RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ujian Paviliun Seratus Menara (01)


__ADS_3

Saat ini Xiao Ziya memasuki lantai kedua di sana sudah ada seorang pria yang sedang berdiri dan menatapnya dengan tajam.


"Selamat datang di lantai dua paviliun seratus menara, di lantai kedua ini kecerdasan anda akan diuji." ucap pria itu yang sepertinya tak ingin memperkenalkan diri namun itu bukan masalah untuk Xiao Ziya karna ia tak ingin mengenalnya.


"Menurut anda Kekaisaran Binzo yang sangat luas, Kekaisaran Qiyu yang tak seberapa luas, dan Kekaisaran Lunzi yang cukup luas. Jika ketiga kekaisaran itu berperang siapakah yang akan menjadi pemenangnya dan mengapa." ucap pria itu yang memandang Xiao Ziya dengan remeh.


Pria itu bernama Xiu Lin dan ia berasal dari dunia atas. Xiu Lin menjadi penjaga lantai kedua dari paviliun seratus menara karna perintah dari pemilik paviliun itu sendiri. Menurut Xiu Lin gadis yang ada dihadapannya itu begitu ceroboh dengan usia yang sangat muda ia memilih untuk masuk ke paviliun seratus menara yang hanya bisa dimasuki sekali saya untuk setiap orang, artinya dimasa mendatang Xiao Ziya tak bisa mengikuti ujian paviliun seratus menara lagi.


"Kau hanya punya waktu satu bulan di dalam sini, jika kau bisa sampai di lantai sepuluh aku akan memberimu hadiah." ucap Xiu Lin dengan sangat percaya diri, ia saja tak yakin bahwa gadis itu bisa menjawab pertanyaanya.


"Baiklah saya akan menjawab meski Kekaisaran Binzo sangat luas namun kekuatan militer mereka tak sekuat Kekaisaran Qiyu, begitupun dengan Kekaisaran Lunzi meskipun kekuatan militer mereka sama dengan Kekaisaran Qiyu namun selama ada aku di sini aku akan mengerahkan semua kekuatan yang ku punya untuk mengalahkan mereka, dan kau jika kau berani menghinaku sekali lagi aku akan melebur jiwamu itu." ucap Xiao Ziya dengan sangat tajam dan aura yang menakutkan membuat Xiu Lin merinding siapa sangka gadis yang ada si hadapannya sangat percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki.


"Benarkah anda akan melebur jiwa saya?." ucap Xiu Lin yang tak percaya bahwa Xiao Ziya memiliki kemampuan untuk melebur jiwanya yang sudah tinggal didalam paviliun seratus menara.


Xiao Ziya menyalakan api hitamnya.


"Anda ingin mencobanya?." ucap Xiao Ziya dengan serius.


Melihat api hitam yang berkobar di tangan kiri Xiao Ziya membuat Xiu Lin merasa bahwa kata kata yang keluar dari mulut Xiao Ziya bukanlah omong kosong belaka. Xiu Linpun mempersilahkan Xiao Ziya untuk naik ke lantai berikutnya.


"Jawaban yang diberikan gadis itu tak sepenuhnya benar namun ku rasa dengan adanya dia Kekaisaran Qiyu memang tak terkalahkan." ucap Xiu Lin yang tersenyum damai.


Xiao Ziyapun masuk kelantai tiga disana sudah ada beberapa patung kayu dengan mata merah menyala, mereka menyerang Xiao Ziya dengan berutal. Xiao Ziya belum mengerti apa yang harus ia lakukan setiap ia menyerang mereka dengan kekuatannya jumlah patung patung kayu itu bertambah banyak.


Xiao Ziya akhirya menghentikan serangannya dan mulai berfikir sejenak sembari menghindari serangan serangan dari patung kayu. Setelah difikir fikir patung kayu yang tengah menyerangnya itu sangat mirip dengan patung kayu yang ia gunakan saat berlatih pedang.


Akhirnya Xiao Ziya mengambil sebuah pedang yang ia dapatkan sebagai hadiah pemenang turnamen di Kekaisaran Binzo. Gadis itu mulai fokus dan mencoba membaca pergerakan dari patung patung kayu itu, ketika menemukan sebuah celah Xiao Ziya langsung menyerang mereka menggunakan pedangnya.


Benar saja patung patung kayu itu mulai tumbang satu persatu dan tak bertambah banyak seperti sebelumnya. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Xiao Ziya berhasil mengalahkan mereka semua.


Pintu lantai empat terbuka dan Xiao Ziya masuk kedalam untuk melihat apa lagi yang harus ia selesaikan untuk melewati lantai empat ini.


Terlihat seorang wanita cantik sedang tersenyum kearah Xiao Ziya, wanita itu tampak seperti siluman ular yang menyebalkan melihat wajahnya saja membuat Xiao Ziya ingin menampar wajah wanita itu.


"Hai cantik, bukankah dengan kecantikanmu yang begitu indah banyak wanita yang iri padamu." ucap wanita itu yang berkata kenyataan memang banyak yang iri dengan kecantikan yang Xiao Ziya miliki.


Xiao Ziya menatap wanita itu, ia rasa perkataannya tak sesederhana yang ia dengar pasti ada maksud terselubung dibalik kata katanya itu. Walau tak menemukan apapun Xiao Ziya tetap yakin bahwa wanita itu sedang memprivokasinya.


"Lalu mengapa jika mereka iri padaku?." ucap Xiao Ziya dengan santai.


"Bukankah kau harus memberi pelajaran orang orang yang menghinamu itu." ucap wanita itu yany bernama Yu Sinbi.

__ADS_1


Yu Sinbi adalah seorang gadis yang paling cantik pada masanya dulu, banyak gadis gadis lain yang iri dengan kecantikan yang ia miliki. Yu Sinbi selalu memamerkan kecantikan yang ia miliki sehingga banyak yang tak menyukai gadis itu hingga suatu saat ada beberapa orang gadis yang menggoreskan luka di wajah Yu Sinbi karna luka itu Yu Sinbi merasa bahwa dirinya tak cantik lagi. Karna merasa malu ia masuk kedalam paviliun seratus menara dengan paksa dan terkurung disana.


Karna tak bisa kembali lagi akhirnya ia meminta pada pemilik paviliun seratus menara untuk mengijinkannya menguji peserta dan ia mendapatkan ijin itu. Kebanyakan para wanita akan kesulitan ketika akan melewati lantai keempat karna Yu Sinbi yang selalu menyusahkan mereka.


"Mereka bukan iri pada kecantikanku." ucap Xiao Ziya yang membyat Yi Sinbi kebingungan.


"Lalu apa? mengapa gadis gadis itu menatapmu dengan sinis." tanya Yu Sinbi yang ingin memancing amarah Xiao Ziya lagi.


"Mereka hanya tak percaya diri saya, semua wanita itu cantik, tak ada wanita yang lahir dengan buruk rupa namun terkadang mereka kurang percaya diri. Diluar sana masih banyak wanita yang lebih cantik dariku namun aku tak pernah mempermasalahkan hal itu." ucap Xiao Ziya dengan sangat tegas.


"Benarkan kau tak iri pada mereka yang lebih cantik darimu? apa kau tak ingin mendapat pengakuan." ucap Yu Sinbi yang ingin mencari celah agar gadis yang ada di hadapannya itu marah.


"Tidak karna cantik tak perlu diakui oleh banyak orang. Ayah dan kakak kakak laki lakiku selalu berkata aku yang paling cantik diantara yang lain dan itu sudah cukup. Iri pada orang lain hanya akan membuat seseorang hancur, seorang gadis tak bisa memilih ia akan terlahir dengan rupa yang seperti apa namun percayalah semua gadis itu cantik kau juga sangat cantik, segores luka di wajahmu itu tak mempengaruhi apapun. Namun untuk apa memiliki paras yang cantik namun hatinya tak cantik? hah itu akan percuma saja." ucap Xiao Ziya yang mulai menasehati wanita yang lebih tua darinya itu.


Yu Sinbi mulai terdiam dan mencerna apa yang dikatakan oleh gadis yang ada di hadapannya. Ia ingat bahwa ia sering menyombongkan kecantikannya mungkin karna itu banyak yang membenci dirinya.


"Jadilah wanita cantik yang pintar, agar kau tau kapan dan dengan siapa kau bisa menyombongkan dirimu." ucap Xiao Ziya lagi yang tersenyum tulus. Pintu masuk lantai kelima sudah terbuka Xiao Ziya berpamitan pada Yu Sinbi yang masih terdiam dan tak bisa berkata kata itu.


Xiao Ziya masuk ke lantai kelima di sana tak ada apapun kecuali anak anak tangga yang tak terlihat ujungnya, akhirnya Xiao Ziya mulai menaiki anak tangga itu dengan berjalan santai, sudah ada seratus anak tangga yang ia lalui namun belum juga menemukan ujungnya.


"Ujian kali ini sedikit membingungkan, namun apapun itu aku pasti mampu melaluinya." ucap Xiao Ziya yang masih menaiki anak tangga satu persatu.


Karna merasa sedikit lapar Xiao Ziya mengambil beberapa apel segar dari cincin semestanya. Ia menaiki anak tangga sambil memakan buah apel. Seribu limaratus anak tangga sudah ia lalui namun ujungnya tak kunjung terlihat.


Tangga tanpa ujung artinya masa depan seseorang tak memiliki ujung selain kematian, ujian pada lantai kelima ini tentang sebuah pelajaran hidup. Xiao Ziya yang sudah mengertipun akhirnya mengucapkan sesuatu.


"Masa depan saya, sayalah yang menentukan. Bersama dengan mereka yang menyayangi saya maka tak ada rintangan yang tak bisa saya hadapi." ucap Xiao Ziya dengan spontan dan membuka pintu kelantai keenam.


Dilantai keenam terlihat seorang kekek tua yang sedang menatapnya, aura yang kakek tua itu pancarkan sangat mendominasi sehingga Xiao Ziya sempat berfikir sejenak apa yang sedang diuji dalam lantai keenam.


"Salam saya pada master." ucap Xiao Ziya yang mengucapkan salam dengan rasa hormat.


"Mengapa anak kecil sepertimu bisa sampai di lantai enam." ucap sang kakek yang sedikit merasa heran karna ujian dari lantai satu sampai lima tidaklah mudah namun gadis kecil seperti yang dihadapannya dapat melewatinya dengan mudah.


"Entahlah saya menyelesaikannya dengan cukup mudah." ucap Xiao Ziya dengan jujur karna baginya memang tak terlalu sulit.


Sang kakek semakin penasaran dengan cara gadis yang ada di depannya itu. Tak mungkin untuk menyogok seseorang agar membocorkan apa saja yang mereka lalui saat masuk kedalam paviliun seratus menara.


"Oh ya master di lantai keenam apa yang harus saya kakukan?." tanya Xiao Ziya karna tak ada apapun di sana kecuali kakek itu.


Sang kakek hanya menggeleng gelengkan kepala tandanya ia tak tau apa yang gadis itu harus lakukan. Xiao Ziya melihat kesekitar kakek itu sendirian di sini tanpa ada makan atau apapun. Baju yang dikenakan sang kakek juga sudah sangat lusuh. Xiao Ziya melihat lihat kedalam cincin semestanya untuk melihat apakah ada baju yang cocok untuk sang kakek.

__ADS_1


Xiao Ziya mengeluarkan benerapa baju yang tadinya ingin ia berikan pada ayahnya namun sang kakek terlihat lebih membutuhkan, selain baju Xiao Ziya mengeluarkan tenda, kasur, kursi, meja, buah buahan, air minum, roti kering dan yang lainnya. Kakek itu hanya melihat apa yang sedang Xiao Ziya lakukan.


Xiao Ziya mendirikan sebuah tenda dengan ukuran cukup besar menyusun kasur, meja, kursi dan benerapa barang lainnya bahkan ia juga memajang dua lukisan yang ia dapat sebagai hadiah ulang tahun. Setelah itu ia keluar dari tenda. Dilantai empat merupakan hamparan tanah kosong dengan seorang kakek kesepian jadi Xiao Ziya membuatkan tenda agar kakek itu bisa tidur dengan nyaman.


"Nah sekarang master bisa tidur dengan nyaman, dan ini beberapa baju yang tadinya ingin saya berikan untuk ayah namun anda terlihat lebih membutuhkannya." ucap Xiao Ziya dengan ceria.


Sang kakek menatap Xiao Ziya penuh dengan rasa haru, akhirnya ada seaeorang yang mengerti apa yang ia inginkan. Kakek itu masuk kedalam tenda kemudian berbaring di kasur yang diberikan oleh Xiao Ziya. Pintu lantai ketujupun dibuka.


Saat ujian dilantai enam yang sebenarnya harus Xiao Ziya lakukan adalah melakukan sesuatu agar sang kakek merasa senang dan gadis itu bisa melakukannya dengan baik. Dilantai ketuju ada sebuah jaring laba laba yang membentang dengan lebar. Seekor laba laba raksasa menatap Xiao Ziya, laba laba itu tengah melindungi telur telurnya. Telur telur dari laba laba itu berwarna emas dan terlihat begitu indah pantas saja laba laba raksasa itu menjaga telurnya dengan sangat ketat jika ada manusia lain yang melihatnya pasti ia akan mengambil paksa telur telur itu.


"Apa yang manusia sepertimu lakukan di sini?." ucap sang laba laba raksasa yang marah pada gadis yang ia lihat.


"Saya hanya ingin lewat saja, wah telur telur anda sangat indah semoga semuanya bisa menetas." ucap Xiao Ziya yang memuji keindahan dari telur telur miliki sang laba laba raksasa. Laba laba itu melihat gadis yang ada dihadapannya dengan heran.


"Kau tak berniat mengambil telur telur milikku yang memiliki harga jual tinggi?." ucap Xiao Ziya yang memang tak berniat mengambil telur telur milik sang laba laba raksasa.


Akhirnya pintu kedelapan terbuka terlihat hamparan padang pasir yang sangat panas. Saat akan meninggalkan lantai ketuju sang laba laba menghalangi Xiao Ziya.


"Mengapa kau tak tertarik dengan telur telurku?." tanya sang laba laba raksasa yang penasaran dengan alasan Xiao Ziya tak menginginkan telur miliknya.


"Itu milikmu dan aku memang tak tertarik. Kalau begitu aku pamit." ucap Xiao Ziya yang berlari menuju pintu kedelapan.


Suasana di lantai kedelapan sangatlah panas bahkan matahari sangat terik, Xiao Ziya merasa sangat haus dan ingin minum namun saat ia masuk tadi ada sebuah beraturan yang menyatakan dilarang minum air jika anda minum air maka anda gagal dalam ujian lantai kedelapan.


"Aku sangat harus namun tak boleh minum sesuatu humm." ucap Xiao Ziya yang mulai berfikir sesuatu yang bisa menghilangkan dahaga namun tak perlu ia minum.


"Apakah aku boleh makan?." gumang Xiao Ziya yang ingin tau apakah ia boleh memakan sesuatu. Terdapat sebuah tulisan yang tiba tiba muncul dihadapannya tulisan itu berbunyi 'anda boleh makan apapun' membacanya membuat Xiao Ziya merasa sangat senang.


Ia mengambil buah pir dan mentimun yang ada di dalam cincin semestanya, buah pir dan mentimun memiliki kadar air yang cukup tinggi. Xiao Ziya bisa saja memakan semangka jika dia ingin namun tekstur buah pir dan mentimun yang padat juga akan membuatnya kenyang.


'Selamat anda berhasil dalam ujian lantai enam, dalam situasi yang sulit otak anda akan diminta untuk memikirkan sebuah solusi dan anda berhasil mengatasi rasa haus yang menyerang.'


Xiao Ziya segera pergi menuju lantai kesembilan dilantai itu ada ribuan pedang yang tertancap di dalam tanah. Xiao Ziya harus memilih sebuah pedang yang pedang itu nantinya akan menentukan tantangan apa yang harus ia lewati.


Xiao Ziya memilih sebuah pedang dengan perpaduan warna merah dan juga biru, pedang yang indah, cantik, dan juga menawan. Xiao Ziya langsung mencabut pedang itu dari dalam tanah. Saat pedang itu berhasil dicabut muncul seekor serigala salju dan seekor serigala api dihadapan Xiao Ziya.


"Aku harus melawan mereka?." ucap Xiao Ziya yang merasa bahwa ledua serigala itu kembar dan begitu lucu.


"Uwaaaa kalian sangat manis, bagaimana bisa aku melawan kalian." ucap Xiao Ziya sambil mengelus elua kepala kedua serigala itu dengan sangat gemas.


Kedua serigala itu merasa nyaman ketika dielus elus oleh Xiao Ziya, kedua serigala yang tadinya ingin menyerang Xiao Ziya akhirnya malah luluh pada gadis itu.

__ADS_1


**Hai hai semuanya aku update lebih awal karna emang ada waktunya jam segini ya kan wkwkwk, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, makasih udah setia nungguin aku update.


Jangan lupa follow aku buat yang belum follow, vote buat kalian yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun mawar aja aku udah seneng, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share. tips dan like sepuluh kali game ganti ganti bajuku**.


__ADS_2