
Wawa memberitahu Fadil, Ariel dkk, Sarah dan Santi tentang Hermione yang dirawat dirumah sakit saat istirahat.
"Dirumah sakit mana?" tanya Ariel.
"Oh iya lupa nanya tapi rumah sakit yang arahnya kerumah aku cuman rumah sakit xxx" ucap Wawa.
"Iya kak Dara dirawat disana diruang icu" ucap Reno.
"Lo tau kok gak bilang?" tanya Fadil.
"Baru kemarin taunya" jawab Reno.
"Sakit apa?" tanya Dani.
"Keracunan" jawab Reno dan Wawa.
"Kita jenguk pulang sekolah" ucap Ariel.
Pulang sekolah Reno memberitahu Dimas tidak usah menjemputnya karena dia akan pulang bersama Fadil, mereka pergi kerumah sakit bersama tanpa pulang kerumah terlebih dahulu.
Sesampainya dirumah sakit mereka langsung masuk kedalam tapi sebelum itu mereka menanyakan kepada resepsionis terlebih dahulu Hermione dirawat diruang mana takutnya sudah dipindahkan.
"Pasien atas nama Dara dirawat dimana ya?" tanya Ariel.
"Diruang icu mas, kalau boleh tau kalian siapa kenapa bertanya tentang nona Dara?" tanya resepsionis.
"Ariel" jawab Ariel, resepsionis itu mencari nama Ariel dibuku apakah boleh menjenguk Hermione atau tidak.
"Disini yang bernama Ariel tidak ada mas" ucap resepsionis.
"Reno" ucap Reno.
"Sama disini juga tidak ada, maaf kalian tidak diizinkan masuk" ucap resepsionis itu, mereka menyebut nama satu persatu tapi tidak ada yang terdaftar dinama yang boleh menjenguk Hermione.
"Dimas" ucap Dimas yang baru sampai, yang lain langsung melihat kearah suara.
"Dimas tunangan nona Dara anda boleh masuk, sudah ditunggu sedari tadi" ucap resepsionis. Fadil, Ariel dkk dan Sarah dkk terkejut mendengar tunangan.
"Mereka teman saya mbak" ucap Dimas melihat kearah Reno dan yang lainnya.
"Apa sudah diizinkan masuk oleh tuan Andre atau yang lain?" tanya resepsionis.
"Sudah mbak tadi ada telpon saya" jawab Dimas.
"Bukan telpon sih tapi lewat batin" batin Dimas.
"Oh kalau begitu kalian juga boleh masuk" ucap resepsionis.
"Terima kasih" ucap mereka. Mereka semua berjalan kearah icu, didepan ruang icu masih ada 2 penjaga yang berjaga disana dengan posisi berdiri tegak.
"Astaga kalian gak capek dari kemarin berdiri terus, sampai aku pulang jam 3 subuh saja kalian masih berdiri" ucap Dimas merentangkan tangannya, penjaga itu memeriksa tubuh Dimas takutnya ada membawa senjata atau semacamnya.
"Tidak" jawab salah satu penjaga tanpa ekspresi, dia mencium aura mereka semua apakah musuh atau bukan tapi masih dengan posisi berdiri tegak sedangkan yang satunya lagi memeriksa tubuh mereka.
__ADS_1
Dimas menggelengkan kepala pelan setelah diperiksa dia langsung masuk meninggalkan yang lain diluar, yang lain bergantian diperiksa.
"Kenapa harus diperiksa sih kami bukan orang jahat?" ucap Fadil sedikit takut.
"Banyak musuh didalam selimut" ucap 2 penjaga kompak tanpa ekspresi. Yang lain bergidig ngeri, setelah selesai mereka semua masuk.
"Detak jantungnya udah sedikit membaik gak lemah lagi" ucap Dela saat melihat EKG.
"Ini mungkin karena Dimas yang jagain dia terus, mungkin ya kau jangan pede dulu Mas" ucap Julio.
"Biarin pede juga" ucap Dimas tersenyum melihat Hermione yang sudah membaik perlahan.
"Eh kalian" ucap Mona saat melihat Reno dan yang lainnya.
"Hehe iya" ucap Sani canggung.
"Kok kak Dara bisa keracunan?" tanya Ariel.
"Ya bisalah kalau gak hati-hati makan" ucap Drew.
"Hehe ini kami bawa buah" ucap Fadil menyimpan sekeranjang buah.
"Hmm makasih jadi ngerepotin" ucap Mona.
"Nggak kok" jawab Fadil.
"Duduk ngapain berdiri aja" ucap Iliana, mereka semua lalu duduk, Ariel melihat sekilas Hermione yang berbaring diranjang dengan wajah pucat. Reno masih sedikit takut karena mengetahui mereka iblis bukan manusia. Dimas setia duduk dikursi sebelah ranjang sambil memegang tangan Hermione.
"Kalian kemana aja selama ini?" tanya Sani berbasa-basi.
"Kapan pulang kesini?" tanya Dani.
"1 minggu yang lalu" jawab Julio asal.
"Kak Dara sakitnya kapan?" tanya Fadil.
"Aduh banyak tanya banget, dari 5 bulan yang lalu puas anda hah" batin Mona.
"2 hari yang lalu" jawab Mona.
"Nanya lagi aku buang kalian" batin Mona.
"Sabar" batin Andre dan yang lainnya.
"Ohh" mereka hanya menjawab oh saja.
Tiba-tiba detak jantung Hermione melemah, Dimas dan yang lainnya refleks berdiri lalu saling pandang kecuali Reno, Fadil, Ariel dkk dan Sarah dkk.
"Tuh kah sudahku bilang ini alatnya rusak" ucap Andre memukul EKG.
"Ngeselin sumpah jangan bikin jantung gue copot" ucap Andre.
"Rusaknya karena kau pukuli alat itu" ucap Drew.
__ADS_1
"Dokter dong, panggil dokter" ucap Iliana.
"Untung gak berasap" batin Andre.
"Iya benar kalau sampai berasap bisa ribet urusannya mana ada yang lain" batin Evan.
"Betul tu betul" batin Dela.
"Eh kalian panggil dokter untuk memeriksa keadaan Dara" ucap Drew kepada penjaga yang ada diluar.
"Baik" jawab mereka lalu pergi. Drew masuk keruangannya kembali.
"Dara jangan kayak gini cukup sekali detak jantungmu berhenti waktu kemarin aja sekarang jangan sampai terjadi" ucap Dimas.
"Dre gimana nih?" tanya Dimas sedikit panik.
"Jangan panik aku nanti ikut panik" ucap Andre.
"Dokternya lama banget sih, kayak ruangan dokter kesini dari Sabang sampai Merauke aja" ucap Evan.
"Jangan bercanda Van lagi dag dig dug ser nih" ucap Iliana. Dokter masuk kedalam ruangan.
"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga" ucap Mona bersyukur.
"Cepat periksa!" Mona berbicara sangat dingin.
"Ba baik" ucap dokternya langsung memeriksa kondisi Hermione, Dimas mundur sejajar dengan Andre dan yang lain.
"Keadaannya kembali memburuk" ucap dokter. Dimas dan para iblis saling pandang, sedangkan yang lain terdiam mematung mendengar keadaan Hermione makin buruk.
"Racun didalam tubuh nona Dara kembali menyebar" ucap dokter lagi.
"Dasar Phoenix dan Mawar sialan, aku akan pergi kesana" ucap Andre ingin pergi.
"Untuk apa?" tanya Dimas.
"Menanyakan obatnya mereka yang membuat racunnya mereka juga yang harus memiliki obatnya" ucap Andre langsung keluar ruangan.
"Keluar" perintah Drew kepada dokter.
"Sa saya permisi" dokternya langsung keluar dari ruangan karena takut.
"Emang keadaan Phoenix sama Mawar udah membaik?" tanya Iliana.
"Kemarin mereka sekarat gak tau sekarang mati kali" jawab Julio.
"Bagus deh kalau sekarat sekalian aja mati, sudah berani-beraninya ngeracunin Dara maka mereka harus terima akibatnya" ucap Mona menggepalkan tangannya. Yang belum tau masalah ini heran tapi mereka tidak mau bertanya karena keadaannya belum membaik.
"Kamu sudah janji tidak akan meninggalkanku Dara, cepat sembuh supaya kita semua bisa berkumpul seperti biasa" ucap Dimas mencium punggung tangan Hermione.
"Bener tuh kalau udah sembuh kita bisa emm apa ya? Bisa gitu deh pokoknya" ucap Dela. Drew menepuk keningnya.
"Dara gak kayak kemarin jadi aman" bisik Evan kepada Dimas.
__ADS_1
Bersambung...