RATU IBLIS

RATU IBLIS
Membeli Rumah Tinggal


__ADS_3

Acara pengangkatan kaisar baru telah selesai, semua orang di Kekaisaran Qiyu merasa bahagia, saat ini Xiao Ziya tengah mengajak Lian untuk pergi ke Klan Xiao. Saat berjalan melewati pasar pasar banyak orang yang berpapasan dengannya membungkuk dengan hormat.


"Mengapa aku merasa sedikit tak nyaman dengan sikap mereka." ucap Xiao Ziya yang melihat orang orang yang menunduk padanya sebagai rasa hormat mereka terhadap adik dari kaisar.


"Bukankah menyenangkan dihormati semua orang." ucap Lian sambil melihat ke arah Xiao Ziya dengan keheranan. Apa yang difikirkan oleh gadis itu mengapa dia sedikit berbeda dari gadis gadis biasanya.


"Apakah kau lapar, aku akan mentraktirmu." ucap Xiao Ziya yang langsung menarik tangan Lian untuk masuk kesalah satu kedai yang ada di sana, setelah mendapatkan meja gadis itu memesan beberapa makanan.


"Nona bukankah ini terlalu banyak untuk kita berdua?." tanya Lian yang melihat makanan yang sangat banyak tersaji di meja makan.


"Aku sangat lapar kau tenang saja." ucap Xiao Ziya yang memang memiliki selera makan yang besar namun badannya tetap saja kecil.


Saat Xiao Ziya dan Lian sedang menikmati makanan mereka, tiba tiba ada keributan yang terjadi di luar kedai. Karna merasa sedikit terganggu akhirnya Xiao Ziya melihat apa yang sedang terjadi.


"Pergilah jika tak memiliki uang jangan masuk ke kedaiku." ucap pemilik kedai yang mengusir seorang kakek tua dengan pakaian yang lusuh, kakek itu tampak seperti seorang pengemis.


"Saya mohon tuan, saya sangat lapar." ucap kakek tua itu.


Xiao Ziya melihat pemilik kedai hendak menendang kakek tua itu. Dengan segera Xiao Ziya menghentikannya.


"Hentikan, apa yang kau lakukan sejak kapan rakyat kekaisaranku sekejam ini." triak Xiao Ziya yang langsung menarik perhatian banyak orang. Lian yang tadinya memilih duduk di dalam langsung keluar mendengar triakan dari Xiao Ziya.


"Maaf nona besar, pria ini tidak memiliki uang. Jika saya memberinya makan maka ia akan datang setiap hari dan membuat saya rugi." ucap pemilik kedai yang berusaha menjelaskan pada Xiao Ziya mengapa ia mengusir kakek pengemis itu.


"Apa begitu sulit bagimu untuk berbagi sedikit? kau kira kekayaanmu ini datang dari mana? bagaimana jika kau ada di posisi kakek ini." ucap Xiao Ziya yang tak bisa menerima alasan dari pemilik kedai.


Sang pemilik kedai hanya bisa menundukkan kepalanya malu, memang benar apa yang dikatakan Xiao Ziya sedikit berbagi pada orang lain bukanlah hal yang buruk.


"Maafkan saya nona." ucap pemilik kedai itu.


"Kakek mari ikut makan bersama kami." ucap Xiao Ziya yang membawa kakek itu masuk kedalam kedai.


"Apa tida mengganggu jika saya makan disini bersama nona muda? pakaian saya sangat lusuh." ucap kakek tua itu dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


Xiao Ziya menjelaskan bahwa kehadiran pria tua itu tak mengganggu. Sang kakek merasa senang dan mulai menyantap makanan yang disajikan. Lian menatap Xiao Ziya penuh dengan rasa kagum, seorang gadis yang masih berusia sebelas tahun memiliki rasa simpati yang tinggi.


"Kalau boleh tau kakek berasal dari mana, sepertinya kakek bukan orang sini?." ucap Xiao Ziya yang menyadari warna bola mata kakek hijau cerah berbeda dengan rakyat asli Kekaisaran Qiyi yaitu coklat muda dan coklat tua.


"Saya lupa saya berasal dari mana." ucap sang kakek.


Xiao Ziya memiliki ide untuk mengajak kakek itu ke Klan Xiao dan memberikannya fasilitas yang layak. Xiao Ziya tak tega jika harus melihat sang kakek lontang lantung di jalan.


"Sebaiknya kakek ikut dengan kami." ucap Xiao Ziya dengan singkat kemudian membayar semua makanannya. Lian dan kakek pengemis iti mengikuti Xiao Ziya dari belakang.


Tak lama setelah itu Xiao Ziya dan yang lainnya sampai di depan gerbang Klan Xiao. Penjaga gerbang Klan Xiao menunduk hormat saat Xiao Ziya masuk kedalam klan.


Ziya langsung menuju tempat pengurus klan untuk menanyakan beberapa kamar kosong.


"Salam bibi Cingbi." ucap Xiao Ziya pada seorang wanita paruh baya.


"Ah nona Ziya mengagetkanku saja, ada keperluan apa nona datang menemuiku?." tanya Xiao Cingbi dengan sopan walau masih muda Xiao Ziya memiliki status yang jauh lebih tinggi darinya.


"Apakah masih ada kamar kosong?." tanya Xiao Ziya yang membuat Cingbi merasa bingung, bukankah gadis di depannya itu sudah memiliki paviliun pribadi jadi untuk apa ia menyewa kamar.


"Aku ingin menyewa sebuah rumah tinggal yang dekat dengan paviliunku itu untuk temanku yang akan belajar di sini dan juga seorang kakek tua." ucap Xiao Ziya yang langsung membuat Xiao Cingbi faham.


"Baiklah kau perlu beberapa koin emas untuk menyewanya." ucap Xiao Cingbi.


Tanpa sungkan Xiao Ziya mengeluarkan satu peti sedang yang berisi koin emas, ini semua cukup untuk membeli rumah tinggal itu bahkan lebih.


"Bukankah ini terlalu banyak, apa nona ingin membeli rumah tinggal itu?." tanya Xiao Cingbi sembari menghitung koin emas yang ada di dalamnya.


"Itu ide yang bagus, urus surat suratnya dan berikan pada temanku yang bernama Lian." ucap Xiao Ziya.


"Koin emas ini terlalu banyak bagaimana sisanya?." tanya Xiao Cingbi yang kebingungan karna sisa dari koin emas itu memang terlalu banyak.


"Pastikan mereka hidup layak, dan belikan beberapa pakaian dan juga peralatan lainnya sisanya untukmu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi setelah mengambil kunci rumah.

__ADS_1


Xiao Ziya melihat Lian dan kakek itu masih setia menunggunya di luar, bukan karna Xiao Ziya tak ingin membawa mereka masuk kedalam namun itu sudah peraturan dari Klan Xiao.


"Aku sudah membeli sebuah rumah tinggal mari kita lihat." ucap Xiao Ziya yang berjalan ke arah paviliunnya, ternyata rumah yang ia beli dibangun persis di samping paviliun milik gadis itu.


"Lian, kakek, ini tempat tinggal kalian sekarang. Di dalamnya ada beberapa kamar kalian bisa menempatinya sekarang. Dan yang disebelah adalah paviliunku." jelas Xiao Ziya pada mereka berdua.


Mendengar apa yang dikatakan Xiao Ziya membuat kakek itu sangat terharu dan langsung bersudud di kaki Xiao Ziya. Melihat sikap sang kakek membuat Ziya terkejut dan membantu kakek itu untuk berdiri.


"Jangan lakukan hal itu lagi kek, aku merasa tak nyaman." ucap Xiao Ziya yang berkata apa adanya.


"Maafkan saya nona, saya hanya merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan nona yang sangat baik ini." ucap sang kakek yang sedang menangis terharu.


"Lian tolong jaga kakek dengan baik, aku masih punya beberapa urusan." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi menuju Klan Yin.


Sedangkan Lian membawa kakek itu masuk kedalam rumah.


Hanya memerlukan waktu beberapa saat untuk Xiao Ziya sampai di Klan Yin. Gadis itu terbang dengan sepasang sayap cantik yang ia miliki.


"Keluar kalian semua." triak Xiao Ziya yang masih terbang. Kali ini gadis itu tak akan bernegosiasi lagi, sudah banyak kesempatan yang ia berikan namun tetap saja mereka melanggar kesepakatan.


"Ada apa nona Ziya datang kemari?." tanya Yin Wungzo yang berpura pura tak mengetahui apapun, namun pemimpin Klan Yin mungkin lupa bahwa gadis itu memiliki penglihatan yang tajam.


"Kalian telah melanggar kesepakatan yang kita buat." ucap Xiao Ziya yang melempar seseorang kebawah, itu adalah pemanah yang berusaha melukai Xiao Yan.


Tiba tiba saja udara yang ada di bawah menjadi sangat panas, saat ini Xiao Ziya tengah berubah ke wujud setengah iblisnya.


"Kalian layak untuk mati." ucap Xiao Ziya yang membuat semua anggota Klan Yin tak bisa berkata apa apa.


"Mereka yang berdosa akan dibakar hingga jiwanya menghilang dari dunia, api pensucian yin dan yang bakar mereka semua dan sisakan manusia yang tak berdosa." ucap Xiao Ziya seketika semua anggota Klan Yin terbakar.


Terdengar triakan demi triakan yang menahan rasa sakit dari api pensucian, jiwa mereka rasanya juga ikut tersiksa. Xiao Ziya hanya tersenyum melihat kejadian itu kemudian dia kembali menuju istana.


**Hai hai pembacaku tersayang kalian apa kabar? buat yang UAS semangat ya semoga nilainya memuaskan, tp klw mtk gpp kok ga bagus aku juga pusing wkwkwk.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, rate, komen, share ya**.


__ADS_2