
Setelah puas merendam wajah ketua bandit mawar hitam kedalam baskom berisi air panas Xiao Ziya menjambak rambut Zo Hijiyu kebelakang dan melihat bagaimana rupa wanita itu setelah direndam apakar raut wajah menjijikkanya itu sudah hilang ataukah belum.
"Ternyata wajahnmu tetap menyebalkan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman sinis. Zo Hijiyu merasa sangat marah namun tak ada hal lain yang bisa ia lakukan, tubuhnya sangat lemah karna merasa terkejut seumur hidupnya ini pertama kali ia diperlakukan seperti itu.
Sebagai anak yang selalu dimanja oleh ayah ibu beserta orang orang terdekatnya Zo Hijiyu tumbuh menjadi seorang gadis manja dan juga jahat ia sudah membunuh kedua saudara kandungnya menggunakan racun, orang tuanya tak menyalahkan wanita itu karna selama ini Zo Hijiyulah yang paling mereka sayang. Teman teman Zo Hijiyu juga sangat menghormatinya, tak ada yang berani memberikan tatapan sinis padanya.
"Kau adalah orang pertama yang memperlakukanku seburuk ini." ucap Zo Hijiyu yang masih lemas, mendengar perkataan wanita yang ia siksa membuat Xiao Ziya merasa sangat puas.
"Ternyata kau bukanlah serigala buas yang sedang menunjukkan taringnya, kau hanyalah seekor kelinci yang mencoba untuk menjadi binatang buas. Saya akan meberitau padamu seburuk apa hukum rimba yang ada di dunia ini." ucap Xiao Ziya yang melempar Zo Hijiyu keluar restoran karna ia tak ingin mengganggu pengunjung lain yang sedang menikmati makanan mereka.
Sulur sulur hitam yang mengikat tubuh anggota mawar hitam yang lain menggeliat mengikuti Xiao Ziya tanpa melepas ikatan mereka. Saat ini Zo Hijiyu sudah berada di luar restoran dengan wajah kesakitan karna saat dilempar tadi tubuhnya membentur batu besar yang ada di depan restoran itu.
"Uhuk uhuk uhuk gadis itu benar benar sulit untuk diatasi jika seperti ini nyawaku akan terancam." ucap Zo Hijiyu yang tak siap bila ia harus mati saat itu juga.
Xiao Ziya berjalan mendekati Zo Hijiyu kemudian berjongkok di hadapannya. Ia belum puas menyiksa wanita yang ada di hadapannya itu, Xiao Ziya yakin bahwa wanita itu sudah meracuni banyak orang hingga mereka mati jadi wanita yang ada di hadapannya itu juga harus merasakan bagaimana menunggu kematian dengan tubuh lemas dan tak berdaya. Xiao Ziya mengambil sebuah botol kecil di dalam cincin semestanya, sebuah botol dengan cairan berwarna merah darah. Setelah itu Xiao Ziya membuka mulut Zo Hijiyu dengan paksa kemudian meminunkan racun itu.
"Kau tak bisa meracuniku karna aku sudah kebal dengan segala jenis racun." ucap Zo Hijiyu yang merasa bangga karna ia tak bisa diracuni oleh siapapun, namun kali ini yang harus ia hadapi adalah Xiao Ziya gadis yang meminumkan racun iblis berumur ratusan tahun. Sebuah racun yang hanya di dapatkan di Kerajaan Neraka.
"Sambil menunggu kematianmu bagaimana jika kau melihat kematian anggotamu yang lain?." tanya Xiao Ziya dengan senyum senangnya, jika adegan ini terjadi pada kehidupan sebelumnya maka Xiao Ziya sangat mirip dengan seorang pesikopat.
"Jangan macam macam dengan anggotaku." triak Zo Hijiyu yang tak rela jika rekan rekannya yang lain harus mati dengan cara yang tak terhormat seperti ini.
"Apakah saya peduli? oh tentu tidak." ucap Xiao Ziya dengan tawa menyeramkannya. Gadis itu mulai mengendalikan sulur sulur hitam miliknya.
Sulur sulur hitam milik Xiao Ziya muncul dengan jumlah yang lebih banyak daripada sebelumnya, beberapa sulur hitam yang tumbuh di belakang tubuh anggota bandit mawar hitam menembus paksa jantung para anggota bandit hingga membuat mereka berteriak kesakitan. Sulur hitam itu menembus dari belakang hingga tampak ke bagian tubuh depan, darah keluar dari mulut beberapa anggota bandit mawar hitam. Zo Hijiyu berteriak dengan kencang saat melihat adegan mengerikan itu, ia tak sanggup melihat kekejaman gadis yang ada di depannya.
"Mengapa kau sejahat itu pasa kami, awalnya aku kira kau adalah gadis yang baik." ucap Zo Hijiyu yang mengira bahwa Xiao Ziya hanya marah sesaat saja karna ia merasa tak terima akan diracun oleh kelompoknya. Siapa sangka gadis yang jauh lebih muda darinya itu bisa bertindak sejauh ini.
"Saya bukanlah orang baik, saya bukan orang jahat. Saya akan memperlakukan kalian sama seperti kalian memperlakukan saya." ucap Xiao Ziya dengan nada datarnya, gadis itu menarik keluar jantung para anggota bandit mawar hitam seketika mereka menjerit dengan keras kemudian terdiam untuk selama lamanya.
"Bakar mereka hingga tak tersisa." ucap Xiao Ziya yang menyalakan api merah di tangan kirinya kemudian api itu merambat melalui sulur hitam milik Xiao Ziya dan membakar mayat para bandit mawar hitam.
"Bukankah gadis cantik sepertimu lebih baik hidup sebagai gadis lemah dan baik." ucap Zo Hijiyu yang menyarankan Xiao Ziya untuk tak melakukan tindakan seperti itu pada para bandit yang lain.
Mendengar ucapan Zo Hijiyu membuat Xiao Ziya merasa geli, apa apaan itu hidup sebagai gadis cantik yang baik dan lemah bukanlah gaya seorang Xiao Ziya yang dimasa lalunya adalah seorang mafia yang kejam.
__ADS_1
"Lebih baik saya hidup sebagai tokoh antagonis yang berdiri tegak dengan kakinya sendiri, daripada saya harus hidup sebagai tokoh protagonis yang hanya bergantung pada belas kasih orang lain." ucap Xiao Ziya dengan seringai jahatnya. Mendengar jawaban gadis yang ada di hadapannya itu membuat Zo Hijiyu gelagapan ia tak tau harus melakukan apa agar bisa lolos dari kematian yang sudah ada di depan matanya.
"Selamat tinggal." ucap Xiao Ziya yang membalikkan badannya dan melangkah pergi sulur sulur hitam milik Xiao Ziya menjerat tubuh Zo Hijiyu hingga tubuh wanita itu tak terlihat. Lalu sulur hitam itu mempererat lilitannya hingga tubuh Zo Hijiyu hancur dan darah berserakan dimana mana. Saat itu juga kelompok bandit mawar hitam musnah tinggal tersisa satu orang yaitu Yuzume.
Xiao Ziya melanjutkan langkahnya menuju sebuah penginapan yang sempat ia lihat kemarin, entah mengapa hatinya merasa tak tenang dan ingin pergi kesana akhirnya Xiao Ziya hanya bisa menuruti apa kata hatinya itu.
Saat ini Xiao Xun dan teman temannya turun ke lantai bawah penginapan mereka bertemu kembali dengan sekelompok wanita yang sempat menghadang mereka di jalan. Wajah teman teman Xiao Xun sudah berubah menjadi kesal karna bertemu dengan para wanita gila itu adalah hal yang sangat buruk.
"Kita bertemu lagi pemuda tampan, bagaimana jika minum arak bersama dengan kami?." tanya Yang Jingra yang mulai menggoda Xiao Xun, wanita itu menggunakan pakaian yang cukup terbuka di bagian depan namun Xiao Xun hanya memberika tatapan datar saja.
"Maaf kami harus pergi untuk mencari makan." jawab Xiao Xun yang menolak secara terang terangan wanita yang ada di hadapannya itu benar benar sangat mengganggu.
"Kau tak bisa menolakku sayang jika kau masih menolak maka terpaksa kau ku bawa ke altar dewi rubah yang ada di dekat sini." ucap Yang Jingra yang mengancam Xiao Xun, jika ia tak bisa mendapatkan pemuda itu maka tak ada gadis lain yang bisa mendapatkannya. Itu artinya Xiao Xun harus mati di tanggan Yang Jingra.
"Maaf namun saya benar benar tidak tertarik pada anda." ucap Xiao Xun dengan jujur.
Tiba tiba saja anggota rubah putih yang lain memukul punggung teman teman Xiao Xun dengan kencang sehingga mereka bertiga pingsan. Sedangkan ketua bandit rubah putih mengikat Xiao Xun dengan kain panjang berwarna merah, kain itu berguna untuk menahan kekuatan seseorang dan tidak berlaku pada mereka yang sudah memasuki alam dewa.
"Apa yang kau lakukan pada teman teman saya." ucap Xiao Xun dengan nada kesal namun ia tak mendapat jawaban apapun dari wanita yang ada di hadapannya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang melesat secepat yang ia bisa firasatnya semakin kuat, saat sampai di depan penginapan ia segera masuk hal pertama yang ia temukan adalah beberapa murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang tergeletak di lantai penginapan.
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini." ucap Xiao Ziya yang mentotok beberapa titik kesadaran ketiga murid Akademi Kekaisaran Qiyu itu agar mereka cepat sadar dan bisa memberitaukan apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya mereka bertigapun sadar.
"Dimana Xiao Xun?." ucap Ling Fuen yang langsung mencari cari keberadaan temannya.
"Tolong jelaskan apa yang sudah terjadi pada kalian." ucap Xiao Ziya yang meminta penjelasan. Akhirnya Ruo Lihe menjelaskan secara ringkas apa yang terjadi pada mereka dan intinya saat ini Xiao Xun sedang dalam bahaya.
Mendengar kakak laki lakinya sedang dalam bahaya tentu Xiao Ziya tak bisa tinggal diam gadis itu mencari pemilik penginapan karna ia yakin pemilik penginapan itu tau kemana kakak laki lakinya itu dibawa.
"Cepat katakan kelompok bandit mana yang membawa kakak laki laki saya." ucap Xiao Ziya yang menatap tajam kerah pemilik penginapan.
"Penginpan ini dikuasai oleh kelompok bandit rubah putih nona." ucap pemilik penginapan yang mengenal siapa gadis yang ada di hadapannya itu.
Xiao Ziya mengucapkan trimakasih kepada pemilik penginapan itu kemudian pergi untuk mencari kemana wanita wanita rubah itu membawa Xiao Xun, sedangkan ketiga teman Xiao Xun mengikuti Xiao Ziya dari belakang karna mereka juga sangat khawatir.
__ADS_1
Xiao Ziya dan ketiga teman Xiao Xun menyusuri daerah sekitar paviliun namun mereka tak kunjung menemukan keberadaan kelompok bandit rubah putih itu. Xiao Ziya melihat kerumunan penduduk dengan raut wajah yang terlihat panik dengan segera Xiao Ziya masuk diantara kerumunan itu.
Hal pertama yang Xiao Ziya lihat adalah kelompok bandit rubah putih sedang mengelilingi seorang pemuda dengan membawa dupa di tangan mereka. Saat melihat lebih dekat lagi ternyata pemuda itu adalah Xiao Xun yang ia cari cari.
"Apa yang sedang mereka lakukan pada Xun gege." ucap Xiao Ziya yang menatap tajam ke arah kelompok bandit rubah putih.
Salah seorang warna yang merasa familiar dengan wajah Xiao Ziya mendekat ke arah gadis itu dan menjelaskan apa yang sedang dilakukan oleh para kelompok bandit rubah putih itu. Dari penjelasan sang warga, setiap kali pemimpin rubah putih menginginkan seorang pemuda namun pemuda itu menolaknya maka sang ketua bandit rubah putih akan mengorbankan jiwa pemuda itu dan memberikannya pada dewi rubah. Mendengar penjelasan itu membuat Xiao Ziya merasa sangat marah berani beraninya siluman rubah sialan mengincar nyawa kakak laki lakinya. Xiao Ziya melesat mendekat menuju altar dewi rubah ia menyerang beberapa anggota bandit rubah putih.
"Wah wah bukankah ini gadis yang kita lihat beberapa hari yang lalu." ucap salah seorang anggota bandit rubah putih yang ingat dengan wajah Xiao Ziya.
"Apa yang kalian lakukan pada kakak laki laki saya." ucap Xiao Ziya yang langsung mendekat ke arah tubuh Xiao Xun, ia mencoba memegang pergelangan tangan kakak laki lakinya itu namun ia tak bisa merasakan denyut nadinya. Xiao Ziya menempelkan salah satu jarinya ke lubang hidung Xiao Xun namun hasilnya nihil pemuda itu sudah tidak bernafas lagi.
Xiao Ziya sangat terkejut karna ia tak ingin kehilangan salah satu kakak laki lakinya yang sangat ia cintai, amarah gadis itu benar benar sudah meledak cuaca yang tadinya cerah seketika berubah menjadi mendung angin bertiup dengan sangat kencang suara petir bergemuruh hingga menembus beberapa lapisan dunia.
Kemarahan Xiao Ziya kali ini lebih besar daripada kemarahan ia sebelumnya, para anggota bandit rubah putih dan penduduk Kekaisaran Binzo yang ada di tempat itu merasa keheranan dengan perubahan cuaca yang sangat mendadak.
"Pada siapa kau menyerahkan jiwa kakak laki lakiku." ucap Xiao Ziya yang langsung berdiri dan menatap penuh dengan kemarahan.
"Tentu pada dewi rubah yang kami sembah." ucap salah seorang anggota bandit rubah putih dengan senyum penuh kemenangannya.
"Keluarlah pasukan iblisku." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan lima ratus lima pasukan iblis dari dalam cincin semestanya, ia meminta pada para pasukan iblisnya untuk menjaga anggota bandit rubah putih agar mereka tak kabur dari tempat itu selain itu Xiao Ziya meminta serigala api dan serigala es milinya untuk berjaga di depan altar karna kemungkinan besar kelompok bandit yang lain akan datang untuk membantu kelompok bandit rubah putih.
"Apa yang sedang kau lakukan, mengapa kau mengurung kami di altar ini?." ucap Yang Jingra, ia tak mengerti jalan fikiran gadis kecil yang ada di sampingnya itu, lalu darimana gadis itu mendapatkan para prajurit yang terlihat sangat kuat.
"Bukankah kau baru saja mengatakan bahwa jiwa kakak laki lakiku dibawa oleh dewi rubahmu, maka saya akan datang langsung ke alam dewa untuk mengambilnya kembali." ucap Xiao Ziya saat ini penampilan gadis itu sudah berubah delapan puluh persen dari wujud iblisnya.
Xiao Ziya mengeluarkan sabit kematian miliknya gadis itu menggores sedikit jari manisnya kemudian meneteskan darah ke sabit kematian itu. Seketika ribuan petir turun dari langit alam seperti ikut murka bersama dengan murkanya Xiao Ziya. Raja Artur yang sedang berada di Istana Neraka merasakan kemarahan yang sangat besar dari penerus tahtanya itu.
"Hais orang gila mana lagi yang memancing jiwa iblis gadis itu." ucap Raja Artur yang menepuk jidatnya pelan, kali ini ia tak ingin ikut campur karna ia sudah tau saat Xiao Ziya sudah sangat marah maka ia tak akan mendengar perkataan siapapun.
"Dengan ini saya Xiao Ziya bersumpah akan membunuh dewi rubah dengan tangan saya sendiri dan memusnahkan seluruh pengikutnya." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata iblis miliknya. Ketua bandit rubah putih gemetaran melihat sosok asli dari Xiao Ziya, ia tak menyangka telah menyinggung orang yang sangat kuat seperti Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengangkat tangannya ke atas langit semua senjata spiritual yang ada di dalam cincin Xiao Ziya melayang di atas langit sungguh pemandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Semua orang yang ada di Kekaisaran Binzo melihat ketas langit, mereka merasa takjub sekaligus takut.
"Dengar wahai senjata spiritualku tebas kepala para pengikut dewi rubah tanpa terkecuali, jangan sisakan satu orangpun walau ia adalah seorang nenek tua ataupun bayi yang baru saja lahir kedunia." ucap Xiao Ziya yang mengbaskan tangannya kemudian puluhan ribu senjata spiritual milik Xiao Ziya berpencar keberbagai arah.
__ADS_1
Hai hai semua gimana kabar kalian semoga sehat selalu. Aku tadi sempet baca komen pembacaku ada yang positif cv kita doakan ya supaya segera sembuh, buat kalian yang masih sehat jangan kendor taatin protokol kesehatan ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiahnya jangan lupa, like like like, komen, rate share juga ya.