
Andre membawa Hermione keneraka, dia menyimpan tubuh Hermione diruangan khusus pengobatan untuk Hermione.
Para penguasa neraka langsung muncul diruangan tersebut bersamaan dengan Evan dan yang lainnya.
"Racun itu tidak ada obatnya, jika kalian ingin Hermione sembuh kalian harus membawa jiwa-jiwa berdosa sebanyak-banyaknya kedalam neraka dan memberikan energinya ke Hermione, itu juga tergantung tubuh Hermione apakah dia bisa kuat melawan racunnya atau tidak" ucap Belphegor.
"Ratu pasti kuat" ucap Iliana.
"Cepat kalian cari energi manusia racunnya mulai menyebar" ucap Astaroth.
"Kami permisi" ucap para iblis itu lalu menghilang.
"Kita tidak bisa ikut campur urusan ini, tapi jika sudah sangat parah baru kita menolong istri kita" ucap Lucifer.
"Phoenix dan Mawar akan terima akibatnya" ucap Asmodeus.
***
1 minggu berlalu Hermione masih belum sadar, sudah 1 minggu ini setiap pulang kuliah Dimas selalu mengurung diri dikamar. Reno serba salah dengan keadaan, kadang dia selalu menyalahkan dirinya sendiri kadang juga dia senang karena Hermione terluka.
"Kenapa aku ini" ucap Reno merebahkan tubuhnya diranjang.
"Aku bingung apakah harus senang atau sedih" ucapnya.
"Senang karena iblis tidak pernah muncul sedih karena mereka tidak muncul karena menyembuhkan kak Dara" ucap Reno.
"Jujur saja aku masih mencintai kak Dara, tapi aku terlanjur kecewa ternyata dia bukan manusia" ucap Reno.
"Akhhh" teriak Reno.
Malam harinya setelah makan malam Dimas dan Reno menonton televisi untuk melupakan pikiran-pikiran negatif.
Selamat malam, dalam waktu 1 minggu sudah banyak orang yang diberitakan bunuh diri sekitar 50 orang belum diketahui maksud mereka bunuh diri itu apa" suara televisi membacakan berita.
Dimas dan Reno saling pandang.
"Apa mungkin mereka" ucap mereka bersamaan.
"Tapi untuk apa?" tanya Reno.
__ADS_1
"Menyembuhkan Dara, Dara selalu membutuhkan energi manusia berdosa jika tenaganya lemah" jawab Dimas menerka.
"Tapi belum tau juga mungkin saja memang mereka mau bunuh diri" ucap Dimas lagi. Mereka berdua sibuk menjelajahi pikiran masing-masing.
***
5 bulan kemudian, kondisi Hermione masih belum sadar. Tubuhnya sangat pucat seperti tidak dialiri darah ditambah lagi tubuhnya dingin padahal dia dirawat dineraka.
Andre sudah frustrasi dengan keadaan Hermione bukannya membaik malah semakin memburuk, Andre sudah berusaha bukan hanya Andre tapi sahabatnya juga sudah tapi masih saja gagal membuat Hermione sadar.
Andre pernah beberapa kali mendatangi Phoenix dan Mawar kealam mereka dan menghajar mereka berdua habis-habisan untuk mengurangi amarahnya dibantu yang lain juga.
Fadil dan Ariel dkk biasanya menanyakan Hermione dan yang lainnya kemana selalu dijawab oleh Dimas dan Reno sedang ada urusan diluar negeri.
"Gimana keadaan ratu?" tanya Andre lesu kepada iblis yang menjaga Hermione.
"Masih sama tuan" jawabnya.
"Huh" Andre menghembuskan nafas kasar lalu masuk kedalam ruangannya.
"Kakak kapan bangunnya sih, gak pegel apa tidur terus?" ucap Andre memegang tangan Hermione, wujud Hermione adalah manusia sebagai Dara.
"Hmmm" jawab Andre.
"Udah banyak orang yang kita bawa keneraka tapi tetap aja gak ada perubahan. Tuan Lucifer bilang Dara mungkin bisa sedikit membaik jika Dimas memberikan tumbalnya dan tumbalnya harus orang yang mau Dara bawa keneraka tapi belum sampai sekarang, kau inget sebelum Dara kayak gini dia mau bawa siapa kesini?" ucap Evan. Andre langsung melihat Evan.
"Sarah dkk" jawab Andre tersenyum.
"Nah, jadi?" tanya Evan.
"Kita bawa Sarah dkk kesini" ucap Andre.
"Iya tapi sebelum itu Dimas harus nidurin mereka dulu kalau udah kita ambil jiwanya kesini dan serap energi mereka untuk diberikan kepada Dara, Dimas dapat harta Dara sembuh bahagia deh" ucap Evan.
"Aku bakal bilang Dimas, jaga kakakku" Andre langsung menghilang.
"Aku harap kau sembuh setelah menerima energi Sarah dkk" ucap Evan.
Andre muncul dikamar Dimas, hari dialam manusia sudah malam. Saat ini Dimas sedang ada dikamar mandi.
__ADS_1
"Apa aku masuk kedalam kamar mandi, eh tidak-tidak, jangan, sebaiknya aku menunggu disini" Andre merebahkan tubuhnya diranjang.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Dimas yang baru selesai mandi dengan handuk dililit dipinggangnya.
"Andre lo ngapain disini?" tanya Dimas kaget melihat Andre sedang berbaring, Andre langsung duduk bersandar lalu menjentikkan jarinya seketika Dimas sudah menggunakan pakaian. Dimas langsung menghampiri Andre dan duduk disamping ranjang.
"Gimana keadaan Dara? Kenapa kalian tidak pernah muncul? Apa Dara sudah sembuh? Racunnya sudah tidak ada ditubuh Darakan? Dimana yang lain? Kenapa hanya kau saja disini? Mana Dara? Please bilang kalau Dara udah sembuh" ucap Dimas bertanya bertubi-tubi.
"Hah, kak Dara dia makin parah" jawab Andre menundukkan kepalanya mengingat Hermione yang semakin hari semakin parah. Dimas diam mematung tubuhnya menjadi kaku mendengar perkataan Andre.
"Kami sudah membawa banyak jiwa manusia berdosa memberikan energinya ke kak Dara tapi tidak mempan malah semakin parah, dari 5 bulan yang lalu sampai sekarang kak Dara belum sadar" ucap Andre.
"Jadi banyak orang yang diberitakan bunuh diri, kecelakaan itu sebenarnya palsu, itu semua kalian lakukan untuk Dara tapi tidak mempan?" ucap Dimas seperti bertanya.
"Ya, racun itu tidak ada obatnya hanya bisa menyembuhkan dengan cara membawa jiwa manusia berdosa keneraka dan memberikan energi mereka ke kak Dara, tapi bukannya sembuh racunnya malah semakin menyebar membuat kakak semakin parah" jelas Andre.
"Tapi ada 1 cara yang belum kami lakukan untuk menyembuhkan kak Dara" ucap Andre, Dimas langsung melihat kearah Andre.
"Apa?" tanya Dimas.
"Kau, kau sudah lama belum memberikan kak Dara tumbal dan itu 1 cara yang belum kami lakukan" ucap Andre.
"Berapa yang dibutuhkan tumbalnya? Aku akan melakukannya demi Dara" ucap Dimas.
"3 tapi tumbalnya harus Sarah, Wawa dan Santi karena sebelum kak Dara seperti itu dia sempat ingin membawa mereka keneraka tapi sampai sekarang belum juga" ucap Andre.
"Ok" ucap Dimas.
"Kau taukan apa yang harus kau lakukan kepada mereka, masalah mengambil nyawa mereka biar aku yang urus" ucap Andre.
"Iya aku tau, tapi bentar lagi mereka mau ujian gimana caranya aku menjalankan aksiku?" ucap Dimas.
"Club, setiap malam mereka kesana untuk bersenang-senang" jawab Andre.
"Aku akan melakukannya sekarang" ucap Dimas.
"Silahkan aku akan kembali keneraka untuk melihat kak Dara" ucap Andre langsung menghilang.
Dimas langsung bersiap-siap untuk pergi keclub malam ini. Setelah siap dia langsung pergi tanpa memberitahu Reno terlebih dahulu karena dia sudah tertidur.
__ADS_1
Bersambung...