
Setelah makan dua porsi pecel akhirnya Xiao Ziya merasa senang, ia membayar sejumlah uang kepada pemilik warung kemudian pergi dari sana. Gadis itu berjalan menuju apartemennya untuk beristirahat, saat dalam perjalanan Xiao Ziya melihat sekelompok orang yang sedang berkumpul seperti sedang menyaksikan sesuatu. Karna merasa penasaran akhirnya Xiao Ziya mendekat untuk melihat, betapa terkejutnya Xiao Ziya karna yang ia lihat Raja Artur sedang dikerumuni banyak gadis gadis dan wanita paruh baya. Untuk apa kakek tua itu ada di dunia semesta tingkat rendah? karna merasa malu menyaksikan hal itu akhirnya Xiao Ziya memilih untuk melangkah pergi.
Belum sempat ia menoleh kebelakang, Raja Artur melihat wajah Xiao Ziya, pria itupun berteriak memanggil nama Ziya dengan keras. Xiao Ziya menghela nafas kemudian melihat ke arah kekek tua itu dengan raut wajah kesal, benar apa yang ia duga sekarang semua gadis dan wanita yang mengerumuni Raja Artur menatap tajam kearahnya.
"Apa kalian ingin kehilangan mata?." tanya Xiao Ziya dengan kesal, jangan salahkan Ziya jika pria yang mereka sukai mengenalnya.
"Akhirnya saya menemukanmu." ucap Raja Artur yang mendekat ke arah Xiao Ziya. Tanpa rasa bersalah Raja Artur langsung memeluk gadis itu, Xiao Ziya benar benar kesal karna banyak yang menatapnya dengan penuh dendam.
"Bisakah kau lepaskan pelukanmu sekarang? saya tak ingin mati muda di sini." ucap Xiao Ziya.
Raja Artur langsung melepas pelukannya, ia melihat ke arah belakang dan para gadis sudah siap untuk menerkamnya. Karna situasi yang semakin memanas, Xiao Ziya dengan sangat terpaksa menarik tangan Raja Artur kemudian berlari menuju gedung apartemen. Para gadis yang menjadi penggemar berat dari Raja Artur terus mengejar mereka berdua, untunglah Xiao Ziya dan Raja Artur sampai di apartemen tepat waktu. Para penjaga apartemen langsung menutup pintu dengan rapat agar orang orang luar tak bisa masuk kedalam, Xiao Ziya menarik nafas lega karna terbebas dari para gadis gila.
"Hah lain kali anda harus menutupi wajah menggunakan topeng." ucap Xiao Ziya dengan kesal, ia memukul kepala Raja Artur dengan cukup kencang hingga sang raja meringis kesakitan.
"Saya tak mengira jika para gadis di dunia semesta tingkat rendah sangatlah agresif." ucap Raja Artur yang belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, biasanya para wanita akan terpesona dan menatapnya dari jauh tindakan paling berani yang mereka lakukan hanya menggodanya.
"Mengapa kau datang kesini? siapa yang mengundangmu kakek tua." ucap Xiao Ziya dengan amarah yang sudah memuncak, mengapa sang kakek tua tak bisa berdiam diri di dalam istana neraka. Xiao Ziya yakin jika Raja Artur memiliki banyak pekerjaan yang ia tinggalkan hanya untuk datang kesini.
"Tentu untuk mencari mu, mengapa kau tak memberitahu ku jika ingin pergi kesini?." tanya Raja Artur yang tak kalah kesal pada Xiao Ziya, jika gadis itu memberitahunya ia tak akan repot repot datang ke dunia antah berantah ini.
Xiao Ziya terdiam sejenak ia sedang mengingat ingat sesuatu, setelah cukup lama berfikir Xiao Ziya mengambil sebuah kesimpulan bahwa ia sudah memberitahukan hal ini pada Raja Artur. Gadis itu menggenggam kedua tangannya dengan keras kemudian memukul pundak Raja Artur dengan kencang hingga pria itu terjungkal kedepan. Mendapat serangan secara tiba tiba membuat sang raja kesulitan untuk menghindar.
"Mengapa kau memukulku gadis nakal." ucap Raja Artur dengan tatapan tajam seperti meminta penjelasan pada Xiao Ziya.
"Saya sudah memberitahumu tentang hal ini jauh sebelum saya memberitahukannya pada keluarga saya. Jika anda seorang kakek tua yang pikun maka saya akan mewajari hal itu." ucap Xiao Ziya dengan santai karna ia masih ingat dengan jelas. Raja Artur menatap gadis itu, ia pun teringat sesuatu.
Tanpa rasa bersalah Raja Artur tersenyum cengengesan, ia baru ingat jika Xiao Ziya sudah memberitahunya.
"Ya saya lupa akan hal itu." ucap Raja Artur dengan santai.
"Kalau begitu anda bisa kembali ke alam neraka sekarang." ucap Xiao Ziya yang ingin kakek tua itu kembali ke asalnya.
"Saya juga ingin berlibur di sini untuk beberapa hari." ucap Raja Artur yang langsung meninggalkan apartemen tempat Xiao Ziya tinggal.
Setelah kakek tua itu pergi, Xiao Ziya naik lift untuk pergi ke apartemen yang ia sewa. Gadis itu sangat lelah berurusan dengan kakek tua yang sudah pikun itu, andai saja Raja Artur bukanlah orang yang harus ia hormati maka Xiao Ziya akan memukulnya hingga pingsan. Setelah masuk kedalam apartemen Xiao Ziya mandi kemudian tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Di sisi lain saat ini Cayni Zee tak tau hal apa yang harus ia lakukan untuk menyembuhkan putranya, banyak dokter yang ia datangkan dari berbagai tempat namun tak ada yang mampu menemukan cara untuk melelehkan es yang mengurung putra pertamanya. Cayni Zee sempat berfikir untuk mencari wanita itu dan meminta maaf padanya untuk tindakan yang dilakukan oleh putra pertamanya akan tetapi ia tak yakin jika wanita itu mau menyembuhkan Lino.
"Apalagi yang harus saya lakukan." ucap Cayni Zee yang sudah pasrah dengan apa yang terjadi pada keluarganya. Suaminya saat ini sedang koma, salah satu putranya membeku, kedua anaknya yang lain harus diasingkan ke tempat yang aman agar tak mengambil tindak balas dendam yang akan berujung kemalangan.
"Haruskah saya mencari wanita itu, hanya dia harapan saya satu satunya." ucap Cayni Zee dengan air mata yang berlinangan, sebagai seorang istri dan seorang ibu tentu batin Cayni Zee sangat tersiksa.
"Selamat malam nyonya." ucap seorang pengawal yang datang untuk menemui Cayni Zee.
"Malam, ada keperluan apa kau mencari ku?." tanya Cayni yang dengan cepat mengelap air matanya.
"Saya tau bagaimana perasaan nyonya saat ini, mungkin hal terbaik yang bisa nyonya lakukan adalah menemui wanita itu. Kemungkinan besar ia akan memaafkan tindakan putra anda meski harus dengan sebuah syarat." ucap pengawal itu yang memberikan saran pada Cayni Zee. Ia tak ingin melihat sang nyonya terus tenggelam dalam kesedihan .
"Baiklah saya akan menemuinya demi putra saya." ucap Cayni Zee yang membulatkan tekadnya. Ia masuk kedalam kamar untuk mengganti pakaian, setelah selesai wanita itu meminta supir untuk mengantarnya ke hotel tempat wanita bernama Min Xunzi itu tinggal.
Dalam perjalanan menuju hotel perasaan Cayni Zee sangat cemas, apa yang harus ia katakan ketika bertemu wanita itu?, ekspresi apa yang harus ia tunjukkan ketika melihat seorang wanita yang menjadi penyebab suami dan anaknya dalam keadaan yang parah?, haruskah ia berlutut di hadapan wanita itu untuk meminta maaf?. Mungkin itu beberapa pertanyaan yang ada di batin Cayni Zee, entah apapun itu ia akan melakukan yang terbaik.
Setelah beberapa saat akhirnya Cayni Zee sampai di tempat yang dituju. Ia turun dari mobil dan melangkah masuk menuju hotel, tanpa bertanya pada resepsionis ia langsung naik lift karna sudah banyak informasi yang ia kumpulkan. Akhirnya ia sampai di depan kamar Ratu Min Xunzi, dengan tangan yang gemetaran ia mengetuk pintu beberapa kali.
"Permisi bisakah saya berbicara dengan anda sebentar." ucap Cayni Zee dengan semua keberanian yang tersisa.
__ADS_1
Cklek.
Suara pintu kamar hotel yang di buka, muncul seorang wanita yang sangat cantik dari balik pintu. Tentu Cayni Zee terkejut melihat kecantikan yang dimiliki oleh wanita tersebut.
"Ada apa?." tanya Ratu Min Xunzi dengan singkat. Dari aura Cayni sang ratu bisa menyimpulkan bahwa wanita itu datang dengan niatan baik tanpa ada unsur kekerasan.
"Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan anda." ucap Cayni Zee tanpa ragu lagi, entah mengapa ia ragu jika wanita itu memukul suaminya tanpa alasan yang jelas, mungkin sang suami telah menggoda sang wanita.
"Silahkan masuk kedalam." ucap Ratu Min Xunzi yang mengizinkan Cayni Zee untuk masuk kedalam kamar hotelnya.
Cayni Zeepun masuk kedalam dengan langkah gemetaran, ia duduk di sebelah sofa yang ada di ruang tamu. Ratu Min Xunzi duduk berhadapan dengan tamunya itu, ia menatap ke arah Cayni Zee dengan tatapan santai.
"Katakan saja." ucap Ratu Min Xunzi yang tak bisa menunggu lebih lama lagi hingga wanita itu bisa mengatakan maksud kedatangannya.
"Saya ibu dari anak yang anda bekukan beberapa hari lalu. Saya datang untuk meminta maaf pada anda atas perilaku kurang sopan dari anak saya." ucap Cayni Zee, ia sangat takut saat itu namun ia juga harus menyampaikan hal ini sesegera mungkin.
"Ah jadi anda ibunya? sepertinya putra anda sangat mirip dengan ayahnya." ucap Ratu Min Xunzi yang menilai bahwa Cayni adalah wanita yang penurut, ia menutup mata selama ini atas apa yang dilakukan oleh suaminya hanya untuk menjaga rumah tangga mereka tetap utuh, di sisi lain Cayni memiliki rasa takut yang sangat besar.
"Ini kesalahan saya karna telah salah mendidiknya." ucap Cayni Zee yang mencoba untuk menahan air mata yang ingin jatuh.
Sebagai seorang ibu tentu Ratu Min Xunzi tau bagaimana perasaan Cayni saat ini, namun ia tak bisa memberikan pengampunan begitu saja karna di lain hari pemuda bernama Lino itu akan mengulangi kesalahannya.
"Saya bisa menyembuhkan putra anda dengan sebuah syarat." ucap Ratu Min Xunzi dengan senyuman penuh arti, perasaan Cayni menjadi gelisah ia takut syarat yang diberikan akan memberatkan satu pihak.
"Apapun syaratnya." ucap Cayni Zee dengan tegas semua ini demi putra pertamanya itu.
"Jadilah budak ku maka aku akan menyembuhkan putramu." ucap Ratu Min Xunzi secara belak belakan. Tentu Cayni merasa terkejut dengan syarat yang diajukan, jika ia menerima syarat itu maka ia tak bisa bertemu dengan keluarganya dalam jangka waktu yang lama atau mungkin selama lamanya, namun jika ia menolak putranya akan meninggal. Tak ada cara lain dan waktunya sudah tak banyak lagi, dengan berat hati Cayni Zee harus menerima persyaratan itu.
"Baiklah saya setuju, namun biasakan saya meminta waktu selama tiga hari sebelum datang untuk menjadi budak anda? banyak hal yang harus saya persiapkan." ucap Cayni Zee dengan air mata yang berlinangan.
"Tentu lakukan semua hal yang kau mau, namun jangan pernah berfikir untuk kabur karna nyawa seluruh anggota keluargamu ada dalam genggaman ku." ucap Ratu Min Xunzi dengan serius. Setelah mencapai sebuah kesepakatan Cayni Zee pamit untuk kembali ke rumahnya.
"Semoga kali ini takdir berpihak padamu nyonya." ucap Ratu Min Xunzi yang menutup pintu kamar hotel.
Malam pun tiba semua orang sangat sibuk dengan kegiatan mereka masing masing, Xiao Ziya berjalan keluar dari gedung apartemen ia ingin pergi untuk menemui seseorang yang sempat menghubunginya satu jam yang lalu. Setelah berjalan di dalam keramaian akhirnya Xiao Ziya sampai di sebuah taman yang ada di pinggir kota, ia berjalan mendekat ke arah seorang pemuda.
"Selamat malam." ucap Xiao Ziya yang menyapa pemuda itu, orang yang Xiao Ziya temui adalah Anzo Yu.
"Selamat malam nona." ucap Anzo Yu dengan malu malu.
"Mengapa anda meminta saya untuk datang kesini?." tanya Xiao Ziya tanpa basa basi karna banyak hal yang harus ia selesaikan agar bisa kembali ke dunia bawah, Xiao Ziya sangat penasaran bagaimana keadaan Wi Xume sekarang apakah gadis itu sudah menyadari kesalahannya atau malah semakin menjadi jadi.
"Bisakah anda ikut dengan saya untuk menghadiri acara ulang tahun ibu saya di sebuah restoran." ucap Anzo Yu, sebenarnya ia tak yakin jika gadis itu akan menerima tawarannya bagaimanapun juga mereka belum lama saling mengenal.
Xiao Ziya menatap ke arah pemuda itu dengan kebingungan, seharusnya ia mengatakan lebih awal agar Xiao Ziya datang dengan menggunakan dress yang cantik, saat ini Xiao Ziya hanya menggunakan celana hitam dan kaos polos saja dengan harga yang cukup untuk penduduk biasa bertahan hidup selama satu bulan.
"Seharusnya kau katakan lebih awal, bagaimana saya bisa datang ke acara ulang tahun ibumu dengan baju seperti ini?." tanya Xiao Ziya dengan kesal, ia menahan emosinya dengan sangat baik jika tidak pemuda itu sudah pingsan terkena pukulan Xiao Ziya.
"Saya kira anda akan menolak tawaran ini." ucap Anzo Yu dengan rasa bersalah, ternyata gadis itu menerima undangannya dengan senang hati.
"Tunggulah di sini sebentar saya akan pergi ke toko itu untuk membeli sebuah dress dan menyiapkan hadiah." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Anzo Yu untuk menunggu di tempat itu untuk beberapa waktu. Anzo Yu dengan senang hati akan menunggu hingga gadis itu datang.
Xiao Ziya melesat dengan sangat cepat hingga Anzo Yu tak bisa melihat kapan gadis itu pergi, pemuda itu bergumang bahwa menjadi seorang kultivator adalah hal yang sangat luar biasa. Xiao Ziya sampai di sebuah toko baju, ia masuk kemudian melihat lihat di bagian dress panjang.
"Ada yang bisa saya bantu nona?." tanya salah seorang pelayan toko dengan ramah.
__ADS_1
"Saya ingin mencari sebuah dress panjang dengan potongan lengan pendek jika ada yang berwarna biru dengan hiasan yang cantik." ucap Xiao Ziya yang sedang mendeskripsikan dress seperti apa yang ia inginkan.
Pelayan toko itu dengan cepat masuk kedalam tempat penyimpanan untuk melihat apakah ada dress yang cocok dengan keinginan pelanggan mereka, setelah mencari cari akhirnya pelayan toko menemukan dua dress yang sesuai dengan keinginan Xiao Ziya. Pelayan itu menghampiri Xiao Ziya dengan membawa dua dress panjang berwarna biru cerah.
"Ini dua dress biru terbaik yang kami punya." ucap pelayan toko itu, ia meminta Xiao Ziya untuk memilih mana yang ingin di beli atau sewa karna harga dress sangatlah mahal.
"Saya ingin yang di sebelah kiri, saya akan membelinya." ucap Xiao Ziya yang masuk kedalam ruang ganti, ia mengganti pakaiannya dan memasukkan kedalam cincin semesta.
Gaun itu sangat cocok dengan badan Xiao Ziya, gadis itu keluar dari ruang ganti dengan wajah senang. Gadis itu menyerahkan sejumlah uang, ia melebihkan sedikit sebagai tip untuk sang pelayan toko yang sangat ramah. Tanpa basa basi lagi Xiao Ziya melesat pergi menuju taman untuk menemui Anzo Yu.
"Baiklah saya sudah siap." ucap Xiao Ziya dengan senyuman cantiknya, sungguh sangat ajaib meski gadis itu melesat dengan kecepatan tinggi, dress panjang yang ia gunakan tak kusut sama sekali. Anzo Yu menatap Xiao Ziya cukup lama, gadis itu sangat cantik melebihi ekspetasi semua orang yang ada di dunia.
"Baiklah mari kita berangkat, kebetulan saya membawa mobil." ucap Anzo Yu yang berjalan di samping Xiao Ziya. Mereka berdua naik kesebuah mobil sport berwarna putih, Xiao Ziya seketika ingat dengan semua koleksi mobil yang ia miliki saat di kehidupan sebelumnya. Setidaknya ia memiliki lima puluh enam koleksi mobil dengan tipe yang berbeda.
"Apa nona bisa mengendarai mobil?." tanya Anzo Yu yang ingin tau apakah Xiao Ziya juga memiliki kemampuan mengendarai mobil yang hanya dimiliki penduduk dunia semesta tingkat rendah.
"Ya saya bisa mengendarainya lebih baik daripada anda." ucap Xiao Ziya dengan tawa kecil.
"Mungkin saat pulang nanti anda yang harus menyetir." ucap Anzo Yu dengan senyumannya.
Setelah perjalanan yang lumayan memakan waktu akhirnya mereka sampai di sebuah restoran bintang lima, suasana di sana sangatlah ramai, mungkin ibu dari Anzo Yu mengundang banyak orang untuk datang ke acara ulang tahunnya.
"Silahkan turun nona cantik." ucap Anzo Yu, ia membukakan pintu untuk Xiao Ziya. Tentu tindakan pemuda itu menarik perhatian banyak orang yang hadir di sana.
"Bukankah itu tuan muda Anzo?, dengan siapa dia datang?." tanya salah seorang tamu undangan.
"Mungkinkah tuan muda sudah memiliki kekasih?." ucap tamu undangan lain.
Xiao Ziya turun dari mobil dengan sangat anggun, kecantikannya menghipnotis semua tamu undangan yang masih berada di luar. Mereka tak menyangka bisa melihat seorang gadis yang memiliki kecantikan seperti Dewi, andai saya mereka semua tau bahwa para Dewi juga merasa iri dengan kecantikan Xiao Ziya.
"Trimakasih tuan muda." ucap Xiao Ziya yang menyesuaikan bagaimana cara ia berbicara.
"Mari masuk kedalam." ucap Anzo Yu, ia berjalan beriringan dengan Xiao Ziya. Pemuda itu sangat ingin menggenggam tangan Xiao Ziya namun ia takut akan menyinggung perasaan gadis itu dan membuatnya marah.
Mereka berdua masuk kedalam restoran, desain interior yang serba biru muda sangat cocok dengan dress yang digunakan Xiao Ziya saat ini. Gadis itu tak bertanya pada Anzo Yu sebelumnya bagaimana konsep pesta ulang tahun dari sang ibu, untunglah dress yang ia pilih sangat cocok. Dari kejauhan Xiao Ziya dapat melihat sepasang suami istri yang sedang tersenyum ke arah Anzo Yu.
"Lihatlah putra pertama kita sudah datang." ucap Sarah Yu dengan sangat bahagia apalagi putranya datang bersama gadis yang sangat cantik.
"Jangan senang dulu, mungkin saja gadis itu teman Anzo. Dilihat dari wajahnya ia masih sangat muda." ucap Wunxin Yu ayah dari Anzo Yu. Tak mungkin putranya itu berpacaran dengan seorang gadis kecil.
"Selamat malam ayah ibu." ucap Anzo Yu yang memberikan salam pada ayah dan ibunya.
"Selamat malam putraku." ucap ayah dan ibu Anzo Yu.
"Selamat malam paman dan bibi." ucap Xiao Ziya yang ikut memberikan salam.
"Selamat malam nak." ucap mereka berdua.
"Siapa gadis ini putraku?." ucap Sarah Yu yang terus menaruh harapan semoga gadis itu kekasih dari putranya.
"Dia nona Ziya teman baik saya Bu. Nona Ziya berasal dari dunia para kultivator." ucap Anzo Yu yang memberikan sedikit penjelasan dengan indentitas Xiao Ziya.
"Senang bertemu denganmu nak, jika bisa kau ajarkan putra kami ini ilmu bela diri." ucap Wunxin dengan sangat bersemangat mengetahui Xiao Ziya berasal dari salah satu dunia para kultivator.
"Jika kalian mengizinkan saya melatihnya dengan keras tentu saya bisa menjadikan putra kalian seniman bela diri yang hebat." ucap Xiao Ziya dengan jujur, ia bisa melatih Anzo Yu untuk menjadi seorang seniman bela diri yang kuat dan memiliki pemikiran positif.
__ADS_1
"Tentu kami akan memberimu izin." ucap Wunxin Yu yang masih bersemangat sedangkan istrinya merasa kecewa karna gadis cantik itu bukan kekasih putranya.
Hai hai semua gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, jangan lupa makan yang teratur, tidur yang cukup ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian juga ya.