
Xiao Ziya melesat dengan kecepatan penuh hingga ia menabrak beberapa penduduk desa yang ada di sekitar wilayah Kerajaan Daun Perak, terlihat para penduduk juga mengalami kondisi yang cukup mengerikan mereka benar benar berubah menjadi zombie namun bedanya para penduduk itu masih memiliki kesadaran yang membuat mereka berteriak minta tolong pada siapapun yang melintas. Xiao Ziya untuk sementara waktu harus fokus untuk sampai ke Istana Kerajaan Daun Perak untuk mengobati Raja Yuan Zie.
Beberapa prajurit penjaga gerbang menatap ke arah depan, mereka membelalakkan mata saat melihat sesuatu mendekat dengan sangat cepat. Beberapa prajurit mengeluarkan pedang mereka untuk berjaga jaga bila yang datang musuh ataupun para penduduk yang telah terinfeksi virus.
"Ini saya!!!." triak Xiao Ziya menggunakan energi qi miliknya saat sudah cukup dekat dengan gerbang masuk Istana Kerajaan Daun Perak.
Para prajurit langsung menurunkan pedang mereka kemudian membuka gerbang dengan lebar untuk menyambut kedatangan Nona Muda Xiao Ziya, untuk saat ini gadis itu adalah satu satunya harapan mereka agar Raja Yuan Zie sembuh dari virus yang mengerikan. Saat sekelebat angin melintas melalui gerbang masuk istana, para prajurit penjara gerbang membungkuk badan mereka sebagai tanda penghormatan pada Xiao Ziya.
"Selamat datang kembali di Kerajaan Daun Perak, Nona Muda Xiao Ziya satu satunya harapan kami untuk saat ini." ucap para prajurit penjaga gerbang dengan suara tegas dan lantang.
Xiao Ziya berhenti tepat di depan pintu masuk istana, ia membuka pintu tersebut perlahan kemudian masuk ke dalam. Suasana di dalam istana tampak sepi, sepertinya para pelayan dan prajurit yang lain memilih untuk mengungsi di tempat yang aman untuk sementara waktu. Xiao Ziya berjalan menyusuri setiap sudut istana untuk mencari ruangan tempat Raja Yuan Zie di asingkan, seorang pelayan yang baru saja keluar dari dapur menjatuhkan nampan berisi air dingin saat melihat kedatangan Xiao Ziya. Sepertinya pelayan itu terkejut karna setelah beberapa tahun akhirnya Nona Muda Xiao Ziya kembali ke dunia bawah.
"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya, senang bisa melihat Anda di sini." sapa pelayan itu dengan membungkukkan badan, tanpa pelayan itu sadari ia meneteskan air mata saking terharunya.
"Bangunlah, apa yang membuat mu menangis seperti itu?." tanya Xiao Ziya dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
"Ah bukan apa apa Nona Ziya, saya hanya tak tau apa yang akan terjadi pada Dunia Bawah jika Anda tak segera kembali. Demi menyelamatkan beberapa penduduk Raja Yuan Zie sampai mentransfer energi qi miliknya. Dari keseluruhan penduduk yang ada di wilayah Kerajaan Daun Perak, Yang Mulia Raja hanya bisa menyelamatkan kurang lebih empat ribu orang. Andai saja sang raja lebih mementingkan keselamatannya sendiri mungkin wilayah Kerajaan Daun Perak lebih kacau dari sekarang ini. Saya juga tak mengerti darimana virus aneh itu berasal namun beberapa bulan yang lalu wilayah Kerajaan Daun Perak didatangi oleh beberapa orang aneh, mereka memiliki kulit yang sangat putih dengan sorot mata tajam serta sebuah tato tengkorak di pipi sebelah kanan dan setelah orang orang itu pergi virus ini mulai menyebar dengan sendirinya." jelas si pelayan mengenai beberapa hal yang terjadi di wilayah Kerajaan Daun Perak selama Xiao Ziya pergi.
"Ternyata begitu, tolong antar saya ke ruangan tempat Raja Yuan Zie diasingkan." perintah Xiao Ziya pada si pelayan.
"Ini sangat berbahaya Nona Muda, saya tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Anda. Lebih baik Anda tak menemui Yang Mulia Raja untuk sementara waktu." jawab si pelayan yang tak ingin Xiao Ziya terjangkit virus itu juga.
"Virus itu tidak berdampak apapun pada tubuh saya, jika saya mudah terjangkit maka saya sudah seperti yang lain. Saat baru kembali ke Dunia Bawah saya langsung melihat kondisi prajurit penjaga wilayah perbatasan Kekaisaran Qiyu yang terjangkit virus untunglah saya berhasil membuat ramuan penawar. Tolong antar saya sekarang sebelum hal yang lebih buruk terjadi pada tubuh Raja Yuan Zie." jelas Xiao Ziya pada pelayan itu, ia bisa mengerti alasan si pelayan melarangnya namun jika bukan dia lalu siapa lagi yang akan mengatasi virus mengerikan ini.
Pelayan itu menghela nafas pasrah, sepertinya ia tak akan pernah bisa membujuk gadis keras kepala seperti Xiao Ziya. Akhirnya sang pelayan mengantar Xiao Ziya menuju ruangan tempat Raja Yuan Zie diasingkan, saat dalam perjalanan keadaan di dalam istana benar benar sepi bahkan beberapa ruangan terlihat kotor seperti tak terurus. Setelah berjalan cukup lama akhirnya pelayan itu berhenti di sebuah ruangan yang berada di bagian belakang istana, dulu ruangan itu digunakan sebagai gudang namun saat ini beralih fungsi menjadi tempat pengasingan. Mata Xiao Ziya terfokus pada seorang wanita cantik dengan rambut coklat yang sedang duduk bersandar di depan pintu masuk ruangan dengan mata terpejam.
"Siapa wanita ini, wajahnya sangat asing." tanya Xiao Ziya pada si pelayan yang ada di samping.
__ADS_1
"Dia adalah Nyonya Mo Anhi kekasih dari Yang Mulia Raja Yuan Zie. Wanita ini sangat setia, meskipun sang raja sedang dalam kondisi terpuruk Nyonya Anhi bersikeras untuk menemani Yang Mulia Raja." jelas pelayan itu pada Xiao Ziya.
Xiao Ziya terdiam untuk beberapa saat, jadi sebentar lagi Raja Artur akan mengadakan pesta pernikahan untuk cucunya? lalu mengapa kakek tua itu tak mengatakan apapun pada Xiao Ziya. Jika dilihat lebih dekat Nyonya Mo Anhi terlihat sangat cantik dan juga anggun, ia juga sangat cocok dengan Raja Yuan Zie. Untuk beberapa alasan akhirnya Xiao Ziya mengetahui mengapa cucu dari penguasa Alam Neraka bisa terjangkit virus dengan mudah, yang pertama ia menggunakan lebih dari setengah energi qi miliknya untuk menyelamatkan ribuan penduduk, yang kedua sang raja melapisi wilayah aman yang ia buat menggunakan formasi sihir tingkat tinggi yang memerlukan energi dalam jumlah besar, dan yang ketiga Raja Yuan Zie memberikan sisa energinya pada wanita bernama Mo Anhi ini.
"Permisi Nyonya, bisakah Anda minggir sebentar." ucap Xiao Ziya dengan sopan pada Nyonya Mo Anhi yang masih memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian wanita itu membuka mata dan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung.
Nyonya Mo Anhi berdiri kemudian melihat ke arah si pelayan seperti sedang meminta penjelasan mengenai identitas gadis muda dengan wajah amat cantik yang berada di hadapannya itu. Saat si pelayan ingin memperkenalkan Xiao Ziya ia dihentikan oleh Ziya.
"Saya Xiao Ziya, gadis yang dipilihkan oleh kakek Yang Mulia Raja Yuan Zie untuk menjadi pasangannya. Saya segera datang dari Dunia Atas setelah mendengar kabar Yang Mulia Raja terkena virus." ucap Xiao Ziya yang sengaja menjahili calon istri dari Raja Yuan Zie.
Mo Anhi menatap Xiao Ziya dari ujung kepala hingga ujung kaki, bagaimana bisa kekasihnya di jodohkan dengan gadis yang sangat muda? dan mengapa Yang Mulia Raja Yuan Zie tidak memberitahu apapun mengenai perjodohan ini padanya?. Ekspresi wajah dari Mo Anhi membuat Xiao Ziya hampir tertawa, sepertinya wanita itu menganggap serius perkataan dari gadis itu.
"Maaf sebelumnya, perkenalkan nama saya Mo Anhi putri dari pemimpin Klan Mo dan saya adalah kekasih dari Yang Mulia Raja Yuan Zie. Sebelumnya saya tidak mengetahui jika Yang Mulia Raja sudah dijodohkan dengan gadis secantik Anda, karna kami sudah menjalin hubungan cukup lama saya tidak akan mundur hanya karna perjodohan ini." ucap Nyonya Mo Anhi dengan tatapan mata tajam dan nada bicara yang terdengar tegas.
"Apakah Anda mencintainya hanya karna ia seorang raja? ataukah pemimpin Klan Mo sengaja meminta Anda untuk mendekatinya. Jika Nyonya Mo Anhi memiliki niatan buruk atas hubungan yang telah kalian jalin maka saya tak akan segan segan untuk meminta pada Kakek Yang Mulia Raja Yuan Zie agar kalian dipisahkan secara paksa." jawab Xiao Ziya dengan suara yang cukup kencang, gadis itu mengeluarkan sedikit aura membunuh yang ia miliki untuk memberikan kesan perkataanya sungguh sungguh.
"Anak? jadi Nyonya pernah menikah sebelumnya. Apa yang akan difikirkan penduduk Kerajaan Daun Perak jika mengetahui Rajanya menikahi seorang janda." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tak suka. Akting gadis itu sungguh bagus hingga pelayan yang ada di sampingnya mengeluarkan keringat dingin saat mendengar perdebatan diantara keduanya.
"Semua penduduk Daun Perak sudah mengetahui hubungan kami, mereka tak mempermasalahkan status saya sebagai wanita yang pernah menikah. Hubungan saya dan suami sebelumya berakhir karna ia melakukan penyiksa selain itu ia juga hampir membunuh ayah saya, dan kali ini saya menemukan pria yang tepat untuk diajak hidup bersama." jawab Nyonya Mo Anhi.
"Itu akan terjadi jika Raja Yuan Zie sembuh dari virus ini namun bagaimana jika ia gagal bertahan kemudian mati dengan mengenaskan? apa yang akan Nyonya lakukan." tanya Xiao Ziya dengan sungguh sungguh pada wanita yang ada di hadapannya itu.
"Saya akan melakukan apapun untuk kesembuhannya." jawab Nyonya Mo Anhi tanpa berfikir panjang.
Xiao Ziya menunjukkan senyum miring saat mendengar perkataan wanita itu, drama dan peran yang ia mainkan akan semakin seru.
"Saya bisa menyembuhkan namun dengan satu syarat." ucap Xiao Ziya.
__ADS_1
"Syarat? saya bersedia memenuhi syarat itu demi kesembuhan Yang Mulia Raja Yuan Zie." ucap Nyonya Mo Anhi dengan semangat, akhirnya orang yang ia cintai bisa terbebas dari penderita karna wabah mengerikan itu.
"Tinggalkan Raja Yuan Zie, bagaimanapun saya lebih pantas untuk bersanding dengannya daripada Anda." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar.
Tubuh Nyonya Mo Anhi terasa lemas setelah mendengar persyaratan yang diajukan oleh gadis muda itu untuk menyembuhkan kekasihnya, Mo Anhi sulit memutuskan apakah ia akan meninggalkan Raja Yuan Zie untuk kesembuhannya atau membiarkan sang raja tetap menderita hingga akhir hayatnya nanti.
"Ba... baiklah saya bersedia meninggalkan Yang Mulia Raja jika Nona Muda bisa menyembuhkan dari virus itu. Mungkin saya memang ditakdirkan hanya untuk menjadi kekasihnya saja.
Setelah mendengar perkataan wanita itu Xiao Ziya langsung masuk ke dalam ruangan tempat Raja Yuan Zie diasingkan kemudian menutup pintunya dengan rapat agar tak ada orang lain yang bisa masuk ke dalam. Nyonya Mo Anhi dan si pelayan memutuskan untuk menunggu di luar hingga proses pengobatan selesai, Mo Anhi cukup terkejut dengan keberanian yang dimiliki oleh gadis muda itu, sang gadis masuk begitu saja ke dalam ruang isolasi tanpa khawatir jika ia akan tertular wabah.
"Apakah kau mengenal gadis muda itu?." tanya Nyonya Mo Anhi pada pelayan yang mengantarkan Xiao Ziya.
"Saya mengenal Nona itu dengan baik, ia sangat disegani oleh semua orang karna kekuatan yang ia miliki." jawab si pelayan yang tak berani memberitahukan identitas asli dari Xiao Ziya.
"Dia putri dari keluarga bangsawan? ataukah putri dari seorang pemimpin klan ataupun sekte?." tanya Nyonya Mo Anhi. Ia hanya ingin memastikan gadis muda itu dapat membantu Raja Yuan Zie menjalankan Kerajaan Daun Perak dengan baik di masa depan.
"Nona adalah putri seorang ketua klan namun ia memiliki posisi tertinggi di klan nya sendiri, selain itu Nona Muda memiliki hubungan baik dengan banyak kerajaan yang ada di Dunia Bawah maupun Dunia Atas." jawab pelayan itu dengan jujur pada Mo Anhi.
"Pantas saja ia lebih layak bersanding dengan Raja Yuan Zie daripada saya." gumang Nyonya Mo Anhi yang langsung menundukkan kepalanya. Ia tak bisa melakukan apapun lagi, kakek dari kekasihnya sudah memikirkan perjodohan ini dengan matang untuk kebaikan banyak pihak.
Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sudah berada di samping ranjang tempat Raja Yuan Zie terbaring tak berdaya, Ziya melihat ratusan cacing parasit yang telah memenuhi beberapa aliran darah Raha Yuan Zie bahkan puluhan cacing berusaha masuk kedalam jantungnya. Kondisi Raja Yuan Zie jauh lebih buruk daripada para prajurit penjaga perbatasan Kekaisaran Qiyu karna itulah Xiao Ziya akan melakukan beberapa tahap penyembuhan.
"Lihatlah bagaimana kondisi Anda saat ini, akan sesedih apa jika Raja Artur sampai tau." gumam Xiao Ziya dengan suara pelan.
Xiao Ziya mengambil dua botol kaca ramuan penawar yang telah ia buat kemudian gadis itu membuka mulut Raja Yuan Zie dengan paksa. Setelah sedikit usaha mulut Raja Yuan Zie terbuka dengan lebar dan Xiao Ziya langsung menuangkan ramuan penawar. Setelah selesai Xiao Ziya mengambil beberapa jarum emas kemudian menusukkannya pada titik saraf untuk menarik cacing parasit yang ingin menerobos masuk jantung Raja Yuan Zie.
"Siapapun yang telah menyebarkan wabah ini, dia harus mati dengan cara yang mengerikan." ucap Xiao Ziya dengan cahaya berwarna merah darah yang keluar dari kedua matanya.
__ADS_1
Hai guys author balik lagi nih, maaf sebelumnya karna udah ga up cukup lama. Jadi author baru ada kuota Sekarang guys dan alhamdulilah udah ga ada kesibukan yang menyita banyak waktu untuk beberapa hari kedepan, author juga baru sembuh setelah tiga hari di serang sakit maag. Author minta maaf karna belum bisa nepatin kata kata buat update setiap hari, mohon doanya semoga bisa lebih baik kedepannya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.