RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pertapaan


__ADS_3

Setelah Xiao Ziya pergi semua orang terdiam sejenak mereka masih sulit mempercayai apa yang baru saja mereka lihat, gadis berumur dua belas tahun memiliki aura agung yang sangat besar, memiliki kekuatan pada tahap dewa awal, memiliki senjata tingkat tinggi dan masih banyak hal luar biasa yang dimiliki oleh Xiao Ziya.


"Untung saja kita tak memusuhinya lagi." ucap Xiao Yinlin ketua pertama Klan Xiao yang ada di dunia atas.


"Dia bukanlah tandingan kita." ucap Xiao Runzi ketua keempat Klan Xiao yang ada di dunia atas.


Karna pertandingan antara Xiao Ziya dan Xiao Linho telah usai semua orang yang bukan berasal dari Klan Xiao kembali ke kediaman mereka masing masing. Kabar tentang kekalahan Xiao Linho sudah sampai di telinga anggota Aliansi Hitam Wunzo, jika pemuda yang menyewa kultivator kultivator mereka mati maka dapat dipastikan dua puluh kultivator tahap dewa awal yang mereka sewaksn juga mati. Siapa lawan dari Xiao Linho mengapa dua puluh kultivator tahap dewa awal tak bisa mengalahkannya.


"Kita telah kehilangan dua puluh kultivator tahap dewa awal." ucap Lin Yang, ia merasa bahwa kali ini Aliansi Hitam Wunzo mengalami kerugian yang sangat besar. Upah yang mereka dapatkan dari Xiao Linho juga masih setengahnya mereka harus mendapatkan sisa bayaran yang belum diberikan.


"Sebaiknya kita menagih sisa bayaran pada anggota Klan Xiao." ucap Wingzo yang menyarankan agar mereka menagih pelunasan pembayaran pada Klan Xiao karna bagaimanapun juga Xiao Linho adalah anggota Klan Xiao.


"Mereka tak mungkin mau melunasi kekurangannya karna sebelum Xiao Linho pergi kesini ia sempat berselisih paham dengan beberapa ketua Klan Xiao." ucap Ruo Luo salah satu mata mata yang dimiliki oleh Aliansi Hitam Wunzo ia telah mengumpulkan banyak informasi tentang Xiao Linho namun anehnya ia tak mendapat informasi apapun mengenai siapa kultivator hebat yang menjadi lawan Xiao Linho.


"Bagaimana dengan lawan Xiao Linho?." tanya Lin Yang ia ingin tau siapa yang telah mengalahkan Xiao Linho serta dua puluh kultivator tahap dewa awal yang mereka miliki.


"Maaf ketua pertama, saya tak bisa masuk kedalam Klan Xiao saat pertandingan berlangsung, dan saat saya masuk kesebuah kedai untuk mencari informasi semua orang hanya diam membisu." ucap Ruo Lu yang tak mengerti mengapa sangat sulit untuk menyelidiki identitas orang itu apakah ia benar benar seorang kultivator yang sangat hebat.


Saat ini Xiao Ziya tengah bersantai di dalam kamarnya, gadis itu sedang melakukan pertapaan mendalam agar bisa menembus ketahap selanjutnya dalam pertapaanya kali ini Xiao Ziya hanya melihat sebuah ruangan berwarna putih tanpa ada apapun di sana. Xiao Ziya sempat berfikir sejenak mengapa kali ini semuanya terasa sangat kosong, namun beberapa saat kemudian Xiao Ziya merasakan hawa yang sangat dingin masuk kedalam tubuhnya.

__ADS_1


"Apa ini mengapa terasa sangat menyakitkan." ucap Xiao Ziya yang merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, hawa dingin masuk kedalam tulang tulangnya bahkan hingga menyeruak kedalam aliran darah gadis itu.


Xiao Ziya berusaha menahan rasa sakit yang amat sangat menyiksa tubuhnya, ia merasa bahwa tubuhnya tak dapat digerakkan lagi. Bukannya menangis atau merasa takut jika ia akan lumpuh selamanya Xiao Ziya malah menantang rasa sakit yang menyerang tubuhnya.


"Jika kau mampu membuatku lumpuh dan patah semangat maka lakukanlah." ucap Xiao Ziya dengan sebuah seringai menakutkan yang menghiasi wajah manis gadis itu.


Sepertinya hawa dingin yang menyerang tubuh Xiao Ziya bukanlah hawa dingin biasa karna ia bisa mengerti apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya. Hawa dingin itu terus menyiksa bahkan membekukan sebagian pembuluh darah gadis itu, melihat hawa dingin yang menyerangnya semakin ganas Xiao Ziya langsung membakar seluruh tubuhnya dengan api hitam. Api hitam yang dimiliki oleh gadis itu bisa menjadi kawan ataupun lawan yang sangat menakutkan.


"Jika kau mampu lawanlah api hitamku ini." batin Xiao Ziya, tubuh gadis itu secara keseluruhan telah diselimuti oleh hawa dingin dan juga api hitam dua elemen yang saling bertabrakan itu berusaha untuk saling mengalahkan satu sama lain. Api hitam milik Xiao Ziya yang merupakan api abadi dari hasil penyiksaan jiwa jiwa yang telah melakukan dosa besar tentu saja lebih unggul daripada hawa dingin yang merupakan salah satu kekuatan penguji saat seseorang akan naik ke tingkat dewa tahap menengah.


Duaaaaar


Saat mereka sampai di sana ada sebagian tempat yang hancur lebur, melihat hal itu membuat Xiao Minzo semakin cemas dan langsung memeriksa reruntuhan bangunan itu. Terlihat seorang gadis yang masih dalam posisi bersila dengan wajah tenangnya. Akhirnya semua ketua Klan Xiao mengerti mengapa tiba tiba ledakan yang cukup besar terjadi di tempat tinggal ketua kedua.


"Mari kita kembali ke aula jangan sampai mengganggu nona muda." ucap Xiao Minzo yang meminta pada ketua klan yang lain untuk kembali ke aula utama Klan Xiao. Semua ketua yang ada di sana menuruti perkataan Xiao Minzo karna mereka juga tak berani menyinggung Xiao Ziya.


Kenaikan tingkat kultivasi adalah hal yang sangat penting untuk semua kultivator untuk itu saat akan naik tingkat mereka mencari sebuah tempat yang tenang dan tanpa gangguan agar bisa naik ke tingkat selanjutnya dengan sempurna.


Ruangan yang tadinya berwarna putih dan sangat kosong tiba tiba berubah warna menjadi merah dengan lautan darah yang menggenang dimana mana, setelah hawa dingin itu kalah melawan Xiao Ziya suasana dalam alam meditasi Xiao Ziya berubah drastis. Dalam lautan darah yang menakutkan itu Xiao Ziya melihat wajah wajah orang orang yang sangat ia kenali, mereka menatap kearah Xiao Ziya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Putriku kembalilah ayah sangat merindukanmu, pulanglah tak ada gunanya kau ada di sana." ucap seorang sosok misterius yang menyerupai ayah Xiao Ziya.


"Adikku kembalilah jangan biarkan keluargamu hancur hanya karna egomu yang sangat tinggi." ucap sosok lain yang menyerupai Xiao Yan, sosok itu memberikan sebuah lintasan ingatan yang sangat mengerikan pada Xiao Ziya.


Dalam lintasan ingatan itu Xiao Ziya melihat seluruh keluarganya yang ada di Klan Xiao dibantai oleh musuh musuhnya bahkan beberapa orang yang ia tolong berbalik menyerangnya, semua binatang yang telah menjadi pengikut setianya tiba tiba saja berhianat dan bersatu untuk membunuhnya.


Melihat kilasan ingatan yang sangat menakutkan itu membuat Xiao Ziya sempat terdiam sejenak kemudian gadis itu menatap kedalam genangan darah yang ada di hadapannya, bukannya merasa tertekan Xiao Ziya malah tertawa dengan kencang.


"Putriku apa yang terjadi padamu?." ucap sosok misterius yang masih menainkan perannya dengan baik sebagai ayah dari Xiao Ziya.


"Kalian kira saya bodoh? sudah jelas kalian berdua bukan ayah saya dan bukan kakak laki laki saya." ucap Xiao Ziya yang sudah muak dengan drama yang sangat menjijikkan seperti ini. Jika dalam pertapaan mendalamnya kali ini ia harus melawan rasa takut dan percaya pada kemampuan yang ia miliki sudah pasti gadis itu akan lolos dengan mudah.


Namun kali ini ia harus masuk kesebuah permainan yang membuatnya kesal sekaligus muak, Xiao Ziya paling kesal ketika ada sosok lain yang mencoba untuk menyerupai ayahnya dan juga orang orang yang ia sayangi.


"Mengapa kau tak mengenali kami berdua adikku." ucap Xiao Yan palsu yang membuat Xiao Ziya semakin kesal, mata gadis itu berubah menjadi merah darah.


"Walau kalian berdua hanyalah roh penguji seharusnya kalian tau tempramenku seburuk apa jika sudah menyangkut keluarga, maka terbakarlah kalian berdua." ucap Xiao Ziya yang membakar kedua sosok yang menyerupai ayah dan juga kakak laki lakinya itu menggunakan api putih, api pensucian yang paling menyakitkan. Tentu saja kedua roh penguji itu terkejut ketika identitas mereka diketahui oleh Xiao Ziya, hal lain yang membuat mereka semakin terkejut karna Xiao Ziya bisa membakar jiwa mereka yang sudah berusia ribuan tahun.


Hai guys aku update lagi nih, jangan lupa vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2