
Ratu Min Xunzi tersenyum saat mendengar perkataan dari kakak perempuannya itu, entah ini sebuah kabar gembira ataupun kabar sedih karna sang kakak mengingat Xiao Ziya adalah putri kandungnya saat Xiao Ziya dalam kondisi kritis seperti sekarang ini. Ratu Min Xunzi meminta beberapa prajurit Kerajaan Bulan menyediakan tempat untuk para prajurit Kerajaan Bintang Timur yang ikut dalam rombongan tersebut, setelahnya Ratu Min Xunzi mengantar anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur untuk masuk ke dalam istana dan melihat sendiri kondisi Xiao Ziya. Saat itu Pangeran Jongsu Zu dan Putri Beiling Zu merasa bahwa suhu yang ada di dalam Istana Bulan lebih dingin daripada bagian luarnya, rasa dingin yang mereka berdua rasakan sangat tidak biasa.
"Apakah Istana Kerajaan Bulan selalu dalam suhu dingin seperti ini?." tanya Putri Beiling Zu dengan tatapan penuh tanya. Meskipun musim salju datang Istana Kerajaan Bintang Timur akan selalu terasa hangat, bulan ini masih musim kemarau dan Istana Kerajaan Bulan sudah se dingin ini.
"Istana Kerajaan Bulan tak pernah seperti ini sebelumnya, setelah melihat kondisi Xiao Ziya kalian akan mengerti." jawab Ratu Min Xunzi dengan singkat.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di ruang kesehatan yang ditempati oleh Xiao Ziya, bagian depan ruangan itu memancarkan aura dingin yang sangat luar biasa. Ratu Min Xunzi membuat sihir pelindung yang menutupi tubuhnya serta anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur yang berada di belakang wanita itu, Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu tak mengerti mengapa untuk membuka sebuah ruangan sampai membuat Min Xunzi melapis tubuh mereka dengan sihir pelindung.
Ratu Min Xunzi membuka ruang kesehatan dan seketika semburan aura dingin menghantam mereka semua, Ratu Junyi Zu menatap ke seorang gadis yang tengah berbaring di sebuah ranjang yang telah membeku. Ratu Junyi Zu berlari masuk ke dalam ruangan itu, ia menghiraukan kehadiran Ziloz dan Meizu yang sedang menjaga tubuh Xiao Ziya. Ratu Junyi Zu memeluk tubuh putrinya yang terasa sangat dingin itu, apa yang telah terjadi pada putrinya? mengapa biasa sampai seperti ini? masih banyak lagi pertanyaan di dalam kepala wanita itu.
"Ibu datang nak, ibu datang." ucap Ratu Junyi Zu dengan suara yang bergetar, ia tak bisa menahan tangisnya karna harus melihat Xiao Ziya dalam kondisi seperti ini.
"Bangunlah putriku, bukankah kau sangat merindukan ibu?. Sekarang ibu sudah ada di sini, ibu akan menghabiskan waktu dengan mu." bisik Ratu Junyi Zu di telinga Xiao Ziya. Ratu Junyi Zu berharap ada sebuah keajaiban yang membuat putrinya bangun.
Putri Beiling Zu masih berdiri di ambang pintu masuk ruang kesehatan, tubuhnya terasa sangat lemas dan tak mampu untuk melangkah ke dalam. Adik tiri yang sangat ia sayangi saat ini dalam kondisi tragis, meski mereka belum lama saling mengenal satu sama lain namun Xiao Ziya satu satunya adik tiri yang kehadirannya diakui oleh Putri Beiling Zu. Pangeran Jongsu Zu berdiri cukup jauh dari ranjang tempat tubuh Xiao Ziya dibaringkan, jadi suhu dingin yang sempat ia rasakan saat pertama kali masuk ke dalam Istana Kerajaan Bulan berasal dari tubuh Xiao Ziya.
"Wajahnya sangat pucat." gumang Pangeran Jongsu Zu, hatinya terasa sangat sakit saat melihat keadaan Xiao Ziya yang sekarang. Rambut hitam gadis itu juga berubah warna menjadi putih, bukan hanya itu saja bulu mata dan alis Xiao Ziya juga menjadi putih padahal hal itu belum terjadi semalam.
"Apa yang terjadi pada Nona Muda Xiao Ziya hingga keadaannya separah ini?." tanya Raja Yongling Zu, akhirnya ia mengerti mengapa sang istri tiba tiba menangis semalaman tanpa alasan yang jelas.
Ternyata hubungan batin antara Ratu Junyi Zu dan Xiao Ziya mulai terhubung, karna kondisi Xiao Ziya sedang kritis maka Ratu Junyi Zu merasa cemas secara tiba tiba dan terus menangis sambil memanggil manggil nama Xiao Ziya.
"Ini semua untuk kebaikan semua orang, dia mengorbankan dirinya untuk keselamatan banyak orang." jawab Ratu Min Xunzi dengan tangan yang mengepal kuat, kedatangan Penguasa Agung ke Dunia Manusia Abadi disebabkan oleh Yie Gu dan Yie Weinje jadi kedua orang tua itulah yang harus bertanggung jawab atas kondisi Xiao Ziya saat ini.
"Saya tak mengerti dengan apa yang Anda ucapkan." jawab Raja Yongling Zu dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
"Anda pasti pernah mendengar sosok bernama Penguasa Agung, Xiao Ziya berhasil mengalahkannya namun kondisinya sekarang menjadi seperti ini. Tak ada yang tau kapan gadis itu akan bangun atau berapa lama tubuhnya bisa bertahan dengan aura sedingin ini." ucap Ratu Min Xunzi, ia menatap pilu ke arah tubuh Xiao Ziya yang semakin pucat.
"Saya dan Meizu berusaha menghangatkan tubuh Nona Xiao Ziya menggunakan sihir api namun api milik kami padam begitu saja. Aura dingin yang terus menerus keluar dari tubuh Nona Muda Xiao Ziya berada di tingkatan yang tinggi." ucap Ziloz dengan tatapan pasrah, tak banyak yang bisa ia lakukan untuk Xiao Ziya. Ziloz berharap Xiao Ziya bisa bertahan dan pulih kembali.
"Terimakasih telah berusaha menghangatkan tubuh keponakan saya, kita hanya bisa menaruh harapan pada Xiao Ziya. Jika gadis itu mampu melalui semua ini maka ia akan segera bangun." jawab Ratu Min Xunzi dengan senyuman tipis.
Di tempat lain saat ini Zu Junyang dan Zu Genzi sudah berada di rumah milik orang tua Zu Genzi. Mereka berempat berkumpul di perpustakaan yang ada di dalam rumah itu, Zu Genzi menatap ke arah ayah dan ibunya dengan tatapan bingung karna tak tau harus menjelaskan mulai dari mana permasalahan yang sedang mereka alami saat ini.
"Katakanlah apa yang membuat kalian kembali secepat ini? ayah rasa Nona Muda Xiao Ziya memperlakukan kalian berdua dengan sangat baik." tanya Zu Yangha, ia sedang meminta penjelasan pada putra dan juga keponakannya.
"Saat ini Nona Ziya sedang dalam kondisi kritis setelah berhasil mengalahkan Penguasa Agung, beberapa energi saling bertabrakan di dalam tubuh Nona Xiao Ziya. Ada satu energi yang sangat dominan dan membuat perubahan pada tubuh Nona Xiao Ziya." jelas Zu Junyang pada paman dan bibinya.
"Energi dingin?." tanya Zu Aoai secara spontan, jika seseorang memiliki beberapa jenis energi ataupun kekuatan makan yang akan dominan adalah enegi dingin.
"Bagaimana ibu bisa mengetahui hal itu? apakah pernah ada kasus seperti ini sebelumnya?." tanya Zu Genzi dengan rasa penasaran yang menyelimuti hatinya, ia berharap akan menemukan solusi untuk memulihkan kondisi Nona Muda Xiao Ziya.
"Saya yakin bahwa nona Xiao Ziya adalah seorang kultivator yang biasa menggunakan senjata spiritual berupa pedang, selain itu Nona Ziya memiliki kemampuan untuk menggunakan sihir beberapa elemen seperti air, api, ataupun es. Saat melawan Penguasa Agung dengan kekuatan satu tingkat di atas dirinya pasti Nona Muda Xiao Ziya mengeluarkan dan memaksakan untuk menggunakan semua energi qi dan mana sihir yang ia miliki untuk mengalahkan sosok Panguasa Agung itu." jelas Zu Aoai pada putranya dan juga keponakannya.
"Lalu mengapa saat ini tubuh Nona Muda Xiao Ziya terasa sangat dingin?." tanya Zu Genzi dengan tatapan serius, tubuh manusia tak akan bertahan lama jika terus menerus mengeluarkan aura dingin seperti itu.
"Biasanya aura dingin akan berusaha melindungi tuannya dari energi panas ataupun energi lain yang ingin menguasai tubuh tuannya itu. Manusia dengan tingkat kemampuan seperti Nona Ziya bisa bertahan dalam waktu beberapa tahun meski tubuhnya dilapisi es tebal sekalipun, namun bentrokan antara energi panas akan membuat dantian Nona Ziya hancur saat salah satunya berhasil menguasai tubuh Nona Ziya." jelas Zu Aoai pada putranya.
"Di dunia ini ada dua alam yang saling bertentang energinya, kedua alam itu adalah Alam Neraka dan Alam Dewa Dewi. Bagaimana jika kasusnya Nona Ziya adalah calon pemimpin Alam Neraka dan memiliki status sebagai Dewi Agung. Sebelum pergi ke sini saya telah menanyakan hal hal pribadi tentang Nona Muda Xiao Ziya pada Ratu Min Xunzi." ucap Zu Genzi dengan tatapan serius.
Zu Aoai membelalakkan matanya dengan lebar, mengapa putranya tak mengatakan hal itu sejak awal. Jika begitu kemungkinan besar saat pertarungan melawan Penguasa Agung, ada ledakan energi yang terjadi di dalam tubuh Xiao Ziya dan membuatnya naik beberapa tingkatan sekaligus dengan begitu maka akan terjadi ketidakseimbangan energi dan juga aura yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya.
__ADS_1
"Baiklah sebaiknya kita segera pergi ke tempat Nona Ziya sekarang, ibu sudah menemukan cara untuk menormalkan kembali semua energi dan aura yang saling berbenturan di dalam tubuhnya." ucap Zu Aoai yang akan pergi bersama Zu Junyang dan Zu Genzi menuju tempat Xiao Ziya berada saat ini.
"Ibu akan pergi ke sana?. tanya Zu Genzi dengan tatapan bingung, mengapa ibunya juga akan ikut ke Kerajaan Bulan?. Apakah cara yang dikatakan oleh ibunya itu hanya bisa dilakukan oleh ibunya sendiri?.
"Jangan terlalu banyak bertanya, kita harus segera pergi ke sana dan membantu Nona Muda Xiao Ziya. Suamiku tolong siapkan beberapa bahan yang diperlukan." ucap Zu Aoai yang langsung pergi dari perpustakaan menuju sebuah ruang rahasia yang ada di rumah itu. Zu Yangha juga pergi dari perpustakaan untuk menyiapkan alat dan bahan bahan yang diperlukan oleh sang istri nanti.
Kini yang tersisa hanyalah Zu Junyang dan Zu Genzi, keduanya saling bertatapan satu sama lain karna mereka tak tau harus melakukan apa sekarang ini selain menunggu kedua orang tua Zu Genzi selesai membuat persiapan. Di sisi lain beberapa orang sudah keluar dari ruang kesehatan yang ada di Istana Kerajaan Bulan karna mereka tak tahan dengan aura dingin yang terus keluar dari tubuh Xiao Ziya. Ratu Junyi Zu tetap memeluk tubuh Xiao Ziya dengan erat meskipun bibirnya mulai pucat karna aura dingin yang semakin menggila, Ziloz dan Meizu menyarankan agar ibu dari Nona Muda Xiao Ziya segera pergi dari ruangan itu dan kembali lagi saat suhu tubuhnya sudah normal.
"Sebaiknya Anda keluar sekarang jika tidak Anda akan jatuh sakit, Nona Xiao Ziya akan sangat sedih jika mengetahui ibunya sakit." ucap Ziloz dengan suara lembut agar tak menyinggung perasaan wanita yang ada di depannya itu.
"Saya tak peduli dengan apa yang akan terjadi pada diri saya, yang terpenting putri saya harus segera bangun." jawab Ratu Junyi Zu, wanita itu sangat keras kepala dan tak ingin mendengar perkataan dari siapapun.
"Sebaiknya Anda tak egois Nyonya, Nona Xiao Ziya tak akan sembuh meskipun Anda memeluknya seharian. Lebih baik Anda keluar dan mencari sebuah cara untuk menyembuhkan putri Anda." ucap Meizu dengan nada bicara yang sangat ketus, kata kata dari anak Dewa Agni sangat menyakitkan dan membuat Ratu Junyi Zu menatapnya dengan tatapan tajam.
"Ya kau benar putriku tak akan sembuh jika aku hanya memeluknya saja. Kuat kan dirimu putriku, ibu akan mencari cara untuk menyembuhkan mu." ucap Ratu Junyi Zu, ia mencium kening Xiao Ziya dan langsung keluar dari ruang kesehatan.
Setelah ibu Xiao Ziya keluar dari ruang kesehatan, Ziloz dan Meizu dapat bernafas dengan lega. Apa yang harus mereka katakan pada Ratu Min Xunzi nanti jika tiba tiba wanita itu membeku dan berubah menjadi bongkahan es. Ziloz dan Meizu akan tetap berada di sana hingga orang tua mereka kembali lagi, sebagai anak dari Dewa Hiloz dan Dewa Agni tubuh keduanya sangat tahan dengan aura dingin.
Saat ini Ratu Min Xunzi sedang mengarahkan anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur untuk beristirahat terlebih dahulu di beberapa kamar yang sudah disediakan untuk mereka. Mungkin rombongan dari Kerajaan Bintang Timur akan tinggal sampai kondisi Xiao Ziya membaik, itulah yang terbersit di dalam fikiran Ratu Min Xunzi.
"Kalian beristirahatlah, kami akan menjaga Nona Xiao Ziya dengan baik." ucap Ratu Min Xunzi dengan senyuman lebar, yang ia harapkan saat ini adalah kedatangan Xiao Cunyu.
Meskipun Xiao Ziya dilahirkan oleh kakaknya namun tak ada yang bisa merubah fakta bahwa gadis itu tumbuh dan di besarkan oleh ayahnya sendiri. Ikatan antara Xiao Ziya dengan Xiao Cunyu lebih besar daripada ikatan antara Xiao Ziya dengan Ratu Junyi Zu. Setidaknya dengan kehadiran Xiao Cunyu di sini bisa memberikan kehangatan pada Xiao Ziya.
"Segeralah datang kakak ipar karna putrimu sangat membutuhkan kehadiran mu sekarang." gumang Ratu Min Xunzi kemudian ia langsung pergi ke dapur untuk meminta para pelayan istana memasak dalam jumlah yang banyak.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, follow juga ig author ya guys. Vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.