
Karna dendamnya yang begitu besar arwah anak perempuan itu menarik seluruh aura negatif yang ada di sekitar sana, Xiao Ziya menatap semua yang terjadi dengan tatapan aneh mungkin gadis itu merasa bingung dengan hal yang terjadi pada arwah Yianjung.
"Aku akan membalas dendam!!." triak arwah Yianjung, tiba tiba semua sulur hitam yang mengikat arwah itu meleleh. Entah apa yang terjadi biasanya sulur hitam milik Xiao Ziya sudah untuk dilepaskan bahkan ada beberapa dewa yang tak mampu melepasnya.
"Aku akan mencari mereka, dan kau gadis sialan jangan berani menggangguku." ucap Arwah Yianjung, ia tau kemungkinan besar Xiao Ziya akan menghentikannya dengan cara apapun karna itu arwah Yianjung harus segera pergi untuk membalas dendam.
Xiao Ziya mencoba kembali mengikat arwah anak perempuan itu dengan sulur hitam miliknya, hal yang sama terjadi lagi sulur sulur hitam itu meleleh saat menyentuh arwah Yianjung.
"Anak perempuan itu sangat merepotkan." ucap Xiao Ziya dengan wajah datarnya, ia harus memikirkan sebuah cara untuk menghalangi niat jahat dari Yianjung.
Xiao Ziya mengangkat sabit kematiannya cukup tinggi lalu mengarahkan ujung sabit kematian itu pada Yianjung, sebuah cahaya hitam pekat tertarik keluar dari tubuh arwah Yianjung ternyata arwah anak perempuan itu menyerap energi negatif untuk mengumpulkan kekuatan agar bisa keluar dari rumah itu.
"Hentikan!! jangan lakukan itu." ucap arwah Yianjung dengan ketakutan, semua rencananya akan gagal jika semua aura negatifnya hilang. Dendamnya harus terbalaskan, ayah, ibu, serta saudaranya yang lain tak boleh hidup bahagia di saat Yianjung harus menjalani kehidupan yang buruk seperti ini.
"Pergilah jika kau mampu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan remeh, gadis itu sudah kehilangan banyak waktu hanya untuk mengurusi arwah seperti Yianjung.
Yianjung hanya diam dan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan yang sulit di artikan, tiba tiba arwah Yianjung melayang pergi menuju ke lantai dua tempat Hanz, Xiao Bin, dan Ruo Yogi bersembunyi. Arwah Yianjung tau bahwa ia tak bisa melawan Xiao Ziya jadi ia harus membunuh teman teman gadis itu.
"Makan jiwa gadis itu." ucap Xiao Ziya pada iblis pemakan jiwa yang masih bersujud padanya.
Sang iblis membelalakkan matanya karna terkejut dengan ucapan Xiao Ziya, gadis itu baru saja memintanya untuk memakan jiwa dari Yianjung. Jika iblis pemakan jiwa melakukan hal itu maka perjanjian antara mereka berdua akan berakhir dan mungkin saja sang iblis akan mendapat hukuman.
"Saya tak bisa melakukan hal itu, tolong mengertilah nona." ucap sang iblis pemakan jiwa dengan nada yang gemetaran, saat ia masih menjadi penduduk di wilayah kerajaan neraka setiap iblis dilarang untuk mengingkari perjanjian yang mereka buat dengan manusia karna akan menimbulkan bencana bagi sang iblis.
"Makan jiwa gadis itu atau kau akan dilenyapkan." ucap Xiao Ziya dengan serius, ia tak peduli hukuman apa yang akan di dapat oleh sang iblis pemakan jiwa yang Xiao Ziya tau iblis itu sangat suka memakan jiwa manusia.
"Saya tak akan membatalkan perjanjian saya dengan arwah anak perempuan itu apapun yang terjadi." ucap sang iblis pemakan jiwa dengan keras kepala tetap berpihak pada Yianjung meski ia takut pada gadis yang sedang menatap tajam ke arahnya itu.
"Baiklah jika itu pilihanmu." ucap Xiao Ziya, gadis itu tersenyum miring seperti ingin melakukan sesuatu pada sang iblis.
Xiao Ziya mengetukkan sabit kematiannya ke lantai sebanyak tiga kali, muncul sebuah pola aneh di bawah sang iblis pemakan jiwa. Pola aneh itu semacam sebuah sihir yang hanya dimiliki oleh Xiao Ziya, dari lingkaran sihir itu muncul tangan tangan hitam yang berasal dari alam neraka. Tangan tangan hitam tersebut sangatlah panas dan mulai menarik tubuh sang iblis pemakan jiwa untuk masuk kedalam lingkaran sihir.
"Tolong ampuni saya nona, saya tak ingin mendapat hukuman seperti ini." ucap sang iblis pemakan jiwa dengan raut wajah ketakutan.
"Mereka adalah jiwa jiwa manusia yang telah kau ambil untuk keabadian mu, mengapa sekarang kau ketakutan seperti itu. Hadapilah takdir mu wahai tuan Iblis Pemakan Jiwa, ah atau saya harus memanggil anda dengan sebutan mantan jenderal iblis selatan?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman puas, sebagai penerus dari Raja Artur gadis itu memiliki banyak informasi mengenai alam neraka dan nama nama iblis yang tengah menjadi buronan karna menghianati Raja Artur.
"Bagaimana mungkin?." ucap sang iblis pemakan jiwa dengan tatapan tak percaya, ternyata gadis itu tau identitas aslinya.
"Nikmatilah masa masa hukuman mu, dan sampai jumpa." ucap Xiao Ziya.
Setelah Xiao Ziya mengucap kata perpisahan pada sang iblis pemakan jiwa, iblis itupun berhasil ditarik masuk kedalam lingkaran sihir dan masuk kedalam penjara neraka. Sebelum lingkaran sihir itu menghilang samar samar Xiao Ziya melihat Raja Artur yang sedang tersenyum padanya sebagai pertanda Xiao Ziya telah melaksanakan tugas dengan baik.
Kini tinggal satu langkah lagi yang perlu gadis itu lakukan agar masalah ini selesai ia harus membakar tubuh asli dari arwah Yianjung. Xiao Ziya menatap tubuh arwah Yianjung yang tak jauh dari tempatnya berdiri, setelah itu Xiao Ziya memasukkannya ke dalam cincin semesta.
"Pergilah jangan berani mendekati kami!." triak Xiao Bin dari dalam gudang kosong, ia mengatakan hal itu karna arwah Yianjung bersikeras ingin masuk kedalam. Beberapa kertas emas yang di tempel di dalam gudang mulai hangus karna tak bisa menahan kemarahan dari arwah Yianjung.
Teman temannya sedang dalam bahaya, Xiao Ziya bergegas melesat ke lantai dua untuk menghentikan aksi arwah Yianjung yang menyebalkan itu. Lagi lagi rencananya di gagalkan oleh Xiao Ziya, arwah Yianjung tak bisa tinggal diam dan menerima nasib dimusnahkan oleh gadis itu.
"Mereka adalah mangsaku, setelah membunuh ketiga pemuda itu aku akan pergi." ucap arwah Yianjung dengan senyum yang menakutkan, Xiao Ziya menampar pipi arwah tersebut dengan sangat keras hingga Yianjung merasa kesakitan.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan padaku, manusia sepertimu tak seharusnya bisa menyentuh tubuh transparan ku ini." ucap arwah Yianjung dengan kesal, gadis yang ada di hadapannya itu bisa melakukan banyak hal yang tak bisa dilakukan oleh manusia biasa.
"Kau ingin membunuh mereka?." tanya Xiao Ziya dengan nada datar dan penuh dengan penekanan.
"Mereka adalah mangsaku, nyawa mereka adalah milikku." ucap Arwah Yianjung, ia tak peduli apa yang akan terjadi nantinya.
Xiao Ziya melesat ke arah arwah anak perempuan itu dan mencekik lehernya dengan kuat, entah mengapa arwah Yianjung merasa kesakitan. Yianjung tak bernafas seperti manusia jadi ia tak akan mati untuk kedua kalinya hanya karna dicekik oleh Xiao Ziya, namun tindakan dari Xiao Ziya membuat jiwa milik Yianjung kesakitan.
"Lepaskan." rintih arwah Yianjung dengan sangat pelan.
"Keselamatan sisa sisa jiwamu ada di tangan saya." ucap Xiao Ziya yang membalikkan perkataan Yianjung tadi.
Setelah beberapa saat Xiao Ziya melepaskan cengkeramannya dari leher Yianjung, ia melesat pergi dan masuk kedalam gudang kosong dengan sangat cepat lalu segera menutup pintu gudang itu agar arwah Yianjung tak ikut masuk kedalam. Karna Xiao Ziya masuk secara tiba tiba, ketiga pemuda yang ada di dalam sempat berteriak ketakutan karna mereka mengira arwah anak perempuan itulah yang berhasil masuk.
"Tempelkan beberapa kertas emas ini di beberapa bagian secara acak." perintah Xiao Ziya pada ketiga temannya.
"Ah adik Ziya membuat kami hampir mati karna merasa takut." ucap Xiao Bin yang bisa menghela nafas lega setelah tau Xiao Ziyalah yang masuk kedalam gudang kosong itu.
"Cepatlah waktu saya tak banyak." ucap Xiao Ziya, setelah menyelesaikan masalah ini Xiao Ziya harus pergi ke gedung pemerintahan untuk memberi pelajaran pada aparat pemerintah yang menghianati perjanjian mereka.
"Baik adik kami akan melakukannya dengan cepat." ucap Xiao Bin yang membagi beberapa kertas emas pada Hanz dan Ruo Yogi. Mereka mulai menempelkan kertas emas itu di berbagai sudut ruangan, setelah selesai Xiao Ziya mengambil sebuah pedang berwarna perak dari dalam cincin semestanya.
Xiao Ziya memecahkan beberapa ubin lantai menggunakan pedang peraknya itu, di sisi lain arwah dari Yianjung mulai panik ia berusaha masuk kedalam gudang kosong namun ada mantra sihir yang sangat kuat yang menjaga gudang itu.
"Gadis itu tau dimana letak tubuh asliku." ucap arwah Yianjung dengan tatapan kosong, rencananya benar benar akan gagal jika Xiao Ziya memusnahkan tubuh aslinya.
Xiao Ziya tak menggubris teriakan dari arwah anak perempuan itu ia masih menggali tanah yang ada di bawah ubin dengan pedang peraknya. Dengan sedikit bantuan sihir elemen tahan yang ia pelajari, Xiao Ziya berhasil menemukan tubuh asli dari Yianjung.
"Saya sudah menemukan tubuh aslimu." ucap Xiao Ziya yang memberikan informasi pada arwah Yianjung yang ada di luar gudang kosong.
"Argh, jauhkan tangan mu itu dari tubuhku." ucap arwah Yianjung penuh dengan emosi.
"Kau harus pergi ke alam yang berbeda dengan kami." ucap Xiao Ziya, gadis itu menyalakan api hitam di tangan kirinya. Setelah api hitam berkobar dengan begitu besar, Xiao Ziya langsung membakar tubuh asli Yianjung dengan api hitam miliknya.
"Mengapa nona membakar tubuh dari arwah anak perempuan itu?." tanya Ruo Yogi yang merasa penasaran, dan bagaimana bisa tubuh dari arwah anak perempuan itu ada di dalam gudang? bukankah sebelumnya Xiao Ziya mengatakan bahwa ia menemukan tubuh anak perempuan itu di dalam kamar Hanz?.
"Saya harus memusnahkannya, dengan membakar tubuh asli dari arwah anak perempuan itu ia akan lenyap dengan sendirinya." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan pada Ruo Yogi secara singkat.
Arwah Yianjung merasakan panas yang sangat luar biasa membakar sisa sisa jiwa miliknya, artinya Xiao Ziya telah berhasil menemukan tubuh miliknya lalu membakar tubuh itu. Arwah Yianjung berteriak karna merasakan sakit sekaligus panas yang tak bisa ia tahan, perlahan lahan jiwanya mulai hancur mulai dari kaki hingga nanti seluruh jiwanya menghilang. Arwah Yianjung tau apa yang akan terjadi jika arwahnya hilang dari dunia fana, ia tak akan bisa berreingkarnasi menikmati kehidupan selanjutnya seperti arwah atau roh manusia lain.
"Hentikan tolong hentikan, ampuni saya." ucap arwah Yianjung dengan sekuat tenaga.
"Biarkan saya pergi jangan hancurkan jiwa saya." ucap Yianjung lagi dengan rintihan kesakitan.
"Itu terdengar sangat memilukan." ucap Hanz yang merasa kasihan pada arwah anak perempuan itu, di lain sisi Hanz juga memahami bahwa apapun yang sedang dilakukan oleh nona mudanya itu untuk kebaikan mereka semua.
"Rasa mengasihi sesama manusia adalah hal yang wajar, namun ada waktu dimana kita harus membuang jauh jauh rasa kasihan itu. Karna banyak manusia kurang ajar yang berani mengorbankan apapun demi sebuah ambisi gila mereka." ucap Xiao Ziya, ia memberikan sedikit ceramah pada Hanz agar pemuda itu bisa lebih berhati hati di lain hari.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya akhirnya seluruh tubuh milik Yianjung habis terbakar dan jiwa anak perempuan itu lenyap untuk selamanya, Hanz, Xiao Bin, serta Ruo Yogi merasa lega karna terbebas dari arwah jahat itu.
__ADS_1
"Kalian keluarlah terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang meminta ketiga pemuda itu untuk keluar dari gudang kosong.
"Trimakasih karna telah menyelamatkan kami, kami pamit." ucap Xiao Bin sembari membungkukkan badannya diikuti oleh Ruo Yogi dan Hanz. Setelah itu mereka bertiga keluar untuk kembali ke kamar masing masing, Hanz juga harus memilih kamar baru karna pintu kamarnya rusak.
Xiao Ziya duduk di sebuah kursi yang ada di pojok ruangan itu, ia melihat kesekeliling untuk memastikan tak ada arwah jahat lagi yang tersisa di sana. Setelah memastikan semua aman dan baik baik saya, Xiao Ziya menghela nafas lega ia mengambil beberapa kertas emas yang ditempel di beberapa tempat.
"Arwah gadis itu memang sengaja di tempatkan di ruangan ini, saya tau kau ingin membalas dendam atas kematian mu. Saya akan membantumu membunuh satu orang yang merencanakan semua ini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman iblisnya, meski ia telah melenyapkan jiwa Yianjung akan tetapi Xiao Ziya akan memenuhi satu keinginan anak perempuan itu.
Kesalahan Yianjung adalah menganggap keluarganya sebagai musuh karna telah meninggalkannya sendirian di rumah, karna hal itulah ia mati di tangan para perampok dan mayatnya di kuburkan di gudang kosong. Satu orang yang harus bertanggung jawab atas kematian Yianjung adalah ayah dari gadis itu.
"Sebelum melakukan hal itu saya harus mandi." ucap Xiao Ziya sambil melihat tubuhnya yang berkeringat. Gadis itu melesat dari lantai dua ke lantai satu, ia masuk ke dalam kamar mengambil sebuah handuk lalu masuk kedalam kamar mandi.
Di sisi lain Kenzo dan Zero pergi untuk melihat kondisi kakak tertua mereka, untunglah Hanz baik baik saja tak ada luka serius yang membuat pemuda itu harus dirawat di rumah sakit.
"Untunglah kau baik baik saja." ucap Kenzo dengan raut wajah khawatir yang masih terlihat jelas.
"Mengapa hantu itu mengincar mu? apa karna kau tampan hingga hantu anak perempuan itu ingin membawamu ke alamnya?." ucap Zero yang membuat Hanz dan Kenzo saling berpandangan satu sama lain, mengapa mereka memiliki adik yang sangat menyebalkan seperti Zero.
"Meskipun Hanz memang tampan, hantu anak perempuan itu tak akan tertarik padanya." ucap Xiao Yuna yang tak sengaja lewat di depan kamar baru Hanz yang ada di samping kamarnya.
"Ah selamat malam saudari Yuna." ucap Hanz, Kenzo, dan Zero secara bersamaan.
"Malam semua." jawab Xiao Yuna dengan singkat dan tatapan dingin. Gadis itu memiliki aura kecantikan yang cukup menggoda namun ia masih belum tertarik menjalin hubungan dengan seorang pria lagi.
"Apa yang dikatakan saudari Yuna memang benar, hantu anak perempuan itu tak akan suka pada saudara kita." ucap Kenzo dengan tawa yang ia tahan, baru kali ini ada seorang gadis yang tak tertarik pada saudara tertuanya itu.
"Berhentilah meledekku." ucap Hanz yang merasa kesal.
Xiao Yuna tak ingin mendengar pertengkaran antara ketiga mafia bersaudara itu, ia ingin pergi ke kamar Xiao Ziya yang ada di lantai satu. Satu hal yang perlu diingat Xiao Ziya memiliki dua kamar, satu kamar berada di lantai satu dan satu kamar lainnya berada di lantai dua.
Tok tok tok.
Suara pintu kamar Xiao Ziya yang diketuk oleh Xiao Yuna. Meski Xiao Yuna tau adik sepupunya itu akan baik baik saja, Xiao Yuna tetap merasa cemas karna yang dihadapi oleh Xiao Ziya kali ini adalah makhluk halus yang sangat menyeramkan.
"Masuklah Yuna jiejie." ucap Xiao Ziya yang mempersilahkan kakak sepupunya itu untuk masuk kedalam kamar. Setelah mendapat izin dari Ziya, Xiao Yuna langsung masuk kedalam ia melihat adik sepupunya itu sedang menguncir rambutnya.
"Kau ingin pergi kemana adik Ziya?." tanya Xiao Yuna yang melihat penampilan adik sepupunya itu dari atas hingga bawah.
"Saya harus pergi ke gedung pemerintahan untuk memberi pelajaran pada beberapa orang." jawab Xiao Ziya dengan jujur.
"Gedung pemerintahan?." ucap Xiao Yuna yang tak mengerti dengan perkataan Ziya.
"Saya tak bisa menjelaskan istilah itu sekarang Yuna jiejie karna saya harus berangkat ke sana." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi meski sudah larut malam. Biasanya para tikus berjaz itu akan kabur saat malam hari agar tak ada yang mengetahui tempat persembunyian mereka.
"Saya akan ikut." ucap Xiao Yuna yang ingin membantu adik sepupunya itu, lagipula semenjak mereka datang ke dunia semesta tingkat rendah adik sepupunya itu belum beristirahat jadi Xiao Yuna khawatir pada Xiao Ziya.
"Baiklah mari ikuti saya." ucap Xiao Ziya yang tak melarang Xiao Yuna ikut dengannya. Akhirnya mereka berdua keluar dari rumah megah itu dan mulai pergi ke pusat kota.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian? semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian juga ya. Love you all.
__ADS_1