RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bertemu Kembali


__ADS_3

Setelah selesai makan Xiao Ziya mengajak Ziloz untuk pergi dari sana karna ia harus pergi untuk menemui Dewa Agung Arzil karna ia ingin meminta akar teratai pelangi yang ada di pekarangannya. Ziloz mengatakan bahwa ia sangat ingin menemani Xiao Ziya namun sore nanti ada kelas latihan yang tak bisa ia lewatkan karna akan mendapatkan hukuman yang berat. Xiao Ziya tak masalah jika harus pergi sendiri selagi Ziloz menunjukkan dimana kediaman Dewa Agung Arzil.


Setelah selesai memberi arahan pada Xiao Ziya, Zilozpun kembali ke akademi untuk mengikuti pelajaran tambahan. Sedangkan Xiao Ziya berjalan dengan santai karna ia perlu mencari penginapan terlebih dahulu untuk tempat beristirahat, Xiao Ziya memilih menginap di sebuah penginapan yang dekat dengan restoran tempat ia makan.


"Selamat datang di penginapan dewa dewi, apakah ada yang bisa kami bantu. Sebelum memesan kamar di penginapan kami anda harus memenuhi syarat terlebih dahulu." ucap salah seorang pelayan penginapan yang menyambut Xiao Ziya dengan ramah. Namun apa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Xiao Ziya untuk bisa menginap di sana.


"Persyaratan apa yang harus saya penuhi?." tanya Xiao Ziya yang merasa bingung, biasanya untuk menginap di sebuah penginapan yang perlu ia lakukan hanyalah memesan kamar dan membayar biyayanya.


"Semua tamu kami adalah kultivator alam dewa." ucap sang penjaga penginapan yang mewajibkan setiap tamunya adalah kultivator tingkat alam dewa dan itu adalah sebuah kewajiban.


Xiao Ziya mulai menunjukkan tingkat kultivasinya gadis itu ada di tingkat alam dewa menengah pertama. Pelayan itu cukup terkejut karna gadis di hadapannya bukanlah keturunan dewa atau dewi yang lahir di wilayah dewa namun ia memiliki kultivasi yang sangat tinggi di usia muda. Xiao Ziya diizinkan untuk memesan kamar di sana gadis itu memesan kamar selama satu minggu dengan biyaya lima puluh lima keping emas biyaya itu sudah dengan makan pagi dan makan malam.


"Baiklah trimakasih telah menginap di penginapan kami semoga nona muda betah di sini, jika ada hal lain yang diperlukan anda bisa mencari saya." ucap sang pelayan penginapan ia memberikan sebuah kunci kamar pada Xiao Ziya.


Xiao Ziya mengambil kunci kamar itu, gadis itu naik tangga hingga sampai ke lantai kelima. Setelah sampai di depan kamarnya ia langsung membuka pintu yang terkunci kemudian masuk kedalam kamar. Kamar yang ia tempati adalah salah satu kamar vip yang ada di penginapan itu sehingga biyaya yang dikeluarkan lumayan mahal namun fasilitas yang ada sangatlah memadai.


"Hah sebaiknya saya mandi kemudian berjalan jalan di sekitat tempat ini." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai Xiao Ziya menggunakan sebuah gaun berwarna hitam dengan sulaman jarum emas Xiao Ziya juga menggunakan hiasan rambut berbentuk bunga kecil berwarna emas yang sangat cantik. Penampilan Xiao Ziya saat ini memang benar benar memuakau, setelah selesai Xiao Ziya turun ke lantai bawah di sana banyak tamu penginapan yang menatap Xiao Ziya dengan tatapan kagum.


"Lihatlah gadis yang baru saja turun dari tangga itu bukankah ia sangat memukau." ucap salah seorang pengunjung yang terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Xiao Ziya.


Xiao Ziya berjalan kearah salah seorang pelayan penginapan ia bertanya apakah disekitar penginapan ini ada pasar yang dapat ia kunjungi, sang pelayan penginapan mengatakan bahwa di sekitar penginapan itu ada beberapa pasar namun tak semua pasar dapat dikunjungi oleh Xiao Ziya.


Setelah mendapatkan arahan dari sang pelayan penginapan Xiao Ziya langsung melangkahkan kaki untuk keluar dari penginapan itu, Xiao Ziya berjalan menuju arah yang telah ditunjukkan benar saja saat berjalan beberapa saat akhirnya Xiao Ziya sampai di sebuah pasar yang sangat ramai.


"Sepertinya saya bisa membeli beberapa barang di sana." ucap Xiao Ziya yang langsung berjalan mendekat dan mulai menyusuri setiap kedai dan toko toko kecil yang ada di pasar itu. Xiao Ziya berhenti di sebuah toko yang menjual tanaman herbal, tanaman langka, dan tanaman tanaman yang tak pernah ia lihat sebelumnya di dunia bawah maupun dunia atas.


"Silahkan dilihat lihat dulu nona." ucap sang kakek tua yang menjual tanaman itu.


"Apakah anda memiliki akar teratai pelangi?." tanya Xiao Ziya pada sang kakek penjual tanaman itu, siapa tau ia memiliki tanaman langka yang sedang ia cari sehingga Xiao Ziya tak perlu pergi ke kediaman dewa agung untuk meminta tanaman herbal itu.


"Maaf nona tanaman itu hanya ada di pekarangan dewa agung Arzil, walau anda mencarinya di seluruh wilayah dewa hanya ditempat itulah akar teratai pelangi tumbuh." ucap kakek penjual tanaman yang mengatakan hal itu dengan jujur, kakek itu sudah pernah menyusuri setiap sudut hutan yang ada di wilayah dewa namun tanaman yang dicari oleh nona muda yang ada di hadapannya itu memang tak ada dimanapun.


"Ah ternyata begitu, kalau begitu saya ingin membeli sepuluh buah masing masing tanaman yang anda jual, jika anda memiliki bibit atau tanamannya saya juga akan membelinya." ucap Xiao Ziya yang akan menyimpan dan menanam kembali tanaman tanaman itu di dalam cincin semestanya.


"Baiklah saya akan siapkan semua, nona adalah orang pertama yang membeli pada saya dalam jumlah yang sangat besar." ucap sang kakek penjual tanaman yang terlihat sangat senang karna Xiao Ziya membeli dalam jumlah yang banyak. Setelah cukup lama menunggu kakek itu sudah mengemas semua pesanan Xiao Ziya.


"Berapa biyaya semua ini?." tanya Xiao Ziya yang ingin membayar semua tanaman yang ia beli itu. Sang kakek sedang menghitung berapa biyaya yang harus gadis itu bayar untuk membeli semua pesananya.


"Totalnya seribu koin emas, mungkin itu akan sangat mahal untukmu jadi kau bisa membayarnya seharga depalan ratus koin emas saja." ucap kakek penjual tanaman itu yang memberi keringanan pada Xiao Ziya. Xiao Ziya tersenyum mendengar perkataan kakek itu.


"Tidak apa apa saya akan membayarnya dengan penuh." ucap Xiao Ziya yang mengambil sebuah kantung berisi seribu dua ratus koin emas dan memberikannya pada kakek itu. Sang kakek menerima koin emas yang diberikan oleh Xiao Ziya dengan senang hati, saat menghitung koin yang diberikan oleh Xiao Ziya ternyata itu terlalu banyak.


"Koin emasmu terlalu banyak ada dua ratus koin emas yang tersisa." ucap sang penjual tanaman yang ingin mengembalikan dua ratus koin emas itu pada Xiao Ziya.

__ADS_1


"Kakek tidak perlu mengembalikannya ambil saja sisanya, saya pamit dulu." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi meninggalkan kakek penjual tanaman yang sedang merasa terharu itu karna masih ada gadis baik di dunia ini.


Setelah membeli tanaman tanaman herbal itu Xiao Ziya berjalan menuju kediaman Dewa Agung Arzil dan meminta sebuah akar teratai pelangi padanya, setelah itu Xiao Ziya bisa kembali ke dunia atas untuk membuatkan obat.


"Andai saja saya juga bisa berpergian ke dunia bawah dengan santai seperti ini." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba teringat dengan apa yang dikatakan sang kakek, saat memulai perjalanan untuk membuka buku tengkorak yang ada di cincin penguasa mutlaknya itu Xiao Ziya bisa naik keberbagai lapisan dunia namun ia tak bisa kembali ke dunia bawah hingga ia berhasil membuka buku itu.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya Xiao Ziya sampai di depan kediaman Dewa Agung Arzil, dari luarnya saja bangunan itu terlihat sangat luas dengan penjagaan yang sangat ketat. Xiao Ziya berjalan menuju gerbang masuk kediaman Dewa Agung Arzil dan seperti biasanya beberapa prajurit dewa menghentikan langkah Xiao Ziya.


"Untuk apa kau datang ke kediaman Dewa Agung Baru? jika niatmu tak baik sebaiknya kau segera pergi." ucap beberapa prajurit dewa yang menggertak Xiao Ziya, mereka tak terlalu suka pada gadis yang ada di hadapan mereka itu. Sebagai junjungan muda dari neraka bisa saja ia datang menemui dewa agung baru untuk menggodanya atau membunuh sang dewa agung baru.


"Saya datang untuk bertemu dengan Dewa Agung Arzil, saya ingin meminta beberapa tanaman herbal untuk menyembuhkan seseorang." jawab Xiao Ziya dengan jujur tanpa ada niatan untuk menutup nutupi apapun dari prajurit dewa yang sedang menjaga gerbang itu.


"Jaga sikapmu di hadapan Dewa Agung baru jika kau sampai macam macam maka kami akan menyeretmu keluar." ucap para prajurit dewa yang mengizinkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam dengan syarat bahwa gadis itu tak boleh melakukan hal yang aneh aneh.


"Baiklah trimakasih." ucap Xiao Ziya yang berjalan masuk menuju kediaman Dewa Agung baru.


Karna tak tau kemana sang dewa agung pergi akhirnya Xiao Ziya memilih untuk bertanya pada seorang pelayan yang berlalu lalang disekitarnya, sang pelayan mengatakan bahaa dewa agung Arzil sedang berada di halaman belakang kediamannya. Xiao Ziya diantar oleh seorang pelayan menuju halaman belakang kediaman Dewa Agung baru, setelah sampai pelayan itu pamit pergi karna masih banyak pekerjaan yang harus ia lakukan.


Saat melihat kesekeliling halaman belakang kediaman dewa agung baru Xiao Ziya melihat berbagai macam tanaman langka dan sebuah danau kecil yang dipenuhi oleh teratai di sana juga ada teratai pelangi yang dicari cari oleh Xiao Ziya, namun dimana dewa agung Arzil mengapa ia tak ada di halaman belakang. Saat mencari cari kesana kemari namun gadis itu tetap tak menemukannya.


"Sepertinya ada seekor kucing liar yang menyusup ke kediamanku." ucap seseorang dari belakang Xiao Ziya. Dengan cepat Xiao Ziya menolehkan kepalanya dan melihat kebelakang.


Saat melihat pemuda yang ada di belakangnya detak jantung Xiao Ziya seolah olah telah terhenti, bagaimana ia bisa bertemu lagi dengan pemuda itu? pemuda yang sudah menghancurkan banyak mimpi, dan harapan yang pernah ia susun rapi di masa depannya yang hancur itu. Mengapa harus dia yang menjadi dewa agung baru? apakah tak ada pemuda lain yang layak untuk mengisi posisi itu. Karna sangat terkejut Xiao Ziya terjungkal kebelakang hingga ia terjatuh ketanah. Dewa agung Arzil menatap kearah Xiao Ziya dengan kebingungan ada apa dengan gadis yang ada di hadapannya itu.


"Apa kau baik baik saja? mengapa kau sangat terkejut saat melihatku?." tanya Dewa Agung Arzil yang mungkin sudah tak mengenali gadis itu lagi.


"Saya datang kesini untuk meminta sebuah tanaman langka." ucap Xiao Ziya tanpa basa basi lagi, gadis itu tak ingin ada di sana dalam jangka waktu yang lama.


"Dengan apa kau akan menukar tanaman yang kau minta itu, dan tanaman apa yang akan kau minta?." ucap Dewa Agung Arzil yang menanyakan tanaman apa yang ingin diminta oleh gadis yang ada di hadapannya itu, dan dengan apa ia akan menukarnya.


"Saya ingin meminta akar teratai pelangi." ucap Xiao Ziya yang memang sedari awal ingin meminta akar teratai pelangi saja tanpa ada minat untuk meminta tanaman langka yang lain.


"Tanaman yang nona minta sangat sulit untuk dicari jadi dengan apa anda akan menukarnya?." tanya Dewa Agung Arzil yang teresenyum mencurigakan di hadapan Xiao Ziya. Gadis itu sangat ingin memukul pemuda yang ada di hadapannya hingga ia pingsan ataupun mati.


Xiao Ziya mengambil sebuah mawar es di dalam lautan spiritualnya ia mengatakan bahwa ia akan menukar akar teratai pelangi itu dengan mawar es miliknya namun dengan cepat Dewa Agung Arzil menolak penawaran Xiao Ziya dengan alasan bahwa ia sudah memiliki tanaman itu, lalu Xiao Ziya mengambil mawar api namun dewa agung baru itu tetap menolak tawaran Xiao Ziya. Xiao Ziya menawarkan berbagai macam tanaman langka yang ia miliki dan tak ada di pekarangan sang dewa agung baru namun tetap saja penawaran gadis itu ditolak. Entah apa yang ada di fikiran Dewa Agung Arzil apakah dari awal ia memang tak berniat untuk memberikan akar teratai pelangi itu pada Xiao Ziya atau bagaimana.


"Jika kau memang tak ingin memberikannya padaku maka katakan dari awal." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat kesal karna ia dipermainkan oleh pemuda sialan itu.


"Hey hey tenanglah nona cantik, kau bisa menukarnya dengan dirimu." ucap Dewa Agung Arzil yang tersenyum dihadapan Xiao Ziya.


Gadis itu sudah sangat marah dan kesal dewa agung yang ada di hadapannya itu memang lebih mirip dengan iblis daripada seorang dewa, dari masa depan ataupun masa lalu pemuda itu sama saja tak pernah berubah. Xiao Ziya menundukkan kepalanya dan mengepalkan tangannya dengan erat ia sangat marah hingga aura emas yang ada di hadapannya meluap.


"Tenanglah saya hanya bercanda, nona tak perlu semarah itu pada saya." ucap Dewa Agung Arzil yang gelagapan saat melihat gadis yang ada di hadapannya itu sangat marah.


Rambut Xiao Ziya berubah menjadi merah dengan sorot mata merah darah yang sangat tajam, gadis itu masih menundukkan kepalanya semua memorinya bersama dengan pemuda itu di dimensi yang berbeda berputar kembali. Ini benar benar menyesakkan sekaligus menyebalkan untuk gadis itu.

__ADS_1


"Kau memang tak pernah berubah." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya. Dewa Agung Arzil yang tak mengerti apa maksut dari perkataan gadis itu merasa bingung bukankah ini pertama kali bagi mereka berdua untuk bertemu.


"Apa maksutmu nona? bukankah kita baru pertama kali bertemu?." ucap sang dewa agung.


"Kau mungkin melupakannya namun saya tidak saya masih ingat dengan jelas apa yang pernah kau lakukan." ucap Xiao Ziya yang sebisa mungkin menahan dirinya dengan air mata yang perlahan menetes, ia tak ingin bertemu dengan pemuda itu dalam waktu secepat ini namun takdir sepertinya berkata lain.


"Memangnya apa yang pernah saya lakukan padamu nona muda?." tanya Dewa Agung Arzil yany semakin bingung.


"Lee Darken saya masih mengingat wajah jahatmu itu." ucap Xiao Ziya yang kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap kearah Dewa Agung Arzil, pemuda yang pernah menjadi kekasihnya di kehidupan yang berbeda, pemuda yang membuat dunianya hancur begitu saja bagaimana bisa Xiao Ziya melupakan pemuda itu.


Melihat wajah Xiao Ziya dengan rambut dan matanya yang sudah berganti warna menjadi merah serta mendengar gadis itu menyebut namanya di kehidupan yang berbeda membuat Dewa Agung Arzil terkejut. Ternyata gadis yang ia cari cari selama ini ada tak jauh darinya namun mengapa baru sekarang ia menemukannya.


"Kau? Zoya!?." ucap Dewa Agung Arzil yang langsung terjatuh kelantai, seketika ia bisa mengingat semua kebodohan yang pernah ia lakukan di kehidupannya yang lalu.


"Lama tidak berjumpa dimana kekasihmu itu ah maksut saya ibu dari calon anakmu itu?? mengapa kau bisa ada di sini dan menjadi dewa agung?." tanya Xiao Ziya yang tak habis fikir pemuda itu sampai ada di dimensi yang sama dengan dirinya.


"Maaf karnaku kau menjalani kehidupan yang sulit di sini." ucap Dewa Agung Arzil yang menundukkan kepalanya di hadapan Xiao Ziya.


"Kehidupan saya jauh lebih baik tanpa anda." ucap Xiao Ziya yang merasa kehidupannya sekarang lebih baik daripada kehidupannya yang dulu di sini banyak orang orang yang menyayanginya dan bersedia melindungi dirinya.


"Bisakah kita mulai semuanya dari awal lagi?" ucap Dewa Agung Arzil dengan seenaknya.


"Setelah semua yang kau lakukan pada saya kau fikir saya akan kembali?." ucap Xiao Ziya yang melayangkan sebuah pukulan pada Dewa Agung Arzil.


Beberapa pelayan yang sedang melintas melihat kejadian itu dan langsung memanggil para para prajurit dewa, mereka takut jika gadis itu akan melukai tuan mereka. Dengan cepat para prajurit dewa sampai di halaman belakang, mereka ingin menangkap Xiao Ziya dan menyeret gadis itu keluar dari sana namun Dewa Agung Arzil menahannya.


"Pergilah ini urusan saya dengan nona ini dan tak ada hubungannya dengan kalian." ucap Dewa Agung Arzil yang mengusir para prajurit dewa itu, mereka mematuhi perintah sang dewa agung dan langsung pergi dari sana.


"Katakan mengapa kau datang lagi di dalam kehidupan saya, apa kau belum puas atas apa yang kau lakukan pada saya di kehidupan yang lalu." triak Xiao Ziya yang ingin sekali membunuh pemuda itu, namun dengan posisinya sebagai dewa agung itu akan membahayakan orang orang disekitar Xiao Ziya bisa saja para dewa bisa membunuh mereka.


"Maaf atas semua kesalahan yang saya lakukan di masa lalu." ucap Dewa Agung Arzil sembari bersimpuh di hadapan Xiao Ziya. Ia tau apa yang ia lakukan di kehidupan yang lalu memanglah sangat kejam, bagaimana bisa ia dengan tega membunuh seorang gadis yang sangat mencintainya dan lebih percaya pada seorang wanita yang baru saja ia temui hanya karna wanita itu mengaku bahwa ia sedang hamil anaknya.


"Kembalilah pada wanita itu jangan muncul di hadapan saya lagi. Bukankah dia sedang mengandung anakmu wakti itu mengapa kau malah ada di sini." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Dewa Agung Arzil untuk kembali ke kehidupannya yang lalu jika ia bisa melakukannya.


"Saya benar benar menyesalinya, saya mohon kembalilah pada saya." ucap Dewa Agung Arzil yang menangis di hadapan Xiao Ziya.


"Saya tak bisa kembali seperti dahulu, maaf ini bukanlah sesuatu yang bisa diulang atau dimulai dari awal." ucap Xiao Ziya yang tak bisa menerima kehadiran pemuda itu di dalam hatinya, sudah banyak kecewa yang Xiao Ziya dapatkan.


"Tolong maafkan saya, saya akan melakukan apapun agar kau memaafkan saya Zoya." ucap Dewa Agung Arzil yang ingin hidup lebih baik dan syaratnya ia harus mendapatkan maaf dari gadis yang ada di hadapannya itu.


"Seharusnya saya membunuhmu, saya tak melakukannya bukan karnamu ini demi orang orang terdekat saya. Untuk permintaan maafmu itu untuk saat ini saya belum bisa menerimanya. Saya akan ambil apa yang saya perlukan dan ambillah bunga mawar api ini." ucap Xiao Ziya yang menaruh mawar api itu dihadapan Dewa Agung Arzil kemudian ia melesat pergi menuju danau dan mengambil dua buah bunga teratai pelangi beserta akar akarnya.


Dewa Agung Arzil melihat kepergian gadis itu, gadis itu masih cantik seperti dikehidupan sebelumnya sepertinya di kehidupannya yang sekarang ia lebih bahagia.


"Aaarggh mengapa saya bisa sebodoh itu dulu." ucap Dewa Agung Arzil yang merasa sangat menyesal ia membenturkan kepalanya sendiri ketembok hingga kepalanya itu berdarah. Sedangkan Xiao Ziya melesat dengan cepat menuju penginapan setelah sampai gadis itu dengan segera masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamar.

__ADS_1


"Menyebalkan." ucap Xiao Ziya yang merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Hai hai semuanya gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya guys, jangan lupa follow yang belum follow, vote ya guys jangan lupa, gift hadiah apapun makasih banget guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ya.


__ADS_2