
Dimas sampai dirumah sakit, dia langsung mencari keberadaan Andre.
"Gimana keadaan Reno?" tanya Dimas saat sudah berada disamping Andre.
"Masih diperiksa dokter" jawab Andre.
"Kenapa bisa terjadi kayak gini?" tanya Dimas.
"Gak tau" jawba Andre.
Dokter keluar dari ruangan ugd.
"Dok gimana keadaan adek saya?" tanya Dimas.
"Keadaan pasien sudah membaik untungnya cepat dibawa kesini kalau tidak bisa sangat fatal" ucap dokter.
"Huh syukur deh" ucap Dimas.
"Bagus deh apa kita bisa liat keadaan pasien?" tanya Andre.
"Bisa tapi pasien akan dipindahkan terlebih dahulu keruang rawat" ucap dokter.
"Vip ya dok" ucap Andre cepat.
"Iya" ucap dokter lalu pergi.
"Aku mau ngurus administrasinya dulu" ucap Dimas.
"Udah bang gak usah repot semuanya beres" ucap Andre.
"Yaudah aku ganti ya" ucap Dimas.
"Eh udahlah santai aja" ucap Andre.
"Lebih baik kita keruang rawat Reno" ucap Andre.
......
Hermione dan Drew masih belum selesai bertarung.
"Hera kamu dimana?"
"Hera apa kamu tau tentang meninggalnya Yoga? "
"Hera Yoga gak meninggalkan?"
Suara Dimas membuat Hermione tak konsentrasi. Drew mengambil kesempatan itu untuk menyerang Hermione bertubi-tubi. Kekuatan mereka melemah tapi tak membuat mereka berhenti.
"Sialan" Hermione membalas serangan Drew.
"Kakak"
"Kakak Reno kecelakaan"
"Kakak cepat datang kerumah sakit xxx"
"Kak Dara"
"Ratu Hermione Darahera Andromeda Phoenix"
"Hera kata Andre Reno kecelakaan"
"Hera kamu dimana?"
"Hera apa kamu masih berada dialamu?"
Hermione dan Drew sama-sama terjatuh karena serangan mereka sendiri.
"Buka matamu Drew dia memanfaatkanmu saja, dia tak mencintaimu" ucap Hermione kembali berdiri.
"Ya aku tau dia hanya memanfaatkanku saja tapi aku mencintainya" ucap Drew.
"Cinta tak harus saling memiliki Drew, lihat Andre dia mencintaiku tapi dia juga tak melarangku jatuh cinta dengan orang lain" ucap Hermione.
"Kamu dan dia dipertemukan untuk bertemu bukan untuk bersatu" ucap Hermione.
"Kalau hadir dia cuman untuk singgah, lalu kenapa hadir dia harus melibatkan perasaan Her?" tanya Drew.
"Kenapa? Akhhh" Drew melemparkan bola api kesembarang arah.
"Kenapa aku harus mencintai seseorang yang sama sekali tak mencintai aku kembali?Kenapa Her? Apa segitu gak berharganya aku dimata dia?" tanya Drew.
"Aku mengorbankan semuanya untuk membantu dia tapi dianya sama sekali tak pernah menghargai pengorbanan aku" ucap Drew.
__ADS_1
"Lupain dia karena dia gak akan bisa membalas perasaan kamu, dia memang pantas untuk disiksa, anggap saja siksaan itu balasan dia karena tak bisa membalas perasaan kamu" ucap Hermione.
"Bener juga" ucap Drew tersenyum miring.
"Makasih Ratu Hermione kamu telah menyadarkanku" ucap Drew.
"Maaf selama ini aku telah mengacaukan semuanya" ucap Drew.
"Tak masalah, jadi sekarang kita apa nih?" tanya Hermione.
"Kita bukan musuh lagi, sekarang aku anak buahmu dan kamu ratuku" jawab Drew.
"Bukan, kita adalah teman, eh jangan deh sahabat aja eh jangan gak cocok keluarga ya keluarga" ucap Hermione.
"Kita keluarga" ucap Hermione.
"Hah ke keluarga" ucap Drew.
"Sekian banyak salah aku kekamu, kamu masih menganggap aku keluarga" ucap Drew.
"Ya kita keluarga" ucap Hermione, Drew langsung memeluk Hermione.
"Walaupun kamu ratu iblis tapi tetap aja kamu masih mempunyai hati yang baik" ucap Drew.
"Baik apaan coba, masa pembunuh dan yang menyesatkan manusia baik" ucap Hermione.
"Memang baik" Drew melepaskan pelukannya.
"Sebelum aku kebumi sini biar aku obatin dulu luka kamu" ucap Hermione.
"Gak usah tenaga kamu pasti melemah" ucap Drew menolak.
"Gak ada penolakan aku ratu jadi terserah aku" ucap Hermione mengobati Drew.
"Lukaku banyak pasti akan banyak menguras tenaga kamu, kamu juga ada luka lebih baik obati saja luka kamu dulu" ucap Drew.
"Aku sudah biasa jadi tak masalah" ucap Hermione.
"Nah sudah aku harus kebumi dulu bye" ucap Hermione.
"Makasih" ucap Drew. Hermione mengangguk dan langsung menghilang.
"Walaupun iblis tapi kebaikannya tetap masih menempel dihatinya tak seperti manusia luarnya baik dalamnya busuk" ucap Drew tersenyum.
......
"Ya masihlah bang" ucap Reno.
"Oh iya yah" ucap Dimas.
"Coba jelasin gimana bisa kecelakaan" ucap Andre.
"Tadi pas dijalan mau kesekolah tiba-tiba lampu berubah jadi merah sisupirnya udah ngerem tapi tetep gak berhenti, dari arah samping ada mobil yang laju banget yaudah tabrakan deh" ucap Reno.
"Remnya blong berarti kalau gak bisa ngerem" ucap Dimas.
Brak...
Pintu ruangan ditendang oleh seseorang, orang itu langsung masuk dengan berjalan sempoyongan. Dia bahkan hampir jatuh untungnya Andre langsung menangkap tubuh orang itu.
"Jalan itu hati-hati kakakku sayang" ucap Andre.
"Buru-buru dek" ucap Hermione membenarkan posisinya.
"Abis dari mana luka-luka gitu?" tanya Dimas.
"Biasa anak cewek berantem" ucap Hermione.
"Eh bego seharusnya anak cowok yang berantem bukan cewek" ucap Andre menjitak kepala Hermione.
"Terserah gue dong kok lo yang ribet" ucap Hermione.
"Yaudah deh, yang jadi pertanyaan gue adalah lo menang gak?" tanya Andre.
"Bukan menang lagi Dre tapi dah bukan musuhan lagi" ucap Hermione.
"Selama bertahun-tahun musuhan akhirnya baikan juga" ucap Andre.
"No gimana keadaan kamu masih sakit?" tanya Hermione.
"Nggak kak" jawab Reno.
"Eh tadi bukannya lo bilang masih ya" ucap Andre.
__ADS_1
"Kata siapa gak kok" ucap Reno.
"Ni anak bisa aja kalau ada cewek langsung sok kuat ya" ucap Dimas.
"Bukan sok bang" ucap Reno.
"Iya Yoga udah meninggal, dia dimakamkan didesa tempat orang tuanya tinggal" batin Hermione menjawab pertanyaan Dimas yang tadi.
"Kenapa kamu gak bilang?" batin Dimas.
"Aku lupa ditambah lagi kamu sibuk takutnya pikiran kamu kemana-mana jadi gak konsentrasi deh" batin Hermione.
"Aku mau kemakamnya setelah Reno sembuh" batin Dimas.
"Sekarang juga gak apa-apa biar aku jaga Reno" batin Hermione.
"Masa adik aku sakit aku malah ninggalin dia" batin Dimas.
"Terserah kami sih mau kepemakaman Yoga kapan" batin Hermione.
"Reno" panggil Dimas.
"Iya bang" jawab Reno.
"Abang mau pergi beberapa hari kepemakaman teman abang didesa, kamu gak apa-apa ditinggal sendiri nanti kamu dijagain sama Dara" ucap Dimas.
"Aku juga udah besar bang tenang aja" ucap Reno.
"Yang bener kamu gak apa-apa ditinggal abang?" tanya Dimas.
"Gak apa-apa" jawab Reno.
"Kapan mau perginya?" tanya Hermione.
"Kayaknya malam ini" jawab Dimas.
"Kamu siapin dulu sana barang yang mau dibawa" ucap Hermione.
"Iya aku pergi dulu ya, jagain adek aku" ucap Dimas.
"Iya" jawab Hermione. Dimas pergi dari sana.
"Gue juga mau pergi dulu cari dokter atau perawat cantik yang mau diajak nikah" ucap Andre langsung pergi.
"Dasar adek gak ada akhlak" ucap Hermione.
"Kakak kok gak pernah nganterin Andre kesekolah?" tanya Reno. Hermione lalu duduk dikursi tepi ranjang.
"Emang kenapa kamu kangen?" tanya Hermione menggoda.
"Iya kangen banget" jawab Reno, Hermione hanya tersenyum.
"Itu luka kakak gak mau diobatin?" tanya Reno.
"Gak biarin aja" ucap Hermione.
"Ih gak boleh gitu sini aku obatin" ucap Reno.
"Kamu aja masih sakit mau ngobatin aku, biarin aja ini cuman luka biasa" ucap Hermione.
"Hehehe, tapi kak nanti infeksi" ucap Reno.
"Jangan lebay deh" ucap Hermione. Reno hanya tersenyum.
Tiba-tiba pintu ruangan diketuk.
Tok...
...Tok... ...
^^^Tok... ^^^
"Masuk" ucap Hermione.
Orang itu masuk kedalam, Reno heran karena tak kenal sedangkan Hermione melihat orangnya dari atas kebawah lalu berdiri dan menghampirinya.
"Hai sayang" ucap orang itu memeluk Hermione lalu mencium kening dan pipi Hermione.
"Aku kira kamu yang sakit karena Andre bilang kamu ada dirumah sakit" ucap orangnya.
"Eh tapi ini muka kamu kenapa luka-luka, kamu abis berantem sama siapa lagi, aduh inget kamu cewek jangan berantem terus" ucap orangnya. Reno yang melihat itu terbakar api cemburu.
Bersambung...
__ADS_1