RATU IBLIS

RATU IBLIS
63


__ADS_3

Dimas sudah mencari villa untuk tinggal di Bali selama berlibur, dia dan Hermione juga berencana akan mendaki salah satu gunung yang ada di Bali Andre dan yang lain mengetahuinya mereka juga akan ikut, yang belum tau hanya Reno, Fadil, Ariel dkk dan Sarah dkk. Villa yang dipilih Dimas dipinggir pantai.


Hari ini mereka akan pergi ke Bali, mereka semua berkumpul dirumah Dimas dan Reno yang baru.


"Gue semobil sama kakak gue dan disamping kakak gue" ucap Andre merangkul pinggang Hermione. Mereka ke Bali akan menggunakan mobil katanya ingin melihat pemandangan jalan saat menuju Bali.


"1 mobil 4 sampai 5 orang ya" ucap Dimas.


"Gue ngendarai mobil yang ditumpangi Ana, Mona dan Dela" ucap Evan.


"Gue ngendarai mobil yang ditumpangi Fadil sama yang lain terserah siapa aja deh yang ada dimobilnya" ucap Drew karena dia tak mau semobil bersama Sarah dkk bisa-bisa habis dia digoda didalam sana.


"Gue Sarah dkk" ucap Julio terpaksa.


"Yang semobil sama gue siapa aja selain Andre?" tanya Hermione.


"Aku" ucap Dimas, Reno dan Ariel kompak.


"Berarti yang sama bang Drew aku, bang Dani dan bang Sani" ucap Fadil.


"Barang udah semuakan?" tanya Dimas.


"Udah" jawab mereka semua.


"Gue nyetir" ucap Hermione langsung masuk kedalam mobil kursi tempat untuk pengemudi, Andre langsung masuk kedalam sebelah kursi pengemudi. Mau tak mau Dimas, Reno dan Ariel dikursi belakang mereka berdua.


"Yakali kamu yang nyetir" ucap Dimas yang sudah masuk kedalam mobil.


"Kalau duduk aja bosen" ucap Hermione.


"Terserah deh" ucap Dimas.


Yang lain juga masuk kedalam mobil masing-masing. Mereka menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Tenda kamu bawa gak Ra?" tanya Dimas.


"Bawa" jawab Hermione.


"Buat apa tenda kan kita tinggal divilla?" tanya Reno.


"Mendaki" jawab Hermione, Dimas dan Andre.


"Kalian mau mendaki gak ngajak" ucap Ariel.


"Lupa" ucap Hermione.


"Berapa hari?" tanya Reno.


"Ntahlah mungkin 2 atau 3 hari" jawab Dimas.


"Ikut" ucap Ariel.

__ADS_1


"Aku juga" ucap Reno.


"Boleh" ucap Dimas.


Hermione lebih memilih fokus mengendarai mobilnya, Andre melirik Hermione sekilas dan itu dilakukannya terus menerus. Hermione menyadarinya dan sesekali melihat kearah Andre, Andre hanya tersenyum saat Hermione melihatnya sekilas.


Didalam mobil Julio, dia pusing dengan Sarah dkk.


"Andre itu adiknya abang atau apa sih?" tanya Sarah.


"Abang itu udah punya pacar atau belum?" tanya Wawa.


"Abang kuliah atau kerja?" tanya Santi.


"Abang punya mantan berapa?" tanya Wawa.


"Andre sahabat aku tapi udah seperti keluarga, udah punya istri tuh di Mona, aku kerja, mantan gak ada" jawab Julio.


"Jadi abang udah nikah" ucap Sarah.


"Kalau bang Evan, sama bang Drew?" tanya Wawa.


"Sama mereka juga udah nikah, Evan sama Ana dan Drew sama Dela" jawab Julio.


"Andre udah nikah?" tanya Sarah.


"Kalau Andre udah nikah dia gak akan sekolah" jawab Julio.


"Jadi lo pilih Andre atau Ariel sih?" tanya Wawa berbisik.


"Kalau bisa 2 kenapa harus 1" bisik Sarah.


"Mereka sama kaya dan ganteng" bisik Santi. Julio yang mendengar bisikkan Sarah dkk menggeleng pelan.


Beberapa jam mereka lewati didalam mobil, tapi mereka masih belum sampai karena menggunakan kecepatan sedang, bisa saja mereka ngebut tapi mereka tak mungkin mengabaikan keselamatan penumpangnya.


"Nih kak makan roti" ucap Andre memberikan roti. Yang lain sedari tadi mengemil didalam mobil sedangkan Hermione tidak.


"Nggak" ucap Hermione, Andre mengupas plastik yang membungkus rotinya.


"Isinya selai coklat kesukaan kakak, buka mulut kakak" ucap Andre, Hermione membuka mulutnya Andre menyuapi Hermione. Mata Hermione fokus dengan jalan karena takut terjadi masalah apalagi penumpangnya itu adalah Dimas, Reno, dan Ariel bisa saja nanti ada musuhnya yang ingin mencelakai mereka.


"Kak aku nyium aura Phoenix" batin Andre yang masih menyuapi Hermione.


"Ya kakak juga sama" batin Hermione, batin mereka tak didengar oleh Dimas.


"Gawat nih mata harus jeli" batin Andre.


"Dia gak akan bisa masuk kedalam mobil karena semua mobil udah aku pasang pagar gaib, membuat mobilnya hanya bisa dimasuki oleh kita saja" batin Hermione.


"Bagus deh, eh kok aku gak liat pagarnya ya?" batin Andre.

__ADS_1


"Yang hanya bisa liat kakak aja" batin Hermione.


"Ohh pantesan" batin Andre.


"Main suap-suapan" ucap Reno menyindir.


"Sisik aja lo" ucap Andre.


"Sirik kadal" ucap Dimas.


"Bodo" ucap Andre, dia mengusap bibir Hermione yang terkena selai coklatnya.


"Makan yang bener" ucap Andre.


"Kamu yang nyuapin" ucap Hermione.


"Oh iya lupa" ucap Andre.


"Iblis bisa lupa ya" batin Dimas.


"Diem lo buaya" batin Andre yang sengaja bisa didengar Dimas.


"Dasat kadal" batin Dimas.


Andre mengambil sebotol air mineral, dia membuka tutupnya dan memasukkan sedotan lalu menyodorkan kedekat bibir Hermione, Hermione lalu meminum airnya menggunakan sedotan setelah itu Andre menyimpan minumannya kembali. 3 cowok yang melihat bioskop gratis itu cemburu.


"Istri gue kadal" batin Dimas.


"Dia kakak gue" batin Andre.


"Tapikan gue suaminya dia, udahlah gak udah diterusin gue pasti kalah" batin Dimas.


"Udah dibilangin kalau deket sama cowok lain cemburu masih aja deket, ya walaupun Andre adik kak Dara tetep aja cemburu" batin Reno kesal.


"Gini ya rasanya cemburu, udah banyak cewek yang gue tidurin tapi kenapa gue tertarik dengan kak Dara bahkan malah cinta sama kak Dara" batin Ariel.


"Mencintai seseorang yang tak mencintai kita balik ternyata sakit" batin Ariel lagi.


Andre dan Hermione yang mendengar batin mereka saling lirik sekilas lalu Hermione fokus kejalan.


"Kakak sih bikin semua cowok suka sama kakak jadi ginikan" batin Andre yang sekarang tak didengar oleh Dimas.


"Lah kok kakak merekanya aja itu mah" batin Hermione.


"Bodoamat pokoknya ini salah kakak" batin Andre ngambek, Hermione melirik sekilas Andre dah tersenyum kecil lalu melihat kejalan lagi, Andre cemberut sambil memainkan ponselnya.


"Ra gantian pasti kamu capek" ucap Dimas.


"Nggak, biar aku aja" ucap Hermione, Dimas hanya bisa menurut pasrah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2