
Tak berselang lama pagipun datang Xiao Ziya masih terlelap dalam tidurnya sedangkan Xiao Xun dan ketiga temannya sudah banggun dan turun ke lantai bawah restoran itu untuk sarapan, saat mereka sedang sarapan ada beberapa pelanggan yang sedang membicarakan tentang hancurnya bangunan Istana Kekaisaran Binzo serta banyaknya pasien beberapa tabib umum yang berasal dari Akademi Kekaisaran Binzo dari informasi yang orang orang itu dapatkan para murid Akademi Kekaisaran Binzo keracunan. Mendengar kabar itu membuat Xiao Xun memijat pelipis kepalanya pelan ia tak menyangka bahwa adik perempuannya itu melakukan pembalasan separah ini.
"Sepertinya apa yang mereka bicarakan tadi adalah ulah adikmu." ucap Ling Fuen yang mengingat ekspresi marah dari Xiao Ziya saat berada di ruang vip semalam.
"Gadis itu bertindak dengan sangat cepat, kurang dari satu hari istana Kekaisaran Binzo sudah hancur. Pasti saat ini keluarga kekaisaran tengah kebingungan mencari dana untuk membangun istana yang baru." ucap Ruo Lihe yang sedang menebak hal apa yang terjadi pada keluarga Kekaisaran Binzo.
"Entah mengapa mereka sangat senang membuat nona Ziya murka." ucap Yu Azof.
Setelah selesai sarapan Xiao Xun dan ketiga temannya ingin pergi melihat seberapa parah kehancuran dari Istana Kekaisaran Binzo. Saat mereka sampai di tempat yang cukup dekat ternyata Istana Kekaisaran Binzo hancur lebur menyatu dengan tanah, para prajurit sedang berusaha menyelamatkan harta kekaisaran yang tersisa serta mencari korban di reruntuhan bangunan.
"Entah bagaimana nasib Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu nanti." ucap Xiao Xun, karna dalam insiden kali ini Ling An juga memiliki peran sertanya sendiri. Xiao Xun dan ketiga temannya memutuskan untuk pulang ke Akademi Kekaisaran Qiyu sebelum akses keluar masuk Kekaisaran Binzo ditutup akibat kejadian ini.
Sedangkan di sisi lain Xiao Ziya perlahan lahan membuka matanya, gadis itu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah mengganti pakaian yang ia kenakan Xiao Ziya keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah penginapan. Gadis itu berjalan keluar dan melesat menuju gerbang utama wilayah perbatasan Kekaisaran Binzo, setelah berhasil keluar dari sana Xiao Ziya merasakan jiwa dari Ratu Zo Binji tengah mengikutinya.
"Meskipun anda bebas pergi ke tempat yang anda inginkan jangan pernah berfikir untuk mengikuti saya." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya.
"Itu urusan saya ingin pergi kemana." ucap jiwa dari Ratu Zo Binji yang sedang memandang rendah Xiao Ziya, gadis yang ada di depannya itu adalah penyebab ia mengalami hal buruk seperti ini.
"Jangan salahkan saya jika saat merasa risih karna anda ikuti saya akan menghancurkan jiwa anda." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menyeramkan, gadis itu tak pernah bermain den kata katanya.
Akhirnya jiwa Ratu Zo Binji memilih untuk pergi karna tak ingin membuat gadis yang ada di depannya marah, setelah jiwa sang ratu pergi Xiao Ziya melanjutkan perjalananya untuk kembali ke wilayah Kekaisaran Qiyu.
Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya Xiao Xun dan ketiga temannya sampai di depan gerbang perbatasan Kekaisaran Qiyu, beberapa prajurit penjaga perbatasan menundukkan kepalanya saat Xiao Xun melintas melewati mereka. Setelah itu Xiao Xun dan ketiga teman temannya sampai di depan gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu saat mereka sampai beberapa murid yang sudah menyelesaikan misi akhir menyambut kedatang mereka.
Murid murid lain mendapatkan misi akhir seperti tahun tahun sebelumnya yaitu memburu hewan iblis, hewan ajaib, ataupun hewan sihir serta mengumpulkan beberapa tanaman langka dan tanaman obat hanya kelompok Xiao Xun saja yang mendapat misi seperti itu.
"Akhirnya kalian berempat kembali dengan selamat, kami sangat khawatir." ucap seorang murid laki laki yang merupakan teman satu kelas dari Xiao Xun.
"Kami sangat lelah dan ingin beristirahat." ucap Ling Fuen yang meminta pada teman teman sekelas mereka agar minggir dan membiarkan mereka berempat pergi ke asrama dan beristirahat.
Sedangkan di sisi lain saat ini Xiao Ziya sedang berada di sebuah kedai yang ada di dekat Akademi Kekaisaran Qiyu, sebelum memberikan hukuman pada Ling An, gadis itu perlu mengisi tenaganya terlebih dahulu.
"Selamat datang di kedai kami nona, apa yang ingin anda pesan?." tanya seorang pelayan yang datang menghampiri Xiao Ziya.
"Saya ingin mie pedas, daging asap saus asam manis, dan minuman seger." ucap Xiao Ziya yang sedang fokus melihat daftar menu. Setelah selesai akhirnya pelayan itu pergi kedapur dan meminta pada koki untuk membuatkan pesanan Xiao Ziya.
Sembari menunggu pesananya datang Xiao Ziya melihat kesekeliling kedai itu, ada beberapa murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang sedang makan di kedai itu beberapa dari mereka sedang membicarakan kembalinya kelompok Xiao Xun.
"Aku merasa sangat senang melihat senior Xun dan kelompoknya yang lain kembali dengan selamat." ucap seorang murid dalam dengan ekspresi leganya.
"Kepala akademi sangat keterlaluan mengapa ia memberikan misi yang tak masuk akal pada kelompok senior Xun." ucap murid yang lain ia merasa sangat gemas dan ingin memukul kepala akademi dengan keras.
"Andai saja kita bisa memberitaukan hal ini pada master Ziya." ucap murid akademi yang sangat ingin memberitaukan hal ini pada Xiao Ziya.
Mendengar pembicaraan dari murid murid akademi Kekaisaran Qiyu membuat Xiao Ziya sedikit lega karna mereka tak terlibat dalam insiden itu, satu satunya orang yang harus mendapatkan pelajaran adalah Ling An. Pesanan Xiao Ziyapun datang semangkuk mie pedas dan daging asam manis yang sangat menggugah ***** makan, Xiao Ziya memakannya dengan lahap.
Setelah selesai makan Xiao Ziya membayar pesananya dan pergi dari kedai itu, ia berjalan menuju gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu. Para penjaga gerbang akademi menundukkan kepala mereka dan membukakan gerbang masuk, Xiao Ziya masuk kedalam akademi dengan tatapan tajamnya. Xiao Ziya berjalan menuju ruang kerja Ling An.
__ADS_1
Tok tok tok.
Xiao Ziya mengetuk pintu ruang kerja kepala akademi, setelah beberapa saat kepala akademi meminta tamunya untuk masuk.
"Ada apa nona Ziya datang menemui saya?." tanya Ling An pada Xiao Ziya dengan ekspresi biasa padahal pria itu sedang was was.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu Xiao Ziya berjalan mendekat ke arah Ling An, tatapan tajam gadis itu membuat hati Ling An menjadi tak tenang. Tanpa basa basi Xiao Ziya memukul perut kepala akademi dengan kencang hingga tubuh Ling An terpental kebelakang dan menabrak tembok hingga hancur bahkan Ling An sampai jatuh di halaman depan Akademi Kekaisaran Qiyu. Para murid yang melihat hal itu panik dan langsung menghampiri kepala akademi mereka.
"Uhuk uhuk uhuk apa yang nona lakukan?." tanya Ling An yang menatap ke arah Xiao Ziya yang masih berada di ruang kerjanya, gadis itu menatap Ling An dengan tajam dari atas.
Xiao Ziya loncat dari atas ruang kerja Ling An yang dindingnya telah jebol dan mendarat tepat di hadapan Ling An.
"Apa kau sudah gila?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara sinisnya, ia tak habis fikir pria yang ada di hadapannya itu berani memonopoli kakak laki laki yang ia sayangi.
Dari informasi yang Xiao Ziya dapatkan dari Aron ternyata Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu mendapatkan satu peti besar koin emas sebagai upah ia telah membawa Xiao Xun dan teman temannya ke wilayah Kekaisaran Binzo. Kepala akademi percaya bahwa Xiao Xun dan tiga murid unggulan lainnya dapat membunuh paling tidak dua kelompok bandit maka dari itu Ling An tak merasa khawatir saat mengirim mereka kesana.
"Apa yang anda maksut nona Ziya?." tanya Ling An yang gemetaran, sepertinya rencana yang ia buat dengan beberapa orang dari Kekaisaran Binzo diketahui oleh gadis yang ada di hadapannya.
"Kau ingin saya mencongkel matamu itu?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara kesalnya.
"Saat ini banyak murid akademi yang sedang mendengar percakapan kita, saya harap nona bisa mengerti." ucap Ling An yang tak ingin harga diri dan martabatnya sebagai Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu hancur begitu saja.
"Anda fikir saya peduli setelah apa yang anda lakukan pada Xun gege." ucap Xiao Ziya yang kini menatap Ling An dengan tatapan membunuhnya, pria yang ada di hadapannya itu benar benar menyebalkan.
Para murid akademi yang ada di sana saling berbisik bisik antara murid satu dengan murid lainnya, mereka tau tentang kabar Xiao Xun dan ketiga temannya yang dikirim ke wilayah Kekaisaran Binzo yang saat itu sedang dikuasai oleh sepuluh kelompok bandit yang sangat berbahaya mereka juga merasa bingung mengapa kepala akademi sampai melakukan hal itu.
"Bukankah kakak laki lakimu itu sangat kuat?." tanya Ling An dengan nada bicara mengejek, tadinya ia kira Xiao Xun dan ketiga temannya dapat menyelesaikan misi ini tanpa ada masalah apaun, namun mereka berempat tak lebih kuat dari yang ia duga.
"Jika kau saja yang memiliki posisi sebagai kepala akademi tak bisa mengalahkan satu kelompok bandit, bagaimana kau bisa berfikir bahwa Xun gege dan teman temannya dapat mengalahkan dua kelompok bandit sekaligus? apa otakmu itu hanya hiasan saja!." triak Xiao Ziya pada Ling An, para murid akademi yang mendengar perkataan Xiao Ziya tentu menyetujuinya. Posisi kepala akademi adalah posisi yang cukup tinggi di bawah master sehingga kepala akademi harus memiliki kemampuan dan kecerdasan untuk mengelola akademi yang ia pimpin dengan baik.
"Hentikan jangan berbicara omong kosong lagi di hadapan murid muridku ini." triak Ling An yang meminta pada Xiao Ziya untuk berhenti berbicara omong kosong, pria itu sedang menjaga martabat yang telah ia bagun selama bertahun tahun.
Karna keributan yang cukup besar akhirnya beberapa murid yang sedang berada di asrama mereka pergi melihat apa yang sedang terjadi begitupun dengan Xiao Xun dan ketiga teman laki lakinya, saat sampai di tempat kejadian mereka berempat melihat Xiao Ziya yang sedang memarahi kepala akademi habis habisan.
"Anda kira saya tak tau bahwa pihak Kekaisaran Binzo memberikan satu peti besar koin emas sebagai imbalan anda telah mengirim Xun gege dan teman temannya kesana? jika hari itu saya benar benar gagal menyelamatkan Xun gege apakah anda sanggup menerima pembalasan dendam saya. Mungkin saja saya akan membunuh semua anggota keluarga anda tepat di hadapan anda agar anda tau betapa sakitnya kehilangan orang yang anda sayangi." ucap Xiao Ziya yang menginjak telapak tangan sebalah kanan milik Ling An hingga pria itu menjerit kesakitan.
Jujur saja Xiao Xun dan teman temannya merasa terkejut mendengar apa yang dikatakan Xiao Ziya barusan ternyata kepala akademi sengaja mengatur misi ini untuk mereka demi keuntungannya sendiri.
"Sialan." ucap Xiao Xun yang merasakan kemarahan yang sama dengan Xiao Ziya. Ia memukul wajah kepala akademi dengan keras hingga hidungnya menggeluarkan darah segar.
Ling An ingin bagun dan membalas apa yang Xiao Ziya dan Xiao Xun lakukan padanya, namun tubuhnya terasa sangat lemas dan tak bisa bergerak ternyata tangan dan kaki Ling An diikat dengan sulur hitam milik Xiao Ziya. Karna tak bisa melakukan apapun Ling An merogoh saku celananya dan meledakkan sebuah kembang api sebagai signal bahwa saat ini Akademi Kekaisaran Qiyu sedang dalam bahaya.
Kaisar Yan dan Jenderal Zue yang saat itu sedang berada di tempat latihan para prajurit melihat signal darurat yang diledakkan oleh Ling An sebuah ledakan kembang api berwarna merah yang membemtuk lambang Akademi Kekaisaran Qiyu.
"Sepertinya kita hatrus pergi kesana dan memastikan apa yang sedang terjadi." ucap Kaisar Yan yang mengajak Jenderal Zue untuk pergi ke Akademi Kekaisaran Qiyu.
Saat ini para guru dan petinggi Akademi Kekaisaran Qiyu telah berkumpul di halaman depan akademi, mereka melihat kepala akademi yang sedang diikat dengan sulur hitam serta bagian wajahnya yang terdapat luka lebam.
__ADS_1
"Siapa yang dengan berani melakukan hal ini pada kepala akademi Ling An?." tanya Yin Feling yang merupakan panatua pertama dari Akademi Kekaisaran Qiyu.
"Saya, apakah anda merasa keberatan panatua pertama?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan serta aura membunuh yang sudah mulai keluar dari tubuhnya.
Para petinggi menatap ke arah Xiao Ziya sebentar kemudian menundukkan kepala mereka, gadis itu memiliki posisi sebagai master dari Akademi Kekaisaran Qiyu tentu posisi itu lebih tinggi dari seorang panatua sekalipun. Tak ada yang berani membantah Xiao Ziya namun mereka sangat penasaran mengapa gadis itu sampai melakukan hal ini apakah kepala akademi telah membuat kesalahan yang besar atau ini hanya pelampiasan kemarahan Xiao Ziya yang tanpa sebab.
"Jika kami boleh tau apa yang membuat master Ziya melakukan hal ini pada kepala akademi Ling An?." tanya Yuan Simo, sebagai guru agung tentu ia harus mengetahui dasar dari suatu tindakan, jika memang kepala akademi telah melakukan kesalahan maka mereka tak akan ikut campur dalam persoalan ini.
Saat Xiao Ziya akan menjawab pertanyaan dari guru agung, tiba tiba saja gerbang Akademi Kekaisaran Qiyu dibuka dengan paksa lalu Kaisar Yan dan Jenderal Zue berjalan menuju tempat yang dikerumuni banyak murid. Setelah berada di barisan paling depan mereka merasa terkejut melihat kepala akademi yang diikat oleh sulur hitam milik Xiao Ziya, apakah masalah kali ini berhubungan dengan gadis itu lagi.
"Apa ini semua ada kaitannya dengan mu adikku?." tanya Kaisar Yan, ia melihat ke arah Xiao Ziya yang sedang menjawab pertanyaanya dengan sebuah senyuman.
"Mengapa kau melakukan ini pada kepala akademi?." tanya Jenderal Zue yang tau bahwa Xiao Ziya tak akan melakukan hal seperti ini tanpa alasan yang pasti.
Xiao Ziya menghela nafasnya panjang, untung saja kedua kakak laki lakinya itu datang di saat yang tepat bayangkan saja jika mereka berdua baru datang saat ia selesai menjelaskan apa yang terjadi pada petinggi akademi maka ia harus mengulang penjelasannya lagi. Xiao Ziya mulai menceritakan apa yang ia alami saat berada di Kekaisaran Binzo, ia juga menceritakan hal hal yang terjadi pada Xiao Xun. Mendengar adik laki laki dan adik perempuannya hampir meregang nyawa saat berada di Kekaisaran Binzo membuat Xiao Yan sangat marah ia menatap Ling An tajam kemudian memukulnya beberapa kali.
"Saya akan berperang dengan Kekaisaran Binzo jika begitu, mereka harus menerima balasannya." ucap Kaisar Yan dengan amarah yang menggebu gebu.
"Kau tak perlu melakukannya karna adik Ziya sudah memberikan balasan pada mereka." ucap Xiao Xun yang melihat sendiri betapa kacaunya kondisi Istana Kekaisaran Binzo saat itu.
"Apa yang adik lakukan pada mereka?." tanya Kaisar Yan ia merasa penasaran dengan balasan yanh diberikan oleh Xiao Ziya.
"Adik Ziya meluluh lantahkan istana Kekaisaran Binzo, beberapa keluarga Kekaisaran Binzo mati tertimpa bangunan. Saya juga melihat jazad para prajurit yang tegeletak di sekitar istana." ucap Xiao Xun, ia mengatakan apa saja yang ia ihat saat itu.
"Saya juga melepaskan jiwa Ratu Zo Binji dari tubuhnya namun ia belum mati. Itu adalah sebuah kutukan agar Kaisar Zo Linzu mengerti apa yang saya rasakan saat itu." ucap Xiao Ziya dengan datar dan sekias amarah yang muncul karna mengingat ia hampir kehilangan kakak laki lakinya.
"Saya rasa itu hukuman yang setimpal." ucap Jenderal Zue, balasan yang diberikan oleh Xiao Ziya sudah lebih dari cukup.
"Sekarang saya sedang memikirkan hukuman yang tepat untuk pria ini." ucap Xiao Ziya, ia harus memberikan hukuman yanh setimpal pada Ling An agar pria itu tak bertindak sesuka hatinya sendiri.
"Akademi Kekaisaran Binzo juga terlibat dalam masalah ini mengapa kau tak memberi hukuman pada mereka!!." triak Ling An yang merasa ini semua tak adil jika Akademi Kekaisaran Binzo tak mendapat hukuman apapun.
"Saya sudah memberi hukuman pada mereka, ribuan murid keracunan dan para petinggi akademi akan merasakan sakitnya saat berada dalam ambang kematian. Siksaan itu terjadi saat malam hingga matahari terbit selama satu tahun penuh, namun mungkin saja sebagian dari mereka memilih untuk bunuh diri." ucap Xiao Ziya dengan senyum polosnya seolah olah apa yang ia katakan adalah hal yang biasa biasa saja.
Tanpa gadis itu sadari beberapa murid Akademi Kekaisaran Qiyu ada yang pingsan saat mendengar hukuman yang Xiao Ziya berikan pada orang orang yang berani membuat masalah dengannya, Ling An sampai tak bisa berkata apa apa ia sudah membayangkan hukuman apa yang akan ia dapatkan nantinya.
"Pertama tama saat ini juga saya mengumumkan bahwa Ling An dipecat dari posisinya sebagai kepala akademi karna telah melanggar aturan yang ada. Kedua saya akan menghancurkan dantiannya sehingga ia tak memiliki kemampuan apapun." ucap Xiao Ziya yang menggenggam tangan kanannya dengan erat, gadis itu mengumpulkan tenaga dan energinya kemudian ia pusatkan ke telapak tangan kanan.
Duaaar.
Sebuah tinju yang sangat keras menghantam tepat di titik dantian milik Ling An, dantian yang hancur menimbulkan suara ledakan yang cukup keras. Saat ini Ling An telah menjadi sampah karna sudah dibuang dari dunia kultivasi.
"Dan yang ketiga Ling An akan saya bawa untuk menjalani hukumannya yang lain." ucap Xiao Ziya yang tersenyum manis kemudian menarik kerah baju Ling An tiba tiba saja mereka berdua menghilang dari hadapan semua orang.
"Saya harap kejadian hari ini bisa membuat kalian lebih berhati hati saat ingin melakukan apapun." ucap panatua pertama yang tak pernah membayangkan bahwa hal ini akan terjadi.
"Mari kita kembali ke istana." ucap Kaisar Yan yang mengajak Jenderal Zue untuk kembali ke istana Kekaisaran Qiyu.
__ADS_1
Hai hai semua author kembali setelah hiatus lumayan lama karna biasalah sibuk namanya juga manusia biasa, jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.