
Xiao Linho menjelaskan maksut kedatangannya ke Aliansi Hitam Wungzo, ia ingin menyewa beberapa kultivator terbaik yang dapat membantunya untuk melawan seseorang saat di pertandingan. Mendengar apa yang dikatakan Xiao Linho membuat beberapa ketua Aliansi Hitam Wungzo merasa keheranan dengan siapa tuan muda Linho akan bertarung bukankah ia adalah putra dari seorang panatua siapa yang berani untuk melawannya.
"Siapa yang ingin kau lawan tuan muda Xiao Linho?." ucap Lin Yang, ia penasaran siapa orang yang berhasil memojokkan Xiao Linho hingga meminta bantuan pada aliansi hitam.
"Apakah tuan muda telah menyinggung seorang leluhur yang hebat?." tanya Wingzo yang mengira bahwa Xiao Linho telah menyinggung seorang leluhur yang sangat kuat sehingga ia tak mampu melawannya sendiri.
Xiao Linho menundukkan kepalanya ia sangat malu jika harud mengatakan bahwa yang ingin ia lawan adalah seorang gadis yang masih sangat muda, dan gadis itu berhasil membunuh ayahnya. Mungkin saja setelah ia mengatakan hal itu Aliansi Hitam Wunzo tak akan membantunya untuk menjaga nama baik mereka, untuk itu Xiao Linho tengah memikirkan sebuah alasan logis agar ia mendapatkan bantuan.
"Saya telah menyinggung seorang kultivator tingkat dewa tahap awal, saya tak mampu melawannya namun saya yakin aliansi Hitam Wunzo memiliki beberapa kultivator yang dapat membantu saya." ucap Xiao Linho ia merasa lega karna mendapatkan sebuah alasan yang sangat baik.
Para ketua Aliansi Hitam Wungzo tampak sedang berdiskusi sejenak, sebagai aliansi hitam terbesar yang ada di dunia atas tentu saja mereka tak bisa membantu sembarangan orang. Xiao Linho memberikan dua kantung besar berisi koin emas itu adalah bayaran awal yang Xiao Linho berikan jika misinya berhasil pemuda itu akan memberikan bayaran tambahan. Dengan bayaran yang sangat menggiurkan tentu saja para ketua Aliansi Hitam Wunzo bersedia membantu Xiao Linho.
"Baiklah kami akan mengirim sepuluh kultivator terbaik untuk membantu tuan muda." ucap Lin Yang.
Saat ini Xiao Linho menuju salah satu kamar tamu yang ada di paviliun, selain itu para ketua Aliansi Hitam Wunzo pergi kesebuah ruangan khusus untuk bertemu dengan pemimpin mereka yaitu Wungzo Yu. Wungzo Yu memiliki masa lalu yang cukup kelam ia adalah salah satu kultivator tingkat dewa yang gagal mengikuti ujian untuk menjadi dewa sehingga ia sangat kecewa dan membentuk sebuah aliansi hitam untuk membalaskan dendamnya. Singkatnya Aliansi Hitam Wunzo bukanlah aliansi hitam biasa, aliansi ini memiliki orang orang hebat yang ada di belakangnya.
"Salam pada pemimpin." ucap semua ketua ketika melihat seorang pria yang sedang duduk di sebuah singgasana yang mewah bagaikan seorang kaisar.
"Saya terima salam kalian." ucap Wungzo Yu yang menatap para pengikutnya dengan tatapan tajam.
"Kami ingin melaporkan tentang kedatangan Tuan Muda Xiao Linho ke aliansi, ia meminta bantuan untuk melawan seorang kultivator tingkat dewa awal." ucap Wingzo yang menyampaikan apapun yang terjadi hari ini.
Wungzo Yu tampak berfikir sejenak kemudian ia tersenyum tipis sebuah senyuman yang tampak tak biasa, ia meminta pada para ketua untuk menyiapkan dua puluh kultivator tingkat dewa awal yang ada di Aliansi Hitam Wunzo. Para ketua segera pergi dari ruangan khusus itu mereka akan menyiapkan para kultivator unggul yang ada di Aliansi Hitam Wunzo.
"Sepertinya hal yang menyenangkan akan terjadi, bagaimana bisa aku melewatkannya." ucap Wungzo Yu yang sepertinya menginginkan sesuatu yang lebih dari pertarungan kali ini. Namun pria itu tak akan pernah menyangka apa yang akan terjadi pada dua puluh kultivator terbaik yang ia kirim untuk membantu Xiao Linho.
Hari berjalan dengan begitu cepat malampun berganti menjadi pagi saat ini Klan Xiao yang ada di dunia atas sedang dalam kondisi yang sangat ramai bahkan ada beberapa orang dari luar klan yang ingin menyaksikan pertandingan antara Xiao Linho dengan seorang nona muda yang kabarnya sangat kuat dan begitu hebat. Beberapa anggota Kerajaan Zu Long juga datang untuk mendukung Xiao Ziya apalagi kedua pangeran yang ingin mendekati Xiao Ziya.
Saat semua orang sudah berkumpul begitupun dengan Xiao Linho dan dua puluh kultivator tingkat dewa awal yang pemuda itu sewa, tinggal satu orang yang belum datang yaitu Xiao Ziya sepertinya gadis itu masih menyelami mimpi indahnya.
"Dimana nona Xiao Ziya mengapa ia belum datang?." tanya Xiao Minzo yang sedang menengok kesana kemari untuk mencari keberadaan Xiao Ziya.
"Sepertinya nona Ziya masih tidur di kamarnya." ucap Xiao Wunglin yang menebak bahwa gadis yang mereka tunggu tunggu sedang bersantai di dalam kamarnya seperti tak akan terjadi apapun.
"Sialan apakah gadis itu sedang mempermainkanku dimana ia sekarang!!." ucap Xiao Linho yang terlihat sangat marah karna merasa dipermainkan oleh Xiao Ziya, gadis itu memberikannya kesempatan untuk bertanding dan membawa beberapa orang untuk membantunya namun mengapa gadis itu belum tiba hingga sekarang.
"Biar aku yang menjemput nona Ziya." ucap Xiao Ningxu yang langsung berlari menuju kamar yang ditempati oleh Xiao Ziya.
Saat sampai di depan pintu kamar Xiao Ningxu tampak bingung, ia tak tega jika harus membangunkan Xiao Ziya dengan paksa namun jika gadis itu tak segera bangun maka Xiao Linholah yang akan menjadi pemenanf dari pertandingan itu. Xiao Ningxu menghela nafasnya panjang dan mencoba untuk mengumpulkan keberanian, gadis itu mengetuk pintu kamar Xiao Ziya dengan cukup keras. Xiao Ziya yang saat itu sedang terlelap dalam mimpi merasa terusik, ia bangun dari tempat tidurnya dan melihat siapa yang berai mengganggunya yang sedang tidur.
"Apa yang jiejie lakukan di sini saya ingin tidur mengapa Ningxu jiejie membangunkan saya?." tanya Xiao Ziya yang sepertinya benar benar lupa jika hari ini ia akan bertanding dengan Xiao Linho.
"Bukankah nona ingin bertanding dengan Xiao Linho mengapa nona masih bersantai di kamar." ucapan Xiao Ningxu membut Xiao Ziya terkejut, bagaimana bisa gadis itu lupa dengan apa yang ia katakan semalam.
Xiao Ziya menepuk jidatnya pelan ternyata ia telah melupakan sesuatu yang sama sekali tidak penting untuknya. Gadis itu bangkit dari tempat tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian ia menggunakan salah satu seragam resminya sebagai Master dari Akademi Kekaisarsn Qiyu. Setelah selesai bersiap Xiao Ziya pergi menemui Xiao Ningxu yang tengah cemas menunggunya di dalam kamar.
__ADS_1
"Mari kita pergi ke tempat pertandingan." ucap Xiao Ziya yang menarik tangan Xiao Ningxu pelan.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju lapangan utama Klan Xiao, sedangkan suasana di lapangan Klan Xiao sedikit kacau karna Xiao Linho terus terusan berteriak memanggil nama Xiao Ziya sepertinya pemuda itu sudah sangat tak sabar untuk menjemput ajalnya.
"Sialan apakah gadis itu benar benar mempermainkanku!!." triak Xiao Linho dengan wajah memerahnya.
Tiba tiba saja dari arah lain lapangan utama Klan Xiao berhembus angin yang cukup kencang, beberapa orang yang sedang menunggu pertandingan dimulai juga hampir terbawa oleh angin itu. Saat suasana sedikit tenang terlihat seorang gadis yang tengah berjalan menuju area pertandingan, dengan mata merah menyalanya Xiao Ziya menatap ke arah Xiao Linho yang sedang gemetaran.
"Kau datang terlambat, apakah kau sengaja mempermainkanku gadis sialan!!!." triak Xiao Linho pada Xiao Ziya, pemuda itu sedang menjaga harga dirinya dihadapan banyak orang. Sedangkan dua puluh kultivator tahap dewa awal yang ia sewa merasa keheranan karna lawan dari Xiao Linho hanyalah seorang gadis yang masih sangat muda.
"Maaf saya lupa jika akan bertanding dengan anda." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datarnya namun sangat menakutkan.
"Bilang saja kau takut melawanku sehingga menunda nunda kedatanganmu." ucap Xiao Linho dengan tawanya yang sangat keras, namun Xiao Ziya tak peduli dengan apa yang pemuda itu lontarkan.
"Sampah tak pernah penting bagiku." ucap Xiao Ziya dengan singkat namun dapat membuat pemuda yang ada di hadapannya itu terdiam seribu bahasa.
Xiao Linho meminta pada dua puluh kultivator tingkat dewa yang ia sewa untuk naik keatas arena, para penonton yang tak tahu menahu tentang peraturan dalam pertandingan itu tentu saja merasa sangat terkejut. Mengapa untuk melawan seorang gadis yang tampak lemah Xiao Linho sampai menyewa kultivator dengan tingkatan yang cukup tinggi.
"Hey tuan muda Xiao Linho apakah anda seorang pengecut sehingga membawa dua puluh kultivator tingkat dewa awal untuk melawan gadis muda itu." ucap Shen Xuze putra ketua kedua Klan Shen baginya sangat tak masuk akal jika Xiao Linho melakukan hal serendah itu.
"Diamlah kau tak tau semenakutkan apa gadis itu." ucap Xiao Linho yang membela diri, jika ia melawan Xiao Ziya sendirian maka dapat dipastikan ia akan mati dalam kurun waktu sepuluh menit itulah yang ada dalam otak Xiao Linho.
"Pertandingan kali ini adalah pertandingan hidup dan mati, saya tak peduli dengan identitas dua puluh kultivator yang anda sewa." ucap Xiao Ziya yang ingin memulai pertandingan ia tak ingin menyia nyiakan waktunya yang sangat berharga untuk meladeni pemuda gila seperti Xiao Linho.
Bagi penonton yang tak mengetahui latar belakang dan kekuatan yang dimiliki Xiao Ziya pertandingan yang sedang berlangsung saat ini sangatlah tak adil bagi gadis muda itu, namun bagi para ketua Klan Xiao yang ada di dunia atas pertandingan kali ini cukup seimbang karna Xiao Ziya bukanlah gadis biasa yang dapat diremehkan.
"Baiklah kalian yang memaksa saya dan saya tak ingin mati konyol di sini." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan pedang hitamnya dari dalam cincin semesta.
Sebuah pedang dengan aura hitam pekat yang sangat menakutkan, sepuluh kultivator yang hendak menyerang Xiao Ziya cukup terkejut karna gadis yang akan mereka lawan sepertinya memiliki latar belakang yang tak biasa.
"Jurus seribu pedang tahap kedua." ucap Xiao Ziya yang langsung mengeluarkan sebuah jurus untuk melawan sepuluh kultivator tingkat dewa yang ada di hadapannya.
Seribu pedang muncul di atas langit, seribu pedang dengan aura yang sama dengan pedang hitam yang digenggam oleh Xiao Ziya. Aura membunuh yang begitu pekat dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di sana, sepuluh kultivator tingkat dewa awal sedang membuat sihir pelindung namun prisai berwarna emas yang terbentuk diatas mereka pecah begitu saja karna tak kuat menahan kehebatan jurus milik Xiao Ziya.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi." ucap salah seorang dari kultivator yang disewa oleh Xiao Linho. Seribu pedang berwarns hitam turun dari langit dan menghujam tubuh kesepuluh kultivator itu hingga mereka mati mengenaskan. Sepuluh kultivator yang masih tersisa merasa sedikit takut karna sepuluh rekan mereka mati tanpa perlawanan.
"Kau bagaimana bisa kau membunuh mereka dengan mudah." ucap Xiao Linho yang hampir saja terjatuh karna tak bisa menerima apa yang baru saja ia lihat.
"Memangnya kenapa? mereka belum layak untuk melawanku." ucap Xiao Ziya dengan dingin. Sepuluh kultivator yang tersisa mengeluarkan pedang mereka dan membentuk sebuah formasi sihir, melihat apa yang sedang mereka lakukan membuat Xiao Ziya tersenyum tipis.
"Sihir kuno amarah sang naga." ucap kesepuluh kultivator secara bersamaan kemudian mereka menggambar sebuah pola yang cukup rumit menggunakan pedang yang ada dalam genggaman. Sebuah cahaya berwarna merah yang cukup menyilaukan keluar dari pola itu kemudian seekor naga berwarna merah darah muncul. Semua mata mengarah pada naga itu.
"Hari ini adalah hari kematianmu Xiao Ziya." ucap Xiao Linho yang sangat yakin bahwa ia bisa menang melawan Xiao Ziya.
"Bagaimana ini, jangan sampai nona Ziya terluka." ucap Xiao Minzo yang sangat cemas dengan keselamatan Xiao Ziya.
__ADS_1
"Jika gadis itu mati di sini kita tak akan sanggup melawan kemarahan Raja Zeus." ucap Raja Zu Fengzo yang tak ingin melihat kerajaanya hancur hanya karna ulah Xiao Linho yang memiliki dendam pada Xiao Ziya.
"Ah jadi ini binatang sihir yang kalian panggil seekor naga merah, lumayan." ucap Xiao Ziya dengan spontan saat semua orang sedang khawatir tentang keselamatannya ia malah terlihat biasa biasa saja.
"Kau pasti merasa sangat ketakutan." ucap salah seorang dari sepuluh kultivator yang tersisa mereka merasa sangat puas karna memiliki kartu As yang membuat Xiao Ziya merasa takut.
"Saya takut pada kalian? kalian kira hanya kalian yang memiliki naga?." ucap Xiao Ziya dengan senyum meremehkan, ia meminta pada Mokuzo sang naga hitam miliknya yang merupakan binatang iblis yang memiliki tingkatan rahasia untuk keluar dari cincin semesta.
Dengan senang hati Mokuzo keluar, seekor naga berwarna hitam dengan aura yang bahkan mengalahkan Raja Zu Fengzo membuat semua orang yang ada di sana merasa ketakutan. Naga merah yang tadinya berdiri dengan angkuh kini juga menundukkan kepalanya.
"Siapa yang ingin mengusik ketenangan nona muda saya." ucap sang naga hitam yang membuat Xiao Linho dsn sepuluh kultivator tingkat dewa awal itu ingin pingsan, bagaimana bisa Xiao Ziya memiliki banyak hal yang sangat luar biasa.
"Bereskan naga merah itu untukku." ucap Xiao Ziya pada naga hitam miliknya, tentu saja Mokuzo akan melakukan apapun yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
"Baik nona." ucap sang naga hitam yang kini mulai menyerang sang naga merah dengan berutal, perbedaan kekuatan yang sangat jauh membuat sang naga merah tak dapat melakukan perlawanan apapun. Sedangkan saat ini Xiao Ziya mengangkat tinggi pedang hitam miliknya kemudian melesat dengan cepat ke arah sepuluh kultivator tingkat dewa awal yang ada di hadapannya. Sempat terdengar beberapa suara dentingan pedang namun beberapa saat kemudian suasana menjadi sangat hening.
Xiao Linho dan penonton yang lain kebingungan namun beberapa detik setelahnya terlihat sepuluh kepala yang menggelinding di atas arena dengan darah yang berceceran dimana mana. Dua puluh kultivator tingkat dewa awal yang Xiao Linho sewa dari aliansi hitam Wunzo mati begitu saja, ternyata bantuan yang ia bawa belum cukup untuk mengalahkan seorang gadis bernama Xiao Ziya.
"Jadi kau ingin mati dengan cara seperti apa?." tanya Xiao Ziya sembari memasukkan naga hitamnya kedalam cincin semesta karna naga merah yang dipanggil oleh sepuluh kultivator itu juga mati.
"Kau pasti meminta bantuan pada iblis untuk melakukannya." ucap Xiao Linho yang tak ingin mengakui kekalahannya, pemuda itu berniat untuk mencemarkan nama baik Xiao Ziya.
"Mengapa saya harus meninta bantuan para iblis?." tanya Xiao Ziya dengan seringai yang sangat menakutkan.
"Tentu saja bagaimana mungkin gadis yang masih berusia dua belas tahun memiliki kekuatan yang sangat hebat." ucap Xiao Linho yang membuat semua orang berfikir dengan keras karna apa yang dikatakan pemuda itu cukup masuk akal.
"Mengapa saya harus meminta bantuan iblis jika saya adalah ratu mereka." ucap Xiao Ziya dengan mata merah menyala dan rambut yang terbakar api berwarna merah.
Semua orang yang ada di sana merasakan aura agung yang sangat besar keluar dari tubuh Xiao Ziya dengan spontan tubuh mereka merespon dengan cara berlutut di hadapan Xiao Ziya.
"Bagaimana bisa kita memenangkan hati seorang gadis yang begitu hebat?." ucap Pangeran Zu An yang ingin menyerah untuk mendapatkan Xiao Ziya, sepertinya seorang putra kaisarpun tak akan bisa membuat hati gadis itu tertarik.
"Ayah nona Xiao Ziya terlalu tinggi untuk digapai." ucap Pangeran Zu Nunho yang juga menyerah untuk mendapatkan Xiao Ziya. Raja Zu Fengzo melihat ke arah kedua putranya sepertinya apa yang mereka katakan benar tak akan baik jika memaksakan kehendaknya karna Xiao Ziya bukanlah gadis yang dapat ia singgung.
"Dengan cara apa kau ingin mati tuan muda Xiao Linho?." tanya Xiao Ziya sekali lagi pada Xiao Linho namun tak ada jawaban dari pemuda itu, ia belum ingin mati namun ia telah menyinggung orang yang salah.
"Baiklah maka saya yang akan memilihkan sebuah cara, terbakarlah." ucap Xiao Ziya.
Seketika tubuh Xiao Linho diselimuti api hitam yang membakarnya, pemuda itu berteriak kesakitan namun tak ada seorangpun yang berani membantu karna membantu Xiao Linho sama dengan melawan Xiao Ziya.
"Ini adalah peringatan untuk kalian semua." ucap Xiao Ziya kemudian gadis itu menghilang dari hadapan semua orang.
**Hai hai semua author up lagi nih, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share.
Jadi hari ini tanggal 03 Mei 2021 author ulang tahun yang ke 20 tahun yey yuhuuu**.
__ADS_1