengan api yang menyala di rambutnya.
"Kedua keturunan murni bangsawan iblis itu membuat saya merasa kesal." ucap Xiao Ziya yang menunjuk kedua pemuda itu secara bergantian. Raja Artur langsung mengalihkan pandangannya pada Xyunzo dan Linhun yang masih tersungkur di tanah.
"Apa yang mereka lakukan?." tanya Yuan Zie yang ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Mereka memukuli teman satu selnya, ini bukanlah wilayah kekuasaan keluarga mereka jadi saya harap mereka bisa bersikap lebih baik, namun sepertinya darah murni yang mengalir ditubuh kedua pemuda itu tak kembuatnya menjadi pintar." ucap Xiao Ziya yang sedang menyindir Xyunzo dan Linhun secara terang terangan. Tentu saja ucapan Xiao Ziya itu membuat mereka berdua kesal namun karna ada Raja Artur di sana mereka berdua tak dapat melakukan apapun.
"Raja Artur kau harus membela kami, kami adalah keturunan murni bangsawan iblis sedangkan gadis itu hanyalah manusia biasa." ucap Xyunzo dan Linhu yang meminta pembelaan pada Raja Artur.
"Ah iya mengapa Yang Mulia Raja Artur ada di sini? siapa yang memperbolehkan anda keluar dari sel tahanan?." ucap Xiao Ziya yang kini menatap Raja Artur dengan tajam. Raja Artur yang ditatap seperti itu hanya cengegesan saja.
"Ah saya merasakan aura emas nona meledak ledak sehingga saya datang untuk menenangkan anda." ucap Raja Artur yang hanya bisa cengegesan karna melakukan kesalahan lagi.
"Siapa gadis itu?." tanya Xyunzo pada Raja Artur karna ia penasaran dengan identitas gadis manusia itu.
"Dia adalah penerusku, dia juga pemilik alam neraka sepertiku. Darah murni yang mengalir pada tubuh kalian tak sebanding dengan statusnya." ucap Raja Artur yang membuat kedua pemuda keturunan bangsawan iblis murni itu terkejut.
Hai hai semuanya gimana kabar kalian semoga sehat terus ya guys, jangan lupa follow ya buat yang belum follow, vote ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share.
__ADS_1